HELLO, DOSEN KUTUBKU

HELLO, DOSEN KUTUBKU
BERAKSI


__ADS_3

Hallo guys, jangan lupa baca juga novel PLEASE LOVING ME ya. Dan tetap support novel karya penulis agar tetap semangat nulis novel hehe.


____________________


“Lantas? Apa yang akan kamu lakukan?”


“Aku belum tau. Tapi yang pasti setelah aku bercerita sama Mas Hendra, setidaknya ada yang menyelamatkanku atau membantuku mengetahui siapa yang telah menerorku” raut wajah Viola yang diketahui Hendra pun sangatlah sedih. Dia juga belum tau Langkah apa yang akan dilakukannya nanti. Hendra pastilah akan mengambil jalur hukum jika kasus ini tidak terpecahkan.


“Percayakan padaku dan percayalah. Kita akan melalui ini bersama-sama. Aku telah meminangmu berarti itu artinya kamu adalah tanggungjawabku setelah aku meminta ijin pada Papamu akan dirimu” ucapan Hendra begitu membuat hati Viola tenang. Dan inilah jawaban yang dibutuhkan selama ini.


“Mas, kalau terjadi apa-apa denganku bagaimana? Apa kamu siap kehi…”


“Diam. Ga usah banyak bicara. Mau turun apa tetap disini? Masalah itu nanti kita bahas dirumah” ucap Hendra yang tak ingin istrinya kepikiran dengan apa yang akan terjadi nanti kedepannya.


“Ya deh, ya” Viola lantas berjabat tangan dengan suaminya dan turun dari mobil. Beberapa saat Hendra mengikuti langkah istrinya.


Hendra tau apa yang harus dia lakukan. Sebelum kelas dimulai, dia sengaja menuju ruang operator dimana komputer CCTV tersambung disana. Dia berharap ada jalan keluar mengenai teror yang menimpa istrinya tersebut. Kamera yang menuju kelas Viola pun dicari, namun ternyata hanya sebatas CCTV depan kelas yang aktif karena untuk CCTV kelas justru mengalami kerusakan. Dia tidak bisa berbuat banyak selain menunggu pihak kampus membetulkan CCTV yang rusak.


“Pak, ayo segera ke ruang dosen. Ini Pak Rektor sebentar lagi sampai” sebuah pesan singkat yang diterimanya dari Fajar.


“Astaga. Kenapa saya bisa lupa. Saya pikir ini jamnya ngajar dikelas Viola” ucap Hendra sembari berjalan menuju ruang rapat.


__________________


“Hello guys, gimana nih? Ada perkembangan apa lagi? Nanti siang setelah kelas kita selesai, kita akan bergerak mencari teka teki dari peneror Viola” ucap Gea yang begitu antusias mengenai kasus ini.


“Ada nih. Semalam ada yang ngintip gue waktu ada acara dirumah. Akhirnya suami gue yang bergerak mencari keberadaan orang tersebut. Tapi katanya dia gak nemuin apa-apa” cerita Viola pada temannya.


“Berarti dengan kata lain suami lo udah tau?” Lisa yang tadi sedang asik chatting dengan pacarnya pun menoleh ke arah temannya.

__ADS_1


“Iya lah. Terpaksa gue kasih tau. Habisnya gue parno banget”


Masih asik bercerita, seorang dosen pun datang. Bu Anggun dengan langkah gemulainya, rambut yang terikat rapi dan kemeja yang dikenakannya begitu serasi dengan kulit putihnya.


“Selamat pagi anak-anak. Bisa kita mulai perkuliahan pagi ini?” tanyanya dengan membuka buku.


Yang Viola tau, ini adalah jam suaminya mengajar, tapi kenapa digantikan oleh Bu Anggun? Entah, dia pun tidak tau menau tentang perubahan jadwal yang ada. Pembelajaran yang hanya 2 SKS tersebut berjalan tanpa kendala namun semenjak Bu Anggun masuk hingga pembelajaran selesai, tatapan Bu Anggun tak lepas menatap Viola. Dan itu disadari oleh beberapa temannya.


“Sadar ga sih, dari tadi dia natap kamu terus, Vi?” tanya Lisa.


“Iya nih. Kenapa ya? Jangan-jangan dia adalah tersangka utama teror yang gue alami?” Viola pun berpikiran negatif tentang dosen perempuan cantik tersebut.


