
Setelah duduk,
kita di ruangan itu menunggu hidangannya hadir dan di bawakan oleh pelayan
kerajaan. Di tempat itu juga terdapat beberapa alat musik, seperti Gong,
Angklung, Kolintang, Gamelan dan lain sebagainya, ratu yang sedang menunggu
hidangan tiba menyuruh salah satu pelayannya untuk memberitau kepada pemain
alat musik itu untuk memainkannya. Ratu berkata “sementara kita menunggu
hidangan tiba, sebaiknya ada hiburan terlebih dahulu yang kita dengarkan.”
Sesudah ratu mengucapkan hal itu, berbunyi lah satu demi satu alat musik di
ruangan itu, irama yang dimainkan musik-musik itu terdengar santai dan indah,
tetapi aku tidak bisa mendengar irama seperti itu, aku menganggapnya musik yang
di makan itu seperti bukan hiburan, melainkan musik yang membuat yang
mendengarnya ingin tidur.
Di meja hadapan
aku hanya ada garpu dan sendok serta meja itu terbuat dari kayu, aku menyuruh
Densi mengikuti apa yang aku lakukan, Densi yang mengetahui hal itu menyetujui
rencana aku. Aku langsung mengambil sendok di hadapan aku dan garpu, lalu aku
ketukan sendok dan garpu itu di meja, karena di meja yang aku gunakan itu
adalah khusus makhluk Kureta, mereka semua bingung dengan apa yang aku lakukan,
hal yang aku lakukan juga di ikuti oleh Densi, Densi mengetukan sendok dan
garpu yang berada di meja itu ke meja dengan kencang, hal yang sama juga di
lakukan oleh Kureta-Kureta itu, mereka merasa bingung dengan apa yang aku
lakukan bersama Densi, lalu mereka melakukan hal yang sama, meraka ketukan
garpu dan sendok yang dimiliki nya itu ke meja.
Karena semakin
banyak yang melakukan hal itu, akhirnya semua makhluk yang berada di ruangan
itu melakukan hal yang sama, musik-musik yang tadinya iramanya santai dan
tenang, musik itu berirama mengikuti ketukan sendok dan garpu yang ramai itu,
terdengar di ruangan itu seperti suara yang meriah dan gembira. Sementara itu
sendok dan garpu terus mengetuk ke meja, aku berinisiatif untuk menyanyi dengan
riang di tempat itu, aku berkata kepada Densi “bagaimana jika kita nyanyi di
tempat ini, dengan begitu pasti Aliken dan Asmira mengikuti apa yang kita
__ADS_1
lakukan.” Sesudah aku mengatakan hal itu kepada Densi, kita langsung keluar
dari kursi itu dan kita menuju ke depan meja ratu sambil menyanyi, sesampainya
di depan meja ratu, musik di ruangan itu semakin meriah sekali, peepaduan
antara angklung, gong dan musik lainnya dengan sendok dan garpu yang terus di
ketukan di meja.
Aliken dan
Asmira satu meja dengan para undangan ratu yaitu Tanori, yang kepalanya seperti
banteng, salah satu Tanori menyuruh Aliken dan Asmira untuk melakukan hal yang
sama dengan apa yang aku lakukan dengan Densi, bahkan semakin banyak Tanori
yang menyuruhnya untuk bernyanyi ke depanbmeja ratu, seperti apa yang aku dan
Densi lakukan. Aliken dan Asmira akhirnya ingin melakukan seperti apa yang aku
lakukan karena mendengar “ayo” “ayo” “ayo” dari para Tanori itu, bahkan yang
menyorak-sorak itu bukan hanya yang berada di satu meja dengan Aliken, yang
bersorak-sorai seluruh makhluk yang berada di sebelah kiri meja ratu. Aliken
mengatakan kepada Asmira “sebaiknya kita harus melakukan apa yang Keni dan
Densi lakukan, soalnya banyak sekali
yang menyuruh kita untuk ke depan sambil bernyayi.”
dan Asmira keluar dari kursinya itu sambil menyanyi melanjutkan lirik aku yang
harus di lanjutkan, Aliken dan Asmira dengan wajah tersenyum dan bahagia
berjalan menuju depan meja ratu yang terdapat aku dan Densi di tempat itu,
dengan gaya sendiri mereka bernyayi berjalan ke depan meja ratu, sesampainya
mereka di depan ratu, Aliken dan Asmira langsung menatap mata aku dan Densi.
