Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
ratu jahat


__ADS_3

Ratu yang di


sebelah aku mengatakan “jangan terkejut dengan semua itu, aku yang salah karena


tidak bisa membuat mereka semua bahagia, mereka semua yang menjadi perajurit


ratu jahat telah di janjikan oleh ratu jahat bahwa jika mereka ikut dan tunduk


terhadap kekuasaannya,maka mereka akan hidup damai, maka dari itu mereka ingin


mengambil tahta aku, mereka ingin menjadikan ratu jahat sebagai pemimpin negeri


Kinata. Semua itu akan segera terjadi jika batu Darimun yang berada dan sedang


di pegang ratu jahat itu tidak di rebut atau di ambil dan di di serahkan ke


aku, jadi jika ratu jaha tidak ingin berdialog, maka tugas kamu adalah


mengambil batu Darimun itu secara paksa dan bawakan kepada aku, karena akulah


yang akan menghancurkan dan membunuh ratu jahat dengan batu Darimun itu. Apakah


kamu mengerti?.”


Sesudah ratu


mengatakan hal itu kepada aku, aku seperti semakin mengerti dengan semua itu,


jadi yang memiliki batu Darimun adalah makhluk yang akan menjadi pemimpin suatu


daerah, dan batu Darimun itu bisa di gunakan untuk menghancurkan atau


memusnakan suatu kelompok atau orang, aku jadi berubah pikiran di medan perang


itu, aku akan berupaya mengambil batu Darimun itu dan aku akan membawakan batu


Darimun itu menuju salah satu gunung merapi di tempat itu dan akan membuangnya


batu Darimun itu ke lahar lautan api yang berada di gung itu hingga musnah batu


itu. Dan dengan begitu maka kita semua akan hidup dengan damai. Ratu  jahat mulai tampak terlihat di sekitar


perajuritnya, ratu jahat terus berjalan menuju tengah-tengah medan perang itu


dan seperti ingin mengucapkan beberapa hal kepada ratu Sabrina. Sama halnya


dengan ratu Sabrina, ratu Sabrina berjalan menuju tengah-tengah medan perang


untuk menemui ratu jahat, kita semua baik perajurit ratu jahat dan perajurit


negeri Kinata hanya bisa melihat ratunya bertemu dua mata, setelah mereka sudah


berada di tengah-tengah medan perang dan sudah saling bertatap muka, mereka


seperti mengucapkan beberapa hal yang tidak terdengar oleh kita semua.


Dan setelah


sekian lama mereka berbincang-bincang cukup lama, akhirnya kedua ratu itu


kembali ke tempatnya, ratu jahat kembali ke perajuritnya dan ratu Sabrina


kembali ke perajuritnya, setelah ratu Sabrina telah berada di sebelah aku, ratu


Sabrina langsung berkata kepada aku “sebaiknya kamu segera mengucapkan dengan


suara keras dan bila perlu berteriak “kita akan berperang melawan ratu jahat,


siapkan senjata yang di pegang dan bersedia mendengar aba-aba” karena Ratu


tidak bisa berteriak terlalu kencang, maka kamu yang akan berteriak kepada


mereka semua. Mengerti?” kata ratu kepada aku. Aku langsung melakukan apa yang


ratu perintahkan kepada aku, aku langsung berteriak dengan sangat kencang


sebisa aku “siapkan senjata,kita akan  berperang melawan ratu jahat. Tunggu aba-aba dari ratu atau dari


aku,setelah sudah ada perintah menyerang kita korbankan atau bila perlu


menagkan perang ini, apakah mengerti?.” Tampaknya mereka semua mengerti dengan


ucapan aku itu, secara serempak dan bersamaan mereka semua berkata “mengerti.”


Ratu jahat dengan suara kerasnya mengucapkan “seraaang” dengan kekompakan


perajurit ratu jahat, mereka semua langsung berlari dengan sangat kencang dan


kompak dengan membawa pedang di tangan nya dan lain sebagainya yang terlihat


mengerikan dan tentunya mematika.


Pasir tanah yang


tadinya tenang di bebatuan, karena kekompakan mereka, pasir itu bangun dari


tidurnya dan berjalan di sela-sela kaki perajurit ratu jahat yang kompak itu.