Langkah kaki yang menuju ke pintu membuat Viola menatap kepergian Bu Anggun. “Masa sih dia yang neror gue?” pikirnya berkali-kali. Tapi jika diingat berkali-kali, sepertinya bukan dia. Lantas siapa?


Perkuliahan telah selesai dan Viola memutuskan untuk ke kantin. Satu per satu rencana telah disusun. Mulai penyelidikan dari Agnes si pengagum suaminya dan Bu Anggun. Antara dua nama yang ada di list pencarian.


“Oke. Laporan mengenai penyelidikan Agnes si mak lampir itu, gue kemarin udah menyelidiki bahwa dia belum tentu tersangkanya karena dia itu ternyata ga beli bunga mawar untuk ke kuburan. Kan gue mikirnya, kalau dikelas kemarin itu ada tanah kuburan dan darah pasti dong dia akan ke makam lagi. Eh tau nya engga” ucap Miko pada teman-temannya.


“Nah kalau begitu kita berpencar. Kelompok cewek menyelidiki Bu Anggun. Kelompok cowok menyelidiki Agnes. Takutnya mereka bertindak tanpa kita tau kan bisa aja” ucap Gea. Strategi pun disusun, Gea membawa alat penyadap suara dan juga kamera tersembunyi.


Geng cewek pun menunggu jam selesai para dosen untuk pulang. Tentunya khawatir juga jika nanti aksinya akan ketahuan tapi tidak ada pilihan lain selain cara ini.


“Guys, kalau nanti Bu Anggun itu keluar dari ruang dosen kalian segera bersiap ke posisi. Dan untuk Viola mencoba mengalihkan pandangan dia ketika udah membuka pintu mobilnya, jadi gue bisa naruh kamera tersembunyi dan penyadap suara. Paham?” titah Gea pada rekannya.


“Terus gue ngapain?” tanya Bima.


“Lah para cowok ya atur strategi sendiri dong. Masak juga harus gue yang mikir sih” ucap Gea.


“Oke. Para cowok ayo kita rapat disana” Miko menunjuk salah satu meja agar lebih fokus.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup dan paham, akhirnya mau tidak mau geng cewek harus menunggu kepulangan jam dosen, yang tentunya sore hari.


“Huft siap-siap kita kering nungguin nih” ucap Lisa sembari menyeruput thai tea kesukaannya.


“Ya sih ya. Apa kalian ga mau kemana dulu gitu? Nanti sore kita kesini lagi” ucap Yosi.


“NO!!. pokoknya kita harus stand by disini” ucap Gea.


Belum juga sampai lima menit dia bicara, seorang wanita cantik telah keluar dari ruang dosen, dengan membawa tas jinjing dan juga laptop ditangan kirinya membuat dia sungguh elegan dan istimewa dimata pria.


“Bersiap siap. Dia udah keluar ruangan dosen tuh” ucap Viola mengabari Gea dan Yosi untuk melakukan aksinya.


“Oke. Siap Vi” ucap Yosi sembari memposisikan posisinya.


Ketika Anggun keluar ruang dosen dan menuju parkiran mobilnya. Viola sudah siap siaga untuk mengelabuhi dosennya. Tanpa rasa takut pun dia bergerak perlahan namun pasti. Langkah dosennya yang hampir mendekati mobil warna merah tersebut, membuat Lisa segera memperlancar aksinya.


Sebuah kunci mobil yang ditekan Bu Anggun yang mengartikan mobil tersebut telah dibuka, namun seketika Lisa ber-acting menjerit kesakitam membuat Anggun yang tadinya sudah hampir masuk ke dalam mobil pun tak menghiraukan suara jeritan Lisa. Sekali lagi dia mencoba.


“Awwww, sakittt” ucapnya dengan nada yang lebih keras. Dan membuat Viola mau tak mau mengetuk pintu mobil Anggun yang sudah tertutup.


Hem benar-benar rasa simpatinya terhadap mahasiswa sendiri begitu miris. Batin Viola.


“Bu Anggun tolong bu, tolong. Teman saya bu. Dia udah seperti orang sekarat bu. Tolong Bu” ucap Viola dengan nada memohon. Dan tak ada pilihan Anggun pun kembali turun dan membantu Lisa menuju masuk ke mobilnya.


...____________________...


...Quotes...


...Saya sudah iklas. Tapi kadang saya masuh suka kangen tiba-tiba kangen aja vibes dulu waktu sama kamu. Kalau diinget inget kita selucu itu ya? Sebahagi itu sekarang sama-sma asing dan ga kenal satu sama lain...

__ADS_1


__ADS_2