Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
apa keputusan sidang


__ADS_3

Makhluk-makhluk


Kureta itu terus memperhatikan aku dan tidak henti, mereka merasa ada makhluk


asing yang tentunya belum pernah mereka lihat di daerah nya. Aku terdiam dan


tidak bisa berkata-kata, dan aku memberanikan diri untuk berkata “Hallo.”


Kepada Kureta-Kureta itu. Ada salah satu Kureta yang menanggapinya dan berkata


“Hallo juga, ada yang bisa aku bantu?,” kepada ku, yang menanggapi bicara aku


itu seperti makhluk Kureta yang masih anak-anak, dengan polosnya dan suara


lucunya menjawab ucapan singkat aku itu. Aku menjawabnya “iya Hallo, aku datang


ke tempat ini bukan untuk membuat kerusuhan atau hal sepertinya, tetapi aku


datang ke tempat kalian tinggal hanya untuk mencari salah satu dari kalian


untuk membela aku di pengadilan Kerajaan nanti. Aku sebenarnya juga tidak mau


datang ke tempat ini, tetapi aku di perintahkan oleh makhluk seperti kalian


juga, tetapi kepalanya itu seperti binatang banteng, makhluk menyeramkan itu


menyuruhku memasuki yang aku anggap seperti lorong yang besar dan belum pernah


aku lihat sebelum nya, dan mencari salah satu dari kalian untuk menjadi pembela


atau yang aku kenal seperti pengacara di pengadilan nanti.”


Salah satu


Kureta itu yang sudah seperti orang tua mengatakan kepada aku “kamu makhluk


asing yang kami semua tidak mengetahui dari negeri mana kamu berasal, dan kamu


di perintahkan oleh salah satu Tanori ke tempat di mana kami tinggal untuk


mencari salah satu dari kami yang akan menjadi pembela di pengadilan Kerajaan


nanti atas kesalahan memasuki daerah negeri Kinata, sudah jelas kami semua


makhluk Kureta yang berada di hadapan mu ini tidak akan dan tidak mau membela


makhluk yang kami sendiri tidak mengenalinya, kami hanya mau membela salah satu


bagian dari kami pada saat di pengadilan nanti.” Tampaknya seluruh makhluk


Kureta yang berada di hadapan aku tidak ada yang mau membela aku di pengadilan


nanti. Namun tidak lama kemudian, salah satu Kureta yang menanggapi aku saat


mengucapkan Hallo, yang seperti anak anak, belum dewasa dengan mendadak dan


tidak di sadari mengucapkan kepada aku “untuk menjadi pembela di pengadilan mu,


apakah ada batas usia, aku bersedia menjadi pembela kamu di pengadilan, tetapi


aku sendiri masih berusia lima belas tahun, namun jika tidak ada batas usia

__ADS_1


untuk menjadi pembela, aku bersedia.” Saat anak itu berkata kepada ku, orang


tua Kureta itu berkata kepada nya “apa-apaan kamu ini, jangan gila deh, kamu


jangan membela makhluk asing yang tidak kita kenal.”


Kureta yang


kecil itu menjawabnya “sudah mah, untuk kali ini, jangan mengubah apa yang aku


kehendaki, aku sudah saatnya untuk tidak mendengar kata-kata mamah.” Aku


mengatakannya kepada Kureta yang kecil itu, “sepertinya tidak ada batas usia


untuk menjadi pembela. Makhluk menyeramkan yang menyuruhku ke tempat ini tidak


mengatakan batas usia, tetapi jika kamu ingin membelaku, tidak ada salahnya


untuk mencoba.”  Kureta yang kecil itu


mengatakan “baiklah kalau begitu, aku akan menjadi pembela mu di pengadilan


nanti.” Di sepakatilah kesepakatan antara aku dan makhluk Kureta yang kecil


itu. Semua Kureta yang berada di hadapan ku itu tidak mempermasalahkan apa yang


di lakukan oleh Kureta yang kecil itu. Mereka semua setuju-setuju saja dengan semua


itu, termasuk kedua orang tuanya. Lalu semua Kureta itu kembali berkegiatan


semulanya, ada yang mencuci baju, ada yang sedang membetulkan rumah nya, dan


ada yang sedang berjualan dan membeli jualan nya itu, kembali melakukan


berkata “apakah aku boleh kenal nama mu, begitu juga denganmu, kamu boleh


mengenali nama ku.” Aku menjawabnya “hai nama aku Keni putri lestari atau kamu


bisa memanggilku Keni saja, dan pasti kamu akan bertanya dari mana aku


berasal?. Aku berasal dari daerah rambutan yang berada di Batavia.”


