Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
Asmira dan Aliken.


__ADS_3

Kisah ini di mulai pada delapan puluh tiga tahun yang lalu, lebih tepatnya pada tahun seribu sembilan ratus tiga puluh delapan yang berlokasi di Batavia dan sangat lebih tepat berada di daerah Rambutan yang ada di daerah barat dari Batavia yang terkenal akan pohon jambu yang sangat banyak dan subur tumbuh di sana. Tentu pada saat itu negara Indonesia yang sekarang ini sudah tidak di jajah oleh bangsa lain mengalami hal yang sangat sulit dan belum resmi menjadi negara Indonesia yang berdaulat seperti sekarang ini. Pada saat itu negara Indonesia di jajah oleh bangsa dari Eropa yang lebih tepatnya yaitu negara Belanda sebelum kedudukan bangsa Jepang di tanah air ini. Bangunan di seluruh daerah Batavia masih berupa bangunan yang tidak tinggi dan tidak terlalu besar, bangunan yang besar hanya di miliki oleh orang-orang kaya raya saja yang menetap di rumah atau bangunan yang besar, namun saat itu belum satu pun ada gedung tinggi yang seperti sekarang ini yang sangat mudah di temukan di pusat kota Jakarta. Lampu di jalanan juga tepatnya masih belum banyak dan saat malam hari sangat terasa sekali gelap, suasana malam yang sesungguhnya yang hanya terdapat suara burung yang saling menyapa di pohon lain ke pohon yang lainnya, dan juga ada binatang kelelawar yang berterbangan di pohon-pohon yanh ada saat itu.


Waktu itu masih sangat terlihat sekali bahwa ada hutan di tengah kota yang sangat lebat dan banyak sekali jenis binatang yang tinggal di dalam hutan itu, namun sekarang saat kamu mencari binatang atau hutan yang ada di Jakarta sekarang ini tentu tidak dapat di temukan, entah aku yang tidak pernah temukan atau memang tidak ada, begitulah gambaran mengenai delapan puluh tiga tahun yang lalu. Saat malam hari hanya ada beberapa dari banyaknya tentara Belanda yang bertugas menjaga sekitar tempat aman dan dapat di kendalikan, biasanya ada beberapa tentara yang menaki mobil yang lumayan besar dan berkeliling ke lain arah untuk memastikan keadaan baik-baik saja dan kondisi sesuai dengan yang di harapkan. Jika di bandingkan dengan banyaknya tentara yang bertugas pada malam hari dan siang hari tentu yang paling banyak ialah siang hari, karena pada malam hari sudah di pastikan warga sekitar sudah tidur atau beristirahat dan di pastikan tidak membuat pemberontakan kepada pihak dari Belanda. Namun bagaimana pun tidak akan ada yang tahu akan hal yang akan terjadi, maka dari itu dari pihak Belanda mengerahkan beberapa dari tentara yang ada untuk bertugas pada malam hari. Jika dari pihak lokal tidak membuat kekacauan atau jika di pandangan pihak Belanda di sebut dengan pemberontakan, maka tidak akan ada yang namanya saling melukak satu dengan yang lain anatar militer dengan warga lokal yang tidak bersalah itu, dari Belanda sangat tidak mengharapkan ada warga lokal yang memiliki cita-cita untuk merdeka dan dapat mengusir Belanda dari negara Indonesia itu yang masih berada di genggaman pihak Belanda, maka dari itu pihak Belanda lewat militernya itu memastikan bahwa tidak ada satu orang warga lokal yang mempunyai cita-cita tersebut.


