HELLO, DOSEN KUTUBKU

HELLO, DOSEN KUTUBKU
HAMPIR KETAHUAN


__ADS_3

Hallo guys, jangan lupa baca juga novel PLEASE LOVING ME ya. Dan tetap support novel karya penulis agar tetap semangat nulis novel hehe.


____________________


“Maas, ak-“


“Makan sekarang! Saya tau kamu belum makan” Hendra bangun dari duduknya lau pergi ke ruang makan. Viola menghela napas pelan sambil mengkuti Hendra ke arah ruang makan. Hendra duduk lalu menyodorkan makanan ke mulutnya tanpa menyuruh atau menawarkan Viola sama sekali.


“Dia belum makan? Dia nungguin gue?” Batin Viola seketika melihat Hendra makan dengan lahapnya.


Viola menutup mata pelan lalu ikut duduk di depan Hendra. “Mas, kenapa tidak makan duluan?” tanyanya dengan rasa bersalah.


“Saya nunggu kamu pulang karena saya tau kamu belum makan” jawab Hendra tanpa melihat ke arah Viola. Entah kenapa hati Viola menjadi lebih sakit melihat Hendra seperti ini. Hendra terkesan lebih dingin dan cuek.


“Apa Hendra tau kalau aku dan Devian pergi hari ini? Apa Hendra marah?” segala macam pertanyaan ada di benaknnya.


“Maafin aku, Mas” gumam Viola pelan.


______________________


Keesokan harinya, rutinitas berjalan seperti biasa. Viola berangkat ke kampus bersama dengan Hendra namun ketika berada di parkiran mobil, Viola turun terlebih dahulu sedangkan Hendra berjalan beberapa menit setelahnya.


Hal tersebut berjalan setelah mereka menikah dan juga dilakukan jika mereka sama-sama ada jam kuliah pagi.


Hari ini sungguh berbeda, banyak yang berubah dari Hendra. Saat di perjalananpun wajah Hendra tak seperti biasanya. Dia lebih banyak diam tepatnya mencuekkan Viola dan berbicara seperlunya saja. Viola sendiri paham karena itulah resiko yang harus ditanggunggnya.


Setelah mereka sama-sama turun, Viola menuju ke kelas dan Hendra ruang dosen.


Dua SKS pun berlalu, Viola akhirnya ke kantin seorang diri untuk menenangkan pikirannya.


“Kenapa muka lo? Lecek banget, udah kayak baju kusut” Miko mencebik saat Viola duduk di tengah Bima dan Fadil yang sedang makan siomay. Viola hanya menggelengkan kepala pelan dan memesan minuman biasanya.

__ADS_1


“Dimarahin lagi sama si dosen kutub itu? Sukurin deh lo! Karma itu dari gue. Karena lo ngetawain gue gara-gara PSP gue dirampas sama Pak Hendra!" celetuk Bima yang tiba-tiba datang membawa semangkok batagor. Viola yang tadi mencoba untuk menghilangkan kejadian itu jadi keingat Hendra lagi.


“HHuuuaaaa” Viola nangis seketika.


“Lah, anjir malah dia mewek” sahut Lisa yang datang setelahnya.


“Hayo loh, pasti lo kan, Bim. Ngaku deh” ucap Gea dengan memukul Bima.


“Iya nih, cowok-cowok pada rese ya mesti. Heran deh gue” tutur Yosi yang sedikit kesal dengan teman prianya tersebut.


"Mana gue tau. Gue kan tadi cuma ngomong gitu doang. Ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba dia mewek, beneran deh. Suwer" ucap Bima dengan mengacungkan dua jarinya sebagai pembelaan.


Viola masih menenggelamkan kepalanya di atas tangan yang dilipat di meja. Sedangkan Miko, Satria dan Fadhil kini sudah menyiksa Bima habis-habisan.


“Anjirr, sakit woyy” rintih Bima ketika bahunya diapit oleh 3 temannya.


Belum juga kejadian tersebut berhenti, mereka melihat seseorang yang telah mereka gosipkan.


