Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
masuknya ke suatu negeri.


__ADS_3

Bapak Albern


selesai menyentuh leher Darryl, dan Darryl mengetahui bahwa bapak Albern ialah


orang tuanya. Secara bersamaan Darryl dan bapak Albern langsung berpelukan


bersamaan, kebahagiaan dapat di rasakan oleh Aliken yang berada di sebelahnya


dan pengemudi yang berada di sebelah bapak Albern. Aliken yang berada di


sebelah Darryl turut bahagia atas yang terjadi dengan bapak Albern dan Darryl,


bapak Albern tidak dapat menghentikan air mata yang keluar itu, dia terus


memeluk Darryl karena kerinduan nya, begitu juga dengan Darryl, dia terus


memeluk bapak Albern dengan sangat erat. “Ayah sangat merindukan kamu anak ku,”


kata bapak Albern kepada Darryl. “Aku juga ayah, aku sangat merindukan kedua


orang tuaku” jawab Darryl kepada bapak Albern. Tempat yang gelap itu seketika


seperti tidak gelap lagi (walau masih gelap) karena ada kebahagiaan di tempat


itu.


Bapak Albern


meminta Darryl untuk ikut dengan nya, dan Darryl pun ikut dengan bapak Albern.


Darryl mengatakan suatu hal kepada Aliken, “jika kamu membutuhkan bantuan aku


dan apa saja, langsung saja menelpon nomor ini dan aku langsung datang, aku


sangat minta maaf sekali tidak bisa mengantarkan kamu ke rumah Asmira.”  Aliken menjawabnya “tidak masalah Darryl


sekarang kamu ikut dengan bapak Albern menuju keluarga baru.” Bapak Albern


dengan Darryl dan pengemudinya pergi meninggalkan Aliken sendiri di jalanan, Aliken


di jalan itu hanya seorang diri. Aliken berubah pikiran, ia menelpon Asmira


saja untuk memberi tau apa yang akan terjadi dengan nya. Aliken pun menelpon


Asmira dan Asmira menjawabnya, ia langsung mengatakan poinnya saja dari semua


itu, setelah sekian lama mereka berbicara, Aliken berusaha meyakinkan Asmira


untuk ikut bersamanya bunuh diri dengan nya, jika Asmira tidak datang juga ke


rumah Aliken pada jam sembilan pagi, Aliken sudah menggantungkan dirinya itu.


Aliken langsung


pergi menuju rumahnya dan melanjutkan tidurnya. Pagi hari tiba, ayam berkokok


dan burung bernyanyi di sebelah rumah Densi. Tampak nya anggota geng Tarata


belum bangun dari tidurnya. Aku yang tidur di salah satu kamar mamanya Densi


bangun dari tidurku, aku menarik nafas sedalam-dalamnya dan mengehbuskan nya.


Udara di sekitar rumah Densi sangat sejuk, udara sejuk itu masuk ke dalam rumah


Densi yang membuat aku bangun dari tidurku. Rasanya badan ku ini saat bangun


dari tidur enak sekali, entah karena kemarin aku kelelahan atau entah apa,


intinya tubuhku ini sangat enak sekali untuk beraktivitas di hari itu. Aku

__ADS_1


keluar dari kamarku dan aku menuju ruang tamu, tempat sebagian anggota geng


Tarata tidur. Awalnya aku tidak menyadari bahwa Darryl tidak ada di ruang tamu


itu. Sehabis dari ruang tamu, aku menuju kamar Densi dan membangunkan nya dari


tidurnya. Aku ketok kamar Densi untuk membangunkan nya, tetapi belum di respon


juga, aku ketok berulang kali kamarnya itu, barulah di respon oleh Densi


sendiri.


