Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)

Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)
Episode 29


__ADS_3

Tatapan tajam Celsi belum lepas dari kedua pria itu, bahkan setelah Brian datang sekalipun, tetap saja Celsi masih menatap kedua orang itu dengan tatapan permusuhan.


Brian yang samasekali tidak mengetahui perihal kedatangan teman-temannya yang bernama Simon dan Arkan tentu saja sedikit kaget, pasalnya tadi dia masih dikamar namun saat ia hendak kebawah ia mendengar suara seseorang yang seperti menggebrak meja dan benar saja di sana ia melihat Celsi yang sedang mengamuk kepada kedua temannya.


"Brian darimana kau membawa singa betina ini?". Tanya Simon sembari melirik kecil Celsi.


Celsi terbelalak saat mendengar ucapan Simon. Berani sekali dia mengatai aku singa, lihat saja pembalasanku !!!.


Brian langsung menatap temannya dengan tajam, sekarang dia yakin kalau Celsi akan memulai dramanya lagi setelah mendengar julukan nama yang diberikan temannya.


Persiapkan dirimu Simon, aku rasa kau akan bertekuk lutut nanti. Brian langsung tersenyum menyeringai, ia sudah tidak sabar melihat kekalahan telak dari temannya. (Sungguh jahat kau Brian, berbahagia di atas penderitaan orang lain.)


"Tuan ..., apa kau pikir aku tuli?". Tanya Celsi sembari menyunggingkan bibirnya sedikit sehingga membentuk sebuah senyuman misterius.


Simon dan Arkan langsung menatap Celsi dengan penuh tanda tanya. Mereka pikir Celsi tidak bisa berbahasa Inggris mengingat tadi Celsi menggunakan bahasa Indonesia saat marah. Namun dugaan mereka ternyata salah, bukan hanya mengerti tapi Celsi juga bisa berbahasa Inggris.


Walau Celsi tidak kuliah, namun sejak SMP ia sudah menguasai bahasa Inggris, bahkan ia sering mengikuti kejuaraan berbahasa asing saat sekolah dulu. Tentu saja bagi Celsi hanya untuk berinteraksi dengan orang-orang bule sangat mudah.


"Kau menyebutku apa tadi?". Tanya Celsi sembari menatap Simon dengan tajam.


"Hemmm..., kalau tidak salah kau memberiku julukan singa betina". Lanjut Celsi kembali sekarang ia bahkan langsung maju selangkah agar lebih dekat dengan Simon dan Arkan.


Simon langsung menelan Saliva sendiri saat Celsi memperhatikannya dari ujung kaki sampai kepala,. Seperti tengah sedang menilai dirinya sendiri.


Celsi kemudian langsung menarik kerah baju Simon dengan sangat keras hingga membuat Simon maju selangkah mendekati dirinya.


Apa yang wanita ini akan lakukan?, Jesus tolong aku. Batin Simon.


Gluuukk...


Dengan sangat kasar Arkan menelan Saliva sendiri, Ia tidak bisa bayangkan jika temannya dihajar oleh seorang wanita.


Simon, aku rasa kau benar-benar berhadapan langsung dengan singa betina asli. Lihatlah wanita ini seakan-akan ingin mengeluarkan taringnya dan siap memakan mu hidup-hidup, matanya yang tajam saja sangat menakutkan apalagi saat dia nantinya mencakar dan mencabik-cabik tubuhmu. Arkan bergidik negeri saat membayangkan apa yang akan terjadi dengan temannya.


Sementara Brian hanya bersikap datar dan biasa-biasa saja, ia bahkan tidak memperdulikan bagaimana ekspresi sinis Simon saat ini, yang pasti Simon tidak ubahnya seperti seorang bocah yang melihat hantu. Kau salah mencari lawan Simon, sungguh nasibmu sangat malang.


Hiks....hiks....


Diluar dugaan mereka malah dikagetkan dengan suara tangisnya Celsi yang tiba-tiba.


Celsi kemudian langsung melepas kerah baju Simon dan langsung menangis dengan keras sembari terus menatap kearah Simon.

__ADS_1


Huaaa...aaaa, hiks.., hiks...


Tangis Celsi semakin menjadi saat mereka menatapnya dengan bingung.


"Ada apa?, kenapa kau menangis?, Panik Simon.


Simon ingin meraih bahu Celsi tapi ia ragu, sementara dirinya tidak tau harus melakukan apa. Sungguh dia tidak tahan saat melihat wanita menangis, itu merupakan kelemahan terbesarnya apalagi dia tau betul kalau Celsi tidak memiliki salah apa-apa pada dirinya.


