
“Jadi kamu
datang ke tempat ini dan menemui ku ingin meminta bantuan ku untuk
menyelesaikan masalah negeri mu yang tidak dapat kamu selesaikan?. Ok jika kamu
datang ke tempat ini untuk meminta bantuan ku, kita harus membuat sebuah
kesepakatan, Bagaimana menurutmu. Walau aku dewa Darmanas dan yang menguasai
seluruh isi Darmanas, moyang kalian semua, yang aku berikan kepercayaan untuk
mengatur negeri- negeri yang berada di Darmanas telah berjanji kepadaku
menggunakan darah yang moyang- moyang mu berikan satu tetes-satu tetes darah
moyang mu di gunung Agung ini dan mereka berjanji “aku berjanji sebagai calon
ratu atau raja untuk memimpin negeri yang akan dewa pilih untuk kami pimpin.
Aku berjanji akan menjaga dan menjalankan tugas ku yang dewa akan berikan, aku
berjanji untuk tidak meminta bantuan kepada dewa jika terjadi sesuatu yang
tidak di inginkan atau sesuatu yang mengancam keberlangsungan kehidupan
masyarakat negeri yang akan aku pimpin, karena jika aku sebagai calon raja
salah satu negeri di Darmanas, aku mampu menjalankan tugasku tanpa bantuan
dewa.” Itulah janji moyang-moyang kalian yang sombong dan angkuh itu, aku saat
mendengar salah satu janjinya itu, aku hanya tersenyum, aku berpikir “jika
terjadi sesuatu dalam negeri mu itu, kamu tidak akan meminta bantuan ku. Tetapi
rasanya aku tidak yakin dengan ucapan mereka itu”
Setelah aku
memikirkan hal itu, aku putuskan untuk memberikan satu-persatu calon yang raja
dan ratu negeri di Darmanas yaitu batu Darimun. Aku berikan batu Darimun yang
sudah aku berikan sebagian kekuatan ku kepada batu batu Darimun tersebut kepada
calon raja dan ratu negeri-negeri di Darmanas. Mereka mengucapkan hal yang sama
di hadapan ku, mengucapkan hal yang sombong dan angkuh di hadapan ku, dan jika
moyang mu itu dan penerusnya meminta bantuan kepada ku, tidak akan semudah itu
aku berikan. Harus ada satu jiwa yang di persembahkan kepada ku.” Kata Dewa
Darmanas kepada kelima pemimpin yang meminta bantuan tersebut. Ketika kelima
raja dan ratu mendengar hal itu, mereka langsung menjadi takut dan berubah
pikiran, mereka memikirkan “mending selesaikan masalah ini sendirian dari pada
harus memberikan jiwa ku ini kepada dewa Darmanas.” Namun pikiran itu tidak
__ADS_1
berlaku bagi ratu Sabrina, ia langsung mengucapkan kepada dewa Darmanas “biarkan
jiwa ku ini yang akan aku persembahkan kepadamu, aku rela berikan jiwa ini
hanya untuk tanggung jawab ku, tanggung jawab ku ialah melindungi dan menjaga
keberlangsungan kehidupan masyarakat negeri Kinata, jika jiwaku ini bisa
menjamin semua itu, aku sangat senang hati dan rela memberikan jiwa ku ini
kepada mu dewa yang Agung.”
