
“Aku ini
sebenarnya bagian dari anggota geng yang Densi bentuk, nama geng yang Densi
bentuk ialah geng Tarata” kata aku kepada Aliken. “Ya sudah sekarang jangan
banyak tanya dulu, jika kamu sudah baikan dan bisa melakukan aktivasi seperti
biasa, kami semua membutuhkan bantuan mu” lanjut ku kepada Aliken. Aliken
tampaknya sudah semakin membaik dan sehat. Tetapi walau begitu, aku dan Asmira
memberikan waktu kepada dia untuk beristirahat sebentar. Namun saat aku suruh
Aliken untuk beristirahat, ia menolaknya dan memaksakan dirinya itu berdiri
dari tidurnya. Ia pun berhasil berdiri dari tidurnya itu dan berdiri layaknya
orang bisa. Saat Aliken berdiri, di kepalanya itu terasa putaran yang kencang
terasa di kepalanya, ia hampir terjatuh karena pusing nya itu. Tetapi Aliken
mulai membiasakan hal itu, sampai akhirnya ia pun tidak pusing lagi. “Aliken,
apakah kamu sudah bisa melakukan aktivasi seperti biasa?” tanya Asmira kepada
Aliken. “Sepertinya aku sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa” Asmira
mengatakan “ok jika begitu. Apakah Aliken sudah bisa memanjat pohon yang berada
di sebelah Aliken?” kepada Aliken. “Sepertinya aku sudah bisa memanjat pohon
ini” jawab Aliken. Tanpa di suruh memanjat nya, Aliken langsung memanjat pohon
yang tingginya sekitar lima belas meter itu. Aliken terus memanjat dan
memanjat. Hingga akhirnya ia menuju puncak pohon itu. “Sekarang apa yang harus
aku lakukan di atas sini?,” tanya Aliken kepada Asmira atau Densi atau aku.
Suara Aliken itu terdengar sangat pelan dan tidak terdengar, ya mungkin karena
ia berada di ketinggian. “Coba sekali lagi ucapkan hal yang sama” kata ku
kepada Aliken dengan berteriak sebisa mungkin.
“Apa yang harus
aku lakukan di atas ini?” ucap Aliken dengan berteriak kepada aku yang berkata
tadi. Aku, Densi dan Asmira mendengar kata-kata Aliken itu. “Sekarang yang
harus kamu lakukan di atas sana ialah melihat sekeliling pulau ini dan temukan
apa yang terlihat asing dan memungkinkan kita keluar dari tempat ini,” Aliken
mendengar ucapan ku itu dari atas pohon itu. Aliken hanya melihat lautan yang
luas dan bising. Ternyata aku, Asmira, Aliken dan Densi berada di pulau
terpencil, hanya ada lautan dan lautan di sekitar pulau itu, tidak ada pulau
__ADS_1
lain di sekitar lautan itu. Laut itu berwarna biru dan terlihat sangat luas
sekali. Saat beberapa lama Aliken di atas pohon itu dan melihat sekitar lautan
dan Pulau itu, ia melihat ada sebuah kapal yang terbuat dari kayu sedang
berlayar ke arah pulau yang di mana Aliken dan kawan-kawan nya berada. Aliken
melihat dari kejauhan bahwa yang berada di kapal itu bukan lah manusia,
melainkan makhluk menyerupai tubuh manusia dan kepala seperti hewan banteng
dengan tanduk yang lumayan panjang, dengan tubuh yang besar dan gagah berotot
besar. Makhluk yang berada di kapal itu menyadari dan melihat bahwa ada makhluk
yang di anggap asing baginya yang berada di pulau itu.
