
Hello guys, jangan lupa baca novel yang satunya ya, PLEASE, LOVING ME. Dijamin bakal ketagihan deh dan bisa untuk ngisi waktu buka puasa hehe.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan follow ya. Terima kasih, enjooyyyy.
___________
Viola menatap Hendra dari atas sampai bawah. Hendra itu…. tinggi, pintar, sopan, dewasa, mapan, berkulit kecokelatan. Tanpa dipungkiri pun suaminya ini memang tergolong menantu idaman para ibu-ibu. Tapi sayangnya dia itu kutub!
“Bapak gak bulan madu?” celetuk Arkan yang kebetulan duduk di kursi paling belakang.
“ADUH!” Viola yang mendengar pertanyaan temennya pun seketika keningnya terbentur kursi akibat melamun.
“Lo kenapa Vi?” tanya Gea melihat ke arah Viola yang memegangi keningnya.
Ya Allah jidat gue kenapa selalu sial sih? Lagian ngapain sih si Agnes nanya begituan. Orang gue sama Mas Hendra juga masih pisah kamar. Belum juga pernah pegangan tangan selain waktu akad dulu. Batinnya.
“Kamu kenapa Viola?" Tanya Hendra yang sukses membuat Viola menoleh padanya. Suara yang seperti bass namun khas itu yang sering didengarnya beberapa waktu terakhir ini.
“Tidak apa-apa Pak” jawab Viola singkat dan menundukkan kepalanya.
“Kamu mengantuk? Cuci muka sekarang!” ucap Hendra yang menatap Viola dengan tatapan sedingin kulkas. Membuat semua mahasiswa di kelas tertawa.
“Saya tidak mengantuk Pak” ucapnya lagi.
“Saya tidak mau mahasiswa saya tertidur saat kelas saya. Jadi cuci muka sekarang!" titah Hendra yang bersikap adil pada mahasiswanya.
“Tap..” belum juga selesai, Hendra sudah memotongnya dan membuat Viola semakin jengkel.
“Apa perlu saya bawakan air keran ke kelas sekarang?” Hendra.
Ucapannya membuat seisi ruangan riuh dengan tawa lagi. Viola dengan cepat berdiri dan berjalan keluar kelas tanpa mengucapkan apapun.
“Dasar suami Kutub Laknat!” titahnya dalam hati.
Kenapa dia kalau dikampus begitu menyebalkan, beda kalau dirumah begitu asik dan agak mencair. Beda tempat beda kadar emosi, huft. Gerutu Viola sambil berjalan ke kamar mandi.
__________
“Viola temui saya diruangan dosen setelah kuliah nanti”
Untuk kesekian kalinya, Viola mendumel dalam hati karena harus berurusan dengan Hendra lagi. Viola mendelik ke arah Hendra saat suaminya itu menatap ke arahnya saat akan keluar kelas. Yang namanya dosen killer, meskipun sudah menikah, tetap saja gelar killernya tidak akan hilang begitu saja. Buktinya nih satu, Dosen Kutub!
“Ogah Pak. Gue laper!”
“Pak, istrimu ini lapar. Peka kek”
__ADS_1
Tapi yang keluar dari bibir Viola dari tiga ucapan diatas hanya. “Baik Pak”
Setelah itu, Hendra keluar dan meninggalkan kelas. Bersamaan dengan itu Agnes pun menghampiri Viola yang tak jauh darinya.
“Kenapa sih, harus lo terus yang dipanggil ke ruangannya?” Agnes mengomel. Viola memutar bola matanya dengan malas jika sudah berurusan dengan cewek jadi-jadian seperti Agnes.
“Emang lo mau dihukum gantiin gue?” tanya Viola ballik.
“Ogah kalau gue ke ruangannya cuman harus diihukum" jawab Agnes.
“Sama kali, gue juga gak mau dihukum terus sama tuh Dosen Kutub! Kalau lo rela gantiin gue, nanti gue bilangin ke Pak Hendra”
“Seenaknya ya lo kalau ngomong. Ogah gue gantiin lo. Kalau gue ke ruangannya buat makan siang bareng, baru gue mau” ucap Agnes dengan membayangkan situasi ketika dia bersama Hendra.
Viola hanya mendelik pada Agnes. Dia saja baru semalem keluar makan malam tapi udah keburu ada Bu Anggun di restoran yang sama.
“Gue ke ruangan dosen kutub dulu!” jawab Viola kesal sambil menenteng tasnya dan meninggalkan beberapa teman yang berada dibelakangnya.
“Kita tunggu dikantin ya, Vi” teriak Lisa. Viola hanya menganggukkan kepala sambil mengacungkan jempol ke udara sebagai jawaban.
