
Makhluk-makhluk
Kureta itu terus memperhatikan aku dan tidak henti, mereka merasa ada makhluk
asing yang tentunya belum pernah mereka lihat di daerah nya. Aku terdiam dan
tidak bisa berkata-kata, dan aku memberanikan diri untuk berkata “Hallo.”
Kepada Kureta-Kureta itu. Ada salah satu Kureta yang menanggapinya dan berkata
“Hallo juga, ada yang bisa aku bantu?,” kepada ku, yang menanggapi bicara aku
itu seperti makhluk Kureta yang masih anak-anak, dengan polosnya dan suara
lucunya menjawab ucapan singkat aku itu. Aku menjawabnya “iya Hallo, aku datang
ke tempat ini bukan untuk membuat kerusuhan atau hal sepertinya, tetapi aku
datang ke tempat kalian tinggal hanya untuk mencari salah satu dari kalian
untuk membela aku di pengadilan Kerajaan nanti. Aku sebenarnya juga tidak mau
datang ke tempat ini, tetapi aku di perintahkan oleh makhluk seperti kalian
juga, tetapi kepalanya itu seperti binatang banteng, makhluk menyeramkan itu
menyuruhku memasuki yang aku anggap seperti lorong yang besar dan belum pernah
aku lihat sebelum nya, dan mencari salah satu dari kalian untuk menjadi pembela
atau yang aku kenal seperti pengacara di pengadilan nanti.”
Salah satu
Kureta itu yang sudah seperti orang tua mengatakan kepada aku “kamu makhluk
asing yang kami semua tidak mengetahui dari negeri mana kamu berasal, dan kamu
di perintahkan oleh salah satu Tanori ke tempat di mana kami tinggal untuk
mencari salah satu dari kami yang akan menjadi pembela di pengadilan Kerajaan
nanti atas kesalahan memasuki daerah negeri Kinata, sudah jelas kami semua
makhluk Kureta yang berada di hadapan mu ini tidak akan dan tidak mau membela
makhluk yang kami sendiri tidak mengenalinya, kami hanya mau membela salah satu
bagian dari kami pada saat di pengadilan nanti.” Tampaknya seluruh makhluk
Kureta yang berada di hadapan aku tidak ada yang mau membela aku di pengadilan
nanti. Namun tidak lama kemudian, salah satu Kureta yang menanggapi aku saat
mengucapkan Hallo, yang seperti anak anak, belum dewasa dengan mendadak dan
tidak di sadari mengucapkan kepada aku “untuk menjadi pembela di pengadilan mu,
apakah ada batas usia, aku bersedia menjadi pembela kamu di pengadilan, tetapi
aku sendiri masih berusia lima belas tahun, namun jika tidak ada batas usia
__ADS_1
untuk menjadi pembela, aku bersedia.” Saat anak itu berkata kepada ku, orang
tua Kureta itu berkata kepada nya “apa-apaan kamu ini, jangan gila deh, kamu
jangan membela makhluk asing yang tidak kita kenal.”
Kureta yang
kecil itu menjawabnya “sudah mah, untuk kali ini, jangan mengubah apa yang aku
kehendaki, aku sudah saatnya untuk tidak mendengar kata-kata mamah.” Aku
mengatakannya kepada Kureta yang kecil itu, “sepertinya tidak ada batas usia
untuk menjadi pembela. Makhluk menyeramkan yang menyuruhku ke tempat ini tidak
mengatakan batas usia, tetapi jika kamu ingin membelaku, tidak ada salahnya
untuk mencoba.” Kureta yang kecil itu
mengatakan “baiklah kalau begitu, aku akan menjadi pembela mu di pengadilan
nanti.” Di sepakatilah kesepakatan antara aku dan makhluk Kureta yang kecil
itu. Semua Kureta yang berada di hadapan ku itu tidak mempermasalahkan apa yang
di lakukan oleh Kureta yang kecil itu. Mereka semua setuju-setuju saja dengan semua
itu, termasuk kedua orang tuanya. Lalu semua Kureta itu kembali berkegiatan
semulanya, ada yang mencuci baju, ada yang sedang membetulkan rumah nya, dan
ada yang sedang berjualan dan membeli jualan nya itu, kembali melakukan
berkata “apakah aku boleh kenal nama mu, begitu juga denganmu, kamu boleh
mengenali nama ku.” Aku menjawabnya “hai nama aku Keni putri lestari atau kamu
bisa memanggilku Keni saja, dan pasti kamu akan bertanya dari mana aku
berasal?. Aku berasal dari daerah rambutan yang berada di Batavia.”
