Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.

Harta Yang Aku Dapatkan Di Negeri Kinata.
mengapa mereka di sana?


__ADS_3

“Coba kalian ke


sini dulu deh, aku menemukan sebuah petunjuk untuk bisa menemukan dewa


Darmanas. Aku rasa kalian semua harus membaca petunjuk ini” ucap raja Kureta


kepada keempat ratu dan raja yang sedang mencari petunjuk juga. Keempat raja


itu pun mendekati raja Kureta, dan ratu Sabrina menanyakan kepada raja Kureta


“apa yang kamu temukan di tempat itu?” raja Kureta menjawabnya “aku menemukan


sebuah tulisan yang tertulis di bagian badan gunung ini dan di sebelah tulisan


itu, ada sebuah tempat, tempat di mana kita di suruh meletakkan batu Valita


yang kita miliki.” Ratu Sabrina melihat dan membaca tulisan yang di maksud raja


kureta. Ia membaca dengan seksama dan teliti. Lalu ia berpikir “sepertinya


tempat dewa Darmanas bukan di sekitar gunung ini, melainkan di sebuah tempat


sekitar gunung ini yang tak dapat di lihat langsung dengan mata,” ratu Sabrina


terus membaca berulang kali tulisan itu dan memikirkan nya, dan ratu Sabrina


melakukan itu selama satu jam. Lalu akhirnya ia dapat menyimpulkan “batu Valita


yang di milikinya dan keempat raja itu, sepertinya harus di masukan ke dalam


cetakan Valita itu.”


Ketika ratu


Sabrina menemukan sebuah petunjuk dan pikiran yang masuk dalam kepalanya, ia


mengatakan kepada empat raja di sekitarnya “sepertinya kita semua harus


meletakan batu Valita yang kita miliki ke dalam lubang itu. Aku tidak tau apa


yang akan terjadi selanjutnya, tetapi yang harus kita lakukan ialah memasukan


batu Valita yang kita miliki ke dalam lubang batu Valita itu.” Keempat raja itu


mendengar kata-kata ratu Sabrina dan mereka juga memikirkan “ketika aku


memasuki batu Valita ini ke dalam lubang itu, apakah kekuasaan aku akan


hilang.” Dengan berat hati, mereka akan memasukan batu Valita yang di milikinya


itu untuk menyelamatkan negeri Kinata. Keempat raja itu sepakat dengan apa yang


dikatakan oleh ratu Sabrina, mereka akan melakukan apa yang harus di lakukan


untuk menyelamatkan negeri Kinata. Yang pertama memasukan Valita itu ke dalam


lubang Valita ialah raja Kureta, ia meletakan batu Valita itu ke dalam lubang


Valita, tetapi sebelum ia memasukannya, ia mengatakan “atas nama masyarakat


Kureta, masyarakat yang ku pimpin, masyarakat yang ku lindungi dan masyarakat


yang ku jaga, aku serahkan batu Valita ini ke dalam lubang Valita itu, lubang


yang akan menyelamatkan negeri Kinata dan masyarakat Kureta dengan senang


hati,” sehabis ia mengatakan kata-kata itu, ia langsung memasukan Valita yang


di miliki nya itu ke dalam lubang Valita. Begitu juga yang di lakukan keempat


raja lainnya, dan setelah keempat batu Valita itu telah di masukan ke dalam


lubang, saatnya ratu Sabrina yang meletakannya.


“Atas nama


kerajaan Kinata dan masyarakat Kinata, dengan senang hati, aku akan serahkan


batu Valita ini ke dalam lubang Valita yang akan menghantarkan aku dan keempat


raja yang ikut dengan ku ke hadapan dewa Darmanas, yang akan kami minta bantuan


ke padanya mengenai negeri Kinata” setelah ratu Sabrina mengatakan hal itu, ia


langsung meletakan batu Valita yang di milikinya itu di tengah-tengah keempat

__ADS_1


batu Valita yang sudah terpasang. Ratu Sabrina selesai meletakan batu Valita


yang dimilikinya ke dalam lubang Valita, tiba-tiba gunung di hadapan kelima


raja dan ratu itu terbelah menjadi dua. Seketika lautan api yang berada di


gunung itu menghilang di hadapan kelima raja dan ratu itu. Api-api yang ada di


gunung itu menghilang entah kemana, dan setelah gunung itu terbelah menjadi


dua, ada sebuah tangga yang cantik menuju bawah gunung itu. Tangga itu membawa


seseorang yang melewati ke dalam gunung itu, di dalam gunung itu terdapat


sebuah ruangan yang cukup besar, ruangan itu gelap dan menakutkan. Kelima raja


dan ratu itu langsung melewati tangga yang mereka pikir tidak tau arah tangga


itu menuju. Satu demi satu anak tangga mereka lalui, hingga anak tangga itu tak


terlihat lagi. Mereka terus berjalan melewati anak tangga yang tak telihat itu


sampai ke dasar permukaan. Hingga habislah anak tangga itu dan mereka telah


sampai di paling bawah gunung itu. Mereka telah sampai di mana tangga itu di


menuju, di dalam ruangan yang di mana kelima raja itu berada sangat gelap dan


sunyi, tidak ada suara sedikitpun di dalam ruangan itu, sampai suara detak


jantung kelima raja itu terdengar satu sama lain, mereka pun bingung harus


melakukan apa di tempat itu.


Dengan sangat


terkejut mereka melihat ada sebuah lorong yang terdapat api menyala-nyala.


Hanya ada satu lorong yang menyala terang dan menuju ke suatu tempat.


