HELLO, DOSEN KUTUBKU

HELLO, DOSEN KUTUBKU
WEDDING


__ADS_3

Hallo guys. Maaf ya uploadnya lama. Soalnya juga buat novel yang satunya PLEASE, LOVING ME. Jangan lupa baca juga ya.


Like dan koment juga ya kak. Terima kasih.


_________


Hari ini adalah hari pernikahan Hendra dan Viola, pernikahan ini dilaksanakan dengan sederhana dan dihadiri oleh kedua keluarga dan kerabat dekat.


Disebuah kamar yang bernuansa warna merah ada seorang gadis yang sedang duduk di pinggir jendela sambil melamun.


Ceklek.


Pintu kamar dibuka oleh seseorang.


"Nak, ko belum mandi sekarang sudah jam enam, kan acaranya jam sembilan” ucap Mama Vio dengan mengusap halus rambut sang anak.


“Vio masi belum siap menikah Ma” tegas Viola.


“Kenapa? Apa kalian sempat berantem?, perasaan kemarin tak ada apa-apa. Kalian baik-baik saja” ucap Mama Viola sambil menghadap sang anak.


Tiba-tiba Airin menyusul ke kamar Vio.


“Vio ayo Vi, sudah jamnya nih. Ini juga harus make up juga loh Vi” ucap Airin yang tak lain adalah kekasih dari kakaknya.


“Sebentar Ka. Vio belum siap beneran deh. Jamnya diundur bisa gak kak? agak nanti siang gitu. Siapa tau nanti aku berubah pikiran lagi" Ucap Viola dengan entengnya.


“Ini nikah Vi, nikah. Bukan antri buat SIM. Plis Vi. Ini gak saatnya bercanda. Ayo buruan mandi” tutur Airin dengan memberikan handuk pada Viola.


30 Menit Kemudian.


Viola keluar dari kamar mandi dengan wajah yang cemberut. Lalu dia duduk di pinggir tempat tidur sambil mendengar lagu dari ponselnya.


Tepat pukul 07.00, Mamanya masuk lagi ke kamar Viola bersama dengan seorang perias. Viola yang saat itu masih menggunakan jubah mandi dan tengah rebahan sambil memainkan ponsel pun terkejut saat melihat mamanya dan seorang perias masuk ke dalam kamarnya.


“Ya Allah, ni anak ya. Dibilangin suruh bersiap malah rebahan gak jelas” tutur Mama Viola sambil menjewer telingan Viola.


“Ampun Ma. Ampun. Iya iya, Viola nurut” mohonnya dengan memegangi telinga yang merah akibat dijewer mamanya.


"Ini Vi gaun mu. Semalam Hendra mengantarkan gaun ini ke rumah. Tapi kamu udah tidur. Make up dulu sana Cepet ya, ini jamnya mepet banget" Airin lantas keluar lagi dan berusaha menjamu para tamu undangan yang telah datang.


Ya Allah beneran ini aku menikah? Kemarin-kemarin aku siap banget. Apapun itu. tapi kenapa sekarang aku ragu?


Belum selesai melanjutkan lamunannya, sang Mama telah menjewernya lagi.


“Aduh Ma, bisa-bisa nanti telinga Viola makin panjang dan lebar gimana” seru Viola pada sang Mama.


“Ya kayak telinga gajah ya. Udah cepetan sana jangan banyak protes Nak. Perlu kamu ketahui, kalau orang mau menikah itu memang banyak banget godaannya. Nah mungkin ini adalah salah satu dari cobaanmu dan Hendra. Nyatanya hatimu sekarang sedang ragu padanya bukan?”


Ragu? Gak ah. Biasa saja. Eh tapi iya sih, Tapi gak tau kenapa ya. Rasanya ingin kabur saja.

__ADS_1


Setelah drama sedikit, akhirnya Viola menghampiri MUA yang telah disiapkan keluarga Hendra. Hampir 50 menit dirinya dan make up pun akhirnya selesai.


“Sudah nona, silahkan ganti gaun dulu. Sini nona saya bantu” ucap MUA tersebut.


“Tidak mbak, terima kasih” akhirnya Viola ijin ke tempat ganti dan berganti gaun yang telah di siapkan jauh sebelum hari pernikahan ini.


Setelah dirasa cukup, mbak MUA pergi dari kamar tersebut dan Viola pun mengirimkan pap foto pada grup temannya. Genk Ulala.


“Hay guys, tinggal hitungan jam nih, SAH”Viola.


“Hitungan jam mau belah duren juga haha” Gea.


“Huu dasar sialan. Pikirannya pada jorok semua ih” jawab Vio.


