
Hello guys, tetap support aku ya. Jangan lupa juga mampir di Novel yang satunya PLEASE, LOVING ME.
Tinggalkan jejak kalian disana, like, comment dan follow ya guys.
_________
Setelah 3 minggu Viola absen dari perkuliahan, Mira pun kembali lagi ke kampus seperti biasa, seolah tidak pernah terjadi apapun itu. Dia memulai dengan mengerjakan tugas-tugas selama dia libur.
Viola berjalan masuk ke area kantin. Telinganya menangkap pembicaraan orang-orang sekitar tentang pernikahan sang Dosen Kutub
“Selamat datang permaisuriiii” ucap Lisa yang sudah menyambut Viola.
“Ciee udah sah nih sama dosen kutub”
Pletak! Viola menyentil dahi Yosi.
“Suami gue itu! panggilan lo ya Yos, gak boleh gitu sekarang” ucap Viola yang seketika membuat Lisa, Gea dan Yosi melihat satu sama lain. Viola tidak terima. Yosi mengelus jidatnya pelan.
Ya Allah, jidat gue kenapa jadi sasaran empuknya sih? Ya kan benar dia panggilannya pak Kutub. Sejak kapan dia marah kalau gue sematkan panggilan itu pada suaminya. Sebelum nikah juga panggilannya itu kan? Batin Yosi.
“Udah-udah.. eh ini Vi tau gak siapa yang jadi dosen pembimbing lo?” tanya Lisa menatap Viola yang seketika menggelengkan kepalanya.
“Siapa emang?”
“Pak Fajar dan Pak Tegar” jawab Lisa.
“Mampus! Ketemu modelan dosen killer lagi gue!” gerutu Viola tidak terima.
Gimana tidak frustasi dan kesal. Mereka berdua itu kan termasuk dosen pelit nilai. Lisa, Yosi daan Gea sudah tertawa puas lebih dulu saat melihat Viola frustasi.
“Kapan gue dibimbing sama Pak Wisnu atau Pak Danang gitu? Yang agak kalem dikit bukan malah terus ketemu modelan bongkahan es sama parutan tajam semua” celetuk Viola yang membuat Yosi tersedak minuman.
“Kayaknya lo emang harus berurusan terus sama dosen killer deh, Vi” sahut Gea dengan entengnya sambil tertawa pelan. Viola hanya mendelik padanya.
“Cukup susah dapat nilai dari Dosen kutub. Jangan nambah modelan yang sama kayak Pak Fajar dan Pak Tegar deh” timpal Viola.
“Huaaa. Beneran deh, dosen idol dan kutub tambah berkurang aja sekarang. Pertama Pak Sigit, terus Pak Fajar, sekarang Pak Hendra. Minggu depan siapa lagi yang bakalan kawin dari dosen idol?” celetuk suara dari belakang seketika Viola reflek dan yang lain menoleh.
Ternyata suara itu dari Agnes, Laura, Margareth, temannya. Semua juga tahu saat di kelas, Agnes suka curi pandang dengan Pak Hendra.
Ko pengen nyolok matanya ya? batin Viola bersuara.
__ADS_1
“Kalau nanti gue tau siapa istrinya. Lihatin aja, gue bakalan tarik rambutnya, gue iket, terus gue gunting”
Viola langsung menelan salivanya susah payah. Dengan gerakan pelan, Viola mengambil buku tebal dengan tasnya di meja.
Ya ampun mereka beneran psycho banget sama Pak Hendra!.Batin Viola berteriak.
Beruntung tadi sebelum ke kampus, Viola sempat menyimpan cincin pernikahannya di meja rias. Sebelum pergi dari kantin. Viola langsung menghabiskan minumannya dengan cepat.
“Masuk yuk. Bentar lagi kelas pak kutub nih” ujar Viola sambil berdiri. Yosi mendelik ke arah Viola dan dia hanya nyengir tanpa dosa.
Dia aja boleh manggil Pak Hendra dengan panggilan Pak kutub. Lah gue? Malah kena sentilan tadi. Ucap Yosi dalam hati.
Kemudian mereka berempat masuk ke kelas dan duduk di tempat biasa. Viola duduk dengan Gea. Sedangkan Lisa dengan Yosi di belakangnya. Suasana kelas mulai padat sekarang.
“Selamat siang” suara bass itu menyapa di depan kelas.
