Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)

Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)
Episode 33


__ADS_3

Segerombolan orang-orang tidak dikenal langsung menghadang jalan Celsi. Panik, tentu saja. Ia bahkan tidak tau haru bagaimana supaya bisa lolos dari orang-orang itu.


"Apa yang kalian inginkan?". Tanya Celsi dengan emosi yang sudah berapi-api.


"Kau bertanya?. Sungguh bodoh !!!". Suara serak lelaki itu langsung membuat Celsi berbalik dan melihat kearahnya.


Beberapa orang-orang langsung memberi jalan untuk Raka. Benar orang yang mengatakan hal itu tidak lain adalah Raka.


Raka mengamati wajah Celsi dengan lekat. Terlihat jelas tidak ada rasa takut di mata Celsi, bahkan mata indah Celsi tengah sedang menatapnya dengan sangat tajam. Berani, Celsi benar-benar wanita pemberani.


"Bekerja samalah denganku, maka kau akan selamat". Tawaran yang menggiurkan, tentu saja siapapun pasti akan memilih hidup dari pada mati.


"Cuih..... Aku tidak akan Sudi berkerja sama dengan orang sepertimu". Dengan tegas Celsi langsung menolak tawaran Raka, dia bahkan menunjuk tepat di wajah Raka.


Raka mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Celsi, sungguh berani. Baru kali ini ada wanita yang merendahkan dirinya.


"Mengejutkan. Ternyata kau tidak selemah yang aku bayangkan". Perkataan Raka langsung membuat emosi Celsi semakin berapi-api.


Dia pikir dia siapa?. Sampai matipun aku tidak akan Sudi mengikuti kemauannya.


Raka langsung memberi isyarat kepada anak buahnya agar segera membawa Celsi.


"Lepaskan, brengsek jangan menyentuhku". Celsi terus memberontak saat ada dua orang lelaki ingin membawanya secara paksa.


Namun ternyata kekuatan Celsi tidak sebanding dengan kedua lelaki itu. Walau bagaimanapun tenaga seorang perempuan pasti kalah dari lelaki.


Buggghhh....Buggghhh....


Arghhh....


Kedua pria yang mulanya memegangi Celsi dengan kuat langsung melepas tangannya.


Rasakan, mau melawan Celsi, tidak akan pernah bisa.


Celsi tersenyum penuh kemenangan saat ia berhasil mencuri kesempatan untuk melayangkan kakinya tepat pada kedua aset berharga pria itu.


Saat ada peluang, Celsi langsung berlari dengan kencang meninggalkan kedua pria yang masih menahan rasa sakit yang luar biasa dibagiin bawah mereka.


Beberapa anak buah Raka langsung berbalik dan mereka sangat terkejut mendapati temannya yang sedang kesakitan.


"Sial, kejar dia....". Perintah Raka sama sekali tidak bisa mereka bantah. Mereka langsung mengejar Celsi yang semakin jauh dari tempat tadi.


°°°°°


Seorang lelaki tampan tampak sedang tersenyum mengandeng seorang wanita keluar dari salah satu restoran mewah yang ada ditempat itu.


"Kau senang?". Tanya Vino sembari merangkul dengan erat pinggang perempuan cantik bak artis itu dengan posesif.


Perempuan tersebut bernama Lili, dia merupakan seorang model yang sedang naik daun.

__ADS_1


Lili tersenyum lembut menatap Vino. Tentu saja dia sangat senang, Vino mengajaknya berbelanja dan jalan-jalan dan yang terakhir makan di restoran mewah. Siapa yang tidak senang coba, diperlakukan bak seorang ratu.


Dari kejauhan Vino seperti tengah melihat seseorang yang sedang berlari. Terlihat familiar. Iya benar, tidak salah lagi, dia adalah Celsi.


"Celsi .....!!!, kenapa dia ada disini?". Gumam Vino sembari terus melihat arah lari Celsi.


Tidak berselang lama Vino kembali dikejutkan dengan segerombolan orang-orang yang sedang berlari juga menuju tempat arah Celsi pergi tadi.


"Tidak salah lagi, pasti ada yang tidak beres?". Gumam Vino kembali.


"Ada apa baby, kau melihat siapa?." Tanya Lili dengan penasaran.


Vino langsung menoleh dan menatap kekasihnya dengan lekat.


