
Hallo guys. Maaf ya uploadnya lama. Soalnya juga buat novel yang satunya PLEASE, LOVING ME. Jangan lupa baca juga ya.
Like dan koment juga ya kak. Terima kasih.
_________
"Guys, gue pulang duluan ya. Besok mau akad nih. Doakan lancar yakk" ucap Viola dengan pelan-pelan pada teman-temannya yang kini hendak ke Mall untuk shopping setelah jam perkuliahan.
Gea, Lisa dan Yosi merasa sedih mendengar Viola yang pamit, bagaimana tidak sedih, karena dirinya tak bisa menemani sang sahabat menikah.
Mereka berpelukan sebelum akhirnya Viola memutuskan untuk kembali ke kos.
"Jangan lupa kabar-kabar ya, doain gue dan Mas pacar biar cepet nyusul" ucap Lisa yang mengundang rasa geregetan dari beberapa temannya.
"Baru juga pacaran kemarin malam udah minta cepet nikah aja. Huu dasar" Yosi menimpali ucapan Lisa.
"Bau-baunya akan ada yang bucin nihh" sindir Viola dengan nada candaan.
Tiba-tiba ponsel Viola berdering. Tertera nama Hendra disana. "Bentar guys, Hendra telpon" Viola menjauh dari temannya dan mengangkat telpon dari Hendra.
Kringggg.
Kringggg.
Kringggg.
"Langsung ke parkiran. 10 menit yang lalu aku udah disini" Kendra.
"Halo mas, iya ini mau ke parkiran" ucapnya lantas mematikan telponnya.
Mau tak mau, tega tak tega Viola pun undur diri.
"Bye guys, doakan yang terbaik ya. See you" pamitnya.
"Iya, see you too cantikku. Jangan lupa pap foto ya pas akad" ucap Yosi setelah cipika cipiki.
_____________
Mobil yang Hendra kendarai sudah sampai di kos Viola. Dia lantas turun dan membantu Vio mengambil beberapa barang yang dibawa pulang.
Bye kamar ku, hari ini aku masih gadis, seminggu lagi aku kesini aku akan kembali, tapi entah masih gadis atau?? Pikirnya terhenti dan tak melanjutkan ucapannya lagi.
"Hey, ayo, tunggu apa lagi? Mama sudah telpon terus soalnya" ucap Hendra menyadarkan lamunan Vio.
Ah tidak, aku pikir apa sih. Aku belum siap melepas keper@wanan ini.
__ADS_1
Viola melanjutkan langkahnya menuju mobil Hendra.
Mobil melaju dengan cepat dan melewati tol agar lebih cepat sampai dibandingkan di jalan biasa.
"Kamu kemana tadi mas, ko tumben ga ngajar?" tanya Viola memecah keheningan.
"Tadi aku ada rapat, setelah itu packing sebentar. Tadi Anggun yang gantiin aku kan?" tanya yang tetap fokus pada kemudinya.
Viola pun menjawab dengan gampangnya. Dia tak berpikiran yang jelek mengenai hubungan Hendra dan Anggun karena Vio adalah tipe cewek yang cuek, apalagi berhubungan dengan Hendra. Yang notabennya adalah orang baru yang tiba-tiba menjadi calon suaminya.
"Iya, tadi Bu Anggun yang masuk. Tapi aneh deh tadi..." belum juga selesai menjelaskan, Hendra sudah memutus tiba-tiba.
"Aneh apanya?"
"Ya, dia tadi sempat menatapku dengan tatapan tak enak. Tapi aku ya cuek aja sih Mas. Gea yang sempat melihat tatapan tak enak dari Bu Anggun pun cerita panjang lebar, aku cuma mengiyakan aja" jawab Viola.
Tak ada jawaban dari Hendra.
"Apa kamu suka sama Bu Anggun mas?"
"Gak" jawab singkat dari Hendra.
____________
Perjalanan terus berlanjut, hingga 2 jam akhirnya sampai di rumah Viola. Perjalanan yang kini agak macet karena ada perbaikan jalan setelah keluar dari tol.
"Mampir dulu yuk, ada Kak Jovan tuh disana" ujar Viola sembari menunjuk ke arah Jovan yang sedang memperbaiki mobilnya.