Seperti itu gambaran tambahan dari delapan puluh tiga tahun yang lalu dan lebih tepatnya pada tahun yang ke seribu sembilan ratus delapan puluh tiga silam. Pada suatu hari saat siang hari lebih tepatnya hari Senin ada satu orang remaja yang berusia tujuh belas tahun yang waktu itu menempuh pendidikan di sekolah SMAN 77 yang jika kamu sekarang mencari sekolah itu maka kamu akan menemukan sekolah itu tepatnya di Jakarta yang dulunya Batavia. Seorang remaja laki-laki tersebut memiliki nama yang bernama Aliken dan tinggal dari rumahnya ke sekolah berjarak kurang lebih dua ratus meter dan sejauh itu yang harus di lalui anak remaja tersebut saat hendak ke sekolah. Itu bisa katakan lumayan jauh jarak yang harus di tempur oleh seseorang hanya menuju sekolah. Pada saat itu jika aku yang menjadi Aliken yang harus menempuh jarak kurang lebih dua ratus meter dari rumahnya untuk ke sekolahnya itu, aku lebih memilih sekolah yang terdekat atau jika tidak ada, aku lebih memilih tidak sekolah, karena saat itu aku anak yang sangat malas sekali untuk berjalan.

__ADS_1


Aliken tinggal di satu rumah yang ada di Batavia dan berada di daerah Rambutan yang lebih tepatnya berada di rumah yang bernomor tiga puluh satu dengan kode pos yang aku tidak tanyakan kepada Aliken sampai sekarang ini. Keluarga Aliken saat itu masih bisa di katakan sebagai keluarga yang kaya raya dan harta yang di miliki oleh keluarga Aliken saat itu jika di jumakhkan dengan mata uang yang di gunakan oleh Indonesia padab saat ini kurang lebih lima ratus miliar rupiah yang ada dan di kantongi oleh keluarga Aliken. Mamah Aliken bernama ibu Reni dan ayah dari Aliken bernama bapak Situmorang, keluarga yang sangat harmonis dan jarang terjadi keributan di rumahnya setiap tahunnya, yang aku tahu bahwa keluarga Aliken tidak harmonis pada tanggal dua puluh tiga maret tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan silam, saat itu terdapat situasi yang tidak di harapkan oleh siapapun yang memiliki keluarga dan sangat tidak mungkin aku menceritakan konflik yang terjadi saat itu dari awal hingga akhir dengan sangat jelas dan tepat, karena aku hanya tahu sedikit dan tidak lengkap. Aliken menjadi salah satu murid di sekolah yang bisa di katakan cerdas di banding yang lain, peringkat Aliken di kelasnya yaitu dua belas dari tiga puluh lima murid yang ada, dan itu bisa di katakan cerdas atau biasa saja.


Dari dahulu Aliken sangat tidak suka sekali dengan yang namanya pertengkaran dan jika hal tersebut terjadi dalam dirinya maka ia sangat dan akan mencari hal untuk menghindari hal tersebut, bukan berarti Aliken ialah anak yang penakut dan tidak dapat berkelahi, namun ia sangat tidak menyukai dan akan terus mencari cara untuk membuat hal itu tidak akan terjadi. Dari sikap Aliken yang itu aku dapat belajar jika yang membuat kehidupan kita ini sulit yaitu diri kita sendiri. Namun aku sendiri tidak dapat bisa mengikuti hal yang Aliken lakukan saat situasi yang mengharuskan aku untuk berkelahi maka aku akan lakukan. Kisah ini bermula pada hari Kamis di tahun yang itu dan siang hari. Matahari menyinari daerah itu dengan sangat terik dan sangat panas sekali untuk berada di bawah terik sinar matahari yang bersinar tersebut. Di sekolah SMAN 77 Aliken sedang belajar di dalam kelas dengan sangat giat dan teliti mengerjakan semua tugas yang di berikan gurunya saat gurunya menyuruh mengerjakan tugas. Dari jendela kelasnya itu sinar matahari masuk ke dalam kelas itu dan menyinari buku yang Aliken sedang gunakan untuk mengerjakan tugas yang di berikan itu, guru Aliken yang di kelasnya itu menunggu anak-anak didikannya itu menyelesaikan tugas yang di berikan saat sudah di jelaskan oleh gurunya. Kegiatan mengajar belajar atau di singkatnya KMB telah berakhir dan waktunya untuk beristirahat atau waktu dari KMB saat itu sudah habis dan waktunya istirahat.


