Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
Ratu jahat


__ADS_3

Setelah mereka


telah masuk ke dalam lapangan itu, saatnya mereka di ikat kedua kakinya di


papan yang berbeda. Aku berusaha menanya kepada Tanori yang sedang mengikat


kaki aku dan kawan-kawan aku, tetapi ia tidak menjawabnya. Terlihat aku dan


kawan-kawan aku seperti sedang lomba bakiak yang pernah aku lakukan dengan


sekolahan. Kedua kaki kita di ikat di papan yang berbeda yang berada di kaki


kanan dan kaki kiri, tetapi bedanya dari bakiak adalah, kedua kaki kita di


rantai dan di gembok, jadi kedua kaki kita tidak dapat keluar dari dua papan


itu. Setelah kedua kaki aku, Asmira, Keni dan Aliken di rantai dan di gembok di


papan yang berada di kanan dan kiri, dua Tanori itu meninggalkan kita, mereka


langsung mengunci seluruh pintu sel yang masih terbuka, sudah di pastikan semua


pintu sel sudah terkunci dengan aman, ratu Sabrina yang dari awal memperhatikan


kita dari atas bersama keempat raja itu, ia berkata “aku tau kamu belum


mengerti hukuman ini, tetapi aku akan kasih sedikit penjelasan, kalian harus


bisa mengambil kunci yang tergantung di tengah-tengah lapangan itu, setelah


berhasil bukanlah pintu berwarna hijau” ratu Sabrina tidak memberitau bahwa


tidak semudah itu mengambil kunci itu, melainkan harus menghadapi monster


Rairamia.


Dan setelah ratu


selesai menjelaskan sedikit mengenai hukuman itu, terdengar pintu besi yang


besar dan berkarat terbuka, seketika setelah mendengar itu, penonton yang


tadinya bersorak-sorai berhenti sejenak dan sunyi langsung, suara pintu terbuka


seketika juga ikut berhenti, lalu bulu kuduk aku berdiri karena merinding


melihat monster yang sangat besar dan menakutkan berjalan perlahan keluar dari


tempatnya, hal yang sama juga di rasakan oleh Aliken, Densi dan Asmira, mereka


merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasa. Pintu keluarnya monster itu


langsung di tutup, setelah monster itu sudah berada cukup jauh dari hadapan


kita, monster itu langsung mengeluarkan suara yang mengerikan dan menakutkan,


suara itu seperti beruang yang sedang mengamuk, terlihat saat monster itu


mengaum, gigi yang besar dan tajam-tajam itu banyak sekali di mulutnya.


Monster itu


langsung berlari menghampiri aku dan kawan-kawan aku yang kakinya terikat di


dua papan itu, aku dan teman-teman aku merasa bingung dan panik harus melakukan

__ADS_1


apa di sana itu, ratu tidak memberi tau kepada kita bahwa akan ada monster di


tempat itu, yang ratu beritahu ialah hanya mengambil kunci tepat di


tengah-tengah lapangan yang tegantung. Monster itu sudah sangat dekat sekali


dengan kita, yang bisa kita lakukan ialah menutup kedua mata kita dan menunggu


apa yang terjadi selanjutnya. Aku dan teman-teman aku langsung menutup kedua


mata kita, sudah sangat terdengar sekali suara menakutkan monster itu di


telinga aku, monster itu hanya tinggal melahap salah satu dari kita dan kita


mati karena di makan, saat sedang monster itu melahap salah satu dari kita, ada


seperti yang memukul bagian belakang tubuh monster itu dengan sebuah benda.


Lesi berhasil masuk ke dalam lapangan yang terkunci itu dan memukul bagian


tubuh belakang monster itu. Ratu yang melihat hal itu langsung memerintahkan


prajuritnya untuk menangkap Lesi dan membawa keluar dari tempat lapangan itu,


setelah Lesi memukul bagian tubuh belakang monster itu, dia langsung kembali


masuk ke dalam tempat penonton, dan sebelum Lesi meninggalkan lapangan itu, ia


mengatakan hal penting kepada aku “sekarang yang harus kalian lakukan adalah


bekerja sama mengambil kunci itu dan kalian harus keluar dari tempat itu,” Lesi


langsung keluar dari lapangan itu setelah memberitahu hal penting kepada aku.