“Eh, dosen killer ke kantin tuh”


Tumben dosen killer makan di kantin. Viola menekuk kepala lagi saat ingat kejadian tadi pagi dimana Hendra sama sekali tidak bicara apapun adanya. Tidak lama Pak Fajar dan Pak Wicaksono bergabung dengan mereka. Viola hanya bisa menunduk saat mata dosen kutub mengarah kepadanya. Sementara itu Agnes, sang mak lampir yang tak jauh dari meja Hendra malah sibuk sendiri karena berpikir dosen incarannya tersebut sedang menatap ke arahnya.


“Eh ngomong-ngomong, gara-gara lihat dosen killer nih, gue jadi inget kemarin Pak Hendra nyariin lo, Vi” ucapan tersebut membuat Viola yang sedang minum langsung tersedak.


“Kenapa dia ingatin gue itu lagiii” Viola berteriak dalam hati.


Mereka serentak menatap ke arah Viola dengan heran. Tepatnya meminta penjelasan darinya.


“Kenapa dia cariin lo, Vi?” tanya Gea.


“Palingan tugas gue salah lagi” ucap Viola sembarang.

__ADS_1


“Fix, lo tuh emang kurang beruntung atau emang kurang amal sih? Berurusan terus sama dosen model gituan? Kalau gue berurusan sama Bu Linda mau banget tuh, tapi kalau dosen killer model kutub gituan, gue lebih baik cari aman!” sahut Bima enteng sambil meminum-minumannya.


Bu Linda adalah dosen cantik dan kalem yang ada di kampus. Dia juga dosen termuda, apalagi dengan lulusan terbaik dari kampusnya. Tentunya itu membuat para mahasiswa laki-laki sangat menyukai apabila sedang mata kuliah yang dibimbing Bu Linda.


Baru saja Viola mau menjawab tiba-tiba sebuah tepukan di pundak Viola membuat dirinya menoleh ke samping.


“Eh, Dev. Ada apa?”


Devian lelaki itu tersenyum sambil menatap ke arah Viola, sehingga membuat Gea, Yosi dan Lisa tersenyum jahil. Sedangan Miko langsung berdeham melihat kelakuan Viola yang seperti itu. Jantung Viola langsung deg-deg-an kalau Devian ada di dekatnya. Masalahnya di kantin juga ada dosen kutub. Viola melirik ke arah meja Hendra.


“Skakmat! Habis deh gue. Mampus lo, Vi” Viola mendumel dalam hati.


Dengan cepat Viola mengalihkan tatapan kembali ke arah Devian.


“Eh Dev, duduk” balas Viola tidak enak karena Devian malah berdiri terus. Akhirnya Devian pun duduk di depan Viola.


“Kenapa?” tanya Viola menatap Devian. Viola masih curi-curi pandang ke arah meja dosen kutub tersebut.


“Gimana jawabannya?”


Devian menatapnya. Viola menatap langsung ke arah Devian sedangkan yang lain ada yang batuk-batuk tidak elit.


“Ehem! Ada yang baru jadian nih”


“Sialan tuh mulut si Bima. Minta di celupin ke aspal apa” gumam Viola kesal. Sedangkan respon Miko adalah menendang-nendang kaki Viola untuk memberikan kode agar Viola berhati-hati dalam berucap.


Setidaknya Miko berusaha membuat suasana dikantin tidak gaduh, apalagi Miko yang sudah tau kalau dirinya telah menikah dengan Hendra.


...______________________...


...Quotes:...

__ADS_1


...Hubungan yang baik itu bukan Cuma tentang komitmen. Bukan sekedar percaya bahwa kita ga main-main. Tapi aku percaya kalau hubungan yang sehat itu harus give and take. Saling ngetreat like a queen / like a king satu sama lain, saling berkorban, saling berjuang, saling mengalah, salih usaha untuk mempertahankan hubungannya dan saling memikirkan cara membuat pasangan bahagia....


...“Meskipun dengan cara sederhana. Karena hal sederhana bisa menjadi istimewa dimata orang yang tepat”...


__ADS_2