Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)

Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)
Episode 47


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang melelahkan untuk seorang Kevin. Bagaimana tidak, dia baru saja selesai mengurus hewan peliharaan Brian yang berada tepat disebuah kebun binatang yang tidak terlalu luas.


Di sana terdapat sekitar 10 ekor singa, 100 ekor ular berbisa yang mematikan dan juga beberapa hewan buas lainnya. Dan dibagikan sudut kebun bintang itu terdapat sebuah lapangan yang sangat luas dengan hamparan rumput hijau yang begitu menyejukkan mata sekitar 100 kuda tampak sibuk memakan rumput-rumput kecil di lapangan luas tersebut.


Setelah menghabiskan kurang lebih 5 jam akhirnya Kevin selesai dengan tugasnya. Dan setelah hari ini dia tidak perlu mengurus hewan peliharaan Brian lagi karena masa hukumannya yang sebulan sudah habis ( Brian menghukum Kevin selama sebulan, jika kalian lupa bisa di baca ulang di episode 18 ).


"Melelahkan sekali. Lain kali aku harus berhati-hati menjalankan tugas atau setiap hari hidupku akan berakhir untuk melayani singa dan ular berbisa itu ditambah dengan beberapa buaya yang selalu lapar setiap harinya. Aissshhh.... Ini tidak boleh terjadi" gerutu Kevin dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah selesai Kevin langsung bersiap-siap untuk pulang ke rumah Brian itupun karena dia ditugaskan untuk melihat keadaan Ana temannya Celsi. Merepotkan bukan, tapi bagaimana lagi kalau Brian sudah memberikan perintah dia samasekali tidak bisa menolak.


°°°°°


Sementara disisi lain Ana terus uring-uringan di atas tempat tidur, seharian kerjanya hanya belajar bahasa Inggris dan tidur kemudian makan. Tentu saja itu membuat dirinya dirundung kebosanan, walau bagaimanapun dia tipe wanita pekerja keras yang tidak bisa berdiam diri seperti ini. Ditambah saat ini dia sudah tidak perlu privat bahasa Inggris lagi karena dia sudah mulai mahir, walaupun masih sedikit terbata-bata namun itu sudah tidak terlalu dipermasalahkan.


Setelah cukup lama membolak-balik tubuhnya di atas ranjang, akhirnya dia memutuskan untuk pergi berenang saja untuk menghilangkan kebosanannya.


"Bik, kau melihat Nona Ana?" tanya Kevin karena dia tidak melihat Keberadaan Ana semenjak ia memasuki rumah.


"Ya tuan. Nona Ana sedang berenang. Apa perlu saya panggilkan?" tanya pelayan itu dengan sopan.


"Tidak perlu, saya akan menemuinya langsung" tolak Kevin dengan halus.


Kevin langsung memutar langkahnya menuju bagian belakang rumah, dimana di sana terdapat taman dan kolam renang. Tentu saja tempat Ana berenang sekarang.


"Nona Ana...?" panggil Kevin.


Sontak saja Ana langsung menoleh kerah sumber suara dan itu langsung membuat Kevin yang mulanya bisa saja menjadi kaku dan salah tingkah.


Glukkkk.... Dengan susah payah Kevin menelan Saliva sendiri.


°°°°°


"Ana......" pekik Celsi dengan senang saat melihat Ana dan Kevin sedang santai diruang tamu.


"Celsi stop.... Jangan memelukku" tolak Ana saat melihat Celsi berlari kearahnya.


Spontan saja Celsi langsung berhenti dan memasang wajah cemberut pada Ana.


"Cih, kau terlalu PD. Aku bukan ingin memelukmu tapi memeluk Kevin" elak Celsi tidak terima.


Brian langsung melotot tidak terima dengan ucapan sembrono Celsi. Dia tidak akan biarkan lelaki lain menyentuh miliknya termasuk Celsi.

__ADS_1


"Baby, jangan coba-coba melakukan itu, atau tidak kau akan ku hukum" ucap Brian penuh peringatan.


Oh tidak. Sepertinya aku sudah salah bicara. Batin Celsi.


Ana langsung terkekeh melihat kekalahan Celsi, dia tau betul kalau Celsi takut dengan ancaman Brian.


"Dasar teman tidak berperasaan. Bukannya belain malah ngeledek" gerutu Celsi saat melihat Ana terkekeh karena kekalahannya.


Celsi lantas langsung duduk di samping Ana sementara Brian dan kedua temannya juga ikut duduk dan mengambil posisi masing-masing.


