
Huuuuammm ....
Celsi mengangkat kedua tangannya untuk merenggangkan otot-ototnya, dan tidak lupa juga ia mengucek-ngucek kedua matanya.
Rasanya sangat melelahkan, aku seperti tidur sangat lama.
Celsi kemudian menjatuhkan tangannya tepat disampingnya.
Apa ini ...?, sangat keras, apa guling bisa sekeras ini ???.
Huuaaaaaaa........ Teriak Celsi dengan sangat kencang.
Mendengar suara melengking milik Celsi membuat Brian langsung terbelalak dan langsung terduduk.
"Kenapa kau berteriak ...?". Tanya Brian dengan membentak Celsi.
Aaaaaaaa....... Lagi-lagi Celsi malah berteriak saat melihat tubuh bagian atas Brian yang telanjang.
Yap, Celsi berteriak karena mendapati Brian yang tidur disebelahnya, dan saat ia menjatuhkan tangannya tanpa sengaja malah menimpa perut Brian yang di sana terdapat banyak roti sebek karena tubuh Brian yang memang sixpack. Tentu saja hal itu membuatnya sangat kaget, seumur-umur yang Celsi ketahui baru pertama kali ia terbangun dengan lelaki di sampingnya.
"Kau....., kenapa kau di sini?". Tanya Celsi dengan gugup.
Brian menatap bingung Celsi. Apa yang salah dengan dirinya berada disitu, toh, ini kamarnya sendiri.
"Apa maksudmu?". Celsi malah semakin bingung karena Brian bertanya balik.
"Ini kamarku, dan aku berhak ada disini". jawab Brian kemudian.
"Tetap saja, kau tidak boleh disini". Sangkal Celsi tidak setuju.
Brian kemudian langsung menatap kesal Celsi. Apa maksudnya coba, mengatakan kalau dia tidak boleh disini?. Dengan cepat Brian langsung berdiri dan berniat turun dari ranjang.
Huuuaaaaaa...... Celsi malah berteriak lagi.
"Hey, apa kau tidak bisa diam?". Bentak Brian.
__ADS_1
"Kau membuat telingaku sakit". Sambung Brian kembali dengan menutup kedua telinganya.
Melihat tidak ada respon dari Celsi, Brian kembali naik keatas ranjang ia kemudian langsung menatap Celsi dengan sangat tajam.
Celsi langsung terbelalak saat melihat jaraknya dengan Brian yang sangat dekat, ia langsung tertunduk tak sanggup melihat mata Brian.
Syukurlah, ternyata dia memakai celana !!, aku pikir tadi dia juga telanjang.
Celsi bernafas lega saat mendapati Brian yang masih mengenakan celana panjangnya, dia sudah beranggapan kalau Brian telanjang bulat, karena itu melihat Brian langsung berdiri membuat dia langsung berteriak tadi. sungguh memalukan.
Celsi langsung bernafas lega. Sementara Brian menatap bingung saat melihat ekspresi Celsi.
Sekarang apa yang wanita aneh ini pikirkan?.
"Hey, menyingkir dari atas tubuhku". Dorong Celsi pada bagian tubuh Brian yang ternyata tepat berada di atas tubuh Celsi.
Brian malah tidak bergeming, ia kembali menatap Celsi dengan sangat tajam. Sekarang dia sudah sangat terganggu dengan kehadiran Celsi, jika dibiarkan lebih lama lagi, bisa-bisa dia akan tuli saat mendengarkan teriakan Celsi yang melengking.
"Hari ini aku tidak akan membiarkanmu lolos, kau sudah sangat mengganggu ketenangan ku". Tutur Brian dengan nada yang penuh penekanan.
Celsi langsung menelan Saliva nya sendiri, sekarang ia sangat gugup sekaligus takut. Keringat dingin tiba-tiba saja membasahi keningnya. Sungguh, ia merasa merinding saat mendengar penuturan Brian.
"A....apa yang ingin kau lakukan ...?". Tanya Celsi dengan gugup seraya menatap mata Brian yang kelewat tajam.
Celsi dimana keberanian mu ?, bukankah semalam kau sangat berani?, bahkan kau berhasil membuat keluarga Mark kalang kabut. Sungguh, aku jadi heran, kenapa hanya dalam semalam kau menjadi sangat lemah ?.
Brian langsung menyeringai saat melihat kegugupan Celsi, sungguh ia tidak menyangka Celsi yang mulanya sangat menakutkan seperti monster tiba-tiba langsung berubah menjadi anak kucing yang ketakutan.
