HELLO, DOSEN KUTUBKU

HELLO, DOSEN KUTUBKU
BASECAMP


__ADS_3

Hallo readers, jangan lupa baca novel PLEAS, LOVING ME dan dukung terus novel ini dengan like dan komen ya. Yuk lanjut baca novel ini lagi, capcuss…


______________________


“Eh Sa, itu tadi alat penyadapnya udah tinggal naruh gitu aja kan ya? Gue takut, alat penyadapnya eror atau apa gitu”


“Udah tenang aja. Cuma tinggal naruh aja ko. Terus nanti kita bisa pantau dari alat yang dibawa Miko” Lisa menjelaskan pada Viola dan berhadap berjalan sesuai rencana.


Saat menunggu para temannya menjemput, Lisa hanya scroll-scroll media social dan Viola fokus pada makanan yang telah dibelinya dari gerai toko dekat rumah sakit.


“Eh lo sadar ga sih kalau sikap Bu Anggun kayak gitu justru membuat tingkat percaya gue kalau dia itu tersangkanya, soalnya dia itu ga suka banget gitu sama lo. Masuk akal gak pendapat gue?” tanya Lisa seketika menghentikan Viola untuk makan.


“Gue juga gak tau, mau percaya kalau dia tersangkanya juga kita belum ada bukti kan? Kuncinya cuma di alat penyadap itu aja. Kita tunggu informasi apa yang didapatkan oleh Miko nanti” Viola berusaha berpositif thinking dengan apa yang ada.


“By the way berapa lama kita memantau Bu Anggun?”


“Ya sampai ketemu titik terangnya lah Vi, pokok kita usut sampe tuntas, sampai akar-akarnya”


Tiba-tiba suara ponselnya berbunyi.


Kringgg… kringgg.. tertera nama “Suami kuhhh♥️”


“Idih, alay bet dah. Udah mulai sayang nih sama pak dosen kutub. Ihirrr” Lisa berusaha menggoda pengantin baru dengan mencolek dagunya namun hanya dibalas senyuman oleh Viola.


“Halo Mas. Ya gimana?” ucapnya dengan sangat halus.


“Kamu dimana? Ini saya ada rapat dengan kaprodi jadi tidak bisa untuk pulang bareng kamu Viola” Hendra menjelaskan kepada istrinya.


“Oh iya mas, gak apa-apa. Nanti juga aku bisa ko pulang bareng Lisa”

__ADS_1


“Baiklah. Kamu hati-hati”


“Ya Mas” dan Hendra pun mengakhiri telponnya.


Lisa yang pertama kali melihat pemandangan yang menurutnya momen yang langka dan sulit ditemui di kelas perkuliahan, kini dia mendengarkannya secara langsung betapa sikap dosen yang killer sangatlah berbeda ketika didalam dan diluar kampus.


“Cowok bisa gitu ya kalau udah nikah? Di kelas aja Pak Hendra kayak singa kelaparan, tiap mahasiswa dicari kesalahannya, tapi kalau sama istrinya, beuhhhh halus banget ngomongnya. Jadi meleleh deh gue” batinnya.


Seketika Lisa memikirkan sejenak mengenai hubungan asmaranya dengan Fandi, pacar Lisa yang hampir sebulan berlalu namun makin lama makin hambar. Dia pun sudah merasa tak disayang dan Fandi sekarang tidak ada waktu hanya untuk menghabiskan waktu weekend.


“Lagi mikirin apa sih, jangan dipikir terus nanti malah pusing” Viola seakan sudah tau apa yang ada dipikiran Lisa, karena mereka memang sangat akrab dan tidak sekali dua kali dia melihat temannya melamun seperti ini.


“Eh, gak ya. Gue ga mikir apa-apa. Oh ya Vi, Pak Hendra ko bisa berubah gitu sih, kalau di kampus sikapnya dingin banget sama mahasiswanya, tapi kalau sama lo ko tadi beda banget ya” tanya Lisa penasaran.


“Ahaha, ya lah. Hanya gue yang bisa ngerasain kehangatan didekat Pak Hendra, alias suami guehhh” Viola yang begitu antusias membuat Lisa diam seribu bahasa. Mungkin ini kenikmatan setelah menikah, pikir Lisa.


