Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
apa kepuusan sidang.


__ADS_3

Dewa Darmanas


memperhatikan jatuhnya kunci dan cincin itu di dalam mangkok yang dapat melihat


galaksi-galaksi di alam semesta. Dan akhirnya kunci dan cincin itu jatuh ke


planet bumi, cincin dan kunci itu jatuh ke planet bumi. Namun dewa Darmanas


tidak dapat melihat di mana cincin dan kunci itu mendarat, ia hanya bisa


melihat planet bumi, tempat kunci dan cincin itu jatuh, dewa Darmanas juga


tidak dapat mengetahui makhluk hidup yang tinggal di bumi. Lalu dewa Darmanas


menuju hadapan kelima raja dan ratu itu, ia mengatakan “cincin dan kunci itu


telah jatuh di planet Bumi, seperti yang kita ketahui, makhluk bumilah yang akan


datang ke Darmanas dan menuju negeri Kinata. Sekarang pergilah dan kembali ke


tempat mu berasal, tunggulah sampai empat makhluk itu datang ke negeri mu. Dan


tidak lama lagi keempat makhluk itu akan menyelesaikan masalah-masalah yang ada


di negerimu itu.” Ratu Sabrina menjawab “baik yang mulia, aku dan keempat raja


golongan masyarakat akan kembali ke negeri Kinata dan menunggu sampai keempat


makhluk itu tiba.”


Ada begitu


banyak planet di alam semesta, tetapi cincin dan kunci memilih planet biru atau


bumi tempat ia mendarat. Kunci dan cincin itu jatuh di bumi, tepatnya di


Indonesia, Batavia, daerah rambutan. Kunci dan cincin itu di temukan oleh dua


remaja yang tidak sengaja menemukan nya, pertemuan keempat remaja itu tidak di


sengaja atau tidak di rencanakan. Bahkan keempat remaja itu saling bermusuhan


satu sama lain, dan mengapa dari miliaran manusia di bumi, harus keempat remaja


itu yang terpilih?. Itulah mengapa Aliken, Asmira, Densi, dan Keni bisa ke


Darmanas dan ke negeri Kinata. Ternyata merekalah yang akan menyelesaikan


masalah yang tidak dapat di selesaikan, merekalah yang akan menjadi keempat


raja golongan masyarakat, merekalah yang akan memimpin golongan masyarakat dan


merekalah yang akan mendamaikan masyarakat negeri Kinata, merekalah yang akan mengalahkan


ratu jahat yang akan menyerang dan menaklukan negeri Kinata, merekalah takdir


yang akan mengubah segalanya yang terdapat di negeri Kinata. Namun aku dan


kawan-kawan ku pada saat itu belum menyadari hal itu. Aku, Aliken, Densi, dan


Asmira belum menyadari bahwa kita berada di sana bukan sebuah kebetulan, tetapi


aku dan kawan-kawan ku lah yang di pilih oleh dewa Darmanas untuk mengubah,


menyelesaikan, mendamaikan semua yang buruk di negeri Kinata.


Sekian lama aku

__ADS_1


dan kawan-kawan ku di dalam kapal itu, akhirnya kita pun sampai di sebuah pulau


yang besar dan luas. Ternyata aku dan kawan-kawan ku telah sampai di pusat


negeri Kinata, pusat dari segala kehidupan negeri Kinata, di mana seluruh


masyarakat negeri Kinata tinggal. Tanori-Tanori yang berada di kapal itu


menyadari bahwa mereka telah sampai di tempat yang di tuju, mereka membuka


ikatan ku dari tiang itu, mereka juga membuka ikatan Densi dengan Asmira.


Sesudah ikatan aku, Asmira, Densi, dan Aliken di buka, kita di perintah oleh


salah satu Tanori untuk turun dari kapalnya dan menuju pusat negeri Kinata. Aku


di atas kapal itu melihat ke arah pulau itu, hanya ada pepohonan yang sama


dengan pulau sebelumnya. Pohon itu sama tingginya dengan yang berada di pulau


sebelum nya, tidak terlihat masyarakat melakukan kegiatan di pulau itu. Lalu


aku, Asmira, Densi dan Aliken berkumpul kembali, kita bediri berdekatan di


kapal itu untuk turun dari kapalnya. Kitapun turun secara bergantian dari kapal


itu dengan tangan terikat. Aku dan kawan-kawan ku telah turun dari kapal itu,


aku bertanya kepada salah satu Tanori “kemana aku dan kawan-kawan ku harus


pergi?, di tempat ini hanya ada pohon yang tinggi, sama dengan di pulau


sebelumnya,” Tanori itu menjawabnya “sekarang kamu jalan saja melewati


pohon-pohon itu.”