Melihat senyum menyeringai Brian membuat Celsi semakin panik, ia kemudian langsung mendorong tangan Brian yang sebelah kanan dengan sangat kuat.
Brian yang tidak siap dengan serangan mendadak Celsi tentu saja langsung roboh, karena tangannya adakah pertahanan untuk menopang berat tubuhnya saat ini.
Bruuukk...
Tubuh Brian langsung ambruk di atas tubuh Celsi, dan yang paling mengejutkan lagi bibir mereka yang saling menyatu.
__ADS_1
Apa ini ?, kenapa jadi seperti ini?,. Aku tidak menginginkan keadaan seperti ini. Huaaa...hiks.., ciuman pertamaku. Batin Celsi menangis dan menyesali kebodohannya.
sementara Brian sendiri. Bibirku ...!!!, kenapa bibirnya sangat lembut, dan apa ini, kenapa rasanya sangat manis?. Batin Brian.
Tanpa Brian sadari bibirnya ternyata sudah bergerak dan memainkan bibir Celsi. Dan saat Celsi mendapatkan perlakuan seperti itu jantungnya tiba-tiba berdetak sangat cepat, tubuhnya membeku dan ada sengatan listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Sungguh Celsi tidak mampu menggambarkan suasana perasaannya saat ini, ia hanya sanggup memejamkan matanya saja.
Brian sendiri ikut memejamkan matanya, ia tidak tau apa yang sedang ia lakukan, ia sendiri hanya mengikuti arus suasana dan hasratnya yang tiba-tiba muncul. Brian kemudian menggigit kecil bibir Celsi sehingga membuat Celsi langsung membuka mulutnya sedikit dan itu menjadi peluang untuk Brian memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Celsi.
Dengan sangat berambisi Brian ******* bibir Celsi untuk memperdalam ciumannya, bahkan tangannya sudah tidak bisa diam, ia kemudian langsung menggerayangi tubuh Celsi.
Celsi yang ternyata masih mengenakan jubah mandi membuat Brian semakin mudah untuk menyelundupkan tangannya masuk kedalam sela-sela jubah mandi Celsi, ia menggerayangi tubuh polos Celsi dari balik jubah mandi itu.
Tangan Brian meremas lembut payudara Celsi sehingga membuat Celsi mendesah pelan.
Ciuman Brian langsung turun ke leher jenjang milik Celsi, ia menggigit-gigit kecil di sana baik di telinga dan leher Celsi. Celsi menggeliat merasakan sensasi baru yang ia rasakan, ia tidak sanggup lagi menggambarkan perasaannya saat ini. Sensasi geli bercampur nikmat langsung membuatnya mengerang tidak karuan.
Tangan Brian langsung menyelusup kebagian bawah Celsi. Sungguh sangat berani, Brian malah mengelus-elus bagian sensitif Celsi, Brian menggerakkan tangannya maju mundur di sana, dengan terus mengelusnya.
Celsi Semakin dibuat gila oleh permainan Brian, sungguh ia bisa gila saat merasakan sensasi ini. Celsi hanya bisa mengerang nikmat dan desahan demi desahan lolos begitu saja dari mulutnya.
Ciuman Brian semakin ganas saat mendengar desahan Celsi. Sungguh desahan Celsi seperti nyanyian yang begitu merdu ditelinga Brian. Dengan buas ia semakin menyelusuri setiap jengkal tubuh Celsi yang polos, entah kapan tapi ternyata ia sudah melepas ikatan lilitan jubah mandi Celsi dengan sigap, entahlah, tapi tiba-tiba saja tangannya sudah bergerak melepaskan itu sejak tadi, dan sekarang tubuh Celsi benar-benar polos.
Brian semakin melancarkan aksinya, ia semakin mempercepat gerakan tangannya dibagikan **** ********** Celsi tapi masih dengan posisi mengelus, ia belum memasukkan jarinya ataupun senjatanya.
Celsi yang semakin menggeliat membuat area sensitifnya semakin basah dan basah, entahlah permainan Brian langsung membuatnya kalang kabut, ia bahkan tidak bisa berpikir apa-apa lagi, ia hanya bisa mengerang merasakan nikmat saat Brian terus bermain.
desahan demi desahan terus lolos begitu saja, tangan Brian semakin gencar di sana, sementara mulut Brian tidak henti-hentinya terus menghisap kedua bukit kembar Celsi yang sedikit padat.
.
.
.
__ADS_1
.
U****ntuk sekarang cukup sampai disini ya...jangan lupa dukungannya terus...