Setelah aku


membangunkan Densi aku merasa tenggorokan di leherku ini kering, mungkin karena


kehausan. Aku ambil minum di dapur rumah Densi dan aku meminum airnya itu di


ruang tamu rumah Densi. Aku menatap ke arah anggota geng Tarata yang sedang


tidur, di ruang itu ada seperti yang aneh, aku menatap nya kembali dan berhasil


menemukan keanehan itu. Di ruang tamu itu tidak terdapat Darryl, padahal waktu


kemarin aku melihat ia tidur bersama anggota lain nya, tetapi aku berpikir


“mungkin Darryl sedang keluar untuk membeli sarapan.” Aku menunggu dan berharap


Darryl pulang dari tempat ia beli sarapan. Hingga satu jam aku menunggunya, ia


belum juga balik dari tempat ia beli sarapan, dan di situ aku sudah menduganya


bahwa Darryl kabur dari rumah Densi. Sebenarnya tidak ada masalah sedikit


mengenai dia kabur dari rumah itu, tetapi yang aku pikiran ialah “mengapa


Darryl kabur dari rumah ini. Sedangkan di luar sana ada banyak polisi yang


sebuah kertas bertuliskan risiko mengenai kesetiaan dan belas kasihan. Di situ


aku sudah sangat curiga dengan apa yang Darryl rencanakan. Aku mencurigakan


Darryl karena ada beberapa faktor yang aku rasakan dari kemarin. Faktor pertama


ialah Darryl pada saat anggota geng Tarata bergembira dan tertawa-tertawa, aku


melihat bahwa wajah Darryl beda dengan yang lain nya, faktor kedua ialah kertas


yang aku temui bertuliskan risiko mengenai kesetiaan dan belas kasihan. Dan aku


sudah sangat yakin bahwa Darryl adalah penghianat di geng Tarata.


Saat itu aku


langsung menuju kamar di mana Densi berada, aku berkata kepada Densi bahwa


Darryl ialah penghianat. Betapa terkejut nya Densi mendengar semua itu. Aku


menceritakan hal-hal yang aku sudah pikiran mengapa aku bisa menyebut bahwa


Darryl ialah penghianat. Densi yang mendengar semua itu langsung marah besar.


Ia menuju dapur dan membanting piring ke arah kaca jendelanya itu dan berteriak


“Darryl penghiatan”dia lalu membanting piring kaca yang berada di dapur ke arah


jendela hingga habis. Piring kaca yang berada di dapur dalam beberapa menit


saja habis semuanya terbanting ke jendela. Betapa marahnya Densi kepada Darryl

__ADS_1


yang menghianati kebaikan nya itu. Darryl di anggap oleh Densi adalah orang


paling tidak tahu diri. Densi menemukan Darryl di usia empat belas tahun dan


merawatnya hingga enam belas tahun dengan semua uang yang Densi hasilkan dari


kerja kerasnya, tetapi Darryl menghianati Densi tanpa sebab yang pasti. Semua


anggota geng Tarata terbangun dan kaget pada saat mendengar secara tiba-tiba


suara piring kaca di banting ke arah jendela.


Sementara itu


polisi-polisi yang berada di lapangan kepolisian Batavia yang berjumlah sekitar


seribu personil telah siap untuk melakukan operasi besar-besaran. Polisi-polisi


itu akan ke rumah-rumah warga untuk menemukan Densi yang di anggap nya masih


berada di daerah itu. Dua helikopter di siapkan untuk memantau pergerakan dari


udara, memantau kecurigaan yang terjadi daerah itu. Sebanyak lima ratus motor


yang sama dengan lambang kepolisian Batavia telah siap untuk melakukan operasi


itu. Mengapa lebih di pilih motor di banding mobil, karena daerah rambutan pada


saat itu masih sangat sulit untuk di akses mobil. Daerah itu hanya memiliki


jalan yang bisa di akses mobil sekitar dua puluh persen dari seluruh jalan


daerah itu. Dengan begitu kepolisian Batavia lebih memilih motor di banding


mobil. Hal yang pertama di lakukan polisi ialah menghentikan sementara secara


paksa kepada pelaku penjual dan pembeli yang menghalangi jalan yang akan di


lalui motor-motor polisi itu. Sekitar lima puluh motor polisi di kerahkan untuk


menghentikan sementara secara paksa kegiatan jual beli yang menghalangi jalan


itu.


Densi dan


anggota geng Tarata yang berada di rumah nya sedang siap-siap melakukan


kegiatan yang di rencanakan kemarin malam. Mereka sedang menyamar menjadi orang


yang biasanya mengecek listrik rumah warga, dan sebagian anggota lainnya sedang


mewarnai mobil Ayahnya Densi dengan  alat


yang bisanya di gunakan untuk mewarnai mobil. Mereka memberi warna mobil itu


berwarna biru dan merah, karena pada saat itu mobil yang melakukan pengecekan


listrik di rumah warga ialah mobil berwarna merah dan berwarna biru. Ayah Densi


yang mengetahui hal itu langsung memarahi Densi dan memintanya untuk berhenti


mewarnai mobil nya itu, tetapi ayahnya Densi di bentak dan di marahi kembali


oleh Densi, Ayahnya yang sayang dan tidak ingin melihat anaknya bersedih


memberikan izin kepada Densi untuk mewarnai mobilnya itu. Sebenarnya Ayah Densi


tidak suka barang-barangnya di pakai, baju-bajunya di pakai dan mobil nya di

__ADS_1


warnai, tetapi karena dia sangat sayang anaknya, semua ia akan lakukan demi


anaknya.


__ADS_2