Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)

Hero In The Shadows (Pahlawan Dalam Bayangan)
Episode 39


__ADS_3

Seorang pria memasuki kawasan rumah Brian dengan memapah wanita yang sejak tadi berada disampingnya. Saat mereka sudah sampai di depan rumah tanpa pikir panjang mereka langsung menekan bel beberapa kali.


Celsi yang sedang mengambil air minum di dapur langsung bergegas menuju pintu depan saat mendengar suara bel.


Creeekkk....


Hal pertama yang dia lihat membuat tubuh Celsi mematung seketika. Bingung sudah pasti, tapi senang ikut menghampiri. Air matanya langsung jatuh begitu saja saat melihat orang itu hanya menatapnya dengan datar.


Graaaappp.... Dengan erat Celsi langsung memeluk wanita yang sedari tadi berdiri di samping Kevin.


"Ana, aku merindukanmu ..." tutur Celsi dengan penuh haru saat melihat temannya lah yang datang bersama Kevin.


Ana hanya bersikap datar tanpa membalas pelukan Celsi, yang ada hanya pandangan kosong ke depan. Sakit, dadanya terasa sesak saat bertemu kembali dengan sahabatnya Celsi yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang yang menyebabkan dirinya seperti saat ini. Air matanya langsung jatuh begitu saja tanpa terdengar Isak tangisnya.


Celsi yang merasakan tidak ada balasan pelukannya membuat ia langsung melepas pelukannya terhadap Ana dan beralih menatap wajah temannya.


Terlihat jelas, rasa takut diwajahnya Ana. Sikap datar Ana membuatnya menjadi penuh tanda tanya namun seketika dia menjadi shock saat melihat perubahan tubuh Ana.


Tubuh ana terlihat kurus, bukan hanya itu ada luka di wajah Ana dan sangat jelas kalau tubuh Ana terlihat tidak sehat.


"Ana, ada apa denganmu? kenapa tubuhmu penuh luka?" selidik Celsi.


Diam, sejenak hanya keheningan yang terjadi namun tiba-tiba Isak tangis Ana mulai terdengar ditelinga Celsi.


Hiks...hiks...hiks...


"Ini semua karena mu. Karena kau aku jadi seperti ini... hiks....hiks... Kau jahat, kau jahat Celsi"


Bagai disambar petir, tubuh Celsi langsung mundur beberapa langkah kebelakang. Shock, pastinya. Dia yang sama sekali tidak tau apa-apa dan tiba-tiba saja dituduh melakukan sesuatu yang sama sekali dia tidak mengerti.


"Apa maksudmu Ana? apa yang kau katakan?" tanya Celsi dengan suara yang bergetar.


"Aku samasekali tidak mengerti !!!, apa yang telah aku lakukan? tolong katakan dengan jelas?" tanya Celsi bertubi-tubi tanpa henti


"KAU.... karena dirimu aku DISIKSA SEPERTI INI..., hiks....hiks..." tubuh Ana bergetar hebat saat mengingat kejadian dimana dia ditampar dengan kuat dan disiksa dengan kejam oleh anak buah Raka.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan ANA, AKU TIDAK MENGERTI..." Kali ini Celsi sudah berteriak karena frustasi. Dia sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan Ana, Dadanya terasa sesak saat temannya sendiri menuduhnya yang bukan-bukan.


"Kau temanku Celsi, kau adalah temanku, teman terbaikku. Tapi kenapa, kenapa semua ini terjadi padaku? hiks....hiks..." lirih Ana dengan pelan seraya menatap dalam-dalam manik mata Celsi yang terus mengalirkan air mata.


Grapppp.... Dengan sigap Celsi langsung menghambur kedalam pelukan Ana. Isak tangis dari keduanya langsung memenuhi ruangan itu, semua tampak terharu melihat kedekatan antara kedua sahabat tersebut. Banyak pelayan yang merasa terharu melihat mereka.


Sama halnya dengan Brian dan teman-temannya, mereka juga terharu saat melihat kedekatan Celsi dan Ana.


Sejak tadi Brian bersama dengan ketiga temannya memang sudah berdiri tidak jauh dari Celsi, itu terjadi saat mereka tidak sengaja mendengar keributan di sana.


