HELLO, DOSEN KUTUBKU

HELLO, DOSEN KUTUBKU
TULISAN MISTERIUS


__ADS_3

Hallo guys, jangan lupa baca juga novel PLEASE LOVING ME ya. Dan tetap support novel karya penulis agar tetap semangat nulis novel hehe.


____________________


“Viii”


Viola menoleh ke arah Lisa sambil menelan ludahnya susah payah. lisa memegang tangan Viola yang sudah bergetar hebat. Air mata Viola lolos membasahi pipinya. Beruntung tepat duduk Viola agak belakang, jadi tidak akan ketahuan apa yang sedang Viola lakukan.


“Jangan teriak, Sa” Viola menahan tangan Lisa memberikan kode agar Lisa tidak berteriak.


Sedangkan Viola segera membersihkan tanah merah dan darah yang ada dipangkuan dan menambah kotor celananya yang semakin kentara.


“Vi, celana lo kenapa?”


Viola membulatkan mata saat mendengar suara itu. suara itu milik Erika, si cewek suara mercon. Erika duduk sejajar dengannya dan itu membuat semua mata menatap ke arah Viola, termasuk Hendra.


“Gue ga apa-apa, Er” jawab Viola pelan sambil tersenyum ke arah Erika berharap mengerti kode yang Viola berikan agar Hendra tidak mendekati mejanya.


“Tapi celana lo ko kotor? ada darahnya juga lagi” ucapnya lagi yang semakin membuat Hendra penasaran.


Si Erika ini bibirnya belum pernah di cekokin sama emaknya kali ya? Viola menatap Erika dengan wajah memelas, memohon agar Erika mengerti untuk tidak berisik.


“Vi, ada tanah juga lo itu” sahut Miko. Membuat Viola menghela napas kasar lagi. Sengaja Miko mempertegas suaranya karena ini kesempatan bagi dirinya untuk melihat seberapa pedulikah Pak Hendra pada istrinya.


“Kamu kenapa, Viola?”


Suara tegas dan tatapan tajam yang Viola hindari akhirnya membuat dirinya lemas seketika mendengar suara Hendra.


“Saya tidak apa-apa, Pak” jawab Viola sambil mengambil jaket Lisa dan menyimpannya di pangkuan Viola.


“Benarkah?”


Viola langsung gugup karena Hendra menatapnya lekat sekali. Tiba-tiba suara dari ruang pengeras suara berbunyi memanggil nama Hendra untuk ke ruang Dekan. Viola bersyukur sekali karena Hendra harus meninggalkan kelas.

__ADS_1


“Ya sudah, saya akhiri hari ini. Selamat sore”


Setelah melihat Hendra benar-benar keluar dari kelas, Viola langsung berdiri sambil menepuk-nepuk celananya. Semua mata langsung memandang ke arah Viola.


“Vi, kayaknya lo harus ke kamar mandi deh. Gue bawa rok. Lo mau ganti? Gue ambilkan dulu di motor gue” ucap Lisa menawarkan roknya yang masih tersimpan di jok motornya.


Bersyukur Lisa selalu membawa cadangan outfit, karena kegiatannya yang selalu ikut kegiatan kampus. Viola menatap ke arah Lisa dan menganggukan kepala setuju.


_____________________


Viola keluar dari bilik kamar mandi dengan rok yang dibawa Lisa. Sayangnya rok yang dibawa Lisa sangat pendek menurutnya, karena bagi Hendra celana atau rok itu berada dibawah lutut.


Viola sudah kapok waktu paha Viola disentil oleh Hendra sewaktu di rumah karena memakai celana pendek. Jadi sekarang Viola suka memakai celana dibawah lutut. Itu pendek standart jika dihadapan Hendra. Tapi Viola masih suka memakai celana pendek saat Hendra tidak ada dirumah.


Setahu Viola juga, sekarang Hendra sedang mengajar di kelas adik tingkatnya. Viola terdiam menatap wajahnya di depan cermin. Dirinya merasa teror yang dialaminya ini sudah benar-bear keterlaluan.


Tiba-tiba lampu kamar mandi mati. Tubuh Viola membeku, menatap ke segala arah kamar mandi untuk mencoba mencari penerangan. Tangan Viola merogoh berusaha mencari ponsel yang entah kenapa susah ditemukan.