Aliken menatap mata aku dan Densi menatap mata Asmira, dari tatapan Aliken itu
aku bisa merasakan sebuah perasaan yang ada di mata aku itu, tetapi pada sesaat
aku menatap arah lain karena tidak tahan menatap gantengnya Aliken, yang di
lakukan aku juga di lakukan Densi, Densi terus menatap Asmira seperti ada
perasaan, terapi Asmira mengarahkannya matanya itu ke arah lain. Dan kita di
depan meja ratu itu sambil menyanyi dan tertawa, hingga akhirnya lagunya itu
harus di nyanyikan dengan Rap.
Aku bilang ke
Densi, “sebaiknya aku harus Rap bersama Asmira, biarkan yang Rap ini hanya anak
__ADS_1
perempuan saja” setelah aku mengatakan hal itu kepada Densi, aku menyuruh
Asmira untuk naik ke atas meja ratu, yang terdapat ratu sedang duduk di paling
ujung meja itu. Meja ratu sama dengan meja lain, pajang dan cukup di tempatkan
oleh dua puluh orang. Aku langsung naik ke atas meja ratu bersama Asmira, kita
di atas meja Rap ngarang, apa yang kita miliki sebuah kata-kata kita ucapkan di
atas meja itu, makanan ratu sudah berada di atas meja, begitu juga dengan
makanan lainnya, hidangan makan malam itu sudah berada di atas mejanya, dengan
sengaja kita menginjak makanan ratu dan makanan keempat raja itu, tetapi mereka
tidak marah sedikitpun kepada aku dan Asmira, makanan yang berada di mangkok
itu seperti ketan hitam cair, tetapi aku tidak tau pasti, soalnya yang berada
di dalam mangkok itu berwarna hitam dan berkuah. Waktu Rap aku dengan Asmira telah
selesai, aku dan Asmira turun dari meja ratu untuk menemui Aliken dan Densi,
setelah kita turun dari meja ratu, aku, Asmira, Aliken, dan Densi saling
pelukan secara bersamaan dan kebetulan juga lagu yang kita nyanyikan itu sudah
selesai waktunya, aku mengatakan “kita akan menjadi sahabat selamanya, setuju
dengan itu” Aku, Asmira, Densi dan Aliken mengatakan “akan menjadi sahabat
selamanya” sambil memeluk bersama dan berpegang tangan bersama.
Dari tempat itu
kita yang tadinya bermusuhan satu sama lain, seketika dengan entah apa itu,
kita menjadi sahabat yang tidak akan pernah di lupakan. Dokter yang bersama aku
di ruang Euthanasia bertanya kepada aku “lalu apa yang terjadi selanjutnya” aku
menjawabnya “aku akan melanjutkan cerita ini jika dokter mau mendengarkannya
dan tidak bosan” dokter menjawabnya “aku tidak akan bosan mendengar cerita
nenek, dan cerita nenek itu seru sekali.” Aku melanjutkan kisah ini dari
persahabatan yang terbentuk antara aku, Aliken, Asmira, dan Densi di ruang itu.
Setelah kita mengatakan “kita akan menjadi sahabat selamanya” semua makhluk
yang berada di ruangan itu bertepuk tangan dengan riang gembira. Ratu dan
keempat ratu itu juga bertepuk tangan dan mengucapkan “kalian malam ini telah
membuat sebuah hiburan yang kita semua belum pernah lihat dan saksikan
sebelumnya, karena itu sehabis makan malam bersama ini, aku minta kepada kalian
semua untuk tidak pulang dan meninggalkan kerajaan ini, karena ada hal penting
__ADS_1
yang akan ratu diskusikan bersama kalian.”