
Dan di sekitar
stadion Raiamia itu sudah tampak tidak ada satupun makhluk negeri Kinata, aku
yang mengetahui hal itu langsung memberikan pikiran aku tentang Mahkota
raja-raja golongan masyarakat negeri Kinata yang akan memulangkan kita ke Bumi.
Mereka semua mengerti tentang pikiran aku itu, mereka juga menyetujui bahwa
kita akan mencuri mahkota-mahkota itu, dan setelah sekian lama menjelaskan
rencana mencuri mahkota itu, akhirnya mereka semua juga mengetahui dan mengerti
rencana yang aku buat itu.
Hal yang pertama
kita lakukan adalah membersihkan tubuh kita yang bau dan benyak darah monster
itu, aku bersama kawan-kawan mencari tempat yang layak dan cocok untuk kita
bisa membersihkan tubuh kita, dan aku mengingat tempat yang layak untuk kita
membersihkan tubuh kita adalah di tempat tinggal Lesi. “Sekarang kita tidak
memiliki waktu lama lagi, karena waktu makan malam bersama ratu di mulai pada
jam tujuh malam, sementara itu kita semua harus bergantian mandi dan
membersihkan seluruh tubuh kita dan berpenampilan rapi di hadapan Ratu.
Sekarang kita menuju rumah Lesi.” Sesudah mengatakan hal itu, akhirnya kita
pergi menuju tempat tinggal Lesi yang berada di salah satu bangunan lingkaran
besar tempat tinggalnya. Aku bersama kawan-kawan telah sampai di depan lorong
salah satu lingkaran yang menuju rumah Lesi, kita pun mengurangi kecepatan lari
kita saat kita telah sampai di lorong besar itu, aku lewati di hadapan kita,
hanya tembok besar yang tinggi dan tempat itu sangat luas dan besar. Hingga
akhirnya kita bertemu dengan Lesi saat kita sedang mencari Lesi. “Lesi....Lesi
apakah aku boleh mandi di rumah kamu” ucap aku kepada Lesi, “oh ternyata dari
tadi aku mencium bau busuk ternyata kalian, Ya sudah jika kalian mau mandi di
rumah aku, cepat ikut aku” jawab Lesi kepada ucapan aku. Masyarakat Kureta yang
berada di sebelah aku menutup hidungnya dengan tangan mereka, karena mereka
mencium aroma tidak sedap. Tetapi aku bersama kawan-kawan aku terus berjalan
mengikuti Lesi ke rumahnya, dan setelah sekian lama berjalan, akhirnya sampai
juga di rumah Lesi.
__ADS_1
Lesi sudah tidak
tinggal bersama orang tuanya, ia tinggal di rumahnya sendiri. Tampak rumahnya
Lesi sangat unik, tembok luar rumah Lesi berbentuk silindris yang besar, atau
tembok luar rumahnya itu berbentuk lingkaran, lalu atap rumahnya itu berbentuk
segitiga yang tampak melingkari silindris itu, rumah itu sangat unik dan
lumayan besar. Lalu aku di suruh Lesi dengan kawan-kawan aku untuk masuk ke
dalam rumahnya itu. Begitu kita memasuki rumah Lesi, kita di kejutkan, di dalam
rumah Lesi hanya ada tempat tidur pada umumnya dan tempat mandi, dari luar
tampak besar bangunan itu, tetapi ketika kita masuk ke dalam rumah Lesi tidak
sesuai ekspetasi, dan yang lebih terkejut lagi adalah tempat mandinya itu tidak
ada pintu, jadi di sebelah kasur batunya itu hanya ada seperti shower yang
tergantung di atap rumahnya itu, di dalam rumahnya itu hanya ada tempat tidur
batu dan shower yang tergantung di atas atap rumahnya itu. Karena kita tidak
memiliki waktu yang lama, dengan terpaksa aku dan kawan-kawan aku mandi di
rumahnya itu secara bergantian, Aliken bersama Densi bersama mandi dan aku
dengan Asmira bersama mandinya. Yang pertama mandi adalah Densi bersama Aliken,
mereka mandi bersama di rumah Lesi, sementara itu aku dan Asmira serta Lesi
dan Aliken lakukan di dalam sana selain mandi maka aku tidak mencatatnya.
