
Setelah merasa cukup dan makanan telah habis, mereka memutuskan untuk jalan-jalan.
Mall di pusat kota yang menjadi pilihan karena sedang banyak barang sale, alias diskon. Tentunya Viola and the genk yang sangat suka dengan barang-barang diskon.
Kami pergi menggunakan mobil Yosi, tentunya ada sopir pribadi yang menyetir. Memang Yosi lah yang paling tajir diantara mereka.
Tak butuh waktu lama dari kampus menuju mall, waktu 10 menit cukup karena kampusnya berada di pusat kota.
Baru juga menginjakkan kaki di depan Mall.
Dosen Kutub : Dimana?
Pesan singkat yang menyebalkan dari Hendra membuat mood Viola seketika berubah. Auto Bad Mood.
Viola: di Mall.
Oke, ku kirim dan ku balas singkat, padat dan jelas. Biar tau rasa.
Dosen Kutub: Siapa saja?
Cepet banget balesnya…
Aku: Sama Gea, Lina, Yosi.
Tuh, sama temen ku, cewek semua. Gak kayak lo Pak Hendra, yang jalan bareng cewek. Batinnya.
Dosen Kutub: Nanti malam saya akan ke kosmu.
Gila, mau apa dia ke kos ku. Kan gak ada keperluan apa-apa.
Aku: Gak boleh! Aku ada deadline tugas Bu Jihan.
Viola menunggu balasan. Di ceknya ponsel berkali-kali, namun nihil.
"Lihat apaan sih, kayak ada yang ngechat aja hehe" ucap Gea.
"Adalah Ge, kan dia udah calon istri orang. Pastilah yang ngechat calon suaminya haha" timpal Yosi.
Hampir 30 menit pun tak ada balasan. Dan ponsel pun sudah dimasukkan ke dalam tasnya.
Mengapa tak ada balasan sih, tadi juga balasnya cepet. Ko sekarang jadi slow respon. Jangan-jangan…. Ah tidak-tidak. Hilangkan nethink dari pikiranmu Viii. Batinnya.
“Heii kenapa lo merem ko sambil geleng-geleng gitu. Pasti lagi mikiran hal yang aneh tentang Pak Hendra ya”
Hahaha.
Disahut oleh teman-temannya.
Di Mall Viola memilih baju dengan lengan pendek warna putih. Modelnya simple, dan pas jika dipakai di tubuh Viola yang tinggi dan putih. Dan juga jeans warna light blue.
Sedangkan Yosi membeli dres warna lilac, Gea membeli warna Navy dan Lisa membeli kaos.
“Udah yok, ini mau langsung pulang apa gimana nih?” ucap Lisa.
"Pulang aja ah, ayo” jawab Gea.
Lagi-lagi Viola melihat ponselnya, namun tak ada balasan satu pun. Dan dimasukkannya lagi ponsel ke dalam tas.
………………………
Sesampainya di kos.
__ADS_1
Viola pergi ke kamarnya. Sedangkan Gea, Yosi sengaja menginap di kamar Lisa. Untung saja mereka membawa baju ganti yang digunakan untuk besok pagi.
Kini Viola meregangkan tubuhnya sejenak sebelum mandi dan menghapus make up tipis yang terpoles di wajahnya.
Selesai mandi, Viola mencari perlengkapan untuk menyelesaikan tugasnya.
Bayangkan saja, dia berniat membuat tulisan di kertas menggunakan spidol hitam dengan huruf besar yang di tempelkan di depan pintu.
JANGAN GANGGU !
Viola sebelumnya sudah bilang ke Lisa dan teman kosnya yang lain kalau dirinya sibuk mengerjakan tugas penting yang tidak bisa diganggu. Mereka hanya menganggukkan kepala pertanda mengerti.
Memang Gea, Lisa dan Yosi tidak ada tugas karena mereka memilih kelas Pak Andriawan daripada Bu Jihan yang terkenal dengan dosen tegas dan penuh tugas. Ambil kelas inipun terpaksa karena kuota kelas Pak Andri sudah mencapai batas maksimal.
Jam 22.00
Viola baru selesai mengerjakan tugas dari Bu Jihan dengan kondisi perut sudah lapar dan di kos juga tak ada makanan atau camilan.
Ditambah matanya sudah mengantuk juga. Lengkap sudah!
Viola membereskan Map, bukunya di meja belajar begitu juga dengan laptopnya.
Setelah mencuci muka, cuci tangan dan kaki, Viola pun kembali ke ranjang. Baru saja berbaring dan menutup mata lalu masuk ke alam mimpi, tiba-tiba ponselnya bergetar tepat sedang di charger. Seketika Viola menghela napas kasar.