Kebetulan Aliken belum selesai dan harus mengumpulkan tugasnya itu ke gurunya yang menunggu tugasnya itu selesai dengan tepat waktu, dengan segala pasrah Aliken memberikan tugasnya itu ke guru dan Aliken keluar dari kelas untuk beristirahat yang biasanya waktunya di gunakan makan dan minum, lalu membaca buku yang ada di perpustakaan dan lain sebagainya yang waktunya itu bebas di gunakan untuk segala hal kecuali keluar dari sekolah dan pulang menuju rumah. Aku lupa menceritakan yang satu ini, Aliken saat itu sudah mempunyai seseorang yang sangat di cintai saat ia masih berada di bangku SMA yang di mana saat itu anak SMA yang sudah lulus saja masih belum mempunyai seseorang yang di cintai atau dengan kata lain pacar, namun Aliken mempunyai seorang pacar dan kebetulan sekali hubungan Aliken dengan seseorang tersebut bisa di katakan sudah lama semenjak Aliken duduk di bangku SMP kelas delapan. Seorang yang di maksud itu ialah Asmira yang saat itu juga menempuh pendidikannya di bangku SMA kelas satu dan kebetulan juga mereka satu sekolah namun beda kelas, jika Aliken di kelas yang A, maka Asmira di kelas yang lain contohnya C atau B, namun mereka beda kelas dan tidak bertemu selama pembelajaran berlangsung.

__ADS_1


Namun ada banyak sekali anak muda yang tidak menggunakan kesemapatannya itu dengan baik, banyak anak muda yang menggunakan waktunya itu dengan hal yang tidak berguna misalkan saja berpacaran atau sejenisnya, sama dengan yang di lakukan Aliken dengan Asmira, mereka melakukan masa mudanya itu untuk hal yang tidak berguna yaitu berpacaran. Hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa aku melakukan hal tidak berguna itu saat aku masih berusia tujuh belas tahun dan di tahun itu juga. Namun untungnya aku bisa mengatur waktu yang aku gunakan dalam diri aku, ada waktunya untuk berpacaran dan ada waktunya untuk mengejar impian yang aku sudah rencanakan semenjak masa muda itu, tidak berbeda dengan anak muda pada saat ini, aku melihat bahwa anak muda saat ini bahkan lebih dari yang waktu itu, mereka melakukan masa mudanya untuk hal yang tidak berguna dalam hidupnya itu. Aku lanjutkan cerita ini di Aliken dan Asmira yang bertemu dan menuju tempat makan atau jika sekarang namanya kantin, mereka menuju tempat itu untuk makan bersama di waktu istirahat itu dengan mesra dan sangat romantis sekali, dan betul akan hal yang kamu pikirkan tersebut bahwa aku tidak akan menuliskan hal yang mereka lakukan di kantin itu selain makan dan minum. Mereka makan dengan sangat nikmat dan rasa bersyukur kepada Tuhannya karena masih memberikan makan kepada mereka. Sesudah mereka makan bersama di kantin itu jam melanjutkan sekolah sudah tiba. Saat itu belum ada yang namanya Bell jika sekrang ini, jam di letakan di mana saja dan mudah di lihat oleh seseorang yang berada di sana.