“Siang juga Pak” sahut mereka serempak.
“Maaf, saya baru bisa mengajar kembali dikarenakan ada satu dan lain hal ” ujar Hendra mengkonfirmasi mengenai ketidakhadirannya beberapa hari ini.
“Tidak apa-apa. Mau berapa lama pun kami siap menunggu Pak" jawab Miko dengan entengnya sampai kepalanya di jitak oleh Bima karena ucapan Miko, Pak Hendra pun memasang mimik wajah tidak enak.
Lama-lama gue ajarin cara berekspresi nih nanti di rumah, batin Viola memperhatikan wajah suami yang ada di depan kelas. Tapi entah kenapa bawaannya kalau di kampus ketemu Hendra wajahnya kaku terus, berbeda dengan dirumah yang sedikit ada senyum di raut wajahnya.
1 jam berlalu.
“Apa ada pertanyan atau ada yang belum paham? Jika ada biar saya jelaskan ” tanyanya usai menjelaskan dan memperhatikan satu per satu mahasiswanya.
“Pak saya Pak” Agnes mengacungkan jarinya dan sekarang menjadi pusat perhatian para mahasiswa.
“Ya, silahkan” ucap Hendra mempersilahkan Agnes untuk bertanya.
“Pak, gosip Bapak menikah, apa itu bener, Pak?” tanya Agnes dengan lantangnya.
Sedangkan Viola, Lisa, Gea dan Yosi pun saling melirik.
“Sialan tu cewek gak penting banget tanyanya” ucap Gea yang berbisik pada Viola. Sebenarnya pun Viola ga menyangka kalau Agnes akan menanyakan hal itu.
Bisa-bisanya ya langsung tanya saat jam perkuliahan seperti ini. Nanti setelah jam kuliah kan bisa. Eits tapi tunggu gue juga penasaran dengan jawaban dari dia. Batin Viola yang memperhatikan mimik wajah Hendra yang tak lagi bersahabat.
"He Vi, lihat deh itu anak berani-beraninya sih. Ga penting banget tanya masalah pribadi di tengah mata kuliah berlangsung" bisik Lisa pula.
__ADS_1
Seketika kelas bersorak ramai.
Huuuuuuuuu huuuuu huuu.
“Gak berfaedah deh” jawab Miko pada Agnes.
“Kirain gue mau tanya apa”
“Iya nih”
"Tanya yang penting atuh neng, jangan tanya masalah pribadi"
"Udah pak jangan di jawab"
Itulah celetukan dari mahasiswa mengenai pertanyaan Agnes tadi dan justru mendapat respon yang buruk dari teman kelasnya.
Hendra terdiam dan menatap seisi kelas. Tidak lama kemudian, dia menganggukkan kepalanya. “Itu benar. Saya sudah menikah”
Hendra memperlihatkan cincin pernikahan di jarinya ke anak-anak kelas lalu matanya tepat menatap ke arah Viola.
Viola pun jadi panik.
“Terus kalau kita mau hubungi Bapak gimana? Nanti istri bapak marah lagi” balas Margareth yang diangguki semua cewek di kelas kecuali Viola, Lisa, Gea dan Yosi yang hanya diam.
Nih cewek-cewek di kelas gue kenapa jadi pada nanya gituan sih? Bikin gue sensitive aja ganti topik kek! Batin Viola yang kini sangat panik.
“Dia tidak akan marah jika kalian menghubungi saya seputar perkuliahan. Bukan tentang pribadi saya ataupun tentang keluarga saya” jawab Hendra dengan santai sambil kembali memeriksa buku yang ada dimeja.
Viola menatap Hendra dari atas sampai bawah. Hendra itu…. tinggi, pintar, sopan, dewasa, mapan, berkulit kecokelatan. Tanpa dipungkiri pun suaminya ini memang tergolong menantu idaman para ibu-ibu. Tapi sayangnya dia itu kutub! Alias suka bersikap dingin.
“Bapak gak bulan madu?” tanya Agnes lagi.
ADUH!
“Lo kenapa Vi?” tanya Gea melihat ke arah Viola yang memegangi jidatnya.
“Kamu kenapa Viola? Tanya Hendra yang sukses membuat Viola menoleh padanya.
..._____________...
...Dewasa adalah ketika kamu mampu untuk marah,...
__ADS_1
...Tapi kamu memilih diam dan meredam egomu lebih dulu....