
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, namun sepertinya Celsi masih betah berada didalam dunia mimpinya.
Sementara Brian sudah bangun sejak tadi, tapi melihat Celsi yang nyaman berada dalam dekapannya membuatnya mengurungkan niat untuk bangun lebih cepat dan akhirnya dia hanya berbaring sembari menunggu Celsi terbangun.
"Baby.... ayo bangun"
Brian menciumi wajah Celsi dengan bertubi-tubi sehingga mau tidak mau Celsi membuka matanya dengan berat.
"Jangan menggangguku bodoh..." maki Celsi dengan keadaan masih setengah sadar.
Brian hanya terkekeh, sungguh hanya Celsi yang berani mengatainya bodoh dan sepertinya dia harus memberi hukuman untuk Celsi.
"Hentikan..... ini menggelikan..... hey bodoh..." maki Celsi dengan marah karena Brian menggelitiknya.
"Baby.... Sekali lagi kau memanggilku bodoh. maka aku akan menggelitik mu sampai malam" ancam Brian dengan senyum menyeringai.
Astaga... apa yang sudah aku katakan tadi? mulutku memang sangat sulit untuk diajak kompromi.
"Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi" sesal Celsi.
Setelah pertengkaran kecil mereka barulah Celsi bangkit dan mulai duduk bersimpuh di atas ranjang. Tentu saja Brian juga melakukan hal yang sama, karena dia bingung apa yang akan Celsi lakukan nanti.
"Hey, ada apa? kenapa kau menangis?" tanya Brian saat melihat mata Celsi yang mulai berkaca-kaca.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Celsi dengan sendu.
"Baby, apa yang kau katakan? melakukan apa?"
Celsi menatap mata Brian dengan lekat. Mata yang tajam namun terlihat jelas kebingungan di sana.
Sejujurnya dia merasa takut saat ini. Setelah apa yang mereka lakukan semalam membuatnya takut, takut akan ditinggalkan Brian karena dia sudah berhasil merenggut kehormatannya dan juga takut kalau Brian akan mencampakkannya.
"Apa kau akan meninggalkanku?" tanya Celsi
"Diam... jangan katakan hal yang aneh lagi. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu"
"Benarkah? bahkan setelah kau mendapatkan tubuhku?" entah kenapa Celsi menjadi khawatir dan dan dia ingin memastikan semuanya sekarang juga.
Brian tersentak mendengar ucapan Celsi, sekarang dia tau kenapa tiba-tiba Celsi terlihat cemas. Dia yakin kalau Celsi berpikir dia akan membuangnya setelah mendapatkan tubuhnya. Aishhhh... pikiran macam apa itu? bahkan dia tidak ada niat sama sekali mencampakkannya.
__ADS_1
"Baby, jangan berpikiran macam-macam. Aku akan menikahi mu"
Celsi terbelalak mendengar jawaban Brian. Menikah? itu adalah sesuatu yang berada diluar dugaannya selama ini. Dia tidak tahu apakah Brian serius atau bercanda yang pasti dia sedikit senang karena memiliki kepastian dengan hubungan mereka, dengan begitu dia tidak perlu khawatir akan ditinggalkan nanti.
"Brian apa kau serius? maksudku apa kau yakin atau hanya bercanda? kau hanya ingin membuatku senang bukan?"
"No baby, aku serius. Sejak pertama kali aku mengenalmu aku ingin memilikimu dan sekarang saatnya aku mewujudkan impian itu dengan cara menikahi mu" ucap Brian.
"Aku mencintaimu baby, sangat. I love you"
Celsi tak kuasa menahan haru saat mendengar pernyataan cinta Brian, dengan senyum manis ia memeluk Brian sangat erat. Ingin rasanya dia tetap seperti itu untuk selamanya, selalu ada kebahagiaan di setiap hidupnya.
"Aku juga mencintaimu, sangat...." sahut Celsi kemudian.
°°°°°
Celsi berlari keluar dengan tidak sabar saat seorang pelayan mengatakan Ana sedang menunggunya diruang tamu. Tentu saja dia tidak sabar, sudah dua hari dia tidak bertemu dengan Ana.
"Ana.... aku merindukanmu" ucap Celsi dengan memeluk erat sahabat yang sudah dia anggap sebagai saudara.
