Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.37


__ADS_3

Tapi setelah kau mengenalnya dengan baik,tempat itu bukan tempat yang baik sama sekali, apalagi jika sama pekerjaannya denganku."


"Benarkah,kukira tempat itu sangat damai"


"Ada apa ? Kenapa kamu tiba tiba menanyakan hal itu" tanyanya dengan bingung


"Bukan apa apa "ucapnya dengan menunduk


Amanda tak ingin mengatakan hal sebenarnya jika ia mengatakannya,kemungkinan terburuknya jika oppanya tak akan melepaskannya sampai kapan pun. Bahkan mungkin,ia akan membiyayai semua kebutuhannya,dan ia tak ingin hal itu terjadi.


Disaat keduanya terdiam,tiba tiba Raihan,Sehun dan Nadia datang menghampiri mereka. Nadia dengan cepat berjalan mendekat pada Amanda,sedangkan Raihan dan Sehun menatap Amanda dengan sangat intens.


"Kenapa kalian memandangnya seperti itu ?" Tanya Do yang melihat keganjilan pada dua orang yang baru datang tersebut.


Tanpa bicara apapun,Raihan mendekati Amanda dan menatapnya meminta sebuah penjelasan.


Amanda yang ditatap seperti itu bingung.


"Ada apa ?" Tanyanya dengan bingung


"Aku butuh penjelasan mu "


"Penjelasan ku ? Penjelasan apa ?"


"Apa benar kau akan pindah sekolah setelah ujian nanti ?"


Mendengar hal itu, Amanda sangat bingung. Bagaimana bisa Raihan tahu akan hal itu,bukankah hanya Nadia yang mengetahuinya. Amanda pun menatap nadia yang berdiri di sampingnya dengan menundukkan kepalanya.


"Maaf"


Flashback


Saat ini semua murid masih mengerumuni Sehun. Yang mereka ketahui bahwa Sehun seorang Idol terkenal. Melihat hal itu,Nadia sangat terkejut. Bagaimana mungkin Amanda bisa mengenal orang orang tersebut,bahkan tanpa sepengetahuannya.


Dalam kerumunan itu,tiba tiba ada seseorang yang menarik tangannya menjauh dari kerumunan tersebut.

__ADS_1


"Kau Nadia kan ?" Tanya orang tersebut


"Benar. Bagaimana bisa anda mengenalku ? Sedangkan aku sendiri tak mengenal anda "


"Oh maaf,aku Raihan. Aku mengenalmu


karena Amanda sering membicarakan mu"


"Membicarakan ku, benarkah ?"Perbincangan mereka berlanjut lama,hingga Nadia menceritakan tentang semua hal yang dialami Amanda selama disekolah ini,bahkan tentang Amanda yang akan keluar dari sekolah setelah ujian kenaikan kelas nanti.


Mendengar hal itu,Raihan hanya dapat menghela nafas tak percaya dengan apa yang dialami Amanda selama ini.


"Kenapa ia tak menceritakannya padaku"batinnya


Setelah itu amanda hanya dapat menghela nafasnya,mau tak mau ia harus menceritakan semuanya.


"Baiklah aku akan menceritakannya tapi nanti"


"Kenapa nanti ?" Tanya Raihan bingung


"Ini masih disekolah,dan sebentar lagi masuk jam pelajaran"


"Baiklah kalau begitu,aku akan menunggumu ditumahmu"


"Baiklah"ucapnya dengan menyerahkan kunci rumahnya pada Raihan.


Raihan,Do dan Sehun pun pergi meninggalkan sekolah tersebut,berniat untuk menunggu penjelasan Amanda dirumahnya itu.


Amanda hanya dapat pasrah untuk saat ini,entah respon apa yang akan mereka berikan ketika mengetahui cerita Amanda nanti. Dengan langkah lesu,ia melangkahkan kakinya menuju kelasnya, karena jam pelajaran akan segera dimulai kembali.


Melihat Amanda terlihat sangat lesu,Nadia sangat menyesal telah mengatakan hal itu. Hal yang tak boleh ia katakan pada siapapun,namun ia mengatakannya pada orang yang baru ia temui tanpa ada keraguan sedikitpun.


Sesampainya di kelas,Amanda duduk dengan lemas.


"Kau baik baik saja ?" Tanya Nadia khawatir dengan keadaan Amanda yang seperti ini

__ADS_1


Amanda hanya dapat tersenyum dan mengangguk lembut sebagai jawaban jika ia baik baik saja.


"Benarkah ?"


"Hmmm"


"Jika ada masalah,katakan saja padaku"


"Baik"


Jam pelajaran pun berjalan seperti biasa,amanda melewati jam pelajaran nya dengan aman. Meskipun pikirannya melayang entah kemana, namun ia tetap melewatinya dengan baik.


Kini waktunya jam pulang sekolah,dan itu artinya ia harus menghadapi orang orang yang sudah menunggunya di rumahnya itu.


Ia berpikir jika saat ini tak akan ada masalah lagi yang menimpanya disekolah ini,apalagi dengan kakak kelasnya itu. Namun apa yang diperkirakannya salah besar,kakak kelasnya itu masih mengganggunya.


Tepat di depan kelasnya, amanda dapat melihat jika kakak kelasnya itu sedang menunggunya. Nadia yang menyadari tatapan Amanda tertuju pada seseorang.


"Mau apa lagi sih,dia ?" Ucapnya dengan nada kesal


"Biarkan saja"ucapnya dengan berjalan mendahului Nadia


Amanda benar benar melewati kakak kelasnya,seakan akan tak ada orang disana.


Mendapat perlakuan seperti itu,membuatnya emosi yang besar.


"Tunggu !"


Amanda menghentikan langkahnya dan menatap kakak kelasnya itu dengan dingin.


"Apalagi ?"


"Urusan kita belum selesai"


"Urusan apalagi kak,bukankah semuanya sudah jelas dan pasti. Bukankah kakak sudah berjanji tak akan menggangguku lagi"ucapnya dengan tajam

__ADS_1


Mendengar hal itu memang apa yang dikatakan Amanda benar,tapi yang ia maksud adalah hal yang berbeda.


"Aku tahu. Tapi ini urusan yang berbeda"


__ADS_2