"Baiklah. Ayo turun"
Akhirnya Viola dan Hendra turun dari mobil. Mereka menghampiri orang tua Viola terlebih dahulu. Lantas Hendra menuju Jovan dan Viola membantu Mamanya di dapur.
"Hai bro, kenapa nih mobilnya?" tanya Hendra basa basi.
"Ah lu Ndra. Ini businya kotor mungkin. Tadi sih udah gue coba, udah bisa. Ini tinggal bersih-bersih aja. Lo dateng sama Viola?" tanya Jovan yang melihat sekitar Hendra.
"Iya lah, masa sendirian. Untuk acara besok gimana? udah clear apa belum bro?" tanya Hendra.
"Aman. Beres pokoknya"
"Ya udah bro, gue pulang langsung ya. Ini mau pamitan dulu sama mama papa lo" ucap Hendra pamit pada Jovan.
Setelah berpamitan pada Viola orang tuanya, Hendra memutuskan untuk segera pulang.
______________
__ADS_1
"Vi, gimana nih rasanya? deg-degan gak? besok mau nikah lho. Adik gue udah mau punya suami aja nih, padahal kemarin barusan aja nangisin cowok lain haha" ejek sang kakak pada adiknya.
"Huu apaan sih, sok tau deh. Gue mah ga pernah sedih, cewek strong nih, jangan macem-macem kak"timpal Viola pada sang kakak.
"Sudah Jo, sudah. Adiknya mau nikah gak di semangati malah di ejek habis-habisan" jawab Papa yang tiba-tiba muncul dari kamarnya.
"Iya nih Pa. Kak Jo jahat banget. Papa denger sendiri kan tadi. Itu Pa, makanya Kak Jo suruh nikah juga Pa. Kasihan anak orang gak di nikah-nikahin" jawab Viola yang memojokkan sang kakak karena ini dianggap cara jitu olehnya.
_____________
Sore harinya.
Sebuah panggilan video call menyadarkan Viola yang sedang membantu mamanya membungkus beberapa makanan.
"Sebentar ya Ma. Ini temen Vio video call" pamitnya pada sang Mama.
Viola lantas pergi ke kamarnya untuk mencari ruangan yang sepi, karena di rumahnya kini hampir ramai orang berdatangan untuk membantu kelancaran pernikahannya.
"Hallo guyss, i miss youuuuu" jawab Viola dengan senangnya.
"Ya Allah baru belum juga ada sehari udah kangen aja. Gimana nih persiapan nikahnya?" ucap Yosi.
"Udah selesai guys, tinggal akad besok pagi. By the way Lisa mana nih? ko ga ada sih? bukannya tadi siang kalian mau ke Mall?" Viola menyadari jika tak ada Lisa diantara mereka.
"Duh Vi, dia sibuk pacaran. Ga tau tuh lagi anget-angetnya jadi masih lengket haha. " jawab Gea dengan semangat.
"Kapan nih Gea, Yosi nyusul haha, keburu dikejar umur tauuu" tutur Viola.
"Kalau gue mah gampang kalau gak sabtu ya minggu" Gea.
"Kalau gue mau nata hati dulu aja deh, habis di tinggal tunangan masih sakit euy"
"Wewww.. dalemnya, sabar ya neng"
Gelak tawa mewarnai video call tersebut. Jovan yang mendengar dari luar begitu bahagia mendengar sang adik yang dulu masih tukang ngompol, tukang nangis, tukang manja dan paling drama sekarang mau melepas masa lajang yang tinggal menghitung jam.
Bahagia terus ya dek. Walaupun kakak ini di depanmu nyebelin, tukang rese tapi sebenarnya kakak sayang banget sama kamu dek. Doa kakak akan terus bersamamu. Kakak menitipkan mu pada Hendra karena kakak tau dialah orang yang mampu membimbingmu ke jalan yang benar dan mampu mengemongmu. Dan satu lagi, jika suatu saat ada apa-apa dengan hubungan kalian. Aku adalah orang pertama yang maju menanganinya. Kakak janji dek.
...______________...
...Aku tidak tahu,...
...Akhirnya akan seperti apa....
...Tapi aku yakin....
__ADS_1
...Rencana Allah luar biasa....