Dengan teriakan mereka yang kompak dan menakutkan itu membuat aku merinding

__ADS_1


saat di medan perang itu, ratu Sabrina dengan sangat cantik mengeluarkan


pedangnya itu dari tempatnya yang berada di bagian celananya, lancip bagian


ujung pedangnya itu dan panjang pedangnya itu sangat cocok jika ratu Sabrina


menggunakannya. Lalu aku mengambil pemanah dan satu busur yang berada di pundak


aku untuk berperang melawan perajurit ratu jahat, Aliken yang berada di sebelah


aku mengeluarkan pedangnya dari tempatnya yang berada di celananya dengan


sangat gagah dan seperti laki-laki pemberani, Densi sama halnya dengan Aliken,


Densi mengeluarkan pedang ya itu dengan gagah, jilbab Asmira bertiuo angin yang


kencang seperti melambai-lambai.


Asmira langsung


menyiapkan tongkatnya itu dengan sedia dan siap untuk melawan musuh, aku


berkata dengan berteriak kepada seluruh perajurit negeri Kinata yang ikut


berperang “apakah semua telah siap untuk perang ini?” dan seluruh perajurit


negeri Kinata berkata dengan serempak “siaaap” aku yang mendengar hal itu bahwa


mereka semua telah siap untuk peperangan itu, aku sekali lagi berkata dengan


sangat keras dan kencang “seraaaang,” setelah aku mengatakan serang yang


menandakan seluruh perajurit negeri Kinata untuk berperang melawan ratu jahat,


mereka semua dengan kompak dan semangat yang berkobar-kobar berlari menuju


lawan.


Meraka berkata


“yaaaaaa” aku berlari bersama ratu dengan membawa pemanah dan busur panah yang


telah siap menancap lawan, dan kita semua berlari dengan sangat, menuju perajurit


ratu jahat, bagian pemanah yang tetap diam di tempat langsung melepaskan busur


panahnya itu setelah aku melepaskan busur panahnya ke salah satu lawan, tujuan


busur panah yang lancip dan tajam mengenai musuh, musuh ketika terkena hujan


busur panahnya itu seperti terpental yang tidak jauh dari posisinya itu, ada


sebagian busur panahnya itu meleset ke target musuh, kita semua yang berlari


akhirnya kita telah berhadapan dengan prajurit-prajurit ratu jahat.


Aliken yang


sudah sangat siap menancaokan pedangnya itu ke musuh berhasil membunuh musuhnya


itu, dengan sangat gagahnya Aliken mengangkat pedangnya itu dan menancapkan


pedangnya ke musuh yang lain, sama dengan Densi, Densi dengan pedangnya itu


menancapkan pedang yang tajam itu ke musuhnya. Asmira yang memimpin pasukan


bertongkat, dengan gayanya Asmira mengarahkan tongkatnya itu ke musuhnya itu,


Asmira melompat dengan tinggi dan memukul bagian kepala musih dengan kencang


hingga mati, yang dilakukan Asmira dilakukan kembali oleh pasukan yang


dipimpinnya itu, Anak-anak kecil itu yang memohon untuk ikut berperang dengan


lincah dan kelebihannya itu berhasil melumpuhkan musihnya itu dengan senjata


yang di pegangnya, anak-anak kecil itu dengan kerjasama berusaha melawan


musuhnya itu, sangat lucu sekali aku lihat dari kejauhan anak-anak itu.


Aliken yang


sedang melawan musuhnya itu terlihat dari belakangnya seperti ingin di tusuk


oleh pedang lawan, aku yang melihat hal itu langsung memanah musuh yang


berupaya menusuk Aliken dari belakang tubuhnya, dan busur panah itu kena musuh


itu. Tetapi hujan busur panah lawan mengarah kepada kita yang tidak bisa di


hindarkan, dengan hujan busur panah itu, aku melihat banyak sekali perajurit


negeri Kinata terjatuh dan tidak berdaya karena tajamnya busur panah itu


terkena di tubuhnya. Mulai banyak sekali perajurit negeri Kinata yang terjatuh


dan terbunuh oleh peperangan itu, tidak bisa di kendalikan lagi perajurit ratu


jahat yang semakin kuat dan semakin jadi. Dan sepertinya harapan menang melawan

__ADS_1


ratu jahat hanya sedikit. Tetapi secara tiba-tiba di udara medan perang itu,


berterbangan burung-burung raksaa yang di kendalikan oleh suatu makhluk negeri


Kinata dan burung-burung itu membawa tong yang berisi minyak tanah, minyak dari


udara turun seperti hujan dari langit mengguyur daerah musuh dan terkena tubuh


musuh, setelah sekian lama minyak itu di tumpahkan ke musuh.


