Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.28


__ADS_3

"Amanda,kuharap nanti kau tak marah dengan keputusan yang kuambil"


"Maaf,telah melukai hatimu"


Mendapat pesan seperti itu,membuat hati Amanda kembali terasa teriris. Ingin rasanya ia menolak kedatangan pria itu. Dengan perlahan ia tak menghiraukan semua pesan itu dan membiarkan ponselnya tergeletak begitu saja.


Ia tak ingin membuat pikirannya semakin pusing dengan hal yang tak jelas kepastiannya ini. Amanda hanya dapat memandangi langit malam yang indah diluar sana,nam namun tak ada satu bintang pun yang bersinar seakan seamuanya menghilang begitu saja.


Amanda membaringkan tubuhnya ditempat tidurnya dengan nyaman. Ia benar benar ingin melupakan semua hal tentang pemuda tersebut.


Sinar mentari pagi membangunkan dirinya dari tidur nyenyaknya itu. Ia sangat malas untuk melakukan kegiatan apapun itu. Hari ini ia bebas akan berangkat sekolah,karena hari ini ia libur. Niatnya untuk tetap berada di tempat tidurnya,nam namun tiba tiba ponsel miliknya berdering dan itu membuatnya gagal untuk menutup matanya kembali.


"Halo"ucapnya pelan khas orang baru bangun tidur


"Kau baru bangun man ?" Tanya orang disebrang sana.


"Iya"


"Bagaimana kalau nanti kita jalan jalan ? Apa kau bisa ?"


"Kemana ?" Tanya Amanda dengan bingung


"Soal itu biar aku yang urus,kau bersiaplah dulu"ujarnya dengan lembut


"Baiklah"


Setelah mengatakan itu,samb sambungan telepon tersebut putus.


Amanda menghela napas,niatnya ingin tetap diam dirumah. Tapi apa daya,jika temannya meminta sesuatu seperti ini,maka itu tak akan bisa ia bantah meskipun ia ingin.


Dengan perlahan, ia beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap sebelum temannya itu datang kerumahnya dan ia belum bersiap,bisa bisa ia diomeli tanpa henti.


Tak berapa lama,amanda telah selesai bersiap dan tinggal menunggu temannya datang. Sambil menunggu temannya,ia memainkan ponselnya santai. Tiba tiba ponselnya berdering dan menunjukkan nama yang ia mati matian hindari. Dengan begitu saja,ia menghiraukan panggilan

__ADS_1


tersebut,tanpa mengangkatnya sama sekali. Ponselnya terus berdering tiada henti,sampai temannya itu datang dan duduk disampingnya.


"Mengapa tak diangkat ?" Tanyanya


"Biarkan saja"


"Terserah kau saja"


"Jadi,kita akan kemana ?"


"Bagaimana jika kita ketaman ?"


"Tapikan itu cukup jauh,nad. Dan ini hari libur pasti banyak orang"


Mendengar keluhan amanda yang seperti itu,Nadia hanya dapat menghela nafas dan menatap temannya itu.


"Namanya juga hari libur, pasti banyak orang. Jika bukan kesana,kau mau kemana ?"


"Yasudah ketaman saja,ayo" ucapnya dengan menarik tangan Amanda agar berdiri.


Amanda hanya menuruti keinginan temannya itu tanpa melakukan protesan apapun.


Tidak berapa lama mereka pun telah sampai ditempat yang dituju. Benar saja ditempat tersebut sangat banyak orang,bahkan terkesan sangat padat.


Melihat hal itu,Nadia menghela nafas. Ia tak mengira jika akan seramai ini.


"Ternyata ramai sekali"keluhnya dengan menatap kerumunan orang orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing


"Kan sudah kubilang,kau sih tak percaya omongan ku"


"Iya iya maaf"


"Jadi kita mau kemana ?"

__ADS_1


"Hah ?" Tanya Nadia yang tidak mendengar karena banyaknya orang yang bicara


Amanda harus benar benar sabar menghadapi Nadia jika dalam keadaan seperti ini.


"Jadi kita mau kemana ?" Ulangnya


"Emmm......"


Cukup lama Nadia berpikir,hingga akhirnya ia memutuskan suatu tempat yang menurutnya cukup sepi dan tenang.


"Bagaimana kalau kita ke perpustakaan taman saja ?"


"Kenapa kesana ? Kalau hanya ingin membaca bukankah lebih tenang di perpustakaan sekolah ? Kenapa jauh jauh kemari ?"


"Terus kalau bukan kesana kemana man ?. Kita coba saja dulu,siapa tahu disana sepi"


Memang benar,tak ada tempat yang ingin mereka kunjungi saat ini. Ditambah sangat banyak sekali orang,dan itu membuatnya merasa tak nyaman,jadi mau tak mau ia menuruti kemauan Nadia.


"Baiklah"


Mereka pun berkeliling mencari tempat yang di tuju. Tak berapa lama mereka pun akhirnya menemukan tempat tersebut. Namun lagi lagi keinginan mereka harus terkubur,tempat yang mereka kira sepi malah sebaliknya,sangat penuh dengan orang bahkan untuk duduk saja sudah tak ada tempat lagi.


"Wah ramai"keluh Nadia dengan lemah.


"Ya mau bagaimana lagi ?"ucap Amanda dengan menepuk pundak Nadia untuk menghilangkan kekesalannya.


Mereka pun keluar dari perpustakaan tersebut dengan kecewa.


"Sekarang mau kemana ?"


"Terserah kau saja"


"Bukannya kau yang mengajak ? Harusnya kau yang memilih tempatnya,nad"

__ADS_1


__ADS_2