
Hallo guys. Maaf ya uploadnya lama. Soalnya juga buat novel yang satunya PLEASE, LOVING ME. Jangan lupa baca juga ya.
_________
“Ini ada makanan untukmu. Jadi nanti tak usah beli. Jangan lupa besok kamu harus menyiapkan segala keperluan untuk cuti” ucap Hendra yang tengah fokus dengan kemudinya.
“Gak usah cuti ya Mas. Bolos saja bagaimana? Kan mahasiswa diperbolehkan ijin selama 3x pertemuan. Dan berhubung setiap hari mata kuliahnya berbeda, jadi artinya kan aku bisa gak masuk selama 3 minggu bukan?” Viola keberatan memang jika diminta untuk cuti karena nantinya dia tidak akan sekelas lagi dengan teman-temannya.
“Tidak apa-apa memang? Bukankah itu mempengaruhi nilai mu?” tuturnya dengan nada mengintimidasi dan tatapan mautnya.
“Atau tidak begitu nanti aku ganti tugas saja sama dosen yang bersangkutan. Bagaimana? Soalnya nanti kalau aku ambil cuti pasti aku ketemunya adik tingkat dan aku gak ketemu Lisa, Gea dan Yosi lagi dong” Viola menunjukkan raut wajah sedihnya agar Hendra merasa iba dengannya.
"Plis ya mas, gitu aja ya. Toh juga kita habis nikah kan tetap beraktifitas seperti biasa kan? Mas Hendra juga pasti ngajar lagi. Ini juga sebentar lagi UAS mas" Viola mencari pembelaan diri agar di ijinkan untuk bolos.
“Ya sudah terserah kamu saja. Jangan lupa makan. Jaga kesehatan. Pernikahan kita sebentar lagi” obrolan mereka sampai situ karena kini sudah sampai di Kos nya Viola.
“Oke, selamat malam Mas. Aku turun dulu” ucap Viola seraya menutup pintu mobil Hendra. Lantas dia berjalan dengan membawa bingkisan dari Hendra.
Sesampainya di kamar, dia merenungi nasibnya nanti menikah dengan dosen kutub yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
"Duh kenapa hidupku begitu banget ya. Kisah cinta yang kandas dan berakhir oleh sebuah perjodohan. Apakah aku ini mencintai Hendra? Ataukah masih mencintai Viko?
Pengen banget gitu pacaran atau punya suami yang sayang sama gue, gue juga sayang sama dia. Sedih banget kalau liat orang-orang tu punya pasangan sweet banget, bahagia banget. Lah gue? Harus sandiwara dan pura-pura sayang sama dia. Lantas mau sampai kapan coba gini terus"
Aaaaaa bisa gila gueeeee. Saking frustasinya dia menekan bantal di atas wajahnya.
Lamunan Viola tiba-tiba buyar karena sebuah ketukan pintu.
Tok.
Tok.
Tok.
"Viiii. Vioooo"
"Viii, tumben sih pintunya kamu kunci" teriak Lisa dari luar.
__ADS_1
“Sepertinya suara Lisa, mau apa nih malem-malem gini. Jangan bilang dia mau ngajak beli makan atau ga dia bakal curhat.. Aaa gak bisa nih ga bisa" pikirnya lantas jalan membuka pintu.
“Hemm ya Sa, kenapa? Masuk sini” ucap Viola mempersilahkan dengan senyum yang terlukis di wajahnya.
“Ah Vioo gue mau curhat tau. Ah senengnya gue, ah senengnyaaaa” tutur Lisa dengan wajah yang bahagia dan sesekali memegangi dadanya.
“Kenapa sih Sa, lagi sarap lu ye”
“Hii apaan sih Vi, bisa-bisanya gue dikatain sarap. Gue vi, gue. Gue habis di tembak sama Fandi Vi. Seneng banget gue. Ya Allah apa yang gue idam-idamkan akhirnya jadi milik gue” mendengar cerita dari Lisa membuat Viola rasanya ingin menangis sejadi-jadinya namun ditahan karena tidak mau membuat suasana bahagia Lisa menjadi berantakan.
Temen gue beruntung banget bisa jadian sama orang dia sayang, dia cinta. Sedangkan gue??.
“Dan lagi ya Vi, tadi gue habis ditembak gitu pas di café. So sweet banget lagi, dia tuh tiba-tiba maju ke panggung terus nyanyiin gue. Dan nama gue di sebut Viiii” Viola pun hanya merespon dengan senyuman saja dan mengiyakan apa yang dikatakan sahabatnya tersebut.
