
Setelah mereka
telah masuk ke dalam lapangan itu, saatnya mereka di ikat kedua kakinya di
papan yang berbeda. Aku berusaha menanya kepada Tanori yang sedang mengikat
kaki aku dan kawan-kawan aku, tetapi ia tidak menjawabnya. Terlihat aku dan
kawan-kawan aku seperti sedang lomba bakiak yang pernah aku lakukan dengan
sekolahan. Kedua kaki kita di ikat di papan yang berbeda yang berada di kaki
kanan dan kaki kiri, tetapi bedanya dari bakiak adalah, kedua kaki kita di
rantai dan di gembok, jadi kedua kaki kita tidak dapat keluar dari dua papan
itu. Setelah kedua kaki aku, Asmira, Keni dan Aliken di rantai dan di gembok di
papan yang berada di kanan dan kiri, dua Tanori itu meninggalkan kita, mereka
langsung mengunci seluruh pintu sel yang masih terbuka, sudah di pastikan semua
pintu sel sudah terkunci dengan aman, ratu Sabrina yang dari awal memperhatikan
kita dari atas bersama keempat raja itu, ia berkata “aku tau kamu belum
mengerti hukuman ini, tetapi aku akan kasih sedikit penjelasan, kalian harus
bisa mengambil kunci yang tergantung di tengah-tengah lapangan itu, setelah
berhasil bukanlah pintu berwarna hijau” ratu Sabrina tidak memberitau bahwa
tidak semudah itu mengambil kunci itu, melainkan harus menghadapi monster
Rairamia.
Dan setelah ratu
selesai menjelaskan sedikit mengenai hukuman itu, terdengar pintu besi yang
besar dan berkarat terbuka, seketika setelah mendengar itu, penonton yang
tadinya bersorak-sorai berhenti sejenak dan sunyi langsung, suara pintu terbuka
seketika juga ikut berhenti, lalu bulu kuduk aku berdiri karena merinding
melihat monster yang sangat besar dan menakutkan berjalan perlahan keluar dari
tempatnya, hal yang sama juga di rasakan oleh Aliken, Densi dan Asmira, mereka
merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasa. Pintu keluarnya monster itu
langsung di tutup, setelah monster itu sudah berada cukup jauh dari hadapan
kita, monster itu langsung mengeluarkan suara yang mengerikan dan menakutkan,
suara itu seperti beruang yang sedang mengamuk, terlihat saat monster itu
mengaum, gigi yang besar dan tajam-tajam itu banyak sekali di mulutnya.
Monster itu
langsung berlari menghampiri aku dan kawan-kawan aku yang kakinya terikat di
dua papan itu, aku dan teman-teman aku merasa bingung dan panik harus melakukan
__ADS_1
apa di sana itu, ratu tidak memberi tau kepada kita bahwa akan ada monster di
tempat itu, yang ratu beritahu ialah hanya mengambil kunci tepat di
tengah-tengah lapangan yang tegantung. Monster itu sudah sangat dekat sekali
dengan kita, yang bisa kita lakukan ialah menutup kedua mata kita dan menunggu
apa yang terjadi selanjutnya. Aku dan teman-teman aku langsung menutup kedua
mata kita, sudah sangat terdengar sekali suara menakutkan monster itu di
telinga aku, monster itu hanya tinggal melahap salah satu dari kita dan kita
mati karena di makan, saat sedang monster itu melahap salah satu dari kita, ada
seperti yang memukul bagian belakang tubuh monster itu dengan sebuah benda.
Lesi berhasil masuk ke dalam lapangan yang terkunci itu dan memukul bagian
tubuh belakang monster itu. Ratu yang melihat hal itu langsung memerintahkan
prajuritnya untuk menangkap Lesi dan membawa keluar dari tempat lapangan itu,
setelah Lesi memukul bagian tubuh belakang monster itu, dia langsung kembali
masuk ke dalam tempat penonton, dan sebelum Lesi meninggalkan lapangan itu, ia
mengatakan hal penting kepada aku “sekarang yang harus kalian lakukan adalah
bekerja sama mengambil kunci itu dan kalian harus keluar dari tempat itu,” Lesi
langsung keluar dari lapangan itu setelah memberitahu hal penting kepada aku.
