
Hello guys, tetep stay tune di novel ini ya. Jangan lupa mampir juga di novel yang satunya PLEASE, LOVING ME.
___________
Sore pukul 15.30 WIB Viola terbangun dari tidurnya. Mungkin karena dia kelelahan setelah acara pernikahannya, makanya dia bangun terlalu sore.
“Hoam, ah jam berapa ini. Udah sore ternyata. Eh ada kaki ini, kaki siapa?” ucap Viola karena kaki Hendra yang tidur di kasur bawah ternyata kakinya dinaikkan di tempat tidur Viola. Sementara Hendra menutupi wajah dan tubuhnya dengan selimut.
“AAAAA, MALING MA.. MALING PA, KAK JOOO MALINGG” teriak Viola kaget. Reflek Viola pun langsung mengambil selimut dan digunakan untuk menutupi tubuhnya di pojok tempat tidurnya.
Tak lama kemudian, Ceklek.
Pintu kamar Viola terbuka, muncullah Mama Papa dan Kak Jovan dari balik pintu dengan muka yang siap menghajar musuh.
“Mana malingnya mana?! Biar gue pukul dengan jurus jitu” ucap Jovan dengan sudah mengambil posisi kuda-kuda. Begitu juga mama dan papanya yang sudah membawa tongkat kasti dan stik golf untuk melawan maling.
“Itu dia, itu ada dibawah Viola. Malingnya tidur Ma, Pa, Kak Jo. Tolong Vio. Tadi dia juga tidur tangannya sempet pegang tangan Vio kan maling kurang ajar itu namanya” jawab Viola yang masih bersembunyi di pojok tempat tidurnya.
Perlahan Kak Jovan membuka sedikit demi sedikit selimut itu dan tampaklah wajah Hendra yang sedang tidur. Melihat hal itu Papa dan Mama Viola langsung speechless. Ingin rasanya mereka menjewer telinga putri nakal mereka yang sedang bersembunyi di pojok tempat tidur, bisa bisanya suami sendiri dikatain maling.
"Gimana Kak? Benerkan apa yang Viola bilang. Ya udah mendingan sekarang Papa dan Kak Jovan sama Mama usir maling itu nanti bisa-bisa semua barang Viola di gondol pergi sama dia. Jangan lupa masukin ke dalam penjara biar kapok” ucap Viola panjang lebar.
”Dasar adik gil@. Suami sendiri lo katain maling. Huu dasar. Mana lagi heboh banget. Udah sana bangunin suami lo” ucap Jovan.
“Bukan malingnya yang Mama masukin ke dalam penjara, tapi kamu. Bisa-bisanya laki sendiri dikatain maling” ucap gemas Mama Viola.
“Anak orang kamu suruh tidur dibawah begini. Kalau nanti mamanya dia tau gimana coba? Begitu juga dosen sekaligus suami mu Vi” ucap Papanya yang mulai geram dengan tingkah anaknya.
“Lohh ko jadi marah sama Viola semua sih, kan Vio ga ngapa-ngapain?”ucap Viola mencari pembelaan. Hendra yang saat itu tengah tertidur pulas menjadi terbangun karena mendengar suara keributan. Dia pun membuka matanya secara perlahan sambil menguap.
“Eh Bro, Om, Tante?!” ucap Hendra saat melihat keluarga Viola berdiri di sampingnya.
“Ada apa? ko kalian kesini dan juga kenapa kalian membawa tongkat kasti dan stik golf memang kalian mau olahraga? Jovan?” tanya Hendra seraya mengubah posisinya menjadi duduk.
__ADS_1
"Gak apa-apa Bro. Santai. Tadi ini mau ngusir KOMPLOTAN TIKUS” jawab Jovan dengan menekankan suaranya.
“Ha? ada tikus tadi?” Hendra kaget dengan ekspresi membelalakan mata.
“Iya bro. Udah aman tapi” jawab Jovan.
“Nak jangan panggil Om Tante dong. Panggil Papa Mama saja sekarang kan kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini” jawab Papa Viola.
