Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
Ratu jahat.


__ADS_3

Aku yang


mendengar hal itu merasa kebingungan dan tidak mengerti sedikitpun, tetapi aku


pikir itu bukan hal yang harus di pikirkan. Aku langsung tidur di penjara itu


dan berharap besok adalah hari di mana aku bisa kembali ke Bumi. Aku tidur


dengan sangat, di temani bau busuk penjara itu, dan lain segalanya yang berkaitan


dengan penjara bawah tanah. Hari esok tiba, sinar matahari memasuki lubang


kecil itu, aku dan kawan-kawan di bangunkan oleh salah satu prajurit penjaga


penjara yaitu Tanori. Kita semua di bangunkan dengan cara yang tidak


semestinya, wajah aku dan wajah kawan-kawan di ketuk oleh bagian bawah tombak


yang di pegangnya, aku merasa sakit atas hal itu, maka dari itu aku bangun dari


tidur aku. Begitu aku bangun aku telah melihat teman-teman aku sudah terbangun


dan terduduk di batu penjara itu. Tanori yang membangunkan aku dan kawan-kawan


melihat bahwa kita semua telah bangun, Tanori itu menyuruh aku dan teman-teman


aku berdiri dan mengikutinya ke suatu tempat yang tentunya kita semua belum


mengetahuinya.


Aku dan


kawan-kawan mengikuti Tanori itu ke suatu tempat, kita keluar dari penjara itu,


dan aku merasa aneh karena setelah aku keluar dari penjara bawah tanah itu,


banyak sekali masyarakat negeri yang meletakan kain berwarna merah untuk kita


lalui, maksudnya kain merah itu di letakan di bawah kaki kita dan kita lalui.


Aku dan kawan-kawan aku tidak masalah dengan hal itu, kita terus berjalan


mengikuti perajurit Tanori itu ke suatu tempat. Setelah itu kita di bawa ke


hadapan gerbang istana yang besar dan tinggi itu, aku dan kawan-kawan aku


tentunya tidak terkejut dengan hal itu, setelah gerbang istana itu di buka


dengan semestinya, di situlah aku bersama kawan-kawan sangat terkejut dan tidak


menyangka. Begitu gerbang kerajaan Kinata di buka, banyak sekali dari yang


tadi, masyarakat negeri Kinata dari berbagai golongan mengumpul dan sepertinya


menatap aku dan kawan-kawan aku, semakin penasaran tentunya aku dengan semua


itu.


Yang tadinya

__ADS_1


mereka berkumpul di depan istana itu, mereka semua seperti memberi jalan kepada


aku dan kawan-kawan dan Tanori yang menghantarkan aku. Setelah mereka


memberikan jalan kepada kita, mereka melakukan hal yang sama dengan apa yang


sebelumnya aku lihat saat aku dan kawan-kawan  keluar dari penjara, mereka semua meletakan kain berwarna merah untuk kita


lalui. Di antara masyarakat yang berkumpul dan berkerumunan itu, aku melihat


Lesi di antara makhluk-makhluk itu, aku menghampiri dan menanyakan tentang hal


itu “sebetulnya apa yang sedang terjadi sekarang ini” tanya aku kepada Lesi,


Lesi menjawabnya”ini adalah sebagai tanda penghormatan bagi siapa yang akan


menemui Rairamia dan yang akan mati karena Rairamia,maka----“ Lesi belum


selesai mengucapkan hal yang ia ingin ucapkan kepada aku, karena secara


tiba-tiba aku di dorong oleh Tanori yang membawa aku ke sebuah tempat, aku di


dorong dengan maksud terus berjalan dan jangan berhenti.