Viola berusaha mengatur napas dengan pelan karena Viola paling tidak suka dengan gelap. Viola pun mundur perlahan dan menyender di dinding.


Viola menelan ludah pelan saat lampu kembali mati, padahal tadi sudah sempat menyala.


Astagfirullah.


Viola benar-benar takut gelap. Ingin teriak tetapi mulutnya tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Viola kembali mengatur napas pelan. Air matanya sudah keluar karena Viola benar-benar takut. Viola merasakan ada seseorang yang melangkah dan dia langsung menunduk sambil menutup kedua telinganya.


Samar-samar mata Viola meliihat sepatu seseorang dihadapannya. Dirinya mencium bau parfum yang tidak asing di penciumannya. Tidak lama kemudian, lampu kembali menyala. Seketika Viola langsung terkejut melihat ada tulisan di kaca.


Selamat menikmati permainan ini, Viola.


Viola langsung mengambil tas dan buru-buru berlari keluar kamar mandi. Dengan napas ngos-ngosan, dia mendekati Lisa yang sedang duduk mengobrol dengan Erika.


“Vi, lo kenapa?” tanya Lisa memegang tangannya. Viola menggelengkan kepala sambil mengatur napas. Diperhatikan sahabatnya yang keluar dari kamar mandi dengan mata sembab dan keringetan padahal dia hanya berganti pakaian saja.

__ADS_1


“Gu- gue gak apa-apa, Sa” jawab Viola sambil mengelus dada.


Erika dan Lisa hanya saling tatap melihat temannya yang begitu aneh setelah keluar dari kamar mandi.


Akhirnya Viola dan Lisa pun pergi ke halaman kampus setelah berpamitan dengan Erika.


“Vi, lo gak apa-apa kan?” tanya Miko saat duduk dekat Viola.


“Gue gak apa-apa” jawab Viola yang sudah agak tegang. Dia mengambil minuman yang dipesan pada Gea dan Yosi tadi.


"Muka lo pucet banget, lo sakit?” tanya Fadil.


Viola hanya menggelengkan kepala “Gak apa-apa Bang. Gue cuma capek karena begadang terus ga bisa tidur” jawab Viola yang diangguki oleh mereka. Viola menggenggam tangan Lisa untuk mengurangi rasa takutnya.


"Vi, tenang. Cerita ya sama kita-kita. Siapa tau bisa bantu kan? Jangan dipendem sendiri Vi" ucap Lisa menenangkan.


Perlahan Viola mencoba mengontrol emosinya untuk tidak berlarut dalam ketakutan. Mereka pun mengobrol dan nongkrong bersama hingga jam enam. Lagi-lagi Viola lupa waktu. Tetapi yang Viola ingat, hari ini Hendra ada jadwal mengajar sampai malam hari. Jadilah Viola merasa lega.


“Eh gue balik duluan ya” Viola berdiri dan mengambil tas.


“Aku antar kamu ya” suara itu membuat Viola dan yang lain menoleh ke arah belakang. Ternyata Devian. Viola mau menolak, tapi…


“Iya Vi. Lo dianter Devian aja. Udah sore juga, bahaya balik sendiri” ucap Lisa.


“Ya udah ya” jawab Viola akhirnya.


Viola mengiyakan karena yang mereka bicarakan ada benarnya juga. Sedari tadi mata semua mata tertuju pada Viola dan Devian. Mereka pun pergi ke parkiran setelah itu naik mobil dan meninggalkan area kampus.


...___________________...


...Quotes...


...Selama ini aku berusaha ngtreat kamu sebaik mungkin, memberi effort sebisa ku, menjadi wanita sesabar yang saya bisa, berusaha ada ketika kamu memerlukan saya, tidak pernah menuntut apapun kecuali kesetiaan kamu bahkan saya tidak ingin kamu merasa bersaing dengan laki-laki yang diluar sana. Tapi kamu seakan meminta ku menjadi Wanita lain. Ternyata bukan saya yang kurang baik memperlakukan kam tetapi kamu yang tidak pernah bersyukur adanya saya dihidupmu yang kamu miliki....

__ADS_1


__ADS_2