"Ihhh... Kau ini. Baru dua hari tidak bertemu sudah seperti ini" gerutu Ana
"Aku tidak peduli, hari ini aku tidak akan biarkan kau pergi lagi. Atau tidak aku akan mengikatmu saja di kamarku agar kau tidak pergi kemana-mana"
Ana langsung menyentil kening Celsi dengan gemes.
"Kau ini, ngomong malah sembarangan" kesal Ana.
Celsi langsung memonyongkan bibirnya karena kesal. Sementara Ana tidak peduli dia malah terkekeh melihat Celsi. Celsi memang sangat manja padanya karena dia merupakan sosok seorang kakak untuk Celsi walaupun usia mereka hanya beda satu tahun. Namun sikap dewasa Ana membuat Celsi menganggapnya sebagai seorang kakak.
"Lagian kenapa sih, kau tidak tinggal disini saja" gerutu Celsi.
Ana memang tidak tinggal di rumah Brian lagi semenjak 2 hari yang lalu, itu karena permintaannya yang tidak ingin menyusahkan orang lain walaupun sebenarnya Brian merasa tidak direpotkan tapi Ana tetaplah Ana yang suka hidup mandiri.
Karena Ana sudah memohon akhirnya Brian menyetujui dengan syarat masih dalam pantauannya dan Celsi tetap bersamanya.
Sehingga pada saat itu Ana tunggal di sebuah apartemen milik Brian dan Ana juga bekerja disebuah restoran milik Brian, tentu saja itu juga permintaan Ana. Tapi jangan salah, walaupun Brian memberi kebebasan untuk Ana. tetap saja selalu ada bodyguard yang mengikuti Ana.
"Celsi sayang, aku tidak bisa. Lagian kau tau sendiri aku tidak suka bergantung pada orang lain terus"
__ADS_1
"Aku tau. Tapi setidaknya kau membawaku" ucap Celsi dengan manja.
"Ishh... kau ini. Tentu saja aku tidak mau!!! aku tidak akan mau kau mengganggu waktu kebebasanku nanti" jawab Ana dengan bercanda.
Celsi langsung cemberut mendengar jawaban Ana namun dia tau kalau Ana hanya bercanda. Walau begitu ia tetap sangat menyayangi Ana.
Celsi terus mengobrol dengan Ana sepanjang hari, seperti ucapan Celsi tadi, dia tidak membiarkan Ana untuk pergi hari ini.
Banyak hal yang Celsi tanyakan pada Ana bahkan dia juga menanyakan tentang hubungan Ana dengan Kevin.
"Tidak, kami hanya berteman" sangkal Ana saat Celsi menuduhnya berpacaran dengan Kevin
"Benarkah? tapi kenapa aku tidak yakin" goda Celsi merasa kurang puas dengan jawaban Ana yang selalu menyangkal kalau Kevin menyukainya.
"Hey, kau sudah pandai menggoda orang sekarang ya? lagian Kevin tidak akan suka orang seperti aku"
"Menurutku tidak juga, Kevin itu orang baik dan aku bisa melihat kalau dia memiliki perasaan padamu. Kau ingat saat kita pergi berbelanja tiga hari yang lalu?" tanya Celsi
"Ya aku ingat, saat itu Kevin dan Brian yang menemani kita"
"Itu yang aku maksud. Kevin selalu mencuri-curi pandang darimu"
"Kau pasti salah lihat" sangkal Ana.
Celsi hanya mendengus kesal karena Ana selalu menyangkal perkataannya. Dia sangat yakin kalau Kevin menyukai Ana, tapi sepertinya Ana samasekali tidak memikirkan itu.
Celsi selalu menempel pada Ana sepanjang hari bahkan dia mengabaikan Brian yang baru pulang kantor saat itu. Walaupun Brian kesal karena diabaikan tapi dia mengerti kalau Celsi sangat merindukan Ana dan dia bisa memaklumi hal itu dan membiarkan Celsi bersama Ana untuk sekarang. Dan hanya hari ini dan setelah hari ini dia akan mengurung Celsi agar selalu dekat dengannya
.
.
.
.
Ngak disangka ya cerita ummi sudah sampai episode 50, padahal awalnya hanya main-main saja... hehehehe.
oh iya mampir juga ya ke cerita baru ummi
__ADS_1
"elena's life"
genre romantis