
Brian bersama dengan beberapa pasukannya berencana akan menyerang dari arah depan sementara Simon dan yang lainnya memilih untuk berpencar agar mereka dapat mengepung tempat itu hingga membuat Brian bisa segera menyelamatkan Celsi.
Brian mengangkat tangannya memberi isyarat bahwa mereka harus menyerang. Dan semua orang mengerti akan maksud Brian. Satu persatu musuh langsung tumbang tak bernyawa itu dikarenakan tembakan kedap suara yang Brian berikan.
Melihat rekannya mati begitu saja membuat yang lain menjadi semakin waspada.
"KITA DISERANG....." teriak rekannya membuat para musuh langsung waspada dan langsung mengarahkan senjata mereka keberbagai arah yang tentunya membuat Brian dan yang lainnya semakin waspada.
Suara tembakan semakin memenuhi telinga begitu anak buah Brian mulai menyerang secara menyeluruh dan tentu saja kesempatan itu langsung Brian manfaatkan untuk segera masuk.
"Simon, Arkan. Sekarang saatnya" ucap Brian melalui alat yang terpasang di telinganya.
Simon dan Arkan langsung mengangguk mengerti, mereka kini mengambil alih tugas masing-masing yaitu untuk memberikan jalan pada Brian agar bisa masuk kedalam tanpa hambatan.
Simon mulai menembaki satu persatu musuh yang menghalangi jalan Brian begitu juga dengan Arkan sementara Brian mulai berjalan dengan tubuh tegapnya memasuki rumah berlantai dua itu tanpa takut akan tertembak karena dia tau Arkan dan Simon pasti akan menembak mereka sebelum pistol itu mengancam dirinya.
melihat Brian yang sudah masuk Arkan dan Simon segera menyusul dengan diikuti beberapa pasukan. Satu persatu pintu mereka buka dengan hati-hati karena mereka harus waspada biar bagaimanapun musuh mereka kali ini bukanlah orang yang dapat mereka remehkan terbukti dengan kelicikannya yang bisa membobol keamanan pesta pernikahan Brian hingga membuat Brian kehilangan Celsi.
Dor.....dor.....
baku tembak terus terjadi didalam ruangan hingga membuat Billy merasa terganggu. Dia tidak menyangka kalau tempat persembunyiannya akan begitu cepat diketahui oleh Brian namun hal itu tidak membuatnya takut sedikitpun bahkan dia merasa semakin tertantang, bagaimanapun caranya dia harus bisa membalas kematian adiknya.
__ADS_1
"Raka aku akan membalas kematian mu" gumam Billy dengan mata yang mengandung kebencian pada Brian.
Billy membuka salah satu laci yang ada didalam ruangannya dan mengeluarkan sebuah pistol dari dalam. Dia mulai berjalan kesebuah kamar dimana kamar itu adalah kamar tempat Celsi disekap.
Terlihat Celsi sudah tidak sadarkan diri di atas tempat tidur dengan kedua tangan yang terikat, gaun yang ia kenakan kini sudah berubah warna karena darah yang memenuhi tubuh Celsi. bukan hanya itu saja terlihat wajah Celsi yang membengkak akibat tamparan yang selalu ia dapatkan dan disudut bibirnya terlihat jelas darah yang tampak sudah mengering.
"Bagun....." bentak Billy pada Celsi dengan menendangnya namun tidak ada respon dari Celsi sama sekali.
Billy kemudian mengambil air dan menyiram tubuh Celsi tapi tetap saja tidak mendapat respon apapun hingga akhirnya Billy menampar keras wajah Celsi tapi tetap sama tubuh Celsi seperti tak merespon perlakuan apapun yang Billy lakukan lagi.