Aku langsung


mengambil salah satu busur di pundak aku dan aku mengeluarkan minyak tanah yang


aku bawa dan korek api, lalu aku sobek bagian baju aku dan aku ikat di bagian


busur itu, lalu setelah aku ikat, kain itu aku tumpahkan minta dan aku bakar,


lalu dengan berat hati aku arahkan busur panah itu ke salah satu burung yang


berterbangan. Aku mulai membidik nya dan aku  bidikan panah itu, lalu busur itu terkena ke salah satu burung raksasa


yang sedang terbang, ternyata burung itu telah mengetahui akan di bidik dari


penunggangnya, dan burung itu terjatuh dengan tubuh terbakar, setelah burung


itu terjatuh dan mendarat di permukaan medan perang, dengan ganasya api-api


mulai muncul karena minyak yang di tumpahkan oleh burung-burung raksasa.


Dengan sangat


cepat dan waktu singkat, tempat itu terbakar dan memusnakan semua makhluk yang


berada di sekitar api itu. Karena aku melihat ratu jahat sedang sibuk dengan


apinya itu, aku langsung memanggil salah satu burung raksasa di udara dengan


meloncat-loncat, dan burung itu mengetahui bahwa sedang ada yang memanggilnya,


burung itu langsung terbang ke arah aku dan mendarat di hadapan aku, aku


langsung di berikan tumpangan oleh burung itu dan aku langsung menaikinya.


Pertama kalinya aku menaiki burung raksasa dan terbang di udara tanpa pengaman.


Aku berkata kepada burung itu “arahkan aku ke ratu jahat itu karena  aku ingin mengambil batu Darimun dan setelah


berhasil mengambil batu Darimun, bawalah aku ke gunung merapi itu,” karena


burung itu mengerti dengan ucapan aku itu, burung itu langsung membawa aku


menuju ratu jahat, setelah aku sudah berada cukup dekat dengan ratu jahat, aku


langsung mengambil batu Darimun yang berada terikat di bagian celananya ratu


jahat, dan baru Darimun itu berhasil aku curi dari ratu jahat.


Lalu burung


raksasa itu membawa aku menuju salah satu gunung berapi di medan perang itu.


Ratu jahat yang menyadari bahwa aku berhasil mencuri batu Darimun, ratu


memperintahkan hentikan dia aku dengan memanah pencuri itu dan burung itu. Lalu


banyaknya busur panah yang mengarah ke aku dan burung raksasa itu, dengan


lincah burung raksasa itu menghindari hujan busur panah itu, ratu Sabrina


melihat aku dan burung raksasa itu sedang membawa batu Darimun itu ke gunung


berapi, ratu Sabrina merasa bingung dan heran mengapa aku membawa batu Darimun


itu ke gunung berapi. Saat aku sudah berada di atas gung berapi itu, burung


raksasa terkena busur panah dan burung  itu tidak bisa menahan sakitnya itu, karena semakin banyak busur panah


yang terkena tubuhnya, akhirnya burung itu terjatuh ke badan gunung berapi dan


mati di badan gunung berapi. Aku terjatuh jauh dari burung itu ke mulut gunung


berapi. Aku hampir jatuh ke dalam gunung itu dan hampir tercebur tubuh aku ini


ke lautan gunung berapi itu.


Aku langsung


berdiri dari jatuh aku itu dengan tubuh yang sangat sakit dan terluka banyak di


tubuh aku itu, dengan perlahan aku berdiri dari jatuh aku dan akhirnya aku


berhasil berdiri. Saat aku sudah berdiri, dengan sangat cepat dan kencang,


busur panah lawan mengenai tubuh aku dan menembus sampai baju depan aku. Aku


bisa melihat busur panah itu dari mata aku itu. Busur panah itu menembus dada


aku dan aku merasakan kesakitan yang sangat sakit sekali. Tidak lama kemudian

__ADS_1


aku terjatuh dan mati, lalu batu Darimun yang aku pegang itu terjatuh ke gunung


berapi itu dan batu Darimun itu musnah tertelan lautan api gunung itu.


__ADS_2