"Wahh seneng dong, selamat ya bestie. Akhirnya ga jomblo lagi deh haha" peluk dari Viola.
"Terima kasih Vi, akhirnya aku punya gandengan nanti ke pernikahan lo. Ya udah aku balik ke kamar dulu ya. Mau Video Call an sama ayank beb. See you cantikk" pamit Lisa pada Viola dengan menoel pipi chubbynya.
"Huu dasar kesini cuma mau curhat doang. Ya udah sana - sana pergi. Awas ya lu kesini lagi malem-malem cuma mau curhat doang" ujar Viola yang meminta Lisa pergi dari kamarnya.
Pagi harinya.
"Guys guys coba deh lihat di grup kelas. Ada info UAS nih" tutur komting kelas Viola.
"Ha? UAS? cepet banget"
"Whattt, udah UAS aja sih. Baru juga rasanya kemarin UAS sekarang udah UAS lagi aja"
"Iya nih"
Tiba-tiba ada suara bunyi sepatu yang mengarah ke kelasnya. Gea yang saat itu sedang mengintip segera memberitahukan ke teman-teman.
"Eehh guys, diem-diem ada Bu Anggun dateng tuh" Ucap Gea yang kini berusaha untuk mendiamkan teman-temannya karena suasana kelas sangatlah tak terkondisikan.
Akhirnya kelas pun diam seiring dengan Bu Anggun yang masuk ke kelas.
"Assalamualaikum wr.wb" salam Bu Anggun sebelum memulai pembelajaran.
__ADS_1
"Waalaikumsalam wr.wb bu" jawab mahasiswa dengan kompaknya.
"Oke teman-teman, di sini Bu Anggun menggantikan Pak Hendra yang kebetulan tidak bisa hadir. Silahkan di buka halaman 47 tentang Ekonometrika"
Tumben dia ga ngajar, ko gak ada pamit juga ya.
Seraya mahasiswa membuka buku, Bu Anggun menjelaskan.
"Nah seperti yang kalian tau bahwa ekonometrika itu sendiri adalah ilmu ekonomi dan matematika ekonomi yang membahas fenomena ekonomi yang bersifat kualitatif dalam bentuk angka. Analisis di dalam ekenometrika menggabungkan antara teori ekonomi, matematika, dan statistika ke dalam satu sistem analisis yang lengkap.
Ekonometrika umumnya menganalisis fenomena ekonomi dengan statistika inferensi sehingga pengujian empiris dapat dilakukan terhadap teori ekonomi yang telah dianalisis.
Dua dari sedikit akademisi di bidang ekonometri di Indonesia adalah Profesor Insukindro dari Universitas Gadjah Mada terutama berkat penerapan ekonometri untuk ekonomi moneter dan Dr. Ari Kuncoro dari Universitas Indonesia karena pekerjaannya di bidang mikroekonometri. (bla..bla..bla)" jelas Bu Anggun panjang lebar.
2 SKS pun dilalui.
"Bagaimana? paham? ada yang perlu ditanyakan?", tanyanya.
Pandangan Anggun menelisik satu persatu mahasiwa. Dan tak sengaja mata Bu Anggun dan Viola bertemu dan saling menatap.
Tatapan dari Bu Anggun seakan bertanya "Bukankah itu mahasiswi yang pernah bertabrakan dengan Pak Hendra? oh ternyata dia mahasiswi didikannya. Pantesan saja dia kemarin dia tampak membela gadis itu"
Berbeda dengan respon Bu Anggun, Viola tampak cuek namun sopan padanya. Dengan senyuman tipis sebagai rasa sopan dan menghargai di lontarkan pada Bu Anggun.
"Oke berarti siap ya, jika diminta untuk membuat makalah tentang Ekonometrika. Satu kelas dibagi menjadi 5 kelompok. Silahkan untuk komting membagi. Makalah di kumpulkan minggu depan. Untuk ketentuan tugas mengenai font, size font dan lain-lain nanti saya share ke komting. Paham ya" ujar Bu Anggun sebelum meninggalkan kelas.
"Paham bu"
"Pembelajaran saya akhiri sampai sini. Terima kasih, wassalamualaikum wr.wb."
...___________...
...Qodarullah,...
...Saat niat baikmu gagal bersamanya,...
...Coba ingat lagi bukankah doa-doa yang kau langitkan waktu itu berisi meminta yang terbaik?...
__ADS_1