Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)

Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)
Episode 45


__ADS_3

Hari ini Celsi ingin mengetahui semua alasan Brian menyembunyikan semuanya. Dia juga ingin tahu kenapa Brian memiliki banyak fotonya saat kecil.


Bagaimanapun juga semuanya harus segera dia ketahui, dia tidak ingin hubungan mereka didasari kebohongan lagi yang ujung-ujungnya akan ketahuan juga. Lebih baik dia mengetahui semuanya sekarang daripada nanti yang hanya akan menyisakan luka akibat kecewa.


Tidak ingin membuat kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya akhirnya Brian memilih untuk jujur, dia tidak mau kalau nantinya Celsi malah semakin jauh akibat kebohongannya.


flashback on


8 tahun yang lalu tepatnya saat usia Celsi 12 tahun dan Brian 17 tahun.


Disebuah ruangan terlihat seorang lelaki yang sedang mengamuk dan marah pada orang yang ada didepannya.


Praaaaaannngggg....


Gelas yang berisikan jus jeruk kesukaannya langsung dibanting begitu saja ke lantai mengakibatkan pecahan beling berserakan dimana-mana.


"KENAPA BISA TERJADI? APA KALIAN TIDAK BISA BECUS BEKERJA?" tanya Brian dengan emosi.


Orang yang berdiri dihadapannya hanya bisa bungkam dan tidak berani untuk menjawab pertanyaan majikannya.


Walaupun usia Brian masih terbilang muda tapi aura yang ditunjukkan sudah seperti orang dewasa. Saat melihat keseriusannya dan amarahnya membuat siapapun bergidik ngeri untuk mengusik ketenangannya.


"Maafkan kelalaian saya Den Brian. Saya akan mencari tahu keberadaan nona Celsi kembali" sahut orang itu dengan gugup.


Rahang Brian semakin mengeras kala mengingat Celsi yang hilang dari pantauannya.


Brian memang meminta ayahnya untuk menjaga keluarga Celsi saat ia meninggalkan Indonesia. Itu semua dikarenakan dirinya yang ingin membalas kebaikan keluarga Celsi ditambah dengan dirinya yang mulai menyayangi Celsi kecil kala itu.


Namun hari ini dia begitu marah sekaligus khawatir saat mengetahui kalau ayah dan ibu Celsi telah meninggal akibat kebakaran yang menimpa sebuah perusahaan tempat mereka bekerja. Yang tak lain adalah perusahaan mereka sendiri.


Bukan hanya itu semua aset keluarga Celsi juga ikut tersita untuk mengganti rugi semua dana yang telah hilang akibat kebakaran tersebut. Sehingga membuat Celsi harus merelakan rumah dan beberapa properti milik keluarganya disita oleh pihak perusahaan.

__ADS_1


"CARI TAHU DIMANA KEBERADAANNYA SEKARANG. Jika Celsi sampai kenapa-kenapa aku tidak akan pernah memaafkan kalian" titah Brian dengan emosi.


Enjel dan Fikram yang tidak sengaja mendengar amarah putranya dari arah luar pintu menjadi sedikit penasaran. Beruntungnya pintu tidak terkunci rapat sehingga mereka bisa langsung masuk.


"Sayang.... Kau kenapa? kenapa marah-marah begitu?" tanya Enjel dengan lembut.


Enjelega Putri yang akrab dipanggil dengan sebutan Enjel. Dia merupakan ibu dari Brian yang berasal dari Indonesia. Sejak usia Enjel 20 tahun dia sudah ditinggal sendiri, pertemuannya dengan Fikram berawal dari ketidak sengaja'an yang membuat keduanya harus merajut kasih dan hidup bersama.


Fikram Nicky Alvaro yang akrab dipanggil Fikram. Merupakan seorang pengusaha sukses yang sudah memiliki beberapa perusahaan yang sudah tersebar di berbagai negara. Perusahannya semakin maju saat Brian yang mengambil alih dan sekarang menjadi perusahaan raksasa nomor satu di dunia. (Lanjut ke topik permasalahan).


Brian tersentak saat mendengar suara lembut ibunya. Kenapa bisa ibunya ada di sini? oh, tentu saja, ini sudah waktunya makan malam. Ibunya pasti datang untuk mengajaknya makan bersama.


"Mommy..." Brian langsung berjalan dan menghampiri ibunya.