Billy tidak ambil pusing dengan Celsi saat ini, baginya yang terpenting untuk saat ini bagaimana caranya membunuh Brian, jika Celsi sudah mati dia yakin kalau Brian akan kehilangan kekuatannya. Sepertinya pilihannya memang benar dengan menganiaya Celsi membuat rencananya berjalan sempurna. Tapi sepertinya dia juga sedikit kecewa karena Celsi terlihat sudah mati sebelum dia menyiksanya didepan Brian. Tapi itu tidak apa-apa yang terpenting dendamnya saat ini.
"Tuan sepertinya keadaan diluar benar-benar kacau" ucap Alan melihat dari jendela kearah luar. Terlihat disana Kevin bersama pasukannya terus menembaki hingga semua anak buah Billy tidak tersisa lagi.
Billy hanya mengangkat sudut bibirnya merasa dia tidak peduli dengan keadaan diluar, ambisinya hanya untuk membunuh Brian dan dia tidak peduli berapa nyawa yang akan hilang saat ini.
"Kau tidak perlu khawatir, hari ini aku akan membalaskan dendam Raka dan akan menghabisi Brian ditempat ini" sahut Billy dengan penuh percaya diri. Dia yakini hari ini Brian tidak akan lolos karena dia sudah menyusun rencananya dengan begitu matang dan dia yakin Brian tidak akan bisa melakukan apapun.
Billy langsung mengambil ponselnya dan mulai melakukan panggilan.
"Lakukan sekarang" setelah mengatakan itu Billy kembali menyimpan ponselnya. Sementara Alan sama sekali tidak mengerti apa yang direncanakan oleh tuannya karena baginya mereka sudah jelas akan kalah melihat semua pasukannya sudah habis tak bernyawa.
__ADS_1
Tidak lama setelahnya segerombolan orang Datang dari arah belakang sembari membawa senjata menyerbu secara tiba-tiba dan menumbangkan pasukan Brian satu persatu.
Melihat itu tentu saja Kevin sedikit panik dan ia langsung mengabari Brian secepatnya.
"Minta pasukan pengintai segera menyerang" ucap Brian. Syukurlah dia sudah menyiapkan pasukan cadangan terlebih dahulu takut bila tiba-tiba keadaan seperti ini terjadi.
"Simon bawa beberapa orang untuk menahan mereka agar tidak sampai masuk kedalam aku tidak ingin menghabiskan tenagaku hanya untuk sampah seperti mereka.
"Baik Master" Simon langsung pergi dan mulai mengintai agar musuh tidak mendekat. Sedangkan Brian dan Arkan mulai naik kelantai dua dengan waspada, Brian tau pasti akan ada musuh yang mengintai di sana dan benar saja suara tembakan kembali terdengar beruntung Brian langsung menghindar dengan cepat.
"Biar aku yang mengatasi semut-semut itu" Brian langsung mengangguk mendengar ucapan Arkan.
Arkan mulai menembaki musuh yang bersembunyi satu persatu hingga akhirnya Brian bisa kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai dua.
Brian kembali menaiki anak tangga satu persatu dengan hati-hati hingga akhirnya mereka tiba dilantai dua. Terlihat disana keadaan begitu sepi seperti tidak ada orang satupun. Namun melihat beberapa pintu yang tertutup rapat membuat Brian dan yang lainnya tetap waspada.
sementara Billy semakin percaya diri karena dia tau pasukan tambahan yang sudah dia kerahkan akan menghabisi pasukan Brian tanpa sisa, dia percaya kalau para gangster yang dia sewa bisa meratakan semua anggota Brian tanpa sisa.
Tidak lama setelahnya pintu ditendang dengan keras dan membuat anak buah Billy tampak waspada dan siap menembak siapapun yang masuk. Namun nas sebelum mereka menembak mereka terlebih dahulu telah tumbang dan terjatuh dilantai, hal itu tentu saja mengagetkan Billy dan Alan mereka tampak semakin waspada dan mulai melihat dengan tajam kearah pintu.
Brian masuk dengan dikawal Arkan dan beberapa orang lainnya dengan menodongkan senjata kearah Alan dan Billy hingga membuat mereka saling menodongkan senjata.
__ADS_1