
"Aku sudah tak punya ide,jadi terserah kau saja. Aku akan mengikuti mu"
"Benar ?"
"Iya"ucapnya pelan
Untuk sesaat Amanda terdiam memikirkan tempat yang menurutnya sangat damai. Tak berapa lama ia menarik tangan Nadia.
"Mau kemana ?" Tanya Nadia bingung karena tangannya ditarik begitu saja.
"Diam,dan ikuti saja"ucap Amanda dengan senyum yang mengembang.
Nadia pasrah,ia hanya mengikuti Amanda tanpa melakukan protesan apapun lagi. Amanda membawanya ke tempat yang begitu jauh dari tempat awal,nad Nadia sungguh bingung sebenarnya Amanda akan membawanya kemana,tapi ia tak berani untuk bertanya.
Tidak berapa lama,akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Ah,tidak. Maksudnya tempat yang dituju Amanda. Tempat itu sangat damai dan sunyi. Semuanya terasa damai ditempat ini,seakan semua beban yang mereka rasakan langsung sirna ditempat ini. Nadia menatap kagum tempat tersebut,mungkin bagi orang lain tempat ini biasa saja tapi tidak baginya.
"Indah bukan " ucap Amanda membuyarkan lamunan Nadia.
"Sangat"
"Bagaimana kau bisa tahu tempat ini ?"
Amanda terdiam untuk sesaat.
"Seseorang memberitahuku tempat ini"
"Seseorang ?"
"Sudah lupakan saja. Bukankah kita ingin bersantai di tempat ini,jadi mari kita lakukan. Dengan tenang"
Nadia jelas ingin tahu siapa seseorang yang amanda maksud,nam namun ia tak ingin bertanya lebih lanjut. Karena ia tahu Amanda tak akan pernah memberitahu siapa orangnya.
Akhirnya Nadia hanya dapat merasakan kedamaian tempat ini.
__ADS_1
"Nad"
"Hmmm"
"Jika suatu saat nanti,aku tak bisa bersamamu lagi. Gimana ?"
Nadia yang awalnya memejamkan matanya,dengan perlahan membuka matanya. Ia tak mengerti dengan perkataan temannya.
"Maksudmu ?"
"Jika suatu hari aku harus pergi jauh,dan tak bisa bersamamu gimana ?"
"Kau akan pergi ?"
"Andai itu terjadi"
"Kemana ?"
"Hah "
Amanda memandang langit biru yang mendamaikan dalam dirinya.
"Jauh,sangat jauh" ucapnya dengan tetap memandang langit biru
"Untuk apa ?" Nadia ikut memandang langit biru yang ditatap Amanda
"Mengejar cita citaku "
Mendengar hal itu.nadia hanya bisa diam. Jika bisa ia ingin melarang Amanda untuk pergi jauh darinya,tapi apa berhaknya. Ia dan amanda hanya sebatas teman dan itu tak lebih.
"Lakukan"
"Hah ?"
__ADS_1
"Jika itu untuk menggapai cita citamu lakukan,gapai sampai apa yang kau inginkan terkabul"
"Tapi jika aku melakukannya,kita tak akan bisa bersama seperti ini,lagi"ucapnya dengan menunduk sedih
Nadia menatap Amanda dengan lembut,ia tak tahu apa arti dirinya bagi Amanda.
Dengan senyum lembut,ia membuat tatapan mata Amanda tertuju padanya.
"Kapan kau akan pergi ?" Tanyanya dengan lembut
"Nanti,jika kita telah lulus sekolah"
"Itu nantikan bukan waktu waktu ini. Jadi,mari kita habiskan waktu bersama selagi kita bisa."
Amanda hanya menatap Nadia dengan sendu,entah mengapa hanya memikirkannya saja membuat hatinya terasa berat untuk meninggalkannya. Amanda menganggap Nadia bukan hanya sebatas teman,tapi ia sudah menganggapnya sebagai kakaknya sendiri,meski mereka tidak lahir dari rahim dan ibu yang sama tapi Amanda sangat menyayangi Nadia.
Dengan perlahan Amanda memeluk lembut seakan saat ini adalah hari terakhir mereka bersama. Nadia membalas pelukan temannya itu dengan lembut.
"Jangan menangis,ini bukan akhir"ucapnya dengan mengelus punggung Amanda lembut
Bukannya menghentikan
tangisannya,Amanda malah mengeratkan pelukannya.
Hari ini mereka lalui dengan dipenuhi air mata. Entah mengapa,baru ia mengatakannya terasa sangat berat baginya,berat untuk meninggalkan temannya yang selalu ada untuknya di setiap saat.
Langit jingga telah memperlihatkan keindahnya pada dua teman yang masih sama sama terdiam. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka,mereka sama sama membisu.
Tiba-tiba Nadia bangkit dari tempat duduknya dan meregangkan tangannya. Amanda yang melihat itu hanya menatapnya bingung. Nadia berbalik membelakangi senja yang begitu indah dan menatap Amanda dengan senyum lembutnya.
"Ini senja yang indah bukan"
Hijab yang dikenakan Nadia terlihat sangat indah,apalagi tertiup angin sore yang begitu damai.
__ADS_1
"Tapi ---"
"Mau sampai kapan kita disini ? Ini sudah sore dan waktunya untuk pulang "ucapnya dengan mengulurkan tangannya pada Amanda.