Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
ratu jahat


__ADS_3

Dan di sekitar


stadion Raiamia itu sudah tampak tidak ada satupun makhluk negeri Kinata, aku


yang mengetahui hal itu langsung memberikan pikiran aku tentang Mahkota


raja-raja golongan masyarakat negeri Kinata yang akan memulangkan kita ke Bumi.


Mereka semua mengerti tentang pikiran aku itu, mereka juga menyetujui bahwa


kita akan mencuri mahkota-mahkota itu, dan setelah sekian lama menjelaskan


rencana mencuri mahkota itu, akhirnya mereka semua juga mengetahui dan mengerti


rencana yang aku buat itu.


Hal yang pertama


kita lakukan adalah membersihkan tubuh kita yang bau dan benyak darah monster


itu, aku bersama kawan-kawan mencari tempat yang layak dan cocok untuk kita


bisa membersihkan tubuh kita, dan aku mengingat tempat yang layak untuk kita


membersihkan tubuh kita adalah di tempat tinggal Lesi. “Sekarang kita tidak


memiliki waktu lama lagi, karena waktu makan malam bersama ratu di mulai pada


jam tujuh malam, sementara itu kita semua harus bergantian mandi dan


membersihkan seluruh tubuh kita dan berpenampilan rapi di hadapan Ratu.


Sekarang kita menuju rumah Lesi.” Sesudah mengatakan hal itu, akhirnya kita


pergi menuju tempat tinggal Lesi yang berada di salah satu bangunan lingkaran


besar tempat tinggalnya. Aku bersama kawan-kawan telah sampai di depan lorong


salah satu lingkaran yang menuju rumah Lesi, kita pun mengurangi kecepatan lari


kita saat kita telah sampai di lorong besar itu, aku lewati di hadapan kita,


hanya tembok besar yang tinggi dan tempat itu sangat luas dan besar. Hingga


akhirnya kita bertemu dengan Lesi saat kita sedang mencari Lesi. “Lesi....Lesi


apakah aku boleh mandi di rumah kamu” ucap aku kepada Lesi, “oh ternyata dari


tadi aku mencium bau busuk ternyata kalian, Ya sudah jika kalian mau mandi di


rumah aku, cepat ikut aku” jawab Lesi kepada ucapan aku. Masyarakat Kureta yang


berada di sebelah aku menutup hidungnya dengan tangan mereka, karena mereka


mencium aroma tidak sedap. Tetapi aku bersama kawan-kawan aku terus berjalan


mengikuti Lesi ke rumahnya, dan setelah sekian lama berjalan, akhirnya sampai


juga di rumah Lesi.

__ADS_1


Lesi sudah tidak


tinggal bersama orang tuanya, ia tinggal di rumahnya sendiri. Tampak rumahnya


Lesi sangat unik, tembok luar rumah Lesi berbentuk silindris yang besar, atau


tembok luar rumahnya itu berbentuk lingkaran, lalu atap rumahnya itu berbentuk


segitiga yang tampak melingkari silindris itu, rumah itu sangat unik dan


lumayan besar. Lalu aku di suruh Lesi dengan kawan-kawan aku untuk masuk ke


dalam rumahnya itu. Begitu kita memasuki rumah Lesi, kita di kejutkan, di dalam


rumah Lesi hanya ada tempat tidur pada umumnya dan tempat mandi, dari luar


tampak besar bangunan itu, tetapi ketika kita masuk ke dalam rumah Lesi tidak


sesuai ekspetasi, dan yang lebih terkejut lagi adalah tempat mandinya itu tidak


ada pintu, jadi di sebelah kasur batunya itu hanya ada seperti shower yang


tergantung di atap rumahnya itu, di dalam rumahnya itu hanya ada tempat tidur


batu dan shower yang tergantung di atas atap rumahnya itu. Karena kita tidak


memiliki waktu yang lama, dengan terpaksa aku dan kawan-kawan aku mandi di


rumahnya itu secara bergantian, Aliken bersama Densi bersama mandi dan aku


dengan Asmira bersama mandinya. Yang pertama mandi adalah Densi bersama Aliken,


mereka mandi bersama di rumah Lesi, sementara itu aku dan Asmira serta Lesi


dan Aliken lakukan di dalam sana selain mandi maka aku tidak mencatatnya.