"Baby, kau pulanglah terlebih dahulu. Aku ada urusan sebentar". Sahut Vino dengan raut wajah yang terlihat khawatir.


Lili yang ingin mengatakan sesuatu jadi tertunda karena Vino sudah bergegas pergi lebih dulu. Padahal dia ingin bertanya apa yang sedang terjadi, dia tau betul kalau Vino sedang khawatir sekarang.


Vino langsung berlari berusaha mengejar Celsi sembari mengambil ponselnya dari saku.


📞 "Kak, kau harus datang sekarang".


Perkataan mendadak Vino langsung membuat Brian mengernyit heran. Tapi dari nada suara Vino terdengar jelas kalau dia sedang khawatir.


📞 "Ada apa ?, apa yang terjadi?". Tanya Brian langsung.


📞 "Tidak ada waktu, kakak harus cepat datang. Sepertinya Celsi dalam bahaya".


°°°°°


"Lacak keberadaan Vino sekarang juga".


Mendapat perintah dari Brian dengan cepat Kevin langsung pergi menuju ruangannya dan mulai menjalankan perintah Brian. Dia mulai tampak serius mengamati layar komputer tersebut hingga akhirnya.


"Dapat...". Gumam Kevin seraya langsung bangkit menuju ruangan Brian kembali.


"Master saya sudah menemukannya". Lapor Kevin seraya menunjukkan posisi Vino saat ini.


"Kita kesannya sekarang. Simon, siapkan pasukan".


Simon sama sekali tidak tau apa yang terjadi, tapi yang pasti ini berhubungan dengan musuh Brian. Dia langsung bergegas menghubungi salah seorang dari ponselnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama sekitar 30 pasukan sudah siap berangkat bersama dengan Brian dan yang lainnya.


Kevin langsung dengan cekatan mengevakuasi jalanan agar tidak macet untuk mereka lalui, tidak lupa juga dia sudah menyiapkan alat-alat yang mungkin nanti akan dibutuhkan saat sudah sampai di sana.


°°°°°


"Lepaskan...". Celsi terus mencoba memberontak saat mereka berhasil menangkapnya kembali.

__ADS_1


Plaaakkk......


Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi kiri Celsi. Seketika wajah Celsi langsung berubah menjadi sedikit memerah akibat tamparan panas dari Raka.


"Diam..., atau aku tidak akan segan-segan". Ancam Raka seraya menatap Celsi dengan tajam.


Celsi mulai mengangkat wajahnya kembali, dan menatap dengan jijik kearah Raka. Dengan sekuat tenaga Celsi menghempaskan genggaman anak buah Raka dari tangannya.


"Kau berani hanya pada perempuan?. Menjijikkan...., cuih....". Celsi meludah dengan jijik tepat dihadapan Raka.


"Persetan.....Plaaaakkkk......".


Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi kanan Celsi.


Celsi hanya meringis sedikit menahan rasa sakit dan panas di wajahnya. Dia tau kalau kedua sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah segar.


Dengan kasar Raka menarik tangan Celsi dan mengatakan.


"Berani sekali kau menghinaku. Apa kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa?". Tanya Raka dengan menatap tajam Celsi.


Celsi malah tidak takut sedikitpun, ia kembali membalas tatapan tajam Raka.


"Aku tidak peduli. Kau siapa, itu bukan urusanku". Perkataan Celsi membuat emosi Raka semakin memuncak.


"Persetan.......". Dengan kasar Raka menghempaskan tubuh mungil Celsi ketanah.


Celsi sedikit mengeluh saat tubuhnya dihempas begitu kasar, sakit di kaki dan punggungnya membuat ia meringis pelan.


"Brengsek.....". Suara itu begitu menggelegar di tempat sepi tersebut.


Raka menoleh dan ia sangat terkejut mendapati Vino ada di sana.


Bagaimana bisa dia ada disini?. Tapi tunggu dulu, dia hanya sendiri !!!, baguslah, kalau begitu aku dengan mudah menghabisinya.


Raka tersenyum menyeringai menatap kehadiran Vino. Sekarang dia tidak perlu susah-susah untuk memancing ikan lagi, Karena ikan itu sudah datang dengan sukarela untuk menjadi santapannya.


.


.


.


.


.


.


Masih penasaran dengan cerita selanjutnya.

__ADS_1


Tetap ikuti terus ya. Dan jangan lupa buat dukung ummi.


__ADS_2