Setelah sekian lama mereka mandi, akhirnya mereka selesai juga mandinya, Aliken
dan Densi mengenakan baju yang tadi di pakai, mereka cuci bajunya itu di dalam
rumah Lesi dan mereka pakai lagi, tampak mereka seperti selesai berenang
menggunakan baju, mereka basah kuyup saat mereka keluar dari rumah Lesi.
Yang mereka
lakukan tentunya akan aku lakukan bersama Asmira, kita akan mencuci bajunya itu
di dalam rumah Lesi dan kita gunakan lagi. Saatnya aku dan Asmira mandi di
rumah Lesi, kita masuk ke rumah Lesi dan kita mandi serta mencuci baju, setelah
sekian lama aku dan Asmira mandi, kita pun keluar dari rumah Lesi dengan
keadaan tubuh dan baju basah kuyup. Kita tidak bisa menunggu sampai baju kita
kering terjemur karena awan susah gelap dan hampir jam tujuh malam, Lesi
ternyata juga di undang makan malam bersama Ratu. Setelah kita semua telah
__ADS_1
mandi dirumah Lesi, Lesi mengantarkan kita menuju istana negeri Kinata. Kita
berjalan menuju istana dengan kondisi basah kuyup pada tubuh dan baju kita,
yang aku rasakan di perjalanan ialah rasa dingin dalam tubuh aku seperti
membeku, teman-teman aku juga merasakan hal yang sama, mereka merasakan
kedinginan dalam tubuh mereka, berjalan sambil menggigil menuju istana, sekian
lama kita berjalan di bawah awan yang gelap dan suhu yang dingin, akhirnya kita
sampai di depan gerbang kerajaan Kinata.
Kita berada di
depan gerbang istana pada jam tujuh lewat lima belas menit, itu artinya kita
telat hadir di makan malam ratu, salah satu prajurit kerajaan yang sedang
menjaga melihat kita di depan gerbang, prajurit itu membukakan gerbang itu sedikit saja, kita semua termasuk
Lesi di persilahkan masuk ke dalam kerajaan istana itu menuju tempat makan
bersama, kita di hantarkan menuju tempat makan itu, kita telah sampai di depan
pintu ruang makan malam bersama, baju yang kita kenakan masih sangat basah dan
banyak air, terapi pintu ruang makan bersama telah di buka, kita di suruh oleh
prajurit kerajaan yang mengantarkan kita memasuki ruangan itu, terlihat ratu
Sabrina mengenakan pakaian yang sangat indah, ratu terlihat sangat cantik
menawan di ruangan itu, ratu sedang memegang cangkir yang isinya teh bersama
empat rajanya itu, mereka sedang berbincang-bincang mengenai sesuatu.
Ratu yang
melihat aku dan kawan-kawan langsung mempersilahkan duduk di kursi yang telah
di sediakan. Di ruangan itu terdapat banyak meja yang panjang dan kursi di
dalamnya, meja-meja yang panjang itu mengelilingi meja yang di duduki oleh ratu
dan raja-raja serta orang-orang penting lainnya. Karena di tempat itu aku dan
Densi dengan Asmira dan Aliken sedang bermusuhan, kita duduk di meja yang
berbeda, aku dan Densi duduk di kanan meja ratu, serta Aliken dan Asmira duduk
di meja kirinya ratu. Kita duduk secara terpisah di ruangan itu. Lalu setelah
seluruh undangan makan malam bersama ratu telah hadir, ratu mengangkat
cangkirnya dan menurunkan nya, itu menandakan seluruh undangan di persilahkan
duduk. Aku yang berada di sebelah Densi langsung duduk setelah aku melihat yang
__ADS_1
lainnya duduk, dan Aliken dengan Asmira yang duduk di meja berbeda, meraka juga
duduk.