
“Tunggu-tunggu,
aku memang salah satu anggota geng Tarata, tetapi aku datang ke rumah kamu
untuk menyelamatkan kamu Aliken, cukup pukul nya, rasanya sakit sekali Aliken”
ucap Darryl kepada Aliken pada saat ia sedang di pukulin oleh Aliken. Aliken
menyadari bahwa orang yang di pukul nya itu menyebutkan nama nya dan
menyebutkan akan menolongnya, “maksud kamu apa? Kenapa kamu tahu nama ku dan
apa maksudnya kamu akan membantu ku?” tanya Aliken kepada orang yang di pukul
nya itu sambil terus memukulinya. “Ok jika kamu ingin mengetahui nya, kamu
berhenti memukuliku, setelah itu izinkan aku ke dalam rumah ini dan berbicara
hanya dua mata saja, tidak ada yang boleh mendengarkan pembicaraan kita Aliken.
Aku mohon sekali, ini untuk keselamatan kamu dan keselamatan Asmira,” kata
Darryl kepada Aliken. Darryl merasa sakit sekali karena pukulan itu, tetapi ia
memutuskan untuk tidak pergi dari rumah itu. Padahal Darryl hanya ingin ingin
menolonginya tetapi sulit di lakukan.
Aliken yang
sedang memukuli Darryl mendengar ucapan nya mengenai menolong Asmira dan
Aliken. Aliken pun berhenti memukuli Darryl dan menanyakan sesuatu kepadanya
“sebenarnya kamu ini siapa sih?, mengapa kamu terus menyebutkan nama aku dan
nama Asmira untuk kamu tolong, aku saja tidak mengenali kamu.” Darryl merasa
sangat sakit tubuhnya itu karena pukulan Aliken menggunakan sapu. “Ok.untung
kamu mau mendengarkan aku, aku datang ke rumah ini bukan untuk mencelakakan kamu
Aliken, tetapi aku hanya ingin memberi tahu beberapa hal mengenai keselamatan
kamu dan Asmira” ucap Darryl kepada Aliken, “boleh aku masuk ke rumah kamu dan
membicarakan beberapa hal mengenai keselamatan kamu, karena aku tidak ingin ada yang mendengar mengenai hal ini?, kita
bicara berdua dan kamu akan mengetahui mengapa aku berada di rumah kamu,
intinya jangan banyak tanya lagi, apa yang kamu ingin tanyakan, tanyanya di
dalam rumah kamu saja,” lanjut Darryl. Darryl
di izinkan mauk ke dalam rumahnya untuk membicarakan beberapa hal mengenai
keselamatan Asmira dan Aliken. Setelah beberapa lama mereka berbicara mengenai
keselamatan nya, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Asmira. Sebetulnya
Aliken bisa memberikan info ini lewat telepon, tetapi ada hal bodoh yang timbul
di pikirannya itu. Hal bodoh itu ialah ia akan membunuh dirinya sendiri dengan
menggantungkan lehernya di kamar rumahnya itu, tetapi ia ingin mengajak Asmira
melakukan hal serupa sepertinya. Akhirnya ia pergi dari rumah itu menuju rumah Asmira.
Mereka melewati
jalanan yang gelap itu. Aliken dan Darryl berjalan di bawah awan yang tak
bersinar, dengan kegelapan itu mereka berjalan. Memang betul di jalan itu ada
lampu jalan yang menerangi malam yang gelap itu, tetapi lampu yang berada di
__ADS_1
daerah itu hanya sedikit, di setiap sembilan puluh meter hanya ada satu lampu
yang menyala, sisanya lampu rumah warga yang menyala, di saat itu sudah jelas
belum ada gedung-gedung tinggi yang menyala lampunya seperti sekarang ini,
hanya terang bulanlah dan sedikit cahaya
lampu jalanan yang dapat menerangi malam itu. Aliken dan Darryl menyebrangi
jalanan yang gelap itu, untung nya Aliken membawa senter di tangan nya, dengan
senter itu Aliken dan Darryl dapat melihat sekitar jalanan itu. Aliken dan
Darryl menyebrangi jalanan yang lumayan luas itu, Aliken mengarahkan senter nya
itu ke sebelah kiri dan kanan nya secara bergantian. Saat senter yang di bawa
Aliken itu menghadap ke sebelah kanan, tanpa di sadari ada mobil mewah yang
hampir menabrak Aliken dan Darryl, suara kelakson mobil itu sangat kencang dan
nyaring, tentunya Aliken dan Darryl kaget dengan suara kelakson itu, bayangkan
saja di tempat yang sepi, gelap, sunyi ada suara secara tiba-tiba yang kencang
terdengar di dekat mu, merasa kaget lah yang akan di rasakan dirimu terlebih
dahulu. Mobil mewah itu menyadari ada dua anak yang sedang menyebrangi jalanan
itu.
