
Hallo guys, jangan lupa baca juga novel PLEASE LOVING ME ya. Dan tetap support novel karya penulis agar tetap semangat nulis novel hehe.
____________________
“Nah.. makanya itu.. Oh ya Kak kalau kata orang kalau mau menikah pasti banyak godaannya sih. Beda dengan aku dulu Kak. Nikahnya belum siap setelah nikah banyak godaannya”
“Hust ga boleh gitu ah. Udah yuk makan dulu. Kamu sekarang pinter masak ya” celetuk Airin yang merasa bangga pada Viola karena sudah mulai terlihat tanggungjawabnya sebagai istri.
Makan siang tersebut sangatlah heboh, dengan bercerita kecil hingga tak terasa nasipun telah habis. Beberapa bulan dua keluarga tersebut tidak bertemu, jadi membuat mereka semakin merasa banyak hal yang bisa diceritakan.
__________________
Malam harinya mereka benar-benar melakukan apa yang telah direncanakan. Semua bahan dipindahkan di taman rumah dan bagian untuk para pria memindahkan perlengkapan untuk barbeque-an.
“Pa, sana Pa. Agak geser ke kiri ya” titah sang Mama Hendra.
Mamanya bisa seaktif dan seramah itu, beda dengan anaknya yang dingin dan sangat sulit menerima kehadiran orang baru.
Hingga semuanya sudah siap dan satu persatu mulai asik menikmati malam. Namun berbeda dengan Viola yang merasa ada seseorang yang mengawasi gerak-geriknya. Dia tidak tau itu ulah siapa, tapi yang jelas benar-benar sangat nyata ada orang yang mengintip kegiatan mereka malam ini.
“Mas, coba deh perhatikan, sepertinya ada yang ngawasi kita ga sih” ucap Viola sembari merasa ketakutan.
“Kamu tunggu disini, aku akan coba mencari orang tersebut” Hendra seketika bergerak menuju ke posisi yang istrinya maksud. Namun tak ditemukan apapun.
“Apaan? Ga ada apa-apa kan?” ucap Hendra. Dan saat dia akan kembali tak sengaja kakinya menendang sebuah kertas yang ada dalam kondisi di remas, kusut.
SELAMAT MENIKMATI MALAM YANG INDAH, VIOLA, SEBELUM ADA MALAM YANG TAK PERNAH KAU SANGKA SEBELUMNYA.
__ADS_1
Hendra membaca pesan tersebut seketika jantungnya berdebar seketika. Dia segera kembali menuju ke posisi keluarganya. Tidak akan sedikitpun dia membiarkan orang yang dia sayang celaka di tangan orang lain. Hendra tidak menghancurkan suasana bahagia malam itu tapi dia terus memantau dan melindungi istrinya yang terus berada disampingnya.
“Ini Viola untuk mu. Dari tadi kamu ga ikut kesana kenapa?” tanya Airin yang memberikan sosis bakar pada calon adik iparnya.
“Istriku lagi kurang enak badan, Rin. Kamu disini ya nungguin dia. Aku mau kesana dulu” ucap Hendra pada Airin. Dia tidak menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Pun tidak menceritakan pada istrinya.
Hendra berjalan mendekati keluarganya dan berpura-pura menikmati malam ini.
“Pa, Ma udah yuk. Kita lanjutkan di dalam rumah saja. Sudah dingin dan ga baik untuk kesehatan kalian” ucapnya dengan sopan. Dan untungnya keluarganya mengiyakan. Hendra pun ikut membantu memindahkan satu persatu bahan dan perlengkapan.
Ingin rasanya menanyakan atau setidaknya menceritakan pada istrinya, tapi tidak memungkinkan karena ada keluarga besarnya yang ingin merasakan kebahagiaan bertemu dengan anak dan menantu.
Barbeque-an berlangsung hingga pukul 22.00. Mereka begitu menikmati kebahagiaan malam itu, dengan beberapa minuman dan juga cemilan.
Hingga akhirnya satu persatu memutuskan untuk berisitirahat. Airin tidur dengan Mama Viola sedangkan Jovan tidur dengan Papanya. Untuk Mama Papa Hendra tidur di ruangan yang berbeda.