Makhluk dengan
tubuh manusia dan kepala banteng ialah masyarakat negri Kinata. Makhluk itu di
negri Kinata termasuk golongan masyarakat Tanori. Makhluk Tanori yang berada di
kapal itu bukanlah masyarakat biasa negri Kinata, melainkan pasukan yang
bertugas menjaga perbatasan negri Kinata dengan negri lain nya. Di negri Kinata
ada sebuah kerajaan yang dimana kerajaan itu tedapat ratu Kinata. Pada saat itu
yang memimpin negri Kinata ialah seorang ratu yang berbeda dengan yang lain
nya. Masyarakat negri Kinata yang lain ialah seperti tubuh manusia dan kepala
tidak memiliki kaki. Ratu Kinata itu bernama ratu Sabrina, ratu Sabrina tidak
memiliki kaki, ia berjalan seperti melayang di atas permukaan, lebih lanjut
tentang Sabrina di lain bab. Yang sedang di lakukan makhluk Tanori itu dengan
kapalnya ialah menjaga perbatasan lautan negrinya itu, saat ia sedang bertugas
menjaga perbatasan laut nya dengan perbatasan lautan negri lain, salah satu
makhluk Tanori melihat ada makhluk asing yang di anggap ingin menyusup ke negri
Kinata dengan melewati pulau itu. Tanpa pikir panjang, salah satu makhluk
Tanori itu mengatakan kepada yang lain nya “lihatlah di pulau itu, ada makhluk
asing yang sedang menyusup ke negri Kinata. Kita harus tangkap makhluk asing
itu dan tunjukan kepada ratu.”
Kapal Tanori itu
telah sampai di pulau itu. Aku dan kawan-kawan tidak bisa kabur dari pulau itu,
karena percuma jika kabur dari pulau itu, sekitar pulau hanya laut yang luas,
sementara itu banyaknya Tanori-Tanori yang sudah mengepung aku dan kawan-kawan.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku dan teman-teman aku tidak memiliki ide sama sekali, dan
pasti kamu sudah mengetahui yang terjadi selanjutnya, aku dan teman-teman di
tangkap dan di naikan di kapalnya itu, dan kita semua di ikat di tiang-tiang
kapal itu. Aku dan Aliken di ikat di bagian depan dari kapal itu, sementara
Asmira dan Densi di ikat di bagian tengah kapal itu. Setelah aku dan
kawan-kawan di ikat di kapal itu, berjalanlah kapal itu menuju suatu pulau.
Kapal Tanori berjalan melewati lautan
yang luas menuju pusat negri Kinata, di mana di situlah kegiatan ekonomi
berputar, pemerintahan berada dan masyarakat tinggal. Yang akan mereka tuju
ialah salah satu pulau terbesar di negri Kinata, pulau itu bernama pulau
“Korina” seperti apa yang aku catat di atas, pulau Korina adalah pusat aspek
kehidupan negri Kinata. Di pulau itulah berdiri istana yang megah dan indah,
istana itu berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Masyarakat negri
Kinata hanya mengenal satu kepercayaan, satu yang mereka sembah dan satu yang
mereka puja, itu semua ialah siapa yang memimpin negri itu. Jika pemimpin negri
itu ialah perempuan maka akan di sebut ratu yang Agung, dan jika itu laki laki
ialah raja yang Agung.
Sistem
pemerintahan negri Kinata ialah raja atau ratu lah yang menjadi pemimpin dan
pengendali negeri itu. Di bawah raja atau ratu ada pemimpin lagi, pemimpin di
bawah raja terdiri dari empat raja atau ratu. Empat raja itu tugasnya ialah
melindungi, mensejahterakan, memperdamaikan masyarakat yang terdiri dari empat
golongan. Satu golongan di pimpin oleh satu raja atau ratu, empat golongan itu
terdiri dari golongan Kureta, golongan Tanori, golongan Pawisu dan golongan
Durita. Empat raja atau ratu golongan masyarakat memiliki yang namanya
“Valita”. Valita ialah semacam mahkota yang biasanya di kenakan oleh raja dan
ratu pada umum nya. Satu Valita terdiri dari lima puluh berlian putih, dua puluh berlian merah dan yang tidak ada di
dunia ialah “Suritaka” suritaka sendiri terbentuk dan di ciptakan oleh dewa
Darmanas. Dewa Darmanas adalah makhluk tak kasat mata yang tinggal di salah
satu pulau yang berada di Darmanas. Dewa Darmanas hanya membuat dua puluh
Valita yang ia berikan kepada pemimpin-pemimpin negeri-negeri yang berada di
__ADS_1
Darmanas.