Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
ratu jahat.


__ADS_3

Setelah duduk,


kita di ruangan itu menunggu hidangannya hadir dan di bawakan oleh pelayan


kerajaan. Di tempat itu juga terdapat beberapa alat musik, seperti Gong,


Angklung, Kolintang, Gamelan dan lain sebagainya, ratu yang sedang menunggu


hidangan tiba menyuruh salah satu pelayannya untuk memberitau kepada pemain


alat musik itu untuk memainkannya. Ratu berkata “sementara kita menunggu


hidangan tiba, sebaiknya ada hiburan terlebih dahulu yang kita dengarkan.”


Sesudah ratu mengucapkan hal itu, berbunyi lah satu demi satu alat musik di


ruangan itu, irama yang dimainkan musik-musik itu terdengar santai dan indah,


tetapi aku tidak bisa mendengar irama seperti itu, aku menganggapnya musik yang


di makan itu seperti bukan hiburan, melainkan musik yang membuat yang


mendengarnya ingin tidur.


Di meja hadapan


aku hanya ada garpu dan sendok serta meja itu terbuat dari kayu, aku menyuruh


Densi mengikuti apa yang aku lakukan, Densi yang mengetahui hal itu menyetujui


rencana aku. Aku langsung mengambil sendok di hadapan aku dan garpu, lalu aku


ketukan sendok dan garpu itu di meja, karena di meja yang aku gunakan itu


adalah khusus makhluk Kureta, mereka semua bingung dengan apa yang aku lakukan,


hal yang aku lakukan juga di ikuti oleh Densi, Densi mengetukan sendok dan


garpu yang berada di meja itu ke meja dengan kencang, hal yang sama juga di


lakukan oleh Kureta-Kureta itu, mereka merasa bingung dengan apa yang aku


lakukan bersama Densi, lalu mereka melakukan hal yang sama, meraka ketukan


garpu dan sendok yang dimiliki nya itu ke meja.


Karena semakin


banyak yang melakukan hal itu, akhirnya semua makhluk yang berada di ruangan


itu melakukan hal yang sama, musik-musik yang tadinya iramanya santai dan


tenang, musik itu berirama mengikuti ketukan sendok dan garpu yang ramai itu,


terdengar di ruangan itu seperti suara yang meriah dan gembira. Sementara itu


sendok dan garpu terus mengetuk ke meja, aku berinisiatif untuk menyanyi dengan


riang di tempat itu, aku berkata kepada Densi “bagaimana jika kita nyanyi di


tempat ini, dengan begitu pasti Aliken dan Asmira mengikuti apa yang kita

__ADS_1


lakukan.” Sesudah aku mengatakan hal itu kepada Densi, kita langsung keluar


dari kursi itu dan kita menuju ke depan meja ratu sambil menyanyi, sesampainya


di depan meja ratu, musik di ruangan itu semakin meriah sekali, peepaduan


antara angklung, gong dan musik lainnya dengan sendok dan garpu yang terus di


ketukan di meja.


Aliken dan


Asmira satu meja dengan para undangan ratu yaitu Tanori, yang kepalanya seperti


banteng, salah satu Tanori menyuruh Aliken dan Asmira untuk melakukan hal yang


sama dengan apa yang aku lakukan dengan Densi, bahkan semakin banyak Tanori


yang menyuruhnya untuk bernyanyi ke depanbmeja ratu, seperti apa yang aku dan


Densi lakukan. Aliken dan Asmira akhirnya ingin melakukan seperti apa yang aku


lakukan karena mendengar “ayo” “ayo” “ayo” dari para Tanori itu, bahkan yang


menyorak-sorak itu bukan hanya yang berada di satu meja dengan Aliken, yang


bersorak-sorai seluruh makhluk yang berada di sebelah kiri meja ratu. Aliken


mengatakan kepada Asmira “sebaiknya kita harus melakukan apa yang Keni dan


Densi lakukan, soalnya  banyak sekali


yang menyuruh kita untuk ke depan sambil bernyayi.”


dan Asmira keluar dari kursinya itu sambil menyanyi melanjutkan lirik aku yang


harus di lanjutkan, Aliken dan Asmira dengan wajah tersenyum dan bahagia


berjalan menuju depan meja ratu yang terdapat aku dan Densi di tempat itu,


dengan gaya sendiri mereka bernyayi berjalan ke depan meja ratu, sesampainya


mereka di depan ratu, Aliken dan Asmira langsung menatap mata aku dan Densi.