______


Jam sudah menunjukkan pukul 8:45


Keluarga Hendra tiba di rumah Viola, lalu mereka duduk di ruang tamu sambil menunggu acara ijab kabul dibacakan.


Hendra disuruh menunggu dikamar tamu yang ada di samping kamar Viola, dia disana tidak sendirian melainkan ada kedua kerabatnya yang menemani yaitu Luki dan Mare.


“Duh kenapa jadi deg-degan begini ya” ucap Hendra dengan gelisah. Ucapnya yang pelan namun masih terdengar oleh kerabatnya tersebut. “Ya wajarlah Hen. Kan lo mau nikah" ucap Luki.


“Ngomong-ngomong lo udah hafal belum?” tanyanya lagi memastikan tentang kesiapan Hendra dengan ijab kabulnya nanti.


“Lo butuh sesuatu gak buat ntar malem” tanya Luki.


“Sesuatu apaan?” tanya Hendra dengan polosnya.


"Yaitu masak lo gak tau sih” ucap Luki pada Hendra yang sepertinya dia benar-benar tak tau apa yang di maksud Luki tadi.


"Apaan sih, kalau ngomong tu yang jelas”


“Buat malam pertama dong haha” jawab Luki yang membuat Hendra seketika bertanya pada dirinya sendiri.


Apa iya Viola mau melakukan hal itu sedangkan hubungan kami juga belum tentu baik. Kan aku juga bukan kriteria, gak idamannya juga.


Plak..


Hendra memukul tangan dan menendang kaki Luki. Memang kerabatnya itu sangatlah berpengalaman karena dia sudah menikah dan memiliki 1 anak yang masih berusia 2 bulan. Usianya juga tak terpaut jauh antara Hendra dan Luki makanya obrolan mereka sangatlah nyambung.


“Otak lo perlu masuk bengkel deh sempet-sempetnya mikirin begituan” ucap Hendra lagi. Namun Luki yang cengengesan seketika merasa puas karena telah membuat Hendra merasa risih.


"Hust, awas. Itu ada Mare yang masih SMA, jangan kau nodai pikirannya Luk" ucap Hendra.


Lalu terdengar suara pintu.


Diketuk dari luar.

__ADS_1


Tok.


Tok .


Tok.


“Masuk aja gak dikunci” ucap Hendra dari dalam kamar.


"Maaf Den, Aden disuruh turun sama Nyonya” ucap salah satu pelayan yang ikut mengantarkan Hendra ke akad pernikahannya.


“Iya. Nanti saya turun bi. Bibi duluan aja” ucap Hendra. Akhirnya sang pelayan menutup pintu dan kembali ke lantai bawah.


“Ayo gih buruan. Sudah jamnya nih. Mau nunggu apa lagi?” tanya Luki pada kerabatnya itu.


"Sebentar aku masih deg-degan nih” Hendra memegangi dadanya yang berdetak makin kencang.


Tanpa bicara Luki dan Mare langsung menarik tangan Hendra dan menyeretnya untuk turun ke ruang tamu. Sesampainya disana Hendra langsung duduk di hadapan pak penghulu.


Tak lama setelah itu penghulu mulai membacakan ikrar ijab qobul dan dijawab oleh Hendra dengan sangat lantang dan keras sehingga terdengar sampai ke kamar Viola.


___________


Di kamar.


Viola yang saat itu sudah memakai kebaya dan rambut yang telah disanggul.


“Guys ini nih, gue mau akad. Kalian kedengeraan gak dari sana?” tanya Viola yang kini tengah Video Call dengan genk ulalanya.


“Denger Vi denger. Lo diem aja. Suami lo lagi di ceramahin pak penghulu itu. Kita disini pokok dengeri ko” ucap Yosi agar Viola tak banyak bicara dan bisa fokus dengan akad yang di ucapkan Hendra.


Ikrar akad pun dimulai.


Viola memasang pendengarannya dengan baik begitu juga para temannya.


Viola pun kaget saat mendengar Hendra mengucapkan ijab qobul dan di selingi ucapan SAH dari para tamu undangan.


“Wahhhh udah SAH” Gea.


“Ihirr SAH nih, Bu Hendra haha” Yosi.


“Selamat berpetualang ya nanti malem" ucapan Lisa membuat Viola makin memikirkan apa yang dikatakan temannya tersebut.


Eh dah, tuh mulut lantang banget ngucap ikrarnya, gue ko makin deg-degan ya. Aaa gimana ini. Gimana juga nanti malem. Ah takut. Batin Viola dengan memegangi asset berharga yang ada di tubuhnya dan juga menyudahi Video Call bersama sang teman.


...____________...


...Setiap mau nyerah sama kamu,...


...Selalu keinget gimana senengnya bisa kenal sama kamu....

__ADS_1


__ADS_2