Dulu saja waktu seminggu gue dan Fandi jadian, dia begitu romantis, baik dan suka ngasih kejutan. Sekarang? Boro-boro ah. Udah bosen kali ya dia sama gue? Pikir Lisa.


“Eh gimana tadi, kena semprot Bu Anggun ya? Wkwk” ucap Miko pada Lisa yang baru saja duduk dan membetulkan posisinya.


“Sialan, lo tau ya. Ga habis pikir gue sama dosen itu. Cantik sih, tapi ketusnya minta ampun” jawab Lisa dengan mengenakan sabuk pengaman.


“Bagus tuh kalau dikasih julukan Bidadari Mercon, cantik tapi omongannya kayak petir disiang bolong” ucap Bima.


___________________


Basecamp.


Tempat yang sering digunakan untuk dua orang ini bertemu, mereka kerap merencanakan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Basecamp yang jauh dari pemukiman agar tidak mendapat kecurigaan dari warga sekitar.

__ADS_1


Seseorang dengan mengenakan pakaian setelan serba hitam begitupun kacamata yang dikenakan.


“Gimana perkembangan tentang Viola” tanya seseorang dengan nada yang datar dan memperhatikan pist0l yang sering dibawanya.


“Lo tenang aja. Serahin semuanya pada gue. Kalau transferan lancar, pasti kerja gue juga lancar” ucapnya dengan melipat lengan baju miliknya.


“Ishhh, lo ga ada bedanya sama bokap lo. Masalah bayaran gampang, asal kerjaan lo beres. Dan satu lagi kalau perlu lo harus ngasi teror yang lebih menarik agar dia makin merasa ketakutan HAHAHA” bagaikan dendam yang belum terselesaikan yang membuat seseorang melakukan ini semua.


“Gue juga bertindak gak asal-asalan, bisa habis nyawa gue kalau ketahuan sama orang-orang” jawabnya.


“Mati ataupun hidup lo kan yang tau. Makanya jangan gegabah. Intinya gue ga mau tau. Dan lagi lo itu harus sadar, orang tua lo punya utang budi sama keluarga gue. Coba kalau ga ada orang tua gue, sudah habis keluarga lo bangkrut” ketusnya justru membuat seseorang dihadapannya geram dan hanya mengepalkan jari kemarahan namun dia tak bisa berbuat apa-apa selain melakukan semua perintah yang ada.


“Ya udah sana pergi. Ngapain masih disitu? Mau diem aja sampai subuh?!” ucapnya lagi ketika memperhatikan orang suruhannya yang masih berdiri tegak tanpa sebuah pergerakan.


___________________


Di rumah.


“Sis, beruntung ya kita bisa besanan. Soalnya kan keluarga kamu dan keluarga ku udah saling kenal. Ya kan Sis, jadi ga sembarang orang gitu maksud aku” ucap Mama Hendra yang masih berkutat di dapur.


“Iya Sis. Sama, aku juga ga sampe kepikiran kalau ternyata kita bisa jadi besanan”


“Oh ya Sis, kamu udah yakin kalau ini racikam jamunya udah pas? Jangan salah lho, kita kan disini menginap cuma sampai besok” Mama Hendra membuat rencana dengan Mama Viola. Disana juga ada Airin, calon istri dari kakak Viola.


“Ya, oke. Aman deh pokoknya. Tinggal kita nanti kasih ke Hendra dan Viola”


Gelak tawa mewarnai sore itu.


Waduh, para ibu-ibu kalau sudah meet up ada aja bahasannya, tanpa sensor, lhosss. Batin Airin.

__ADS_1


“Ma, besok kalau Airin sama A’ Jovan nikah gak usah dikasih jamu beginian ya” celetuk Airin yang sudah akrab dengan keluarga Jovan.


“Ya kalau kamu, Mama ga usah pake gini-ginian Nak. Asal kasih mama papa cucu yang cepet ya hehe” jawaban Mama Viola justru membuat Mama Hendra ikut tertawa karena memang misi hari ini yaitu usaha untuk menghasilkan cucu.


__ADS_2