Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)

Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)
Episode 18


__ADS_3

J****angan lupa like, komen dan vote y, biar aku semakin rajin buat up tiap hari


Melihat kebungkaman Celsi wanita itu kemudian langsung tertawa.


Hahahaha.......


Celsi langsung dibuat bingung oleh tingkah wanita itu. B**aru saja wanita itu seolah-olah mengusirnya, dan lihatlah sekarang, dia malah tertawa. Seakan-akan dia tidak memiliki dosa saat mengusir orang dengan tidak hormat.


"Vio, kau membuat kakak ipar takut". Timpal seorang lelaki yang sejak tadi hanya diam di belakang Celsi.


Mendengar suara lelaki itu, Celsi langsung menoleh kebelakang, ia bisa melihat seorang lelaki tampan, mungkin usianya juga sama dengan dirinya, dan lihatlah wajahnya terlihat mirip dengan Brian.


Yap, kedua orang itu tidak lain adalah Viola Kiran Mark dan Vino Karan Mark, mereka berdua kembar, dan merupakan adik kandung dari Brian marcusix Mark.


A**pa maksudnya kakak ipar?, apa mereka pikir aku kakak ipar mereka, sungguh tidak tau etika, berani sekali mereka mengatakan sesuatu tanpa bertanya. Kesal Celsi.


Sementara Brian langsung melototi adik lelakinya vino, ia bahkan tidak memiliki hubungan baik dengan Celsi, jangankan menjadi kakak ipar, jadi pacar saja tidak akan pernah terjadi, sungguh Brian tidak bisa bayangkan, bagaimana jadinya dia kalau menikah dengan wanita aneh dan super pengganggu seperti Celsi.


"Vin, jaga ucapan mu?". Peringat Brian pada adiknya Vino.


"Ah kakak, ayolah, sampai kapan kakak begini terus, lagipula dia terlihat cantik". Sangkal vino sambil melirik Celsi.


"Maaf kakak ipar, aku tadi hanya bercanda, aku tidak bermaksud mengusir kakak ipar". Kali ini Viola yang angkat suara.


*What??... , kakak ipar, oh ayolah, kalian pasti tau apa yang akan terjadi jika aku benar-benar menjadi istrinya Brian, sungguh dunia akan hancur berkeping-keping. Setiap hari saja hanya ada perdebatan diantara kami.


Aduh Celsi, bisa tidak kamu jangan lebay, bagaimana mungkin dunia hancur berkeping-keping hanya karena kamu menikah dengan Brian. Sepertinya kepalamu perlu di restart ulang deh, agar kembali baik*.


"Vio, sekali lagi kau memanggil dia kakak ipar, maka kakak tidak akan segan-segan mengembalikan kalian ke New York saat ini juga". Ancam Brian, dan kali ini penuh penekanan dalam setiap kata-katanya.


"Kakak.....". Rengek Viola dengan manja pada Brian.

__ADS_1


Brian langsung melotot pada adiknya, pertanda ia tidak ingin dibantah, dan melihat itu tentu saja Vilo langsung menunduk, tapi dia tidak akan menyerah.


"Kakak ipar, lihatlah, kak Brian tidak baik padaku, padahal kita baru sampai, mana mungkin kita harus kembali hari ini juga". Adu Viola pada Celsi.


Celsi hanya menganga melihat aksi Viola, ia tidak tau harus melakukan apa. jujur saja ia masih kesal dengan ulah Vio, namun apa boleh buat, jika Vio hanya bercanda ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Tapi, ia juga sih, bagaimana mungkin Brian begitu tega memulangkan kedua adiknya begitu saja, padahal mereka baru sampai, walaupun dia sedang kesal sekarang, tetap saja dia tidak akan tega melakukan hal itu.


"Kamu ini gimana sih?, adikmu baru sampai, dan sekarang kau ingin memulangkannya kembali, kau kakak yang tidak berperasaan. Aku sendiri saja tidak tega mendengarnya, bayangkan jika kau diposisi mereka, apa yang akan kau lakukan? ,aku rasa kau akan merengek seperti mereka juga". Tegur Celsi dengan terus menerus, tanpa memberi jeda di setiap ucapannya.


Viola dan Vino hanya melongo melihat aksi Celsi yang langsung blak-blakan, sungguh baru kali ini ada wanita yang berani melawan Brian, bahkan mereka sendiri sebagai adik, masih takut untuk menyangkal perkataan Brian, jangankan untuk melawan, melihat tatapan tajam Brian saja nyali mereka yang mulanya besar menjadi ciut.


