
Suara gemercik air begitu menggema di dalam kamar mandi kamar Celsi bahkan dia bersenandung ria di sana. Sesekali dia juga menggosok tubuhnya agar bersih dengan aroma sabun kesukaannya.
Hari ini dia begitu senang, itu semua karena orang tua Brian. Tadi siang dia sempat khawatir akan dimarahi oleh orang tua Brian karena tidak sopan, tapi ternyata dugaannya salah.
Enjel begitu baik padanya, bahkan dia meminta agar dirinya memanggil mommy sama seperti Brian. Tentu saja hal itu membuatnya sangat senang, walau bagaimanapun dia sangat merindukan sosok seorang ibu dan disini dia mendapatkannya dari Enjel ibu Brian.
Sementara Fikram yang terkesan dingin dan bersikap datar ternyata berbanding terbalik terhadap Celsi, dia begitu baik dan tidak lupa dia juga memberikan kasih sayang sosok seorang ayah untuknya.
Celsi tidak pernah melepas senyum selama mandi. Dia begitu bahagia itu terlihat saat dirinya tidak henti-hentinya bersenandung di sana. Cukup, dia rasa sudah cukup acara mandinya karena sudah hampir satu jam dia di sana. Dengan asal dia meletakkan sabun kembali ke tempatnya, namun yang namanya Celsi selalu ceroboh sehingga membuat sabunya terjatuh kelantai.
"Aishhh....Kenapa aku selalu ceroboh!!! meletakkan sabun saja aku tidak bisa" makinya terhadap dirinya sendiri.
Celsi kemudian mengguyur tubuhnya dengan air berharap sisa-sisa sabun menghilang dari sana. Setelah dia rasa cukup barulah dia meraih handuk dan melilitkan handuk kecil itu ditubuhnya.
"Baiklah Celsi saatnya memakai baju" gumamnya dengan terus tersenyum.
*Brrraaaakkk.......
Agggghhhhhh...... Auhhh*....
Celsi memegangi bokongnya yang sedikit sakit akibat terjatuh karena dia tidak sengaja menginjak sabun yang ada dilantai.
"Sakit..... kenapa aku sampai lupa kalau ada sabun dibawah" gerutunya tidak menentu seraya terus mengelus bokongnya.
"Dasar bodoh, ceroboh. Untung tidak keseleo atau bisa-bisa hari ini aku tidak akan bisa berdiri bahkan mungkin berjalan. Aishh.... Udah jatuh masih untung juga" makinya terus-menerus bahkan sekarang dia sudah duduk ditepi ranjang sambil meneliti kakinya apakah ada yang terluka.
"Baby... apa kau sudah tidur?" tanya Brian seraya masuk kedalam kamar Celsi tanpa mengetok terlebih dahulu.
Seketika Celsi langsung menoleh kearah pintu.
"Wow.... Kau sedang menggodaku?" tanya Brian dengan menyeringai saat melihat tubuh Celsi yang hanya dibalut oleh handuk kecil yang tipis.
"Cih.... Siapa yang ingin menggoda mu? kau sendiri yang masuk tanpa permisi dulu" desis Celsi dengan cuek.
Brian hanya tersenyum menyeringai seraya menutup pintu dan berjalan mendekati Celsi. Bagaimanapun dia tetaplah lelaki normal yang akan tertarik apabila melihat pemandangan indah seperti ini.
"Cek.... Apa yang kau lakukan? keluarlah. Aku ingin memakai baju" decak Celsi dengan sebal karena melihat Brian mendekat bukannya keluar.
"Jika ada yang lebih menarik disini, untuk apa aku keluar" balas Brian dengan senyumnya dan mata tajamnya.
__ADS_1
Gluggggkkkkk.....
Celsi mulai gugup saat melihat tatapan tajam Brian dan senyum menyeringai. Seakan-akan dia siap menerkam dirinya saat ini juga.
Astaga, jantungku kenapa berdegup dengan cepat?.
Dengan spontan Celsi langsung berdiri saat Brian sudah tepat dihadapannya. Wajahnya merona saat melihat tatapan Brian yang seperti singa kelaparan.
"Pergilah, aku ingin memakai baju" bujuk Celsi dengan membalikan tubuhnya kerena tidak sanggup melihat tatapan Brian.
Brian malah semakin tersenyum saat menyadari Celsi yang gugup. Dirinya seperti semakin ditantang saat Celsi merasa malu.