Dewa Darmanas
menanggapi kata-kata ratu Sabrina dan mengucapkan “untung kamu tidak terjebak
oleh omongan ku tadi seperti keempat raja di sekitarmu, kunci seorang yang bisa
meminta bantuan ku ialah seorang atau makhluk yang memiliki jiwa tanggung jawab
dan rela berkorban, yang memiliki jiwa yang aku sukai lah yang dapat meminta bantuan kepada ku. Untungnya salah
satu pemimpin negeri Kinata yang datang di hadapan ku memiliki jiwa tanggung
jawab dan rela berkorban, jika saja tidak satu pun memiliki jiwa tanggung jawab
dan rela berkorban, aku tidak akan membantu kalian semua untuk menyelesaikan
masalah yang kalian alami, dan sebagai hukuman ke empat raja yang berani
menunjukkan sifat jeleknya di hadapan ku, aku akan berikan mahkota yang kalian
kenakan kepada keempat makhluk yang akan datang ke negeri ini.” Ratu Sabrina
dapat di selesaikan oleh siapa pun makhluk di negeri ini. Masalah ini sangat
rumit untuk di selesaikan, aku pun tidak dapat menyelesaikan masalah ini. Namun
masalah mengenai ratu jahat mungkin bisa aku selesaikan, tetapi aku akan
membawa empat makhluk yang akan menyelesaikan dua masalah langsung selesai,
empat makhluk yang akan datang ke Darmanas dan ke negeri Kinata untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang ada ialah makhluk yang pintar dan kuat,
makhluk yang di takuti dan makhluk yang terhormat dari asalnya, ia bisa
menyelesaikan masalah sesulit apapun di Darmanas, ia datang tidak akan lama
lagi,” kata dewa Darmanas kepada kelima raja dan ratu itu.
“Bagaimana cara
dewa membawa empat makhluk itu ke Darmanas dan ke negeri Kinata. Galaksi di alam semesta ini sangat luas dan
banyak, banyak sekali planet yang berada di galaksi alam semesta ini, planet
apa yang akan dewa pilih, semoga makhluk yang dewa pilih ialah makhluk yang
betul dan benar di ucapkan dewa,” kata ratu Sabrina kepada dewa Darmanas. “Aku
__ADS_1
akan memanggil ke empat makhluk itu dengan kunci dan cincin yang akan aku
jatuhkan di alam semesta ini, jika cincin dan kunci yang aku jatuhkan jatuh ke
tangan makhluk yang benar dan tepat, keempat makhluk itu akan masuk ke dalam
negeri Kinata, keempat makhluk itu akan menyelesaikan masalah yang ada di negeri
mu, keempat makhluk itu akan mendamaikan masyarakatmu dan akan mengalahkan ratu
jahat. Jika keempat makhluk itu ingin kembali ke asalnya ia berasal, ia akan
mengenakan mahkota ke empat raja golongan masyarakat, dan keempat makhluk itu
akan menjadi raja golongan masyarakat selamanya dan tidak bisa di gantikan.”
Kata dewa Darmanas kepada kelima raja dan ratu itu.
Kelima raja dan
ratu itu masih di belakang garis merah dan tidak berani melewati garis merah
itu untuk ke ruangan yang luas dan megah itu, mereka masih berada di lorong
menuju ruangan megah dan besar. Lalu dewa mengambil cincin dan kunci yang akan
di jatuhkan ke alam semesta yang luas dan banyak. Ia berjalan menuju seperti
mangkok yang lumayan besar, mangkok itu berada di atas tiang yang membuat
mangkok itu berada di atas permukaan. Mangkok itu berisi air yang tidak tau
dari mana asalnya, air itu dapat memperlihatkan alam semesta yang sangat luas,
bisa sesuatu apa saja di jatuhkan di mangkok itu dan barang itu akan jatuh di
salah satu planet yang berada di alam semesta. Ketika dewa telah sampai di
hadapan mangkok, air yang berada di mangkok itu berubah menjadi hitam, setelah
berubah menjadi hitam, muncullah galaksi-galaksi yang berada di alam semesta,
galaksi-galaksi yang berada di alam semesta muncul, di jatuhkanlah kunci dan
cincin yang di pegang nya itu ke dalam mangkok semesta itu. Cincin dan kunci
itu pun telah berada di alam semesta, ia jatuh di antara galaksi-galaksi yang
berada di alam semesta, di lewati nya galaksi yang tak terpilih itu, dari
ratusan miliar galaksi di alam semesta, yang terpilih ialah galaksi Bima Sakti,
di mana di galaksi Bima Sakti terdapat bumi di dalam nya. Tidak sampai di situ
saja, harus ada pemilihan planet yang terdapat di galaksi Bima Sakti, dan di
lalui lah planet-planet yang terdapat di Bima Sakti oleh cincin dan kunci dewa
Darmanas itu. Dewa Darmanas terus mengamati pergerakan cincin dan kunci itu.
__ADS_1