Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
masuknya ke suatu negeri.


__ADS_3

“Tunggu-tunggu,


aku memang salah satu anggota geng Tarata, tetapi aku datang ke rumah kamu


untuk menyelamatkan kamu Aliken, cukup pukul nya, rasanya sakit sekali Aliken”


ucap Darryl kepada Aliken pada saat ia sedang di pukulin oleh Aliken. Aliken


menyadari bahwa orang yang di pukul nya itu menyebutkan nama nya dan


menyebutkan akan menolongnya, “maksud kamu apa? Kenapa kamu tahu nama ku dan


apa maksudnya kamu akan membantu ku?” tanya Aliken kepada orang yang di pukul


nya itu sambil terus memukulinya. “Ok jika kamu ingin mengetahui nya, kamu


berhenti memukuliku, setelah itu izinkan aku ke dalam rumah ini dan berbicara


hanya dua mata saja, tidak ada yang boleh mendengarkan pembicaraan kita Aliken.


Aku mohon sekali, ini untuk keselamatan kamu dan keselamatan Asmira,” kata


Darryl kepada Aliken. Darryl merasa sakit sekali karena pukulan itu, tetapi ia


memutuskan untuk tidak pergi dari rumah itu. Padahal Darryl hanya ingin ingin


menolonginya tetapi sulit di lakukan.


Aliken yang


sedang memukuli Darryl mendengar ucapan nya mengenai menolong Asmira dan


Aliken. Aliken pun berhenti memukuli Darryl dan menanyakan sesuatu kepadanya


“sebenarnya kamu ini siapa sih?, mengapa kamu terus menyebutkan nama aku dan


nama Asmira untuk kamu tolong, aku saja tidak mengenali kamu.” Darryl merasa


sangat sakit tubuhnya itu karena pukulan Aliken menggunakan sapu. “Ok.untung


kamu mau mendengarkan aku, aku datang ke rumah ini bukan untuk mencelakakan kamu


Aliken, tetapi aku hanya ingin memberi tahu beberapa hal mengenai keselamatan


kamu dan Asmira” ucap Darryl kepada Aliken, “boleh aku masuk ke rumah kamu dan


membicarakan beberapa hal mengenai keselamatan  kamu, karena aku tidak ingin ada yang mendengar mengenai hal ini?, kita


bicara berdua dan kamu akan mengetahui mengapa aku berada di rumah kamu,


intinya jangan banyak tanya lagi, apa yang kamu ingin tanyakan, tanyanya di


dalam rumah kamu saja,” lanjut Darryl.  Darryl


di izinkan mauk ke dalam rumahnya untuk membicarakan beberapa hal mengenai


keselamatan Asmira dan Aliken. Setelah beberapa lama mereka berbicara mengenai


keselamatan nya, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Asmira. Sebetulnya


Aliken bisa memberikan info ini lewat telepon, tetapi ada hal bodoh yang timbul


di pikirannya itu. Hal bodoh itu ialah ia akan membunuh dirinya sendiri dengan


menggantungkan lehernya di kamar rumahnya itu, tetapi ia ingin mengajak Asmira


melakukan hal serupa sepertinya. Akhirnya ia pergi dari rumah itu menuju rumah Asmira.


Mereka melewati


jalanan yang gelap itu. Aliken dan Darryl berjalan di bawah awan yang tak


bersinar, dengan kegelapan itu mereka berjalan. Memang betul di jalan itu ada


lampu jalan yang menerangi malam yang gelap itu, tetapi lampu yang berada di

__ADS_1


daerah itu hanya sedikit, di setiap sembilan puluh meter hanya ada satu lampu


yang menyala, sisanya lampu rumah warga yang menyala, di saat itu sudah jelas


belum ada gedung-gedung tinggi yang menyala lampunya seperti sekarang ini,


hanya terang bulanlah  dan sedikit cahaya


lampu jalanan yang dapat menerangi malam itu. Aliken dan Darryl menyebrangi


jalanan yang gelap itu, untung nya Aliken membawa senter di tangan nya, dengan


senter itu Aliken dan Darryl dapat melihat sekitar jalanan itu. Aliken dan


Darryl menyebrangi jalanan yang lumayan luas itu, Aliken mengarahkan senter nya


itu ke sebelah kiri dan kanan nya secara bergantian. Saat senter yang di bawa


Aliken itu menghadap ke sebelah kanan, tanpa di sadari ada mobil mewah yang


hampir menabrak Aliken dan Darryl, suara kelakson mobil itu sangat kencang dan


nyaring, tentunya Aliken dan Darryl kaget dengan suara kelakson itu, bayangkan


saja di tempat yang sepi, gelap, sunyi ada suara secara tiba-tiba yang kencang


terdengar di dekat mu, merasa kaget lah yang akan di rasakan dirimu terlebih


dahulu. Mobil mewah itu menyadari ada dua anak yang sedang menyebrangi jalanan


itu.


