
Bapak Albern
selesai menyentuh leher Darryl, dan Darryl mengetahui bahwa bapak Albern ialah
orang tuanya. Secara bersamaan Darryl dan bapak Albern langsung berpelukan
bersamaan, kebahagiaan dapat di rasakan oleh Aliken yang berada di sebelahnya
dan pengemudi yang berada di sebelah bapak Albern. Aliken yang berada di
sebelah Darryl turut bahagia atas yang terjadi dengan bapak Albern dan Darryl,
bapak Albern tidak dapat menghentikan air mata yang keluar itu, dia terus
memeluk Darryl karena kerinduan nya, begitu juga dengan Darryl, dia terus
memeluk bapak Albern dengan sangat erat. “Ayah sangat merindukan kamu anak ku,”
kata bapak Albern kepada Darryl. “Aku juga ayah, aku sangat merindukan kedua
orang tuaku” jawab Darryl kepada bapak Albern. Tempat yang gelap itu seketika
seperti tidak gelap lagi (walau masih gelap) karena ada kebahagiaan di tempat
itu.
Bapak Albern
meminta Darryl untuk ikut dengan nya, dan Darryl pun ikut dengan bapak Albern.
Darryl mengatakan suatu hal kepada Aliken, “jika kamu membutuhkan bantuan aku
dan apa saja, langsung saja menelpon nomor ini dan aku langsung datang, aku
sangat minta maaf sekali tidak bisa mengantarkan kamu ke rumah Asmira.” Aliken menjawabnya “tidak masalah Darryl
sekarang kamu ikut dengan bapak Albern menuju keluarga baru.” Bapak Albern
dengan Darryl dan pengemudinya pergi meninggalkan Aliken sendiri di jalanan, Aliken
di jalan itu hanya seorang diri. Aliken berubah pikiran, ia menelpon Asmira
saja untuk memberi tau apa yang akan terjadi dengan nya. Aliken pun menelpon
Asmira dan Asmira menjawabnya, ia langsung mengatakan poinnya saja dari semua
itu, setelah sekian lama mereka berbicara, Aliken berusaha meyakinkan Asmira
untuk ikut bersamanya bunuh diri dengan nya, jika Asmira tidak datang juga ke
rumah Aliken pada jam sembilan pagi, Aliken sudah menggantungkan dirinya itu.
Aliken langsung
pergi menuju rumahnya dan melanjutkan tidurnya. Pagi hari tiba, ayam berkokok
dan burung bernyanyi di sebelah rumah Densi. Tampak nya anggota geng Tarata
belum bangun dari tidurnya. Aku yang tidur di salah satu kamar mamanya Densi
bangun dari tidurku, aku menarik nafas sedalam-dalamnya dan mengehbuskan nya.
Udara di sekitar rumah Densi sangat sejuk, udara sejuk itu masuk ke dalam rumah
Densi yang membuat aku bangun dari tidurku. Rasanya badan ku ini saat bangun
dari tidur enak sekali, entah karena kemarin aku kelelahan atau entah apa,
intinya tubuhku ini sangat enak sekali untuk beraktivitas di hari itu. Aku
__ADS_1
keluar dari kamarku dan aku menuju ruang tamu, tempat sebagian anggota geng
Tarata tidur. Awalnya aku tidak menyadari bahwa Darryl tidak ada di ruang tamu
itu. Sehabis dari ruang tamu, aku menuju kamar Densi dan membangunkan nya dari
tidurnya. Aku ketok kamar Densi untuk membangunkan nya, tetapi belum di respon
juga, aku ketok berulang kali kamarnya itu, barulah di respon oleh Densi
sendiri.
Setelah aku
membangunkan Densi aku merasa tenggorokan di leherku ini kering, mungkin karena
kehausan. Aku ambil minum di dapur rumah Densi dan aku meminum airnya itu di
ruang tamu rumah Densi. Aku menatap ke arah anggota geng Tarata yang sedang
tidur, di ruang itu ada seperti yang aneh, aku menatap nya kembali dan berhasil
menemukan keanehan itu. Di ruang tamu itu tidak terdapat Darryl, padahal waktu
kemarin aku melihat ia tidur bersama anggota lain nya, tetapi aku berpikir
“mungkin Darryl sedang keluar untuk membeli sarapan.” Aku menunggu dan berharap
Darryl pulang dari tempat ia beli sarapan. Hingga satu jam aku menunggunya, ia
belum juga balik dari tempat ia beli sarapan, dan di situ aku sudah menduganya
bahwa Darryl kabur dari rumah Densi. Sebenarnya tidak ada masalah sedikit
mengenai dia kabur dari rumah itu, tetapi yang aku pikiran ialah “mengapa
Darryl kabur dari rumah ini. Sedangkan di luar sana ada banyak polisi yang
sebuah kertas bertuliskan risiko mengenai kesetiaan dan belas kasihan. Di situ
aku sudah sangat curiga dengan apa yang Darryl rencanakan. Aku mencurigakan
Darryl karena ada beberapa faktor yang aku rasakan dari kemarin. Faktor pertama
ialah Darryl pada saat anggota geng Tarata bergembira dan tertawa-tertawa, aku
melihat bahwa wajah Darryl beda dengan yang lain nya, faktor kedua ialah kertas
yang aku temui bertuliskan risiko mengenai kesetiaan dan belas kasihan. Dan aku
sudah sangat yakin bahwa Darryl adalah penghianat di geng Tarata.