“Vi, kamu tadi ko ngerasa ada yang merhatiin itu sejak kapan?” tanya Hendra pada istrinya yang tengah merebahkan tubuhnya.
“Ah engga. Itu cuma halusinasimu saja. Sudah ayo tidur. Besok hari senin dan kamu harus kuliah”
Malam itu Hendra tidak langsung tidur, dia terus mencari dan berusaha memecahkan misteri dari kalimat yang di temukannya dalam secarik kertas.
“Kalau ini tidak sengaja terjatuh? Lantas mengapa tepat sekali kondisinya? Dengan keluarga ku yang sedang bahagia dan jelas itu surat untuk Viola, kan? ada masalah apa sampai main teror-teroran begini?" pikir Hendra. Tak ada pilihan selain membiarkan kasus ini hingga dirasa harus bertindak maka dia akan bertindak.
___________________
Pagi harinya, suasana hati yang sudah bahagia lagi dan tubuh yang lebih segar. Mereka melakukan senam pagi sebelum beraktifitas. Setelahnya para wanita memasak di dapur dan para lelaki bercengkrama di taman dengan kopi dan teh yang menemaninya.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup, jam 07.00 Viola dan Hendra segera berangkat ke kampus untuk melakukan rutinitas kuliah dan mengajar. Sedangkan keluarga Viola yang nanti sore akan pulang, mulai berkemas dan untuk keluarga Hendra akan menginap disini sampai waktu yang belum ditentukan.
“Ma, Pa, kita berangkat dulu ya” ucap Viola dan Hendra dengan memberi salam pada orang tuanya.
“Iya, hati-hati ya Nak” ucap mereka sembari mengantarnya sampai di pintu depan.
Viola begitu bahagia, hidupnya kini memang benar-benar seperti telah menikah seutuhnya. Jika kemarin dia merasa hanya menikah status di atas kertas, namun kini dia merasa sempurna sebagai istri ya memang walaupun belum pernah melakukan kewajiban seorang istri seutuhnya.
Saat perjalanan di dalam mobil.
“Mas, aku pengen cerita sama Mas Hendra”
“Tentang?”
“Tentang teror”
“Teror? Maksud kamu?” Hendra masih tidak paham apa yang dimaksud istrinya karena memang ini dipikirnya adalah kebetulan belaka.
“Iya, jadi yang dimaksud oleh Mas Hendra yang katanya dikelas ada mahasiswa yang kena teror, itu adalah aku, Mas. Aku memang ga berani cerita kesiapapun karena aku pun juga ga tau siapa pelakunya dan juga tidak tau harus mencari mulai dari mana. Maaf aku tidak jujur dengan semua ini” Viola menceritakan gamblang dengan apa yang dirasakan karena dipikirnya dia sudah lelah menjalani ini semua sendiri dan ini saatnya dia harus jujur atas semuanya.
“Lantas? Apa yang akan kamu lakukan?”
“Aku belum tau. Tapi yang pasti setelah aku bercerita sama Mas Hendra, setidaknya ada yang menyelamatkanku atau membantuku mengetahui siapa yang telah menerorku” raut wajah Viola yang diketahui Hendra pun sangatlah sedih. Dia juga belum tau langkah apa yang akan dilakukannya nanti. Hendra pastilah akan mengambil jalur hukum jika kasus ini tidak terpecahkan.
“Percayakan padaku dan percayalah. Kita akan melalui ini bersama-sama. Aku telah meminangmu berarti itu artinya kamu adalah tanggungjawabku setelah aku meminta ijin pada Papamu akan dirimu” ucapan Hendra begitu membuat hati Viola tenang. Dan inilah jawaban yang dibutuhkan selama ini.
...______________...
__ADS_1
...Quotes...
...Entah kamu yang menjadi akhir dari semua ini atau bukan, tapi aku bahagia banget bisa mencintai kamu setulus ini, setidaknya semesta tahu bahwa kau adalah orang yang begitu aku cintai dan kepergianmu tidak pernah ku inginkan....