Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
mengapa mereka di sana?


__ADS_3

Aku dan Densi


terus mencari pintu yang tadi ada di situ. Beberapa saat kemudian aku


memikirkan “aku berada di mana ini?, mengapa tidak ada jalan keluar dari tempat


ini.” Aku mulai merasakan rasa panik yang begitu, aku terus memukuli batu yang


tadi nya ialah pintu, sampai kedua tangan ku ini sedikit mengeluarkan darah,


dan aku berlari ke tempat yang aku maksud ialah tempat aku keluar dari tempat


itu. Aku berlari ke sana, kesini, semua sudah aku tuju(walau tidak semua), aku


langsung menaiki atas goa yang aku lalui tadi, setelah aku naik ke atas gua,


aku melihat di sekitar, keliling dan semuanya, ternyata aku dan Densi berada di


tempat yang aku tak mengerti. Aku berfikir lagi “bagaiman jika aku tidak keluar


dari tempat ini, lebih baik tadi aku di tangkap polisi dari pada aku hanya


berdua dengan Densi di tempat yang aku sendiri tidak mengetahui di mana ini.”


Aku langsung menemui Densi yang sedang juga memukuli batu gua tersebut, ia


terus memukuli batu gua itu, lalu aku mengatakan kepada Densi “buat apa kamu


pukulin batu gua itu,  aku sudah


mencobanya hingga tanganku terluka” Densi menjawab “kalau begitu apa yang harus


kita lakukan di tempat ini, apakah kita bersenang-senang, apakah kita tertawa,


apakah kita mati saja di tempat ini.” Aku menjawabnya “yang kita harus


lakukan  ialah temui orang yang tadi kita


temui pingsan dan tegeletak di tanah itu.”


Aku dan Densi


saat itu berada seperti di pantai dengan suara ombak yang cukup bising. Di


pantai itu ada seperti gua yang terbuat dari batu, gua di pantai itu berjumlah


tiga, di belakang pantai itu terdapat pulau yang aku belum jelajahi. Dan dua


orang yang aku temui itu berada di dekat gua sebelah timur. Aku dan Densi


menuju dua orang yang tadi pingsan di dekat gua sebelah timur itu. “Densi ayo


cepat jalan nya, pasti kamu tidak percaya dengan hal ini. Lihat deh, dua orang

__ADS_1


yang kita temui tadi hilang maksud aku tidak ada di tempat ini. Aku rasa tadi


dua orang itu berada di tempat ini” kata aku kepada Densi. “Ia.tadi aku rasa


dua orang itu berada di tempat ini, kemana dua orang itu pergi?, aku rasa ada


yang tidak beres dengan tempat ini.” Kata Densi kepada ku “kita berada di


tempat ini karena kita memasuki pintu dekat pasar, kita temui dua orang yang


tadi tergeletak di sini tetapi ia menghilang, aku sudah berusaha mencari pintu


yang tadi kita lewati, tetapi tidak tertemu juga, sebenarnya tempat apa ini?”


lanjutkan bicara Densi kepada ku. “Aku rasa kita harus tenang sedikit dengan


semua ini, walau terdengar aneh tetapi kita harus tenang, kita cari jalan


keluar dengan kepala tenang dan santai,  sudah cukup lelah aku emosi di tempat ini, sudah cukup juga tangan ku


ini terluka, yang harus kita lakukan ialah, kita temui dua orang yang tadi


berada di tempat ini”  kata ku kepada


Densi.


Setelah melalui


perdebatan yang cukup panjang dengan Densi, Densi pun akhirnya mengikuti saran


dan Densi pun mulai memasuki pepohonan yang cukup tinggi itu, tinggi pohon itu


sekitar lima belas meter, aku lalui pepohonan itu semua, sekeliling ku dan


Densi hanya pohon dan pohon. Tidak lama kemudian, saat aku sedang berjalan


melewati pepohonan yang tinggi itu, sangat terkejut dan aku kaget, dua orang


yang tadinya pingsan lewat di hadapan ku menuju arah lain. “Densi itu orang


yang tadi pingsan, ayo kita ikuti dia mau kemana, siapa tau kita bisa


bertanya-tanya untuk bisa keluar dari tempat ini,” kata ku kepada Densi. “Ya


sudah jika begitu, kita ikuti saja dua orang itu, siapa tau dia sedang membuat


makanan, aku sangat lapar sekali,” jawab Densi kepada ku dengan ekspresi lemas


dan lelah. Padahal aku dan Densi belum lama di tempat itu, tetapi ia sudah


lapar saja. Aku dan Densi mengikuti dua orang itu, tentunya dengan melewati


pepohonan yang tinggi-tinggi. Aku rasa pohon-pohon itu ialah pohon kelapa

__ADS_1


dengan tinggi lima belas meter. Aku terus ikuti dua orang itu dengan jalan


pelan dan sunyi. Tanpa aku sadari, aku tersandung ranting pohon yang berada di


bawah kaki ku, aku terjatuh dan tak sengaja mendorong Densi hingga ia ikut


terjatuh dengan ku. “Aduh Keni, kalau jalan itu lihat kebawah juga, jangan


hanya tertuju ke depan saja mata nya, dan harusnya kamu terjatuh jangan bawa


aku ikut terjatuh juga, aku sudah lapar, terjatuh lagi, aduhhh” kata Densi


kepada aku.


Dua orang itu


tiba-tiba terkejut melihat aku dan Densi yang tersandung itu. “siapa itu?, aku


rasa di tempat ini tidak ada siapa-siapa, dua orang yang terjatuh ini siapa” kata


Aliken kepada Densi dan aku. Aliken tidak mengetahui bahwa dua orang itu ialah


aku dan Densi. Wajah aku dan wajah Densi menunduk ke bawah karena terjatuh,


dengan itu Aliken tidak dapat melihat wajah aku dan wajah Densi. Aliken


mengambil batang pohon yang berada di bawah kainya itu. Ia mengarahkan nya ke


arah ku dan Densi. “Asmira kamu di belakang ku, jangan takut dan panik, jika


dua orang itu macam-macam, aku akan memukulnya dengan kayu ini” ucap Aliken


kepada ku dan Asmira sambil mengarahkan batang pohon itu ke arah aku dan Densi.


Densi berdiri dari jatuhnya itu,  Densi


saat sudah berdiri aku meminta tolong kepadanya untuk membantu aku berdiri dari


jatuh ku “Densi tolong bantukan aku berdiri dari jatuh ku ini” kata ku kepada


Densi. Densi membantu aku untuk berdiri dari jatuh ku itu, ia menarik tanganku


yang aku ulurkan kepadanya, dan ia menarik tangan aku itu, aku berhasil berdiri


dari jatuh ku dan kembali seperti semula. Aku usap tana-tanah yang menempel


pada bajuku, celanaku dan tubuhku. Setelah aku merapikan bajuku, betapa


terkejutnya aku melihat bahwa dua orang itu ialah Aliken dan Asmira. “Densi,


aku tidak salah lihat ini? Apakah itu Aliken dan Asmira?” tanya aku kepada


Densi. “Aku rasa juga tidak salah lihat deh, itu sama sekali wajah dua orang itu

__ADS_1


seperti Asmira dan Aliken” kata Densi kepada ku. Aliken dan Asmira tentunya


juga kaget begitu melihat aku dan Densi, ia saling bertanya-tanya mengenai itu.


__ADS_2