
Aku yang
mendengar hal itu merasa kebingungan dan tidak mengerti sedikitpun, tetapi aku
pikir itu bukan hal yang harus di pikirkan. Aku langsung tidur di penjara itu
dan berharap besok adalah hari di mana aku bisa kembali ke Bumi. Aku tidur
dengan sangat, di temani bau busuk penjara itu, dan lain segalanya yang berkaitan
dengan penjara bawah tanah. Hari esok tiba, sinar matahari memasuki lubang
kecil itu, aku dan kawan-kawan di bangunkan oleh salah satu prajurit penjaga
penjara yaitu Tanori. Kita semua di bangunkan dengan cara yang tidak
semestinya, wajah aku dan wajah kawan-kawan di ketuk oleh bagian bawah tombak
yang di pegangnya, aku merasa sakit atas hal itu, maka dari itu aku bangun dari
tidur aku. Begitu aku bangun aku telah melihat teman-teman aku sudah terbangun
dan terduduk di batu penjara itu. Tanori yang membangunkan aku dan kawan-kawan
melihat bahwa kita semua telah bangun, Tanori itu menyuruh aku dan teman-teman
aku berdiri dan mengikutinya ke suatu tempat yang tentunya kita semua belum
mengetahuinya.
Aku dan
kawan-kawan mengikuti Tanori itu ke suatu tempat, kita keluar dari penjara itu,
dan aku merasa aneh karena setelah aku keluar dari penjara bawah tanah itu,
banyak sekali masyarakat negeri yang meletakan kain berwarna merah untuk kita
lalui, maksudnya kain merah itu di letakan di bawah kaki kita dan kita lalui.
Aku dan kawan-kawan aku tidak masalah dengan hal itu, kita terus berjalan
mengikuti perajurit Tanori itu ke suatu tempat. Setelah itu kita di bawa ke
hadapan gerbang istana yang besar dan tinggi itu, aku dan kawan-kawan aku
tentunya tidak terkejut dengan hal itu, setelah gerbang istana itu di buka
dengan semestinya, di situlah aku bersama kawan-kawan sangat terkejut dan tidak
menyangka. Begitu gerbang kerajaan Kinata di buka, banyak sekali dari yang
tadi, masyarakat negeri Kinata dari berbagai golongan mengumpul dan sepertinya
menatap aku dan kawan-kawan aku, semakin penasaran tentunya aku dengan semua
itu.
Yang tadinya
__ADS_1
mereka berkumpul di depan istana itu, mereka semua seperti memberi jalan kepada
aku dan kawan-kawan dan Tanori yang menghantarkan aku. Setelah mereka
memberikan jalan kepada kita, mereka melakukan hal yang sama dengan apa yang
sebelumnya aku lihat saat aku dan kawan-kawan keluar dari penjara, mereka semua meletakan kain berwarna merah untuk kita
lalui. Di antara masyarakat yang berkumpul dan berkerumunan itu, aku melihat
Lesi di antara makhluk-makhluk itu, aku menghampiri dan menanyakan tentang hal
itu “sebetulnya apa yang sedang terjadi sekarang ini” tanya aku kepada Lesi,
Lesi menjawabnya”ini adalah sebagai tanda penghormatan bagi siapa yang akan
menemui Rairamia dan yang akan mati karena Rairamia,maka----“ Lesi belum
selesai mengucapkan hal yang ia ingin ucapkan kepada aku, karena secara
tiba-tiba aku di dorong oleh Tanori yang membawa aku ke sebuah tempat, aku di
dorong dengan maksud terus berjalan dan jangan berhenti.
Aku dan
kawan-kawan berjalan melewati kain-kain berwarna merah di bawah kaki kita, aku
terus di pandang oleh masyarakat negeri Kinata yang aku lalui, pandangan mereka
seperti pandangan yang menakutkan. Dan setelah aku sudah jauh dari istana dan
di tempat yang di tuju oleh prajurit Tanori itu. Masyarakat negeri Kinata yang
tadi berada di depan gerbang kerajaan Kinata, mereka mengikuti aku dan
kawan-kawan aku berjalan. Tampak di hadapan aku bangunan besar yang aku lihat seperti stadion lapangan yang sangat
besar, tetapi dinding-dinding luar stadion itu berwarna abu-abu yang tampak
seperti besi, dan di bagian dinding tampak berkarat. Setelah Tanori yang berada
di sebelah kita menelpon makhluk lain, di bukalah gerbang stadion yang besar
itu, setelah pintu stadion itu terbuka, terdengar suara sorakan-sorakan yang
tidak henti, suara sorakan itu sangat kencang sekali, sampai-sampai aku bicara
dengan Aliken tidak terdengar. Bentuk
dalam stadion itu seperti kandang. Para penonton yang aku tidak tau mereka
tontonin apa di situ di beri pelindung, bagian terdepan dari tempat penonton
seperti sel-sel yang berada di penjara, penonton seperti di halang oleh sel itu
untuk tidak keluar dari sel itu, besi-besi yang seperti sel itu berwarna putih,
intinya di paling depan tempat penonton terdapat seperti sel penjara yang
__ADS_1
menghalangi mereka karena suatu hal yang baik. Pintu sel untuk memasuki
lapangan itu di buka oleh salah satu Tanori yang berada di sebelah kita. Aku
dan kawan-kawan aku seperti di suruh untuk memasuki lapangan itu.
Hal sebenarnya
yang akan terjadi ialah hukuman Rairamia, aku dan kawan-kawan aku di sana akan
di hukum Rairamia, hukuman paling mengerikan di Darmanas, seperti yang aku
sudah beritahu sebelumnya, hukuman Rairamia adalah hukuman yang di tonton oleh
banyak makhluk, dimana penonton hanya bersorak dan memberi semangat. Seperti
ini deskripsi hukuman Rairamia; para terdakwa akan di ikat kakinya di dua papan
kayu yang telah di sediakan, kedua kaki di ikat di papan yang berbeda, jika
hanya satu terdakwa mungkin sangat mudah memperlambat waktu kematian nya,
tetapi jika lebih dari dua yang di ikat secara bersamaan kakinya, akan sangat
mudah sekali dan sangat cepat waktu kematiannya, setelah keempat terdakwa itu
di ikat dan pintu-pintu sel itu telah di tutup dengan rapat dan aman, monster
Rairamia akan di di bebaskan secara liar di lapangan stadion itu, sebetulnya
itu bukan seperti lapangan, tetapi permukaan rata berwarna cokelat di kelilingi
oleh para penonton.
Monster itu
seperti yang aku sampaikan sebelumnya, besar tubuh monster itu dua kali beruang
madu dan seluruh tubuhnya berwarna putih salju. Wajah monster itu campuran dari
serigala dan singa dengan gigi seperti pedang baru di asah, sangat kuat dan
tajam sekali gigi monster itu. Lalu tugas para terdakwa di tempat itu apa?, apa
langsung di makan oleh monster itu, atau di simpan menjadi makan siang, malam,
dan sore, tentunya hal itu adalah tontonan yang membosankan bagi para penonton.
Tugas terdakwa di tempat itu adalah mengambil kunci yang tergantung cukup
tinggi di atas lapangan itu, ketinggian kunci yang tergantung dua setengah
meter, setelah kunci itu berhasil di
ambil, berikutnya ialah membuka pintu sel keluar itu, tetapi jika tidak
mengambil kunci dan membuka sel keluar maka nasib keempat terdakwa itu akan
seperti pendahulu yang pernah di hukum di tempat itu, akan ada banyak sekali
__ADS_1
yang menonton kematian itu.