“Hai juga Keni,
namaku Roriami Lesi ruarita, atau jika kepanjangan, kamu bisa memanggilku Lesi
saja. Tadi aku mendengar kamu berasal dari daerah rambutan di Batavia?,” kata
Lesi kepada ku. “Ia, aku berasal dari daerah rambutan tepatnya di Batavia
selatan, dan aku ingin bertanya sedikit, dimana sekarang aku berada?,” kataku
kepada Lesi. “Sekarang kamu berada di negeri Kinata, tepatnya di Darmanas.” Aku
terkejut dan bingung saat mendengar kata-kata Lesi tentang Darmanas dan Kinata. “Sebelumnya aku belum
pernah mendengar nama negeri Kinata dan Darmanas di dunia,” kata ku kepada
Lesi. “Iya, kamu ini berada di Darmanas tepatnya di negeri Kinata. Dan aku
belum pernah mendengar nama dunia” jawab Lesi kepada ku. Saat aku mendengar
__ADS_1
ucapan Lesi, aku langsung sadar mengenai Darmanas dan Kinata, ternyata aku dan
kawan-kawan aku bukan lagi berada di Bumi atau dunia, melainkan di sebuah
negeri yang bernama Kinata dan semacam planet yang bernama Darmanas. “Jangan
bilang aku berada di luar Bumi,” kataku kepada Lesi. “Kamu ini sekarang berada
di Darmanas, bukan di Bumi” jawab Lesi kepadaku. “Ok jika ini benar aku berada
di luar Bumi, bagaimana cara aku kembali ke Bumi atau tempat tinggal aku
berasal, mohon untuk jawab pertanyaan ku ini!” kata ku kepada Lesi. Lesi
berhenti berbicara sejenak dan seperti memikirkan sebuah hal.
Setelah ia
selesai memikirkan suatu hal, ia berkata kepada ku mengenai keempat mahkota
raja golongan masyrakat Kinata, “sepertinya aku pernah mendengar nama Bumi dan
penyelamat negeri Kinata—Oh ia, aku mendengar hal itu saat usiaku tujuh tahun,
ratu Sabrina mengucapkan kepada kita semua, bahwa akan ada penyelamat negeri
Kinata dari berbagai masalah yang tidak dapat di selesaikan, ratu berkata
kepada kita semua dan aku mendengar, kelak keempat makhluk yang di kirim dewa
Darmanas ke negeri Kinata itu menyelesaikan masalah di negeri Kinata, Ia akan
kembali dengan cara mengenakan mahkota-mahkota raja golongan masyarakat Kinata,
dan selamanya akan menjadi raja golongan masyarakat negeri Kinata, Mungkin bisa
di coba mahkota raja-raja golongan masyarakat negeri Kinata untuk kamu kembali
ke asal kamu berada.” Lesi mengatakan hal itu kepada ku. Awalnya aku masih
sangat bingung dengan ucapan Lesi itu, tetapi aku mulai menagamati ucapan Lesi
itu dengan seksama, dan akhirnya aku memahami nya, inti dari ucapan nya itu
ialah “jika aku ingin kembali ke tempat asal aku, aku harus mengenakan mahkota
raja-raja golongan masyarakat negeri Kinata, dan dengan begitu aku akan kembali ke tempat aku berasal atau Bumi. Lalu
aku mengatakan suatu hal kepada Lesi, “bagaimana aku bisa mendapatkan mahkota
itu?” dan Lesi menjawabnya, “kamu bisa mendapatkan mahkota itu dengan cara
mencurinya, mahkota itu berada di dalam satu ruangan kerjaan negeri Kinata, dan
mahkota itu akan di pakai jika ada acara resmi, seperti halnya pengadilan,
keempat raja itu akan menghadiri sidang kamu nanti, mereka yang memutuskan
hukuman buat kamu, tetapi semua itu akan di pertimbangkan oleh masukan
pembela, keputusan akhir akan di
__ADS_1
tentukan oleh ratu Sabrina, ratu yang Agung dan terhormat.”