“Kurang kerjaan banget, malem-malem gini telpon” rutuknya.
Dengan malas dia mengangkat panggilan masuk itu.
“Hallo” ucapnya dengan nada malas.
“Belum tidur?”
Viola langsung membuka matanya dengan sempurna mendengar suara itu. Rasa kesal ingin menceramahi orang yang menelpon pun langsung sirna.
Viola diam. Dia ingin lebih memastikannya lagi.
“Ya Mas”
Hello, barusan gue manggil dia Mas? Astaga udah gila ya gue. hiii. Viola bergidik ngeri melihat dirinya yang barusan manggil Hendra dengan sebutan Mas.
“Kamu masih melek kan?”
Viola mendumel dalam hati. Orang lain kalau telpon tuh ngucapin ‘hallo’ atau ‘Assalamualaikum’. Lah ini?
“Iya”
“Kenapa belum tidur!" tanya Hendra dengan nada khasnya.
“Sudah ku bilang, ini ada tugas dari Bu Jihan!”
“Salah kamu juga ngerjainnya kenapa baru ini? Kenapa gak kemarin-kemarin!" jawabnya.
Viola bungkam. Sampai kapanpun Viola dan Hendra berdebat atau mengomel, Viola tidak akan pernah menang. Hendra selalu dapat celah untuk membuat Viola sukses merapatkan bibir.
“Buka pintunya” tutur Hendra kini.
“Apa?”
“Cepetan, buka pintunya”
Dia bisa tidak sih, menyuruh orang pake kata tolong? Atau pake kata yang lebih halus gitu? Titisan anak setan kali ya bisa kayak gini? Eh.. Viola malah meruntuk dalam hati.
__ADS_1
Kemudian Viola pun bangun dari ranjang dan membuka pintu kamar. Betapa terkejutnya Violaa melihat laki-laki itu di depan pintunya dengan pakaian santai.
“Pak Hendra ngapain ke kos saya? Nanti ada yang lihat Pak”
Pletak!
Sontak Viola langsung mengelus keningnya. Kebetulan rambut panjangnya ia ikat kuda yang otomatis keningnya tidak tertutup apapun.
“Nih” Hendra menyerahkan sebuah kotak yang dia bawa.
Viola melongo saat Hendra menyodorkan kotak makanan. Mau tak mau dia pun mengambil lalu membuka kotak itu. Isinya berupa martabak cokelat pisang keju tanpa kacang. Makanan kesukaannya.
“Makan, saya tau kamu bakalan bergadang malam ini karena mengerjakan tugas Bu Jihan”
Viola pun mengambil kotak martabak itu lalu menatap Hendra dengan senyum manisnya.
Perhatian banget, jadi baper. Batin Viola.
Hampir satu jam Hendra menemani Viola makan di ruang tamu kosnya. Dia pun berpamitan pada tunangannya itu.
“Saya pulang dulu ya. Besok jangan telat lagi, jam perkuliahan jam 07.30 Jam mata kuliah saya” ucap Hendra sembari berdiri dari duduknya.
“Siap Mas” Viola pun berdiri dengan tangan memberikan hormat pada Hendra.
…………………………………….
Siang hari.
Jam perkuliahan berjalan hingga 1 jam 30 menit. Selama itu pula Viola menyimak apa yang di jelaskan oleh Hendra sebagai dosennya.
Ketika perkuliahan selesai, sengaja Viola jalan di paling akhir.
“Tunggu saya pulang”
Viola yang melamun langsung tersentak dengan mata mengerjap beberapa kali”
“A-apa?”
“Tunggu. Saya. Pulang. Viola” ucapnya dengan perkata pada Viola.
“Aku gak janji, setelah ini aku mau ngumpulin tugas Bu Jihan di Ruang dosen"
“Aku tidak menerima penolakan apapun!”
Pisau mana pisau! Bunuh calon suami dosa gak sih? Viola benar-benar kesal dibuatnya.
Viola harus banyak bersabar menghadapi Hendra yang keras kepala. Sungguh membuat kesal setengah mati.
“Pemaksa!!”
Pandangan Hendra menghujam tajam saat Viola berbicara seperti itu. Sontak Viola merutuki mulutnya yang susah dikendalikan.
Akhirnya Viola segera pergi dari Hendra dan menuju ruang dosen.
“Ge, gue mau ngumpulin tugas dulu ya. Tunggu di kantin aja sama yang lain”
“Oke sista”
Gea dan Viola berpisah di lift.
..._______...
__ADS_1
...Entah dengan cara apa aku mendefinisikan kata cinta darimu....
...Yang pasti, mungkin saja berbeda dengan yang lainnya....