_____________
“Siang, Pak” Viola masuk ke ruangan Hendra dan duduk di depannya setelah diperbolehkan masuk. Hendra menoleh ke arah Viola sebentar lalu kembali fokus ke beberapa kertas yang berada di genggamannya.
“Kamu kenapa tadi di kelas?”
“Ga apa-apa” jawab Viola sambil menyenderkan punggungnya ke kepala kursi. Hendra kembali memeriksa tugas dan Viola sendiri diam sambil memainkan ponselnya karena bosan.
“Bapak ada urusan apa meminta saya ke ruangan Bapak?” tanya Viola menatap Hendra. Kesal hanya melihat Hendra memeriksa tugas.
Viola melihat Hendra membungkukkan badan lalu mengambil tasnya dan mengeluarkan dompet hitam panjang.
Kayak kenal tuh dompet. Mirip punya gue, batin Viola dengan memandangi dompet tersebut.
“Kamu lupa bawa dompet tadi” Viola melongo mendengar perkataan Hendra. Ternyata benar dugaannya. Untung tadi di saku celana Viola tertinggal beberapa uang jadilah Viola bisa membayar ojek online dan membayar makanan yang dimakan sewaktu di kantin.
“Dasar ceroboh!” gerutu Hendra pelan namun masih bisa Viola dengar. Viola mendelik lalu mengambil dompet di tangan Hendra dan kesal lalu memasukkannya di dalam tas.
“Lain kali periksa lagi barang keperluan pribadi kamu. Bagaimana kalau ponsel kamu yang tertinggal di tempat lain?”
Viola sudah sering gonta-ganti ponsel karena kalau tidak hilang ya rusak, kalau tidak ya memorinya yang rusak. Memang tepat disematkan sebagai mahasiswa ceroboh.
"Iya” sahut Viola singkat.
“Tentang omongan Agnes tadi di kelas gak usah di ingat” ucap Hendra ketika Vio hendak beranjak pergi.
__ADS_1
“Siapa yang ingat?”
“Kamu”
“Enggak!” Viola berusaha mengelak dengan pertanyaan Hendra.
“Terus, kenapa sampai kejedot kursi jidat kaamu?”
Skakmat!
Kalau Viola jawab mengantuk, Hendra menang. Tetapi kalau Viola jawab jujur Hendra juga menang.
“Ya udah gak ada lagi kan? Saya permisi Pak”
“Pulangnya tunggu saya”
Viola meresponnya dengan dehaman lalu berdiri. Setelah keluar ruangan, Viola bertubrukan dengan Arkan yang mau masuk ke ruangan Hendra.
“Eh kamu Vi. Ayo nanti malam kita keluar yuk” ajak Arkan yang suaranya terdengar oleh Hendra. Viola seketika membulatkan mata mengetahui ucapan yang keluar dari mulut Arkan. Memang biasanya dia selalu mengajak Viola pergi jalan atau nonton tapi tidak pernah di iyakan olehnya.
Hendra yang mendengar ucapan itu langsung berdiri dari duduknya.
“Mau apa ya? Kalau mau ngobrol berdua silahkan ngobrol diluar” ucap Hendra yang seketika memecah keheningan Viola dan Arkan.
“Oh iya Pak. Ini mau mengumpulkan tugas akhir saya” ucap Arkan yang menghampiri Hendra serta membawa berkas yang ada ditangannya. Sedangkan Viola pun berlalu begitu saja.
________________
Di kantin.
Sudah ada Gea, Lisa dan Yosi yang sedang asik membahas sesuatu karena terdengar ramai riuh dan gelak tawa. Viola yang sudah dari ruangan Hendra pun langsung menghampiri teman-temannya.
Gea yang melihat kedatangan Viola pun berceletuk.
“Habis transfer kekuatan ya Vi? Haha” tanya Gea sambil menggodanya. Viola membulatkan mata, menatap Gea horor. Dengan cepat dia mencubit tangan Gea yang berada tak jauh dari tangannya.
“Awww!!” teriakan Gea yang berhasil mengalihkan fokus beberapa orang pada dirinya.
...___________...
...Dipaksa melepas,...
...Kamu tau rasanya dipaksa melepas? Padahal masih ingin bertahan....
...Kamu tau rasanya mati-matian melupakan? Padahal masih sayang....
__ADS_1
...Kamu tau rasanya ingin ikhlas? Padahal ingin tetap bersama....
...Kamu tau rasanya ingin terlihat baik-baik saja? Padahal kamu sedang hancur dan bahagia hanya pura-pura saja....