Saat itu aku
langsung menuju kamar di mana Densi berada, aku berkata kepada Densi bahwa
Darryl ialah penghianat. Betapa terkejut nya Densi mendengar semua itu. Aku
menceritakan hal-hal yang aku sudah pikiran mengapa aku bisa menyebut bahwa
Darryl ialah penghianat. Densi yang mendengar semua itu langsung marah besar.
Ia menuju dapur dan membanting piring ke arah kaca jendelanya itu dan berteriak
“Darryl penghiatan”dia lalu membanting piring kaca yang berada di dapur ke arah
jendela hingga habis. Piring kaca yang berada di dapur dalam beberapa menit
saja habis semuanya terbanting ke jendela. Betapa marahnya Densi kepada Darryl
__ADS_1
yang menghianati kebaikan nya itu. Darryl di anggap oleh Densi adalah orang
paling tidak tahu diri. Densi menemukan Darryl di usia empat belas tahun dan
merawatnya hingga enam belas tahun dengan semua uang yang Densi hasilkan dari
kerja kerasnya, tetapi Darryl menghianati Densi tanpa sebab yang pasti. Semua
anggota geng Tarata terbangun dan kaget pada saat mendengar secara tiba-tiba
suara piring kaca di banting ke arah jendela.
Sementara itu
polisi-polisi yang berada di lapangan kepolisian Batavia yang berjumlah sekitar
seribu personil telah siap untuk melakukan operasi besar-besaran. Polisi-polisi
itu akan ke rumah-rumah warga untuk menemukan Densi yang di anggap nya masih
berada di daerah itu. Dua helikopter di siapkan untuk memantau pergerakan dari
udara, memantau kecurigaan yang terjadi daerah itu. Sebanyak lima ratus motor
yang sama dengan lambang kepolisian Batavia telah siap untuk melakukan operasi
itu. Mengapa lebih di pilih motor di banding mobil, karena daerah rambutan pada
saat itu masih sangat sulit untuk di akses mobil. Daerah itu hanya memiliki
jalan yang bisa di akses mobil sekitar dua puluh persen dari seluruh jalan
daerah itu. Dengan begitu kepolisian Batavia lebih memilih motor di banding
mobil. Hal yang pertama di lakukan polisi ialah menghentikan sementara secara
paksa kepada pelaku penjual dan pembeli yang menghalangi jalan yang akan di
lalui motor-motor polisi itu. Sekitar lima puluh motor polisi di kerahkan untuk
menghentikan sementara secara paksa kegiatan jual beli yang menghalangi jalan
itu.
Densi dan
anggota geng Tarata yang berada di rumah nya sedang siap-siap melakukan
kegiatan yang di rencanakan kemarin malam. Mereka sedang menyamar menjadi orang
yang biasanya mengecek listrik rumah warga, dan sebagian anggota lainnya sedang
mewarnai mobil Ayahnya Densi dengan alat
yang bisanya di gunakan untuk mewarnai mobil. Mereka memberi warna mobil itu
berwarna biru dan merah, karena pada saat itu mobil yang melakukan pengecekan
listrik di rumah warga ialah mobil berwarna merah dan berwarna biru. Ayah Densi
yang mengetahui hal itu langsung memarahi Densi dan memintanya untuk berhenti
mewarnai mobil nya itu, tetapi ayahnya Densi di bentak dan di marahi kembali
oleh Densi, Ayahnya yang sayang dan tidak ingin melihat anaknya bersedih
memberikan izin kepada Densi untuk mewarnai mobilnya itu. Sebenarnya Ayah Densi
tidak suka barang-barangnya di pakai, baju-bajunya di pakai dan mobil nya di
__ADS_1
warnai, tetapi karena dia sangat sayang anaknya, semua ia akan lakukan demi
anaknya.