Terlihat jelas kalau Brian sedang sedih dan khawatir itu tergambar dari cara bicaranya pada Enjel. Brian memang terkenal dengan sifatnya yang dingin dan cuek serta kejam. Tidak heran sih karena ayahnya juga seperti itu. Namun itu akan berubah saat bersama dengan keluarganya, Brian akan berperilaku layaknya seperti anak biasanya pada kedua orang tuannya.


"Boy, kau kenapa? kenapa kau terlihat cemas?" timpal Fikram ikut khawatir melihat keadaan putranya.


"ya, Dady ingat !!! kau bahkan memerintahkan Dady agar menjaga mereka saat kita akan meninggalkan Indonesia. Krena itu Dady memerintahkan beberapa anak buah kepercayaan Dady untuk menjaga mereka" terang Fikram mengingat bahwa putranya kala itu bersikeras untuk melindungi keluarga yang telah menyelamatkannya. Bahkan Brian mengancam tidak ingin kembali kalau permintaannya tidak dituruti.


"Aku kehilangan mereka" lirih Brian dengan suara yang terdengar pilu.


"Kenapa bisa? bukankah setiap hari kau mendapat laporan kalau mereka baik-baik saja" tanya Fikram.


"Dady, apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin kehilangan Celsi" panik Brian kembali.


"Tenanglah sayang, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa kau sampai kehilangan mereka secara tiba-tiba?" sahut Enjel mencoba menenangkan putranya.


Brian kemudian memerintahkan orang yang sejak tadi masih di ruangannya untuk segera pergi kemudian dia menceritakan semuanya kepada ayah dan ibunya tentang perihal orang tua Celsi yang meninggal akibat kebakaran dan tentang Celsi yang menghilang tiba-tiba dari pengawasan anak buahnya.


"Aku harus bagaimana mom?. Tidak bisa, aku harus mencari keberadaan Celsi"

__ADS_1


"Dady tidak akan mengijinkan kau pergi ke Indonesia" larang Fikram saat mendengar ucapan putranya.


"Mommy juga. Kau tau kan nak, mommy tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi" panik Enjel. Bahkan matanya sudah tampak berlinang kala mengingat kejadian dimana suaminya hampir kehilangan nyawanya saat itu.


Benar, saat itu Fikram mencoba bertahan dengan melawan para musuhnya sendiri setelah memastikan Brian sudah lari jauh. Bahkan Fikram membiarkan Brian yang masih berumur 10 tahun untuk berjuang sendiri agar bisa selamat sementara dirinya harus melawan musuhnya yang sudah tampak siap menghabisi dirinya. Untung saja pasukannya saat itu datang tepat waktu jika tidak bisa disimpulkan kalau dia pasti sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


Brian langsung tertunduk sedih saat mengingat kejadian 15 tahun silam yang hampir menewaskan dirinya dan ayahnya. Jika saja ayahnya tidak meminta dia untuk lari saat itu, mungkin hari itu juga dia sudah tidak ada dan mungkin dia tidak akan dipertemukan dengan keluarga Celsi yang hatinya bak malaikat untuk Brian.


Melihat putranya yang tampak putus asa membuat Fikram menjadi sedikit bersalah. Dia tau kalau putranya sangat menyayangi Celsi, bahkan tiada hari bagi Brian saat dia tidak melihat foto Celsi. Setiap hari dia kan meminta kiriman foto Celsi dari orang yang bertugas mengawasi Celsi. Dia selalu menanyakan pada mereka apa yang dilakukan Celsi dan dengan siapa saja Celsi berteman.


"Kita akan mencari tahu keberadaan Celsi. Kau tenang saja, dia pasti baik-baik saja" ucap Fikram memberi semangat untuk Brian.


Brian hanya diam. Dalam hatinya dia berjanji saat waktunya tiba dia sendirilah yang akan datang menemui Celsi dan membawanya ikut bersamanya, dia akan membalas kebaikan Celsi dan akan selalu membahagiakan Celsi. Mungkin bukan sekarang tapi saat dirinya sudah tumbuh semakin dewasa.


Flashback off


.


.


.


.


.


.


.


Halo semuanya.....

__ADS_1


oh iya, tolong budidayakan tekan like setelah baca ya. Dan jika berkenan vote author agar semakin rajin untuk up tiap hari.


__ADS_2