"Kau yakin menyuruhku pergi?" tanya Brian dengan mendekap tubuh Celsi dari belakang, dia bahkan menanamkan wajahnya di leher jenjang Celsi dan menghirup aroma sabun yang masih melekat di sana bersamaan dengan aroma tubuh Celsi yang menurutnya sangat menggoda.
"Iii..iya..." lirih Celsi karena merasa merinding saat Brian menciumi punggungnya yang telanjang.
Celsi merasa semakin merinding saat tangan Brian mulai naik keatas dan menggapai salah satu bukit kembarnya. Entah kenapa dia tidak bisa menahan tangan Brian. Tumbuhan sekarang seperti disengat oleh aliran listrik yang membuat tubuhnya semakin lemah dan hanya dikuasai oleh Brian.
"Brian....." panggil Celsi dengan nafasnya yang memburu. Walau bagaimanapun akal sehatnya masih bekerja dan berusaha menghentikan kegiatan Brian. Tapi apalah daya, kalau tubuhnya seakan menikmati semua sentuhan Brian yang begitu lembut.
Ummgggghhh.....
Sial..... Arggghh.... aku bisa gila kalau seperti ini. Brian tolong hentikan. Batin Celsi saat tangan Brian semakin liar bermain dikedua bukitnya.
Brian yang merasakan bagian bawahnya semakin mengeras tidak bisa membendung hasratnya lagi. Dia kemudian membalikkan tubuh Celsi sehingga kini mereka saling berhadapan.
Dia bisa melihat dengan jelas wajah Celsi yang memerah seperti menahan sesuatu dan nafas Celsi yang mulai terengah-engah karena ulahnya.
Tangan Brian mulai bergerak membelai lembut wajah Celsi dan juga bibirnya. Setelah itu dia mulai mendekat dan memiringkan kepalanya agar lebih mudah mencium bibir mungil Celsi.
Celsi yang diperlakukan lembut seperti itu tidak bisa membohongi dirinya sendiri karena dia juga sangat menikmati sentuhan lembut Brian pada setiap tubuhnya.
Ciuman yang lembut berubah menjadi saling ******* dan kemudian berakhir semakin panas dan menggila. Brian menyudahinya saat nafas keduanya semakin menipis.
Tidak ingin menunggu lagi Brian melepas baju yang dia kenakan termasuk celananya dan hanya menyisakan celana dalamnya saja.
"Brian......" panggil Celsi dengan lembut saat Brian mulai melepas handuk yang dia kenakan.
"I love you sayang, aku menyukaimu" ucapannya menenangkan Celsi dan bersamaan dengan handuk Celsi yang sudah merosot kebawah sehingga terlihat jelas tubuh Celsi yang polos.
__ADS_1
Brian memeluk erat tubuh Celsi dan membiarkan tubuhnya dan tubuh Celsi merasakan kulitnya bersentuhan langsung.
Aggghhh..... Mata Brian terpejam saat dia meremas bokong Celsi dengan liar dan merasakan dada Celsi yang langsung menghantam kulitnya.
Tubuh Celsi semakin dikuasai oleh nafsu dan Brian dapat merasakan itu sehingga dengan sigap dia langsung membaringkan tubuh Celsi di atas ranjang.
Celsi menggeliat saat bibir Brian semakin liar menyelusuri setiap jengkal tubuhnya bahkan dia mendesah hebat saat Brian mengisap dengan kuat salah satu dadanya.
"Brian... please....." rancu Celsi tidak kuat saat menahan sensasi aneh dalam dirinya lagi.
Brian hanya tersenyum dan kembali melanjutkan aksi dibagikan bawah Celsi sehingga membuat tubuh Celsi bergetar semakin hebat.
Saat Celsi sudah mencapai pelepasannya yang pertama barulah Brian melepas celananya yang sejak dadi masih setia dia kenakan. Brian langsung naik dan menindih tubuh mungil Celsi dan mulai menggesek-gesekkan miliknya dibawah sana sehingga tubuh Celsi kembali bereaksi dan dikuasai oleh nafsu.
Pergulatan mereka terjadi cukup lama karena Brian tidak hanya melakukannya sekali namun sampai tiga kali, sehingga membuat tubuh Celsi benar-benar kehabisan tenaga dan berakhir terlelap dengan pulas disebelah Brian.
.
.
.
.
.
.
.
Ummi tau kalian kecewa karena ummi lama up, tapi ummi masih berharap agar kalian tetap setia baca karya ummi.
jangan lupa
like
komen
vote + rate 5
__ADS_1