
Hening. Lagi lagi hal itu yang terjadi diantara keduanya.
"Amanda, apa kau ada waktu luang saat ini ?"
"Ada sampai nanti sore,ada apa oppa ?"
"Aku ingin bertemu denganmu,apa bisa ?"
"Tapi oppa,nanti oppa sulit untuk keluar"
"Tenang biar itu aku yang mengatur,apa kau bisa ?"
"Bisa" ucapnya pelan
"Baiklah kalau begitu, sekarang kau bersiap nanti kuberitahu tempat yang harus kau tuju"
"Baik oppa"
Sambungan tersebut berhenti.
Amanda hanya dapat berdiri mematung saat
ini, ia tak tahu apakah keputusannya benar. Dengan menemui seseorang yang belum pernah ia temui sama sekali tapi sering saling berbagi kabar. Ia tahu ia tak pantas untuk menemuinya bahkan berhubungan seperti ini saja sudah sangat tak pantas baginya. Namun mau bagaimana lagi,tanpa berpikir dulu ia menyetujui apapun yang pria itu katakan. Dengan perlahan ia beranjak dari tempatnya dan bersiap untuk menemuinya.
********
Pemuda yang baru menghubungi seorang gadis hanya dapat tersenyum. Sesungguhnya ia merasa lelah sangat lelah. Namun rasa penasarannya mengalahkannya,ia ingin tahu bagaimana sosok gadis yang selama ini selalu berbagi kabar dengan nya. Tanpa pemuda itu sadari,teman temannya menatapnya aneh karena ia tersenyum sendiri seperti orang gila. Merasa dirinya diperhatikan,senyuman yang awalnya terlukis dibibir indahnya seketika menghilang begitu saja. Ia benar benar ahli dalam merubah ekspresi wajahnya.
__ADS_1
"Ada apa ?" tanyanya dingin.
Mendapat pertanyaan seperti dan tatapan dinginnya membuat semua temannya terdiam tak berani bertanya padanya.
Merasa tak ada yang bertanya padanya, ia memilih bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Semua yang berada disana hanya menatapnya bingung.
"Kenapa dengannya ?"
"Entahlah,tak seperti biasanya d.o hyung seperti itu."
Tak berapa lama orang yang dipanggil d.o keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah sangat rapi. Melihatnya berpakaian seperti itu membuat teman temannya menatapnya aneh. Kali ini ia menghiraukan tatapan dari mereka semua.
"Hyung kemana ?" tanya sehun dengan menghampiri d.o yang berada di ambang pintu
"Hanya keluar sebentar"
D.o hanya menggeleng kepalanya pelan
"Mau ditemani ?" tanya seorang temannya lagi
"Tidak hyung, hanya sebentar " ucapnya dengan melangkah pergi
Akhirnya d.o pergi meninggalkan teman temannya yang masih menatapnya bingung. Selama dalam perjalanan d.o hanya dapat melihat sekelilingnya dengan pandangan yang begitu damai dan teduh. Akhirnya ia pun mengirimkan pesan pada gadis yang sudah dihubunginya dari awal.
*********
Setelah mendapatkan pesan dari orang yang menghubunginya tadi,amanda segera menuju tempat yang tertera. Selama dalam perjalanan amanda hanya memandang keluar jendela mobil yang ditumpanginya. Pikirannya melayang jauh entah kemana,hanya diam yang dapat ia lakukan. Tidak lama akhirnya ia pun sampai ditempat tujuan. Amanda turun dari mobil dan memandang kedepan,sebuah restoran yang terkesan mewah kini berada tepat dihadapannya. Dengan perlahan ia melangkah maju menuju pintu restoran tersebut. Tepat di depan pintu restoran, ia hanya diam dan memegang dadanya dengan pelan. Kini rasa gugup yang menguasainya. Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki kedalam restoran. Didalam sana suasananya terkesan lebih mewah daripada diluar,namun ada yang aneh restoran tersebut sepi,tak ada satu pelanggan pun yang ada,tempat ini benar benar sepi.
__ADS_1
Tiba tiba seorang pelayan datang menghampirinya dan tersenyum sangat hangat padanya.
"Nona amanda" ucapnya dengan sopan
Amanda hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Mari ikuti saya"
Amanda mengikutinya tanpa banyak bertanya. Ia dibawa kedalam sebuah ruangan yang begitu indah,disini lebih mewah dan indah dari ruangan yang tadi ia lewati. Disana ia dapat melihat seorang pemuda yang begitu tampan dan rapi tengah tersenyum hangat padanya. Amanda terdiam memandang takjum pada pemuda yang berada di hadapannya itu. Pemuda yang selama ini selalu memberi kabar padanya,pemuda yang selalu memperhatikannya,dan pemuda yang selalu memberinya semangat apabila sedang merasa lelah atau terpuruk.
Melihat kedatangan amanda, gadis yang selama ini selalu berhubungan dengannya,gadis yang selalu membuatnya penasaran seperti apa amanda, dan gadis yang selalu berhasil membuatnya tersenyum, kini ia benar benar berada di hadapannya. Dengan perlahan ia mendekati amanda dan berdiri tepat didepannya. Ia sangat terpesona dengan kecantikannya,meskipun tak satu helai rambutnya yang terlihat,namun itu tak menutupi kecantikan yang amanda miliki. D.o tersenyum hangat pada amanda,senyuman yang sangat hangat.
Melihat senyuman pemuda yang berada di depannya dengan jarak yang begitu dekat membuat jantung amanda berdebar sangat kencang. Tatapan matanya tak henti melihat pesona yang sangat luar biasa didepannya.
"Amanda" ucapnya pelan membuyarkan lamunan gadis yang berada di hadapannya
"Ah,iya ?" ucap amanda gugup
"Apa kau tak cape berdiri terus ?" tanyanya tanpa menghilangkan senyum manisnya
Amanda hanya menunduk malu dan berjalan menuju tempat yang sudah disediakan.
Melihat tingkah amanda yang seperti itu, membuat d.o tersenyum. Akhirnya ia mengikuti amanda ke tempat duduknya.
Hening. Itu yang terjadi diantara keduanya. Amanda melihat keluar kaca yang menampilkan keindahan malam ini. Lampu bersinar dimana mana,seperti bintang yang menghiasi langit malam yang indah. Tanpa terasa ia tersenyum ketika membayangkan hal itu.
D.o hanya memandang amanda dalam diam,ia memerhatikan amanda yang menikmati keindahan malam dengan senyuman manisnya. Ia benar benar tertarik dengan amanda, meski dengan balutan hijab yang menutupi kepalanya tapi tak menutupi kecantikannya
__ADS_1