“Hai juga Keni,


namaku Roriami Lesi ruarita, atau jika kepanjangan, kamu bisa memanggilku Lesi


saja. Tadi aku mendengar kamu berasal dari daerah rambutan di Batavia?,” kata


Lesi kepada ku. “Ia, aku berasal dari daerah rambutan tepatnya di Batavia


selatan, dan aku ingin bertanya sedikit, dimana sekarang aku berada?,” kataku


kepada Lesi. “Sekarang kamu berada di negeri Kinata, tepatnya di Darmanas.” Aku


terkejut dan bingung saat mendengar kata-kata Lesi tentang  Darmanas dan Kinata. “Sebelumnya aku belum


pernah mendengar nama negeri Kinata dan Darmanas di dunia,” kata ku kepada


Lesi. “Iya, kamu ini berada di Darmanas tepatnya di negeri Kinata. Dan aku


belum pernah mendengar nama dunia” jawab Lesi kepada ku. Saat aku mendengar

__ADS_1


ucapan Lesi, aku langsung sadar mengenai Darmanas dan Kinata, ternyata aku dan


kawan-kawan aku bukan lagi berada di Bumi atau dunia, melainkan di sebuah


negeri yang bernama Kinata dan semacam planet yang bernama Darmanas. “Jangan


bilang aku berada di luar Bumi,” kataku kepada Lesi. “Kamu ini sekarang berada


di Darmanas, bukan di Bumi” jawab Lesi kepadaku. “Ok jika ini benar aku berada


di luar Bumi, bagaimana cara aku kembali ke Bumi atau tempat tinggal aku


berasal, mohon untuk jawab pertanyaan ku ini!” kata ku kepada Lesi. Lesi


berhenti berbicara sejenak dan seperti memikirkan sebuah hal.


Setelah ia


selesai memikirkan suatu hal, ia berkata kepada ku mengenai keempat mahkota


raja golongan masyrakat Kinata, “sepertinya aku pernah mendengar nama Bumi dan


penyelamat negeri Kinata—Oh ia, aku mendengar hal itu saat usiaku tujuh tahun,


ratu Sabrina mengucapkan kepada kita semua, bahwa akan ada penyelamat negeri


Kinata dari berbagai masalah yang tidak dapat di selesaikan, ratu berkata


kepada kita semua dan aku mendengar, kelak keempat makhluk yang di kirim dewa


Darmanas ke negeri Kinata itu menyelesaikan masalah di negeri Kinata, Ia akan


kembali dengan cara mengenakan mahkota-mahkota raja golongan masyarakat Kinata,


dan selamanya akan menjadi raja golongan masyarakat negeri Kinata, Mungkin bisa


di coba mahkota raja-raja golongan masyarakat negeri Kinata untuk kamu kembali


ke asal kamu berada.” Lesi mengatakan hal itu kepada ku. Awalnya aku masih


sangat bingung dengan ucapan Lesi itu, tetapi aku mulai menagamati ucapan Lesi


itu dengan seksama, dan akhirnya aku memahami nya, inti dari ucapan nya itu


ialah “jika aku ingin kembali ke tempat asal aku, aku harus mengenakan mahkota


raja-raja golongan masyarakat negeri Kinata,  dan dengan begitu aku akan kembali ke tempat aku berasal atau Bumi. Lalu


aku mengatakan suatu hal kepada Lesi, “bagaimana aku bisa mendapatkan mahkota


itu?” dan Lesi menjawabnya, “kamu bisa mendapatkan mahkota itu dengan cara


mencurinya, mahkota itu berada di dalam satu ruangan kerjaan negeri Kinata, dan


mahkota itu akan di pakai jika ada acara resmi, seperti halnya pengadilan,


keempat raja itu akan menghadiri sidang kamu nanti, mereka yang memutuskan


hukuman buat kamu, tetapi semua itu akan di pertimbangkan oleh masukan


pembela,  keputusan akhir akan di

__ADS_1


tentukan oleh ratu Sabrina, ratu yang Agung dan terhormat.”


__ADS_2