“Sepertinya kita harus ikuti nyala api itu entah kemana arahnya!” kata ratu


Sabrina kepada raja yang berada di sebelahnya. Mereka mengikuti nyala api itu


dan berjalan entah apa jalan itu tertuju. Kelima raja itu berjalan menuju nyala


sedikitpun, hanya lorong yang mereka lalui yang terang. Hingga akhirnya lorong


itu menuju sebuah ruangan yang luas dan megah. Saat mereka hendak berjalan,


kelima raja itu melihat di bawah kakinya itu ada garis merah yang panjang. Di


Darmanas, garis merah menandakan tidak boleh melewatinya, tidak boleh di lalui


dan tidak boleh di lewati. Mereka menyadari bahwa garis merah itu tidak boleh


dilewati.


Kelima raja dan


ratu itu pun berhenti sejenak menunggu sesuatu terjadi. Saat mereka sedang


menunggu apa yang terjadi selanjutnya, sangat terkejut dari arah belakang


kelima raja dan ratu itu, ada api yang menyala berwarna biru sedang seperti


melayang untuk melewati garis merah itu. Api berwarna biru itu semakin banyak


dari arah belakang mereka itu, tidak di ketahui dari mana arah api itu, intinya


api-api berwarna biru melayang-layang menuju sebuah ruangan besar dan megah


melewati garis merah. Saat satu api berwarna biru sudah berada di depan garis


merah itu, api yang lain menyatu ke api yang pertama itu, hingga api itu


menjadi besar dan menjadi sosok manusia dengan tubuh yang besar dan tinggi,


wajah sosok manusia api itu tidak terlihat sangat jelas, ia tinggi, besar,


bertanduk dua di kepalanya. Dan ternyata sosok api itu ialah dewa Darmanas.


Dewa yang menguasai seluruh isi Darmanas, dewa yang memilih seorang pemimpin


untuk mengatur daerah di Darmanas, dewa yang di hormati pada zaman nya,  dan dewa Darmanas tinggal di dalam gunung

__ADS_1


Lakapi, ia tinggal di gunung Lakapi karena rupanya itu ialah api, namun api di


gunung Lakapi itu dapat berubah wujud menjadi sosok dewa yang besar dan tinggi,


jika ada yang behasil memasuki ruangan di bawah gunung Lakapi tersebut.


Dewa Darmanas


yang besar dan tinggi itu bertanya kepada kelima raja dan ratu itu yang


mendatangi dan ingin menemuinya. “Ada apa kamu datang dan menemuiku di tempat


aku beristirahat?,” ratu Sabrina mengatakan hal yang sebenarnya kepada dewa


Darmanas yang menanyakan itu, “sebenarnya aku sebagai ratu negeri Kinata datang


dan menemui mu di tempat ini karena ada hal yang cukup serius mengenai


keberlangsungan kehidupan masyarakat Kinata yang mulia dan Agung. Kami hanya


ingin meminta bantuan kepada yang mulia dan Agung. Ada dua masalah yang tidak


dapat aku selesaikan bersama keempat raja yang membantu ku menjadi ratu.


Masalah pertama ialah mengenai ketidakharmonisan antara golongan masyarakat


lain kepada yang lain nya, karena masalah itu ada banyak sekali kematian karena


hal itu, bukan hanya itu saja, banyak masyarakat meninggalkan negeri Kinata dan


berani menghianati tempat nya itu, yang meninggalkan negeri Kinata pergi ke


ratu jahat untuk mengabdi kepadanya, mereka yang mengabdi kepada ratu jahat


akan digunakan untuk menghancurkan negeri Kinata. Sudah banyak sekali upaya dan


masukan dari keempat raja golongan masyarakat yang telah aku lakukan, dan salah


satu upaya terbesar ialah membangun penyekat tembok raksasa. Proyek itu sudah


berjalan selama sepuluh tahun dan telah rampung, tetapi yang belum selesai


ialah masyarakat yang belum kunjung berdamai, jika ini tidak di selesaikan


dengan cepat, aku sebagai pemimpin dan ratu Kinata sangat khawatir masalah itu


akan menjadi awal perpecahan negeri Kinata.


Masalah kedua


ialah mengenai batu permata Darimun, batu yang engkau berikan kepada moyang ku


dan akhirnya berada di tangan ku yang mulia. Aku sangat berminta maaf sebesar-


besarnya kepada yang mulia, aku tidak dapat menyimpan batu yang hanya ada satu


di negeri Kinata, dan menjadi batu yang paling mulia untuk menjaga seluruh


aspek kehidupan dan keberlangsungan masayarakat negeri Kinata hilang di ambil


oleh ratu jahat. Aku sampai sekarang masih sangat bingung sekali yang mulia,


batu Darimun itu di jaga oleh makhluk tak kasat mata yang memiliki kekuatan


ghaib dan di jaga oleh perajurit terbaik di Kerajaan bisa hilang dan di ambil


oleh ratu jahat. Aku hanya menyangka bahwa bukan hanya ratu jahat yang


mengambil batu Darimun, aku sangat yakin sekali bahwa ratu jahat di bantu oleh


seorang yang sangat kuat dan pintar, karena seorang yang dapat melewati


makhluk-makhluk ghaib penjaga batu Darimun adalah orang yang pintar dan kuat,


yang aku tau tentang ratu jahat ialah dia itu orang yang tidak terlalu pintar


dan orang yang juga tidak terlalu kuat. Dapat aku simpulkan bahwa bukan hanya


ratu jahat yang mengambil batu Darimun, melainkan sosok yang kuat dan pintar


yang ikut bersamanya, aku datang ke tempat ini dan menemui mu Dewa yang Agung


dan mulia, aku dan keempat raja yang ikut bersama aku menemui mu ini, tidak


dapat menyelesaikan masalah ini dengan apa yang kita miliki sekarang. Batu

__ADS_1


Darimun pun aku rasa jika masih ada juga tidak dapat menyelesaikan masalah


ini.”


__ADS_2