Jika waktu untuk kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran maka murid yang ada di sana akan masuk ke kelas masing-masing dan melanjutkan pelajaran yang tadi akan di lanjut, namun jika seorang anak itu terlambat untuk masuk ke dalam kelas maka dapat di pastikan pintu kelasnya tidak dapat di buka yang artinya anak itu tidak dapat mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. Biasanya ada waktu yang di berikan untuk anak tiba di kelas saat waktu masuk kelas tiba, waktu yang di berikan itu kurang lebih lima menit, dan setelah waktu itu sudah lewat atau sudah tepat di waktu, maka kelas akan segera di kunci dan anak yang terlambat masuk ke dalam kelas akan tidak dapat mengikuti pelajaran yanh sedang berlangsung. Yang aku tahu tentang berpacaran itu tidak mengenal waktu, jika seorang bertemu dengan orang yang sangat di cintai maka orang itu tidak akan mengenal waktu akan waktu yang terus berjalan saat itu. Sangat tepat sekali yang sedang kamu pikirkan tersebut, Aliken dan Asmira sangat tidak mengenal waktu akan waktunya yang terus berjalan itu, dan lantas saat waktunya murid-murid di sekolah itu masuk ke dalam kelas dan melanjutkan pelajaran yang tadi itu, Aliken dan Asmira tidak tahu akan hal tersebut.


Mereka yang tidak tahu akan hal itu tentunya akan menanggung akibatnya tersebut. Sudah dapat di tebak hal yang terjadi dengan Asmira dan Aliken, mereka bahkan telat dua puluh menit untuk mereka masuk ke kelasnya masing-masing, seketika saat mereka sedang mesra suap-suapan dengan sendok yang di pegang oleh mereka berdua, Aliken tidak sengaja melihat jam yang ada di kantin itu bahwa jam masuk ke dalam kelas sudah tiba bahkan sudah lewat dari jam sebelumnya, ia sangat panik sekali akan hal itu dan ia langsung memberi tahu akan hal yang ia dapatkan tentang jam masuk kelas yang terlambat kepada Asmira yang hendak memasukan sendok yang terdapat makanan ke mulut Aliken. Lantas Asmira yang tahu hal itu sangat terkejut sekali akan hal yang ia tahu dari Aliken, Asmira dengan sangat cepat langsung berlari ke kelasnya itu dan sebelum ia berlari menuju kelasnya itu, ia mengatakan "sampai bertemu lagi setelah pulang sekolah, dahhh," sesudah Asmira mengatakan hal yang sangat singkat dan aku rasa jelas untuk di mengerti, ia langsung berlari dengan sangat kencang sekali menuju ruang kelasnya yang sudah terkunci itu. Aliken melakukan hal yang sama dengan apa yang Asmira lakukan, ia langsung berlari brsama Asmira dan menuju kelas masing-masing. Sebenarnya hal tersebut sudah sangat sering kali terjadi kepada mereka bedua, alasannya ialah hal yang sama setiap harinya, namun saat ia jelaskan ke gurunya tentang hal itu beda cerita yang di ceritakan hal tersebut, dan aku rasa sampai sekarang gurunya itu belum mengetahui hal yang benar mengenai setiap hari mereka telat untuk masuk ke dalam ruang kelasnya itu. Yang namanya peraturan tetaplah peraturan dan tidak akan berubah ketika saatnya di ganti, mereka harus menerima hal yang harus mereka terima akan hal yang mereka perbuat sendiri saat itu, waktu yang di miliki untuk belajar telah berkurang banyak karena hal yang mereka lakukan sendiri. Memang jika mata kamu atau seseorang yang ada di muka bumi ini telah di butakan oleh cinta, maka tatapan yang di lihat di dunia ini hanya cinta dan cinta seperti tidak ada sesuatu di sekitar seseorang tersebut, dan yang perlu di garis bawahi mengenai seseorang itu yang di maksud orang yang tidak dapat mengatur waktu, dengan hal itu jelas beda dengan aku, aku memang sangat sekali mencintai seseorang saat itu, namun aku dapat mengatur waktu yang seharusnya aku lakukan tersebut. Aliken dan Asmira hanya duduk di dekan kelasnya masing-masing dan menunggu hal yang akan terjadi selanjutnya, kebetulan juga sehabis pelajaran yang akan berlangsung itu tidak ada yang namanya istirahat lagi, maka sehabis pelajaran itu artinya jamnya untuk seluruh siswa yang ada pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


 


 


__ADS_2