"Aku sudah menduga ini semua akan terjadi. Tapi aku yakin kalau persahabatan mereka tidak selemah itu !!!" gumam Brian dengan menatap Celsi dan Ana yang sedang berpelukan.


Ketiga temannya tampak mengangguk bersama mendengar penuturan Brian


"Kau adalah temanku Ana, kita berteman. Kau tau, aku bahkan tidak memiliki siapapun selain dirimu, hanya kamu yang aku miliki sekarang" tutur Celsi dengan lembut pada Ana.


Ana semakin mendekap tubuh Celsi dengan erat. Dia merasa terharu saat mendengar penuturan Celsi, walau bagaimanapun mereka sudah tumbuh bersama selama tujuh tahun. Dia tau betul bagaimana perjuangan hidup Celsi dan dirinya.


"Celsi, mereka, mereka sangat jahat" adu Ana tiba-tiba.


Ana tersentak mendengar ucapan Ana, seketika dia langsung melepas dekapannya dan mantap mata ana dalam-dalam. Terlihat jelas ketakutan dalam mata Ana.


"Mengapa?, kenapa ini terjadi? siapa yang melakukan ini semua?" tanya Celsi dengan marah.


Ana hanya bisa menangis, dia sama sekali tidak sanggup menjawab pertanyaan Celsi. Tubuhnya bergetar hebat saat mengingat kejadian itu.


"Bawa temanmu masuk. Kita bicarakan itu nanti !!!" sambung Brian tiba-tiba.


Celsi langsung membantu Ana dan mengantarkannya kedalam salah satu kamar tamu yang ada di rumah Brian. Tidak lama setelah itu teman-teman Brian langsung masuk kedalam, sementara Hery langsung bergegas memeriksa keadaan tubuh Ana.


"Tubuhnya masih lemah, kalian harus memperhatikan makanya juga. Kebanyakan mengonsumsi makan basi membuat daya tahan tubuhnya berkurang drastis" jelas Hery.


"Apa, makanan basi?" Tanya Celsi seketika.


Semua tampak diam mendengar ucapan Celsi, sama halnya dengan Ana dia hanya diam dengan tatapan kosong. Dia akui kalau hampir setiap hari dia memang selalu diberi makan basi.

__ADS_1


"Celsi kau temani lah dia, kami akan keluar"


Celsi langsung mengangguk mendengar ucapan Brian. Setelah itu Brian dan ketiga temannya langsung keluar.


"Apa semuanya beres?" tanya Brian pada Kevin yang sejak tadi duduk diruang tamu.


"Semuanya sudah dibereskan tapi tidak dengan Bily, kami tidak berhasil menangkapnya" Terang Kevin memberitahu.


"Bagaimana bisa?, bukankah kau membawa banyak pasukan?"


"Benar, tapi pada saat kami menyerang dia memang tidak ada di sana. Bahkan kami sudah bertanya pada anak buahnya, tapi satupun tidak ada yang mengetahui keberadaannya"


"Siapa sebenarnya dia, kenapa dia bisa menghilang dengan cepat. Bahkan jejaknya saja tidak diketahui" gumam Brian seraya berpikir.


"Dari informasi yang aku dapatkan Bily bergabung dengan banyak kelompok mafia untuk memperkuat dirinya, bukan hanya itu dia juga merupakan buronan yang pernah tertangkap karena penyeludupan barang-barang ilegal saat di London" terang Kevin.


"Aku rasa dia bukan orang yang mudah untuk dikalahkan, kelicikannya melebihi Raka. Kau harus hati-hati Brian" sambung Simon memperingati.


"Ya, aku juga pernah mendengar kalau dia pernah menghancurkan salah satu desa kecil hanya untuk merebut tanah yang ada di sana. Tentunya bersama dengan pasukan yang dikomandoi dia langsung" tutur Arkan.


"Benar, sekarang aku tidak boleh meremehkan musuhku lagi. aku tidak ingin kejadian kemarin terjadi lagi"


Banyak hal yang dibicarakan oleh Brian dan teman-temannya. Mereka menyusun beberapa siasat agar bisa melumpuhkan musuh mereka kali ini dan memperkuat pertahan mereka, selain itu mereka juga mengirim mata-mata yang akan mencari tahu dimana keberadaan Bily saat ini.


.


.


.


.


.


Ummi up lagi nih... jangan lupa vote ya...

__ADS_1


like, komen + favorit


__ADS_2