"Hey, diam lah. Cup, cup cup". sembari menepuk kecil sebelah bahu Celsi.


Celsi kemudian sedikit mendongak dan menatap Simon dengan tatapannya yang sendu.


"Kenapa kau memanggilku singa ?". Tanya Celsi dengan air matanya yang terus menetes.


"Aku tidak suka kau memanggilku singa". Lanjut Celsi kembali.


Simon tersentak saat mendengar ucapan Celsi sekarang ia tau kenapa Celsi menangis ternyata hanya masalah julukan yang ia berikan.


Sungguh diluar dugaan, tadinya mereka pikir Celsi kan menghajar Simon atau apalah yang pasti membuat Simon kalah. tapi ternyata Celsi malah menangis.


Brian hanya santai dan terus menyaksikan darma yang dimainkan Celsi, ia tau air mata Celsi adalah air mata buaya. Lihat saja Celsi menangis tapi terlihat jelas dari bahasa tubuhnya yang menunjukkan kalau dia malah tertawa dan tersenyum penuh kemenangan. Sungguh aktor yang sempurna.


"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan memanggilmu singa lagi, sekarang aku mohon berhentilah menangis". Bujuk Simon kemudian.


Kesempatan emas, menyelam sambil minum air. Siapa suruh ganggu ketenangan seorang Celsi Yanova Putri, sekarang kau harus membayar mahal atas kesalahanmu. Batin Celsi langsung tertawa bahagia.


Tanpa pikir panjang Simon langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil semua uang cash dari dalam sana dan langsung ia berikan pada Celsi.


Celsi terbelalak saat melihat banyaknya uang yang Simon berikan. Sungguh ini diluar dugaannya, dia pikir tadi Simon hanya kan memberikannya beberapa lembar saja, tapi sekarang bukan beberapa lembar tapi puluhan lembar.


Untung aku selalu menyiapkan uang cash di dompetku, atau tidak masalahnya akan semakin besar nanti.


Celsi kemudian mencoba menyembunyikan kesenangannya dengan berpura-pura sedih dihadapan Simon, ia langsung meraih uang itu.


"Sekarang aku ingin makan es krim rasa strawberry". Rengek Celsi kembali dengan matanya yang dibuat seolah-olah memohon.


Simon sama sekali tidak bisa berpikir jernih lagi, yang ada didalam otaknya saat ini hanya ingin membuat Celsi tidak menangis lagi.


"Baiklah, kau tunggu disini, aku akan keluar sebentar dan membeli es krim untukmu". Sahut Simon.


Simon langsung bergegas meninggalkan rumah Brian. Setelah kepergian Simon Celsi kemudian langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


hahahaha...


Celsi tertawa hingga membuat perutnya sakit, ia kemudian langsung duduk kembali di kursi sembari mengatur nafasnya karena terlalu lama tertawa.


Arkan hanya dibuat bingung oleh ulah Celsi, ia bahkan tidak tau apa yang membuat Celsi tertawa dan menangis saat ini.


"Apa kau sangat puas?". Tanya Brian kemudian sembari menatap Celsi tajam.


"Tentu saja, kau lihat tadi, dia sangat ketakutan saat melihat aku menangis. Hahaha". Celsi malah tertawa lagi saat menjawab pertanyaan Brian.


Brian kemudian langsung menyunggingkan sedikit senyum saat melihat kesenangan Celsi, dia turut senang karena akhirnya Celsi kembali seperti semula.


"Apa kalian tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?". Tanya Arkan kemudian dengan menghampiri Celsi dan Brian.


Celsi langsung menghentikan tawanya saat Arkan menatap bingung kearahnya.


"Keluarkan dompetmu". Pinta Celsi langsung sembari langsung menyodorkan tangannya yang sebelah kanan seakan-akan menanti sesuatu.


Walau bingung tetap saja Arkan langsung mengeluarkan dompetnya dan memberikannya pada Celsi.


.


.


.


.


Akhirnya aku up lagi.....


sebenarnya ummi pengen up kemaren, namun karena ada sedikit kendala, karena itu ummi tidak bisa up.


Tapi sekarang ummi sudah up, dan kemungkinan hanya saat malam hari saja ummi bisa up saat ini, berhubung ummi sedang UAS sekarang, jadi tidak bisa up siang hari.


Seperti biasa jangan lupa:.


Like


komen


vote + favorit.

__ADS_1


ditunggu ya, dukungan dari kalian.


__ADS_2