“Pa, ko malingnya malah diajak ngobrol sih. Gimana sih kak Jo juga? Harusnya tuh malingnya digebukin biar tau rasa karena sudah masuk ke dalam kamar Viola. Ga muhrim pula” protes Viola saat mendengar sang kakak dan papanya malah mengajak bicara.
"Ni anak tadi ga denger atau pura-pura ga denger sih, Papa tadi udah bilang Vi, kalau dia itu suamimu. Hendra" Lama kelamaan Jovan pun geregetan.
“Yang ada kamu yang Mama pukul nanti Vi. Keluar sekarang ngapain kamu pakek ngumpet di sana? Kurang kerjaan aja” sahut Mama Viola yang sudah jengkel dengan tingkah anaknya.
“Ya kan tadi reflek Ma kan tadi Viola kaget makanya langsung ngumpet selimutan begini” ucap Viola sambil membuka selimut yang telah membungkus dirinya bak kepompong.
Auu, bagaimana ini. Susah sekali.
Viola masih berusaha membuka selimut. Dia pun akhirnya berdiri sambil berusaha membuka selimut tersebut.
“Tidur lah ngapain lagi” jawab santai Hendra.
“Oh jadi tadi malingnya Pak Hendra to. Yang tadi tidur sambil megang tangan ku” ucapnya pada Hendra.
“Enak aja. Saya bukan maling ya” seru Hendra yang merasa tak terima.
“Ya habis Bapak tadi kan pegang tangan saya Pak. Saya juga gak tau kalau itu Pak Hendra yang Terhormat” ucap Viola ngegas.
"Heh kalau ngomong yang sopan dong, masa ngomong sama suami kayak ngomong sama musuh” ucap Jovan yang merasa malu pada Hendra karena tingkah adiknya.
“Ha? Suami? Oh ya ya Pak. Kita kan udah nikah ya tadi pagi. Maaf pak maaaf. Eh maksud saya Maaf mas Hendra” ucap Viola yang seketika sadar bahwa kini Hendra lah suaminya.
“Dasar pikun” gumam Hendra.
__ADS_1
Melihat suasana yang telah tenang dan aman. Akhirnya Papa Mama Dan Jovan pun keluar dari kamar Viola.
“Ya sudah kalau begitu kita keluar dulu. Kalian cepat mandi dan kamu Nak Hendra panggil kami Mama Papa ya” pinta Mama Viola.
“Iya Ma. Baiklah” balas Hendra. Mama, Papa dan Jovan pun keluar. Kini pandangan mereka berdua saling beradu dengan tatapan yang banyak arti.
“Kenapa Mas lihat-lihat begitu” ucap Viola.
"Gak apa-apa” jawab Hendra. Lalu Viola segera pergi menuju kamar mandi sambil membawa handuk.
“Dasar cewek dengan enaknya ngata-ngatain maling. E sekarang malah nyelonong ke kamar mandi” ucap Hendra.
"Kalau mandi jangan lama-lama. Saya juga gerah” teriak Hendra setelah Viola menutup pintu kamar mandi.
__________
Setelah mandi, mereka berdua pun duduk di balkon.
Kringg.
Suara notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Hendra. Dia pun segera membuka pesan tersebut.
Mama
Nak, nanti kalau pulang jangan lupa ajak istri kamu ya. Mama udah gak sabar pengen ketemu dia lagi.
Setelah membaca pesan tersebut Hendra langsung melempar ponselnya ke arah Viola yang sedang menyirami bunga di pagar balkon.
“Baca” ucapnya setelah Viola mengambil ponsel itu.
“Baik Mas. Nanti Mamanya Mas Hendra mau dibawain apa? martabak? Kue? Atau apa?” jawab Viola dengan antusiasnya.
“Gak usah. Yang penting datang saja dulu. sekalian kamu mengemasi barangmu. Nanti malam kita menginap di rumahku. Besoknya baru kita ke bandung lagi. Bagaimana?” usul Hendra ada Viola yang tengah asik dengan tanaman yang sedang berbunga.
__ADS_1
..._________...
...Kita sulit untuk memilih bakal jatuh cinta sama siapa tapi mungkin kita bisa memilih untuk suka sama siapa. Tapi ketika emang takdirnya itu gak sesuai kita harus siap dengan apa yang emang udah kita mau lakuin....