Setelah sekian lama mereka mandi, akhirnya mereka selesai juga mandinya, Aliken


dan Densi mengenakan baju yang tadi di pakai, mereka cuci bajunya itu di dalam


rumah Lesi dan mereka pakai lagi, tampak mereka seperti selesai berenang


menggunakan baju, mereka basah kuyup saat mereka keluar dari rumah Lesi.


Yang mereka


lakukan tentunya akan aku lakukan bersama Asmira, kita akan mencuci bajunya itu


di dalam rumah Lesi dan kita gunakan lagi. Saatnya aku dan Asmira mandi di


rumah Lesi, kita masuk ke rumah Lesi dan kita mandi serta mencuci baju, setelah


sekian lama aku dan Asmira mandi, kita pun keluar dari rumah Lesi dengan


keadaan tubuh dan baju basah kuyup. Kita tidak bisa menunggu sampai baju kita


kering terjemur karena awan susah gelap dan hampir jam tujuh malam, Lesi


ternyata juga di undang makan malam bersama Ratu. Setelah kita semua telah

__ADS_1


mandi dirumah Lesi, Lesi mengantarkan kita menuju istana negeri Kinata. Kita


berjalan menuju istana dengan kondisi basah kuyup pada tubuh dan baju kita,


yang aku rasakan di perjalanan ialah rasa dingin dalam tubuh aku seperti


membeku, teman-teman aku juga merasakan hal yang sama, mereka merasakan


kedinginan dalam tubuh mereka, berjalan sambil menggigil menuju istana, sekian


lama kita berjalan di bawah awan yang gelap dan suhu yang dingin, akhirnya kita


sampai di depan gerbang kerajaan Kinata.


Kita berada di


depan gerbang istana pada jam tujuh lewat lima belas menit, itu artinya kita


telat hadir di makan malam ratu, salah satu prajurit kerajaan yang sedang


menjaga melihat kita di depan gerbang,  prajurit itu membukakan gerbang itu sedikit saja, kita semua termasuk


Lesi di persilahkan masuk ke dalam kerajaan istana itu menuju tempat makan


bersama, kita di hantarkan menuju tempat makan itu, kita telah sampai di depan


pintu ruang makan malam bersama, baju yang kita kenakan masih sangat basah dan


banyak air, terapi pintu ruang makan bersama telah di buka, kita di suruh oleh


prajurit kerajaan yang mengantarkan kita memasuki ruangan itu, terlihat ratu


Sabrina mengenakan pakaian yang sangat indah, ratu terlihat sangat cantik


menawan di ruangan itu, ratu sedang memegang cangkir yang isinya teh bersama


empat rajanya itu, mereka sedang berbincang-bincang mengenai sesuatu.


Ratu yang


melihat aku dan kawan-kawan langsung mempersilahkan duduk di kursi yang telah


di sediakan. Di ruangan itu terdapat banyak meja yang panjang dan kursi di


dalamnya, meja-meja yang panjang itu mengelilingi meja yang di duduki oleh ratu


dan raja-raja serta orang-orang penting lainnya. Karena di tempat itu aku dan


Densi dengan Asmira dan Aliken sedang bermusuhan, kita duduk di meja yang


berbeda, aku dan Densi duduk di kanan meja ratu, serta Aliken dan Asmira duduk


di meja kirinya ratu. Kita duduk secara terpisah di ruangan itu. Lalu setelah


seluruh undangan makan malam bersama ratu telah hadir, ratu mengangkat


cangkirnya dan menurunkan nya, itu menandakan seluruh undangan di persilahkan


duduk. Aku yang berada di sebelah Densi langsung duduk setelah aku melihat yang

__ADS_1


lainnya duduk, dan Aliken dengan Asmira yang duduk di meja berbeda, meraka juga


duduk.


__ADS_2