Satu kata yang bisa diucapkan oleh mereka, hebat.


Brian langsung menatap Celsi tajam, berani sekali Celsi mengatakan kalau dia kakak yang tidak berperasaan, sungguh itu merupakan suatu penghinaan yang sangat besar, dan seorang Brian tidak terima dengan itu semua.


"Hey, apa maksud ucapan mu?, kau meragukan aku sebagai kakak?".


Tanya Brian dengan suara serak aura dingin pada Celsi, bahkan Brian menunjuk ke arah Celsi.


"Kau sendiri yang menunjukkan ketidak pedulian mu terhadap adik-adikmu, apa aku salah jika aku berasumsi sendiri?". Tanya Celsi kembali tapi dengan telunjuknya yang sudah tepat di hadapan wajah Brian.


Brian mengeram saat melihat Celsi yang kembali membalas ucapannya, sungguh baru kali ini ada wanita yang berani beradu mulut dengannya, jika saja Celsi bukan wanita, mungkin dia sudah menghajarnya dan menghabisinya saat ini juga.


"Kenapa?, apa kau marah padaku?, apa kau kesal padaku?, mungkin saja kau juga ingin menghabisi ku?". Tanya Celsi bertubi-tubi seolah-olah tau isi pikiran Brian.


Brian semakin menatap Celsi dengan tajam, namun apa yang ia lihat, Celsi malah membalas tatapan tajamnya dengan tatapannya yang tak kalah tajam.


"Kevin, ikut denganku. Dan kalian berdua masih berhutang penjelasan padaku". Ucap Brian dengan menatap kedua adik kembarnya secara bersamaan.


Kedua adiknya hanya bisa menunduk saat Brian berbicara pada mereka, namun dalam hati mereka, bersorak gembira karena ada yang membela mereka, sehingga mereka tidak jadi menerima hukuman dari pria gunung es itu.

__ADS_1


Kevin langsung mengikuti langkah Brian, namun dalam hatinya sangat was-was, ia sudah mempersiapkan mental untuk menghadapi hukuman yang akan Brian berikan padanya, karena telah lalai dalam memberikan informasi dan selain itu, ia juga tidak bisa menjaga kedua adiknya dan membiarkan kedua adiknya datang ke Indonesia sendiri tanpa pengawal, dan pastinya sangat membahayakan mengingat musuh Brian ada dimana-mana.


"Master, aku siap menerima hukuman". Ucap Kevin dengan pasrah bahkan ia langsung bersimpuh di hadapan Brian.


"Kau tau apa kesalahanmu?". Tanya Brian dengan dingin.


"Iya master, saya tau, saya telah membiarkan kedua adik master datang ke Indonesia tanpa pengawasan". Jawab Kevin penuh keyakinan.


"Kau tau, musuhku ada dimana-mana, bagaimana kalau ada yang mengincar nyawa mereka?, bukankah aku sudah peringatkan agar mengirim bodyguard dan pengawal untuk mereka?". Ucap Kevin dengan meninggikan suaranya.


"Maafkan saya master, saya sudah menugaskan 8 orang pengawal dan 4 orang bodyguard untuk nona Viola dan tuan Vino, tapi sepertinya mereka berdua berhasil mengelabui anak buah dan bodyguard yang saya kirim master". Ucap Kevin dengan berani, sebenarnya ia sedang takut, tapi walau bagaimanapun ia sudah lalai dalam menjalankan tugasnya.


"Pecat pengawal dan bodyguard yang kau tugaskan, aku tidak ingin melihat mereka lagi". Ucap Brian tiba-tiba.


"Dan untuk hukuman mu, kau harus mengurus peliharaan ku dengan baik selama sebulan". Lanjut Brian kembali.


"Baik master". Jawab Kevin dengan pasrah.


Kevin langsung undur diri dan meninggalkan Brian sendiri diruang kerja, Brian mengacak rambutnya frustasi, sekarang ia harus menjaga kedua adiknya dengan


ekstra, bahkan Celsi yang hanya bertemu dengannya sebentar saja sudah dalam bahaya saat ini, bagaimana dengan kedua adiknya, mungkin dia perlu memikirkan rencana selanjutnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa vote yang banyak ya...


__ADS_2