HELLO, DOSEN KUTUBKU

HELLO, DOSEN KUTUBKU
CEMBURU YA?


__ADS_3

Hallo teman-teman. Jangan lupa like, comment dan vote ya.


Baru belajar buat novel, maaf kalau masih ada kesalahan baik penulisan maupun kata-kata.


Happy reading ya.


____________


“Nih ada cemilan. Udah selesai belum? Aku sengaja menjemputmu” ucap Hendra.


“Ha? jemput?” Viola begitu kaget karena Hendra begitu perhatian dengannya. Dia pikir tadi pesan Hendra hanya sekedar pesan, dia tak menyangka Hendra akan benar-benar datang padanya.


"Tau dari mana kalau aku ada di sini?" tanya Viola penasaran.


"Udah diam saja. Gak penting. Di luar hujan makanya saya jemput kamu. Kalau kamu sakit nanti bisa-bisa aku dimarahi mama papa mu" ujar Hendra tanpa melirik Viola sekalipun.


"Oh, oke. Aku siaran dulu mas, tunggu saja disini" Saat hendak melangkah pergi, Hendra menghentikannya dengan memegang pergelangan tangan Viola. "ini.." ujarnya dengan memberikan sekotak cemilan yang dibawanya.


Viola lantas melanjutkan ke studio dan cemilanpun di berikan pada Kang Niko yang tadi antusias dengan bawaan yang dibawa Hendra.


"Oke guys, kembali lagi dengan Kak Viola yang cantik jelita ini hehe, PeDe dulu aja gak apa-apa lah ya. Kita lanjutkan DM dari @cimolgurih #curhatdongkak Sebut saja aku si A, aku adalah seorang cewek yang menjalin kisah cinta dengan pacarku. Sudah hampir 3 tahun hubungan kami berjalan, namun belum saja aku di kenalkan oleh orang tuanya, entah apa alasannya, aku pun tak tau. Aku harus gimana ya, aku capek backstreet terus. Kadang pengen gitu hubungan di publish, ga terus-terusan kayak gini. Aku harus gimana ya kak?"


"Wah sepertinya kisah cinta dari si A ini sangat menyedihkan sekali ya guys, tapi saran aku sih jangan menyerah dulu ka. Alias positif thinking dulu, karena apa? mungkin saja si doi di luar sana sedang memperjuangkan sesuatu yang nantinya baik untuk hubungan kalian kedepannya. Dan masalah orang tuanya, mungkin dia juga sedang memperjuangkan mu di mata keluarganya. Jadi semangat ya kakak, pejuang restu, pejuang NO BACKSTREET"ujar Viola.


"Untuk terakhir yang beruntung ini ada dari @molamoli #curhatdongkak Ka, aku pernah punya hubungan dengan seseorang, namun kandas di tengah jalan karena kesibukan masing-masing. Tapi kadang aku ngerasa dia itu masih suka sama aku, soalnya masih sering antar jemput, suka ke kantor tiba-tiba gitu, ngejak ngedate padahal hubungan kita udah berakhir. Aku harus gimana ya? masa harus bilang kalau aku masih sayang? gengsi atuh kak, tolong sarannya ya kak"


"Wewww enak nih kalau kayak gini, tiba-tiba dateng, tiba-tiba ngasih makan juga gitu kali ya hehe, menurutku lebih baik diperjelas aja kak. Daripada gantung juga ga enak kan. Semangat berjuang kakak"


"Nah ini kita masuk di menit terakhir. Sebelum berpisah aku kasih lagu yang dipopulerkan Pance Pondaag - Mengapa tak pernah jujur.


Mengapa kau tak pernah lagi


Melihat dan menemani diriku sayang


Seandainya daun-daun berbisik


Dia akan bercerita tentang hati ini


Malam-malam sepi begini


Terasa panjang dan sangat menyiksa diri


Rasa sunyi rasa rindu pada dirimu


Menyatu di dalam kebisuan malam ini


Reff:

__ADS_1


Mengapa kita saling menyiksa diri


Sedangkan rinduku rindumu berpadu


Mengapa kita berdua


Tak pernah jujur mengakuinya


Mengapa kita harus hidup tersiksa


Sedangkan cintaku cintamu menyatu


Jangan biarkan membara


Api cemburu di dalam hidup ini


Setelah memutar beberapa lagu dan berpamitan undur diri, Viola segera ke depan. Dia mengambil tas dan ponselnya yang sempat di charge.


"Kang, tolong ponselku cabutin kabelnya ya" Viola meminta tolong pada Kang Niko yang berada tak jauh dari ponselnya.


"Oh ya Vi, tadi Pak Hendra masih di ruang tunggu. Coba saja kesana. Tadi kayaknya dia sedang bicara sama seseorang gitu. Gak tau siapa, coba cek aja" Kang Niko.


