
Dewa Darmanas
memperhatikan jatuhnya kunci dan cincin itu di dalam mangkok yang dapat melihat
galaksi-galaksi di alam semesta. Dan akhirnya kunci dan cincin itu jatuh ke
planet bumi, cincin dan kunci itu jatuh ke planet bumi. Namun dewa Darmanas
tidak dapat melihat di mana cincin dan kunci itu mendarat, ia hanya bisa
melihat planet bumi, tempat kunci dan cincin itu jatuh, dewa Darmanas juga
tidak dapat mengetahui makhluk hidup yang tinggal di bumi. Lalu dewa Darmanas
menuju hadapan kelima raja dan ratu itu, ia mengatakan “cincin dan kunci itu
telah jatuh di planet Bumi, seperti yang kita ketahui, makhluk bumilah yang akan
datang ke Darmanas dan menuju negeri Kinata. Sekarang pergilah dan kembali ke
tempat mu berasal, tunggulah sampai empat makhluk itu datang ke negeri mu. Dan
tidak lama lagi keempat makhluk itu akan menyelesaikan masalah-masalah yang ada
di negerimu itu.” Ratu Sabrina menjawab “baik yang mulia, aku dan keempat raja
golongan masyarakat akan kembali ke negeri Kinata dan menunggu sampai keempat
makhluk itu tiba.”
Ada begitu
banyak planet di alam semesta, tetapi cincin dan kunci memilih planet biru atau
bumi tempat ia mendarat. Kunci dan cincin itu jatuh di bumi, tepatnya di
Indonesia, Batavia, daerah rambutan. Kunci dan cincin itu di temukan oleh dua
remaja yang tidak sengaja menemukan nya, pertemuan keempat remaja itu tidak di
sengaja atau tidak di rencanakan. Bahkan keempat remaja itu saling bermusuhan
satu sama lain, dan mengapa dari miliaran manusia di bumi, harus keempat remaja
itu yang terpilih?. Itulah mengapa Aliken, Asmira, Densi, dan Keni bisa ke
Darmanas dan ke negeri Kinata. Ternyata merekalah yang akan menyelesaikan
masalah yang tidak dapat di selesaikan, merekalah yang akan menjadi keempat
raja golongan masyarakat, merekalah yang akan memimpin golongan masyarakat dan
merekalah yang akan mendamaikan masyarakat negeri Kinata, merekalah yang akan mengalahkan
ratu jahat yang akan menyerang dan menaklukan negeri Kinata, merekalah takdir
yang akan mengubah segalanya yang terdapat di negeri Kinata. Namun aku dan
kawan-kawan ku pada saat itu belum menyadari hal itu. Aku, Aliken, Densi, dan
Asmira belum menyadari bahwa kita berada di sana bukan sebuah kebetulan, tetapi
aku dan kawan-kawan ku lah yang di pilih oleh dewa Darmanas untuk mengubah,
menyelesaikan, mendamaikan semua yang buruk di negeri Kinata.
Sekian lama aku
__ADS_1
dan kawan-kawan ku di dalam kapal itu, akhirnya kita pun sampai di sebuah pulau
yang besar dan luas. Ternyata aku dan kawan-kawan ku telah sampai di pusat
negeri Kinata, pusat dari segala kehidupan negeri Kinata, di mana seluruh
masyarakat negeri Kinata tinggal. Tanori-Tanori yang berada di kapal itu
menyadari bahwa mereka telah sampai di tempat yang di tuju, mereka membuka
ikatan ku dari tiang itu, mereka juga membuka ikatan Densi dengan Asmira.
Sesudah ikatan aku, Asmira, Densi, dan Aliken di buka, kita di perintah oleh
salah satu Tanori untuk turun dari kapalnya dan menuju pusat negeri Kinata. Aku
di atas kapal itu melihat ke arah pulau itu, hanya ada pepohonan yang sama
dengan pulau sebelumnya. Pohon itu sama tingginya dengan yang berada di pulau
sebelum nya, tidak terlihat masyarakat melakukan kegiatan di pulau itu. Lalu
aku, Asmira, Densi dan Aliken berkumpul kembali, kita bediri berdekatan di
kapal itu untuk turun dari kapalnya. Kitapun turun secara bergantian dari kapal
itu dengan tangan terikat. Aku dan kawan-kawan ku telah turun dari kapal itu,
aku bertanya kepada salah satu Tanori “kemana aku dan kawan-kawan ku harus
pergi?, di tempat ini hanya ada pohon yang tinggi, sama dengan di pulau
sebelumnya,” Tanori itu menjawabnya “sekarang kamu jalan saja melewati
pohon-pohon itu.”