hal itu, aku bersama kawan- kawan ku berjalan melewati pepohonan yang berada di


hadapan kita. Pohon-pohon tinggi pun kami lewati satu demi satu. Setelah sekian


lama berjalan di pepohonan itu, betapa terkejut nya aku dengan kawan-kawan ku


melihat pemandangan di hadapan kita, kami melihat bangunan berbentuk lingkaran


yang sangat besar. Di lingkaran itu terdapat lorong-lorong besar yang di


tinggali masyarakat. Sangking besarnya lorong tersebut, ada beberapa rumah


warga di dalam nya, ada banyak sekali bangunan lingkaran-lingkaran itu di


hadapan kita. Dan bangunan lingkaran-lingkaran itu seperti mengelilingi


kerajaan yang sangat besar dan megah, di Kerajaan itu terdapat beberapa lapisan


menara. Lapisan terluar terdapat lima menara yang besar mengelilingi lapisan


menara ke dua nya, lapisan menara ke dua terdapat sepuluh menara yang kecil di


banding menara terluar, dan lapisan menara ketiga terdapat dua puluh menara


yang kecil di banding menara ke dua, dan di dalam lapisan ketiga menara itu,


terdapat satu menara yang besar dan tidak tinggi di banding menara ketiga


lapisan itu, karena bentuknya itu, aku melihat nya sangat mewah dan indah


istana itu.

__ADS_1


Lalu salah satu


Tanori di belakang kita berkata kepada kita “sekarang yang harus kamu lakukan


ialah masuk ke dalam lorong-lorong lingkaran itu dan temui salah satu


masyarakat yang akan menjadi pembela kamu di pengadilan nanti.” Kita di suruh


memasuki lorong-lorong lingkaran itu dan temui salah satu masyarakat yang akan


menjadi pembela di pengadilan nanti. Satu lingkaran itu terdapat empat lorong


yang tembok-tembok lorong itu menjulang ke atas dan tinggi. Aku, Asmira, Densi


dan Aliken di perintahkan oleh salah satu Tanori untuk memasuki lorong-lorong


itu secara terpisah, maksudnya tidak boleh bersamaan memasuki lorong itu. Satu


lorong hanya satu orang yang dapat memasuki lorong itu. Bangunan lingkaran itu


di sebut juga penyekat antara golongan masyarakat yang berbeda. Tanpa pikir


lama, aku dan kawan- kawan ku memasuki lorong besar itu secara terpisah dan


tidak bersamaan. Terdapat tulisan di lorong yang akan aku masuk ialah daerah


Kureta. Aku memasuki lorong Kureta untuk menemukan seorang yang akan membela


aku di pengadilan nanti.


Aku pun  masuk ke dalam lorong yang bertulis daerah


Kureta itu, aku berjalan memasuki lorong itu, tidak lama kemudian di hadapan


ku, ada perumahan masyarakat Kureta. Makhluk yang aku lihat hanya makhluk


menyerupai tubuh manusia, mempunyai tangan layak nya manusia, memiliki kaki


yang juga seperti manusia tetapi berbulu lebat berwarna cokelat, dan tubuh


seperti manusia, makhluk itu memiliki ekor di bagian bokong belakang nya, ia


memakai pakaian layaknya manusia, dan kepala makhluk itu ialah seperti hewan


tupai, dengan rambut tipis, tidak terlalu banyak dan putih yang berada di


bagian mulutnya, hampir semua makhluk itu aku lihat mengenakan topi yang


seperti di kenakan koboi, tinggi makhluk tersebut rata-ratanya sekitar satu


koma lima meter, makhluk tersebut di namakan makhluk Kureta, maka dari itu


tulisan di bagian luar lorong itu ialah daerah Kureta. Saat aku berada di


bagian perumahan Kureta tersebut, mereka semua langsung mengarah dan memandangi


ku dengan seksama. Oh ia satu lagi, rumah-rumah Kureta yang ku lihat ialah


seperti rumah pada umumnya, tetapi bagian sisi rumah itu melingkar dengan atap


yang berbentuk segitiga, rumah- rumah tersebut kulihat itu tidak terlalu besar,


dan tidak terlalu kecil, bagi makhluk Kureta yang memiliki keluarga, rumah


tersebut sedikit besar, tetapi bagi makhluk Kureta yang hanya tinggal sendiri,


rumahnya itu cukup untuk di tinggal sendiri atau dengan kata lain, rumah

__ADS_1


tersebut lebih kecil di banding rumah yang memiliki keluarga.


__ADS_2