"Oke deh kang, siap. Aku pulang dulu ya kang", pamitnya pada Niko yang kini dipercaya menjaga radio kampus.


Dengan perasaan senang karena dari tadi sudah di tunggu oleh Hendra, dia mempercepat langkahnya sambil berdendang. Bak anak kecil yang dapat hadiah dia juga mengibaskan rambutnya yang lurus tak di ikat tersebut.


Na na na na na, hatiku senang, sudah bebas dari siaran. Saatnya pulaaaaa.....


_______


Di ruang tunggu.


"Pak Hendra disini juga ya, kebetulan sekali ya pak kita bertemu disini" ujar Anggun yang ternyata duduk di sofa depan Hendra.


"Iya Bu, ini ada keperluan" ucap Hendra.


"Oh ya Pak kebetulan saya tadi beli burger dua, ini Pak Hendra satu, saya satu. Silahkan Pak" ujar Anggun yang sangat telaten pada Hendra.


Namun sayangnya berkali-kali Hendra mengecek jam tangannya Viola tak kunjung keluar dari bilik ruang siaran.


Na na na na na, hatiku senang, sudah bebas dari siaran. Saatnya pulaaaaa.....(ng)


Belum selesai menyanyikan lagu yang dinyanyikan, Viola melihat Bu Anggun yang duduk tak jauh dari Hendra.


Deg.


Viola kaget bukan main karena bagaimana bisa Bu Anggun sampai ke radio kampus? sedangkan dia tak ada kepentingan disana. Dan bagaimana juga dia tau kalau Pak Hendra ada di radio kampus? aneh.

__ADS_1


Ha? ko ada Bu Anggun sih, ini kan sudah diluar jam kampus. Terus mau apa coba kesini?


Bu Anggun yang niatnya ingin memberikan burger pada Hendra, namun Hendra menengok ke arah Viola yang memperhatikan dirinya bersama Bu Anggun.


Viola lantas pergi keluar radio kampus dan hendak pulang. Mengingat saat ini sedang hujan deras, dia mencari cara agar bisa pulang tanpa bantuan Hendra.


"Duh cari apa ya biar bisa pulang? Lisa pasti gak mau kalau disuruh jemput. Terus cari ojek payung juga gak bakal ada, ini kan kampus bukan pasar. Ah apa aku nekat aja ya. Males juga minta tolong sama dosen itu, Argh.. menyebalkan sekali, tiba-tiba moodku hancur begini" pikirnya memutuskan untuk nekat berlari menuju kampus utama yang tak jauh dari radio kampus.


1


2


3


Ssttt.. Bersamaan Viola ingin lari tapi tiba-tiba ada Hendra yang sudah menjemput dengan mobilnya. Hendra membuka kaca mobil dan membuka pintu dari dalam agar Viola bisa masuk.


"Naik" ucap Hendra meminta Viola masuk ke dalam.


Tanpa pikir panjang dia segera naik karena tidak mungkin juga dirinya menolak bantuan Hendra yang jelas-jelas tidak memungkinkan untuk menolaknya karena saat ini dia juga butuh bantuan.


"Terima kasih Pak, untung saja ada bantuan. Jadi aku ga perlu basah kuyup dan aman jaya sentosa dari ribuan air hujan yang turun" ujar Viola yang sangat amat melebih-lebihkan itu.


Sssttt. Mobil berhenti di sebuah halte.


"Ko berenti sih? baru juga jalan" tuturnya.


"Kenapa masih manggil saya Pak? biasakan. B.I.A.S.A.K.A.N, Paham? aku bukan Bapakmu. Dan aku ini calon suamimu" titahnya.


Viola yang hanya mendengarkan ocehan Hendra hanya diam tanpa kata. Karena lagi-lagi dia lupa harus memanggil Hendra dengan sebutan Mas.


"Namanya juga orang lupa Mas. Maaf, maafkan diriku yang pelupa ini. Sungguh ingatanku yang tidak bagus ini membuatku merasa sangat pelupa" sandiwaranya di depan Hendra yang membuat mobil itupun melaju lagi.


Astaga, cuma masalah itu aja sampai kayak gini. Uh dasar. Gak bisa apa toleransi sama orang yang mudah lupa.


"Lupa lupa.. Lupa sama panggilan itu aja lupa, kalau sama mantan bisa lupa juga gak?!" ocehan Hendra benar-benar ingin membuat Viola tertawa keras.


..._________...


...Kamu itu cemburu atau apa?...


...Kalau iya, bilang biar aku tau....


...Kalau tidak, ya sudah....


...Nikmati saja rasa yang ada pada dirimu....


...Yang sungguh nano nano itu....

__ADS_1


...Haha....


__ADS_2