"Master, Aku sudah menyelesaikan hukumanku" lapor Kevin kemudian.


"Baguslah!!! aku pikir singa kesayanganku sudah mencabik-cabik tubuhmu itu" ledek Brian.


"Kau dihukum Kevin? tapi kenapa? aku pikir orang sepertimu tidak pernah melakukan kesalahan" tanya Celsi.


"Astaga Celsi...." gemes Ana


"Walau bagaimanapun Kevin tetaplah manusia. Dan dia tidak lepas dari kesalahan dan dosa" terang Ana.


"Kau memang bijak. Tidak sia-sia aku berteman denganmu"


Kevin langsung menatap Ana dan sedikit tersenyum mendengar ucapan Ana yang menurutnya sedikit menggemaskan.


"Ana, kau lihat tadi? Kevin tersenyum padamu" goda Arkan.


sontak saja pandangan Ana dan Kevin langsung bertemu dan itu membuat keduanya menjadi salah tingkah. Apalagi kejadian tadi masih teringat jelas dalam ingatan mereka.


Persetan, kenapa sekarang aku sangat canggung pada Kevin. Argggghhhh.... aku benci keadaan seperti ini. Jangan sampai dia mengingat kejadian tadi siang, sungguh memalukan. Gerutu Ana tidak menentu.


Dasar Arkan bodoh. Umpat Kevin kesal karena Arkan telah menggodanya dan membuat kecanggungan kembali terjadi antaranya dan Ana.


Suasana hening sejenak dan tidak lama setelah itu terdengar suara tawa yang sangat menggelegar.


Hahahaha...... Tawa semua orang langsung pecah saat melihat tingkah kedua orang yang semakin canggung dan wajah keduanya semakin memerah.


"Kau tau Ana? wajahmu persis seperti udang rebus, sangat merah" ledek Celsi lalu kemudian mereka kembali mentertawakan Ana dan Kevin.


"Aku baru kali ini melihatmu tersipu malu, seperti perempuan saja" goda Simon pada Kevin.


Ana dan Kevin semakin tidak tahan saat Celsi dan yang lainnya terus menggoda mereka. Sungguh ingin rasanya mereka menenggelamkan diri saat ini.

__ADS_1


"CUKUP....." ucap Ana dan Kevin bersamaan.


Tentu saja mendengar suara mereka yang amat marah membuat tawa mereka terhenti dan menatap keduanya dengan perasaan bersalah.


"KALIAN SANGAT MENYEBALKAN" ucap Ana dan Kevin bersamaan lalu mereka berdua langsung meninggalkan tempat itu karena tidak tahan dengan sikap teman-temannya yang terus menggoda.


Saat Ana dan Kevin sudah pergi tawa mereka kembali pecah. Mereka tidak menyangka kalau Ana dan Kevin benar-benar merasa malu seperti ini. Dan lagi, keduanya serentak mengucapakan kalimat dan itu seperti sebuah kata yang sudah dijanjikan bersama.


"Kalian terlalu keterlaluan, lihatlah Kevin dan Ana sangat marah pada kalian" sela Brian menghentikan tawa mereka.


"Aku tidak peduli, lagipula mereka berdua terlihat cocok" timpal Simon.


"Hey, jangan coba-coba menjodohkan Ana, aku tidak ingin dia mendapatkan pasangan yang membuatnya hancur nanti" ucap Celsi penuh peringatan.


"Kevin itu orang yang baik, walaupun dia tidak setampan kami. Tapi ketahuilah, Kevin sangat setia dan setahuku dia tidak dekat dengan wanita manapun setelah ditinggal mantannya dulu" terang Arkan membela Kevin.


"Yang dikatakan Arkan itu benar. Kau tidak perlu khawatir, aku sangat mengenal Kevin dan dia sangat baik" timpal Brian.


Celsi hanya mendengus kesal karena Brian dan Arkan membela ucapan Simon. Memang benar sih, Kevin terlihat sangat baik. Dan dia juga yakin jika suatu saat nanti Ana memilih Kevin pasti Ana akan sangat bahagia. Mengingat Kevin sangat bertanggung jawab dan itu terlihat saat dia menyelesaikan tugas yang diperintahkan Brian.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf semuanya ummi baru bisa up hari ini, maklum kehidupan dunia nyata memang menyita banyak waktu...


tapi seperti biasa jangan lupa


Vote


komen

__ADS_1


like + rate


Sedikit dukungan dari kalian tentu saja sangat membantu buat ummi...


__ADS_2