Orang yang


berada di belakang mobil nya itu langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri


Aliken dan Aliken. Rupanya orang yang berada di belakang mobilnya itu ialah


pemilik mobilnya. Dia seorang pengacara dan pengusaha, ia mengenakan jas hitam


mengenakan kacamata di wajahnya, ia seorang laki-laki sekitar umur empat puluh


dua tahun, masih bisa di bilang muda pada saat itu. Orang itu menuju Aliken dan


Darryl. “apa yang sedang terjadi di depan mobil ku?,” kata orang itu kepada


Darryl, Aliken dan pengemudinya. “Ini bos, ini anak berdua menyebrangi jalan


tidak melihat ke kanan dan ke kiri jalanan ini, aku hanya ingin memberikan


pelajaran kepada anak-anak ini, supaya mereka berdua tidak melakukan hal yang


sama di jalan lain,” ucap pengemudi itu kepada bosnya. Bos pengemudi itu


bernama bapak Albern.


Bapak Albern


tiba-tiba memperhatikan Darryl yang berada di sebelah Aliken. Bapak Albern


rupanya mengenali Darryl dari lehernya yang berada seperti garis besar yang


berwarna krem. Garis besar itu seperti tanda lahir yang dia lihat di rumah


sakit bersama istrinya pada tujuh belas tahun lalu. Tetapi anak di rumah sakit


itu hilang pada keesokan hari bapak Albern dan istrinya ke rumah sakit


tersebut. Bapak Albern terus memperhatikan Darryl, bapak Albern menuju ke


hadapan Darryl, ia mengatakan kepada Darryl “apakah aku boleh menyentuh garis


besar itu yang berada di lehermu?,” kepada Darryl. “Apa yang akan bapak lakukan


kepada saya, saya tidak mengenali bapak, dan bapak ingin menyentuh leher saya,

__ADS_1


ohh pasti bapak ingin melukai saya ya pak?” jawab Darryl kepada bapak Albern.


“Ya sudah jika begitu, aku ingin bertanya kepada mu. Siapa nama kamu?” tanya


bapak Albern kepada Darryl. “Nama saya Darryl christian,” Jawab Darryl. “Dari


mana kamu mendapatkan nama itu?, dan siapa yang memberi nama itu kepada mu?,


apakah saya boleh bertemu kedua orang tuamu” ucap bapak Albern kepada Darryl.


Lalu Darryl menjawab ucapan bapak Albern “nama ini saya dapatkan dari orang


yang sudah membesarkan aku. Tetapi orang itu meninggalkan aku pada saat aku


berumur sembilan tahun di sebuah taman, dan pada saat itu aku tinggal sendiri,


semampuku, dan sebisaku di sekitar taman itu, singkat cerita aku di usia empat


belas tahun, aku bertemu orang yang baik dan dialah yang memberi makan kepada


ku sampai sekarang. Orang itu bernama Densi.”


Aliken yang


berada di sebelahnya terkejut dan kaget mendengar bahwa yang memberi makan dan


mengurusi Darryl dari usia empat belas tahun hingga sekarang ialah Densi.


“Apa.ternyata yang mengurusi dan memberi makan Darryl ialah Densi, dan Darryl


rela mengecewakan Densi demi keselamatan aku dan Asmira, betapa baiknya anak


ini kepada ku” Aliken yang mendengar itu merasa sangat bersalah karena dia


memukuli Darryl di depan rumah nya tadi. Bapak Albern memohon kepada Darryl


untuk ia bisa menyentuh lehernya itu, singkat cerita di izinkannya bapak Albern


untuk menyentuh lehernya itu.


“Terimakasih


banyak karena kamu mengizinkan aku menyentuh lehermu,” ucapan terimakasih bapak


Albern kepada Darryl. Setelah itu bapak Albern menyentuh garis besar yang


berada di lehernya Darryl. Saat bapak Albern menyentuh lehernya itu, entah


keajaiban atau perasaan seorang Ayah kepada anaknya. Bapak Albern dapat


merasakan bahwa Darryl itu ialah anaknya, sebuah ingatan melewati kepala Darryl


dan bapak Albern. Ingatan itu ialah, pada suatu hari di sebuah rumah sakit, ada


seorang bayi yang di culik oleh seorang perempuan berusia enam puluh empat


tahun. Perempuan itu menculik anak yang berada di ruangan tempat bayi-bayi


berada. Di ranjang bayi yang hendak di culik perempuan itu tertulis nama bayi


yang akan di culik nya, nama bayi itu bertuliskan Darryl Christian. Lalu


perempuan itu membawanya bayi itu keluar rumah sakit nya dan membawanya pergi


jauh ke sebuah daerah yang bernama daerah rambutan, bayi itu di besarkan dan di


urus oleh perempuan itu, sembilan tahun kemudian perempuan itu merasa bahwa ia


akan meninggal, dia merasakan sakit-sakitan, perempuan itu tidak memiliki biaya


untuk pengobatan penyakitnya itu. Lalu anak itu di bawa ke sebuah taman yang


berada di daerah rambutan, dan perempuan tua itu meninggalkan anak itu, yang


aku masih bingungkan dan pikiran ialah, apa motif atau tujuan perempuan tua itu

__ADS_1


menculik bayi yang berada di rumah sakit itu.


__ADS_2