Lesi telah berhasil memasuki tempat penonton. Aku yang mendengar hal itu dari
Lesi langsung membuat sebuah rencana untuk bisa kita mengambil kunci yang
tergantung di tengah lapangan.
“Yang harus kita
lakukan adalah membuat waktu, buat monster itu membuat waktu untuk kita bisa
mengambil kunci itu, cara membuatnya adalah kita buat gigi monster itu yang
besar dan lumayan panjang tersangkut di bagian sel lubang sel yang kecil
itu,kita buat gigi monster itu tersangkut di bagian lubang sel itu, lalu
setelah gigi monster itu tersangkut di sel itu,kita langsung mengambil kunci
itu, tetapi satu hal yang paling penting adalah semua ini akan berhasil jika
kita bekerjasama. Mengerti semua??” dan teman-teman aku berkata
“mengerti.” Lesi berhasil keluar dari
lapangan itu, monster menyeramkan itu langsung mengarah kepada kita,
“sekarang yang harus kita lakukan adalah
seperti kita bermain bakiak saat waktu itu, seperti kita lomba lari menggunakan
bakiak.” Kawan-kawan aku yang mendengar hal itu langsung melakukan yang sering
__ADS_1
dilakukan pada saat itu, walau tidak bersama Densi dan Asmira, yaitu bermain
bakiak. Karena kita semua sangat jago bermain bakiak di lapangan itu dengan
sangat lihai.
“Jika aku bilang
kanan, kita ke kanan, jika aku berkata lurus berarti lurus saja dan
seterusnya.” Karena aku paling depan di papan itu, maka aku yang memandu mereka
semua, aku berkata “kanan” dan aku berkata “lurus saja jangan belok sedikitpun”
aku memandu mereka semua menuju bagian sel itu, dan setelah berada di bagian
sel yang berada di sisi lapangan, monster itu sudah berada di belakang kita,
monster itu tinggal langsung melahap salah satu dari kita, saat monster itu
ingin melahap, aku dengan sangat cepat sekali berkata “merunduk sebisa mungkin”
aku dan kawan-kawan aku langsung dengan sangat cepat merunduk sebisa mungkin,
karena monster itu sangat semangat, maka monster itu sangat cepat sekali dia
melahap, tetapi yang terjadi pada monster itu adalah gigi monster itu
tersangkut di lubang-lubang sel itu.
Aku dan
kawan-kawan aku langsung pergi dari hadapan monster itu menuju kunci itu
tergantung. Ratu yang melihat dari atas sangat terkejut dan kaget, tetapi dia
belum puas jika kita belum berhasil keluar dari tempat itu. Sesampainya aku dan
kawan-kawan aku di bawah kunci itu yang tergantung, kita langsung mencari cara
atau ide supaya kita berhasil mengambil kunci itu, bayangkan saja, kunci itu
tergantung dengan ketinggian hampir tiga meter dari lapangan itu, jika aku
hanya sendiri di papan itu mungkin bisa aku mengambilnya, tetapi yang di papan
kaki aku ada empat orang termasuk aku, jika kita melompat secara bersamaan
kemungkinan kunci itu berhasil di ambil sangat kecil dan hampir tidak mungkin.
Akupun berhasil mendapatkan ide setelah sekian lama aku berpikir, idenya yaitu
“kita putari lapangan itu dengan dua papan yang berada di kedua kaki kita,
setelah aku rasa sudah sangat cukup memutari lapangan itu, karena aku paling
depan,aku yang pertama tiduran di tanah yang terdapat kunci tergantung di
atasnya, otomatis jika aku tiduran di tanah,teman-teman aku yang berada di
belakang aku tentunya juga ikut tertidur dan saling menindi, dan yang paling
belakang di papan itu harus secepat mungkin melompat setelah papan itu
menghadap berdiri.
__ADS_1