Aliken menatap mata aku dan Densi menatap mata Asmira, dari tatapan Aliken itu


aku bisa merasakan sebuah perasaan yang ada di mata aku itu, tetapi pada sesaat


aku menatap arah lain karena tidak tahan menatap gantengnya Aliken, yang di


lakukan aku juga di lakukan Densi, Densi terus menatap Asmira seperti ada


perasaan, terapi Asmira mengarahkannya matanya itu ke arah lain. Dan kita di


depan meja ratu itu sambil menyanyi dan tertawa, hingga akhirnya lagunya itu


harus di nyanyikan dengan Rap.


Aku bilang ke


Densi, “sebaiknya aku harus Rap bersama Asmira, biarkan yang Rap ini hanya anak

__ADS_1


perempuan saja” setelah aku mengatakan hal itu kepada Densi, aku menyuruh


Asmira untuk naik ke atas meja ratu, yang terdapat ratu sedang duduk di paling


ujung meja itu. Meja ratu sama dengan meja lain, pajang dan cukup di tempatkan


oleh dua puluh orang. Aku langsung naik ke atas meja ratu bersama Asmira, kita


di atas meja Rap ngarang, apa yang kita miliki sebuah kata-kata kita ucapkan di


atas meja itu, makanan ratu sudah berada di atas meja, begitu juga dengan


makanan lainnya, hidangan makan malam itu sudah berada di atas mejanya, dengan


sengaja kita menginjak makanan ratu dan makanan keempat raja itu, tetapi mereka


tidak marah sedikitpun kepada aku dan Asmira, makanan yang berada di mangkok


itu seperti ketan hitam cair, tetapi aku tidak tau pasti, soalnya yang berada


di dalam mangkok itu berwarna hitam dan berkuah. Waktu Rap aku dengan Asmira telah


selesai, aku dan Asmira turun dari meja ratu untuk menemui Aliken dan Densi,


setelah kita turun dari meja ratu, aku, Asmira, Aliken, dan Densi saling


pelukan secara bersamaan dan kebetulan juga lagu yang kita nyanyikan itu sudah


selesai waktunya, aku mengatakan “kita akan menjadi sahabat selamanya, setuju


dengan itu” Aku, Asmira, Densi dan Aliken mengatakan “akan menjadi sahabat


selamanya” sambil memeluk bersama dan berpegang tangan bersama.


Dari tempat itu


kita yang tadinya bermusuhan satu sama lain, seketika dengan entah apa itu,


kita menjadi sahabat yang tidak akan pernah di lupakan. Dokter yang bersama aku


di ruang Euthanasia bertanya kepada aku “lalu apa yang terjadi selanjutnya” aku


menjawabnya “aku akan melanjutkan cerita ini jika dokter mau mendengarkannya


dan tidak bosan” dokter menjawabnya “aku tidak akan bosan mendengar cerita


nenek, dan cerita nenek itu seru sekali.” Aku melanjutkan kisah ini dari


persahabatan yang terbentuk antara aku, Aliken, Asmira, dan Densi di ruang itu.


Setelah kita mengatakan “kita akan menjadi sahabat selamanya” semua makhluk


yang berada di ruangan itu bertepuk tangan dengan riang gembira. Ratu dan


keempat ratu itu juga bertepuk tangan dan mengucapkan “kalian malam ini telah


membuat sebuah hiburan yang kita semua belum pernah lihat dan saksikan


sebelumnya, karena itu sehabis makan malam bersama ini, aku minta kepada kalian


semua untuk tidak pulang dan meninggalkan kerajaan ini, karena ada hal penting

__ADS_1


yang akan ratu diskusikan bersama kalian.”


__ADS_2