hal itu, aku bersama kawan- kawan ku berjalan melewati pepohonan yang berada di
hadapan kita. Pohon-pohon tinggi pun kami lewati satu demi satu. Setelah sekian
lama berjalan di pepohonan itu, betapa terkejut nya aku dengan kawan-kawan ku
melihat pemandangan di hadapan kita, kami melihat bangunan berbentuk lingkaran
yang sangat besar. Di lingkaran itu terdapat lorong-lorong besar yang di
tinggali masyarakat. Sangking besarnya lorong tersebut, ada beberapa rumah
warga di dalam nya, ada banyak sekali bangunan lingkaran-lingkaran itu di
hadapan kita. Dan bangunan lingkaran-lingkaran itu seperti mengelilingi
kerajaan yang sangat besar dan megah, di Kerajaan itu terdapat beberapa lapisan
menara. Lapisan terluar terdapat lima menara yang besar mengelilingi lapisan
menara ke dua nya, lapisan menara ke dua terdapat sepuluh menara yang kecil di
banding menara terluar, dan lapisan menara ketiga terdapat dua puluh menara
yang kecil di banding menara ke dua, dan di dalam lapisan ketiga menara itu,
terdapat satu menara yang besar dan tidak tinggi di banding menara ketiga
lapisan itu, karena bentuknya itu, aku melihat nya sangat mewah dan indah
istana itu.
__ADS_1
Lalu salah satu
Tanori di belakang kita berkata kepada kita “sekarang yang harus kamu lakukan
ialah masuk ke dalam lorong-lorong lingkaran itu dan temui salah satu
masyarakat yang akan menjadi pembela kamu di pengadilan nanti.” Kita di suruh
memasuki lorong-lorong lingkaran itu dan temui salah satu masyarakat yang akan
menjadi pembela di pengadilan nanti. Satu lingkaran itu terdapat empat lorong
yang tembok-tembok lorong itu menjulang ke atas dan tinggi. Aku, Asmira, Densi
dan Aliken di perintahkan oleh salah satu Tanori untuk memasuki lorong-lorong
itu secara terpisah, maksudnya tidak boleh bersamaan memasuki lorong itu. Satu
lorong hanya satu orang yang dapat memasuki lorong itu. Bangunan lingkaran itu
di sebut juga penyekat antara golongan masyarakat yang berbeda. Tanpa pikir
lama, aku dan kawan- kawan ku memasuki lorong besar itu secara terpisah dan
tidak bersamaan. Terdapat tulisan di lorong yang akan aku masuk ialah daerah
Kureta. Aku memasuki lorong Kureta untuk menemukan seorang yang akan membela
aku di pengadilan nanti.
Aku pun masuk ke dalam lorong yang bertulis daerah
Kureta itu, aku berjalan memasuki lorong itu, tidak lama kemudian di hadapan
ku, ada perumahan masyarakat Kureta. Makhluk yang aku lihat hanya makhluk
menyerupai tubuh manusia, mempunyai tangan layak nya manusia, memiliki kaki
yang juga seperti manusia tetapi berbulu lebat berwarna cokelat, dan tubuh
seperti manusia, makhluk itu memiliki ekor di bagian bokong belakang nya, ia
memakai pakaian layaknya manusia, dan kepala makhluk itu ialah seperti hewan
tupai, dengan rambut tipis, tidak terlalu banyak dan putih yang berada di
bagian mulutnya, hampir semua makhluk itu aku lihat mengenakan topi yang
seperti di kenakan koboi, tinggi makhluk tersebut rata-ratanya sekitar satu
koma lima meter, makhluk tersebut di namakan makhluk Kureta, maka dari itu
tulisan di bagian luar lorong itu ialah daerah Kureta. Saat aku berada di
bagian perumahan Kureta tersebut, mereka semua langsung mengarah dan memandangi
ku dengan seksama. Oh ia satu lagi, rumah-rumah Kureta yang ku lihat ialah
seperti rumah pada umumnya, tetapi bagian sisi rumah itu melingkar dengan atap
yang berbentuk segitiga, rumah- rumah tersebut kulihat itu tidak terlalu besar,
dan tidak terlalu kecil, bagi makhluk Kureta yang memiliki keluarga, rumah
tersebut sedikit besar, tetapi bagi makhluk Kureta yang hanya tinggal sendiri,
rumahnya itu cukup untuk di tinggal sendiri atau dengan kata lain, rumah
__ADS_1
tersebut lebih kecil di banding rumah yang memiliki keluarga.