Orang yang
berada di belakang mobil nya itu langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri
Aliken dan Aliken. Rupanya orang yang berada di belakang mobilnya itu ialah
pemilik mobilnya. Dia seorang pengacara dan pengusaha, ia mengenakan jas hitam
mengenakan kacamata di wajahnya, ia seorang laki-laki sekitar umur empat puluh
dua tahun, masih bisa di bilang muda pada saat itu. Orang itu menuju Aliken dan
Darryl. “apa yang sedang terjadi di depan mobil ku?,” kata orang itu kepada
Darryl, Aliken dan pengemudinya. “Ini bos, ini anak berdua menyebrangi jalan
tidak melihat ke kanan dan ke kiri jalanan ini, aku hanya ingin memberikan
pelajaran kepada anak-anak ini, supaya mereka berdua tidak melakukan hal yang
sama di jalan lain,” ucap pengemudi itu kepada bosnya. Bos pengemudi itu
bernama bapak Albern.
Bapak Albern
tiba-tiba memperhatikan Darryl yang berada di sebelah Aliken. Bapak Albern
rupanya mengenali Darryl dari lehernya yang berada seperti garis besar yang
berwarna krem. Garis besar itu seperti tanda lahir yang dia lihat di rumah
sakit bersama istrinya pada tujuh belas tahun lalu. Tetapi anak di rumah sakit
itu hilang pada keesokan hari bapak Albern dan istrinya ke rumah sakit
tersebut. Bapak Albern terus memperhatikan Darryl, bapak Albern menuju ke
hadapan Darryl, ia mengatakan kepada Darryl “apakah aku boleh menyentuh garis
besar itu yang berada di lehermu?,” kepada Darryl. “Apa yang akan bapak lakukan
kepada saya, saya tidak mengenali bapak, dan bapak ingin menyentuh leher saya,
__ADS_1
ohh pasti bapak ingin melukai saya ya pak?” jawab Darryl kepada bapak Albern.
“Ya sudah jika begitu, aku ingin bertanya kepada mu. Siapa nama kamu?” tanya
bapak Albern kepada Darryl. “Nama saya Darryl christian,” Jawab Darryl. “Dari
mana kamu mendapatkan nama itu?, dan siapa yang memberi nama itu kepada mu?,
apakah saya boleh bertemu kedua orang tuamu” ucap bapak Albern kepada Darryl.
Lalu Darryl menjawab ucapan bapak Albern “nama ini saya dapatkan dari orang
yang sudah membesarkan aku. Tetapi orang itu meninggalkan aku pada saat aku
berumur sembilan tahun di sebuah taman, dan pada saat itu aku tinggal sendiri,
semampuku, dan sebisaku di sekitar taman itu, singkat cerita aku di usia empat
belas tahun, aku bertemu orang yang baik dan dialah yang memberi makan kepada
ku sampai sekarang. Orang itu bernama Densi.”
Aliken yang
berada di sebelahnya terkejut dan kaget mendengar bahwa yang memberi makan dan
mengurusi Darryl dari usia empat belas tahun hingga sekarang ialah Densi.
“Apa.ternyata yang mengurusi dan memberi makan Darryl ialah Densi, dan Darryl
rela mengecewakan Densi demi keselamatan aku dan Asmira, betapa baiknya anak
ini kepada ku” Aliken yang mendengar itu merasa sangat bersalah karena dia
memukuli Darryl di depan rumah nya tadi. Bapak Albern memohon kepada Darryl
untuk ia bisa menyentuh lehernya itu, singkat cerita di izinkannya bapak Albern
untuk menyentuh lehernya itu.
“Terimakasih
banyak karena kamu mengizinkan aku menyentuh lehermu,” ucapan terimakasih bapak
Albern kepada Darryl. Setelah itu bapak Albern menyentuh garis besar yang
berada di lehernya Darryl. Saat bapak Albern menyentuh lehernya itu, entah
keajaiban atau perasaan seorang Ayah kepada anaknya. Bapak Albern dapat
merasakan bahwa Darryl itu ialah anaknya, sebuah ingatan melewati kepala Darryl
dan bapak Albern. Ingatan itu ialah, pada suatu hari di sebuah rumah sakit, ada
seorang bayi yang di culik oleh seorang perempuan berusia enam puluh empat
tahun. Perempuan itu menculik anak yang berada di ruangan tempat bayi-bayi
berada. Di ranjang bayi yang hendak di culik perempuan itu tertulis nama bayi
yang akan di culik nya, nama bayi itu bertuliskan Darryl Christian. Lalu
perempuan itu membawanya bayi itu keluar rumah sakit nya dan membawanya pergi
jauh ke sebuah daerah yang bernama daerah rambutan, bayi itu di besarkan dan di
urus oleh perempuan itu, sembilan tahun kemudian perempuan itu merasa bahwa ia
akan meninggal, dia merasakan sakit-sakitan, perempuan itu tidak memiliki biaya
untuk pengobatan penyakitnya itu. Lalu anak itu di bawa ke sebuah taman yang
berada di daerah rambutan, dan perempuan tua itu meninggalkan anak itu, yang
aku masih bingungkan dan pikiran ialah, apa motif atau tujuan perempuan tua itu
__ADS_1
menculik bayi yang berada di rumah sakit itu.