Lesi telah berhasil memasuki tempat penonton. Aku yang mendengar hal itu dari


Lesi langsung membuat sebuah rencana untuk bisa kita mengambil kunci yang


tergantung di tengah lapangan.


“Yang harus kita


lakukan adalah membuat waktu, buat monster itu membuat waktu untuk kita bisa


mengambil kunci itu, cara membuatnya adalah kita buat gigi monster itu yang


besar dan lumayan panjang tersangkut di bagian sel lubang sel yang kecil


itu,kita buat gigi monster itu tersangkut di bagian lubang sel itu, lalu


setelah gigi monster itu tersangkut di sel itu,kita langsung mengambil kunci


itu, tetapi satu hal yang paling penting adalah semua ini akan berhasil jika


kita bekerjasama. Mengerti semua??” dan teman-teman aku berkata


“mengerti.”  Lesi berhasil keluar dari


lapangan itu, monster menyeramkan itu langsung mengarah kepada kita,


“sekarang  yang harus kita lakukan adalah


seperti kita bermain bakiak saat waktu itu, seperti kita lomba lari menggunakan


bakiak.” Kawan-kawan aku yang mendengar hal itu langsung melakukan yang sering

__ADS_1


dilakukan pada saat itu, walau tidak bersama Densi dan Asmira, yaitu bermain


bakiak. Karena kita semua sangat jago bermain bakiak di lapangan itu dengan


sangat lihai.


“Jika aku bilang


kanan, kita ke kanan, jika aku berkata lurus berarti lurus saja dan


seterusnya.” Karena aku paling depan di papan itu, maka aku yang memandu mereka


semua, aku berkata “kanan” dan aku berkata “lurus saja jangan belok sedikitpun”


aku memandu mereka semua menuju bagian sel itu, dan setelah berada di bagian


sel yang berada di sisi lapangan, monster itu sudah berada di belakang kita,


monster itu tinggal langsung melahap salah satu dari kita, saat monster itu


ingin melahap, aku dengan sangat cepat sekali berkata “merunduk sebisa mungkin”


aku dan kawan-kawan aku langsung dengan sangat cepat merunduk sebisa mungkin,


karena monster itu sangat semangat, maka monster itu sangat cepat sekali dia


melahap, tetapi yang terjadi pada monster itu adalah gigi monster itu


tersangkut di lubang-lubang sel itu.


Aku dan


kawan-kawan aku langsung pergi dari hadapan monster itu menuju kunci itu


tergantung. Ratu yang melihat dari atas sangat terkejut dan kaget, tetapi dia


belum puas jika kita belum berhasil keluar dari tempat itu. Sesampainya aku dan


kawan-kawan aku di bawah kunci itu yang tergantung, kita langsung mencari cara


atau ide supaya kita berhasil mengambil kunci itu, bayangkan saja, kunci itu


tergantung dengan ketinggian hampir tiga meter dari lapangan itu, jika aku


hanya sendiri di papan itu mungkin bisa aku mengambilnya, tetapi yang di papan


kaki aku ada empat orang termasuk aku, jika kita melompat secara bersamaan


kemungkinan kunci itu berhasil di ambil sangat kecil dan hampir tidak mungkin.


Akupun berhasil mendapatkan ide setelah sekian lama aku berpikir, idenya yaitu


“kita putari lapangan itu dengan dua papan yang berada di kedua kaki kita,


setelah aku rasa sudah sangat cukup memutari lapangan itu, karena aku paling


depan,aku yang pertama tiduran di tanah yang terdapat kunci tergantung di


atasnya, otomatis jika aku tiduran di tanah,teman-teman aku yang berada di


belakang aku tentunya juga ikut tertidur dan saling menindi, dan yang paling


belakang di papan itu harus secepat mungkin melompat setelah papan itu


menghadap berdiri.

__ADS_1


__ADS_2