Aku dan


kawan-kawan berjalan melewati kain-kain berwarna merah di bawah kaki kita, aku


terus di pandang oleh masyarakat negeri Kinata yang aku lalui, pandangan mereka


seperti pandangan yang menakutkan. Dan setelah aku sudah jauh dari istana dan


di tempat yang di tuju oleh prajurit Tanori itu. Masyarakat negeri Kinata yang


tadi berada di depan gerbang kerajaan Kinata, mereka mengikuti aku dan


kawan-kawan aku berjalan. Tampak di hadapan aku  bangunan besar yang aku lihat seperti stadion lapangan yang sangat


besar, tetapi dinding-dinding luar stadion itu berwarna abu-abu yang tampak


seperti besi, dan di bagian dinding tampak berkarat. Setelah Tanori yang berada


di sebelah kita menelpon makhluk lain, di bukalah gerbang stadion yang besar


itu, setelah pintu stadion itu terbuka, terdengar suara sorakan-sorakan yang


tidak henti, suara sorakan itu sangat kencang sekali, sampai-sampai aku bicara


dengan Aliken tidak terdengar.  Bentuk


dalam stadion itu seperti kandang. Para penonton yang aku tidak tau mereka


tontonin apa di situ di beri pelindung, bagian terdepan dari tempat penonton


seperti sel-sel yang berada di penjara, penonton seperti di halang oleh sel itu


untuk tidak keluar dari sel itu, besi-besi yang seperti sel itu berwarna putih,


intinya di paling depan tempat penonton terdapat seperti sel penjara yang

__ADS_1


menghalangi mereka karena suatu hal yang baik. Pintu sel untuk memasuki


lapangan itu di buka oleh salah satu Tanori yang berada di sebelah kita. Aku


dan kawan-kawan aku seperti di suruh untuk memasuki lapangan itu.


Hal sebenarnya


yang akan terjadi ialah hukuman Rairamia, aku dan kawan-kawan aku di sana akan


di hukum Rairamia, hukuman paling mengerikan di Darmanas, seperti yang aku


sudah beritahu sebelumnya, hukuman Rairamia adalah hukuman yang di tonton oleh


banyak makhluk, dimana penonton hanya bersorak dan memberi semangat. Seperti


ini deskripsi hukuman Rairamia; para terdakwa akan di ikat kakinya di dua papan


kayu yang telah di sediakan, kedua kaki di ikat di papan yang berbeda, jika


hanya satu terdakwa mungkin sangat mudah memperlambat waktu kematian nya,


tetapi jika lebih dari dua yang di ikat secara bersamaan kakinya, akan sangat


mudah sekali dan sangat cepat waktu kematiannya, setelah keempat terdakwa itu


di ikat dan pintu-pintu sel itu telah di tutup dengan rapat dan aman, monster


Rairamia akan di di bebaskan secara liar di lapangan stadion itu, sebetulnya


itu bukan seperti lapangan, tetapi permukaan rata berwarna cokelat di kelilingi


oleh para penonton.


Monster itu


seperti yang aku sampaikan sebelumnya, besar tubuh monster itu dua kali beruang


madu dan seluruh tubuhnya berwarna putih salju. Wajah monster itu campuran dari


serigala dan singa dengan gigi seperti pedang baru di asah, sangat kuat dan


tajam sekali gigi monster itu. Lalu tugas para terdakwa di tempat itu apa?, apa


langsung di makan oleh monster itu, atau di simpan menjadi makan siang, malam,


dan sore, tentunya hal itu adalah tontonan yang membosankan bagi para penonton.


Tugas terdakwa di tempat itu adalah mengambil kunci yang tergantung cukup


tinggi di atas lapangan itu, ketinggian kunci yang tergantung dua setengah


meter,  setelah kunci itu berhasil di


ambil, berikutnya ialah membuka pintu sel keluar itu, tetapi jika tidak


mengambil kunci dan membuka sel keluar maka nasib keempat terdakwa itu akan


seperti pendahulu yang pernah di hukum di tempat itu, akan ada banyak sekali

__ADS_1


yang menonton kematian itu.


__ADS_2