Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.11


__ADS_3

Untuk kali ini d.o benar benar dibuat terpesona oleh gadis yang berada di hadapannya. Meski ditempatnya banyak gadis yang melebihi dari kecantikan amanda, tapi amanda memiliki daya tariknya tersendiri.


Merasa diperhatikan amanda menghentikan kegiatannya dan memilih menatap pem uda yang berada di hadapannya, pemuda yang selalu menatapnya sejak awal bertemu.


"Kenapa oppa ?" tanyanya bingung


D.o hanya menggeleng pelan sambil tersenyum.


Mendapat respon seperti itu, amanda pun hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya untuk menikmati keindahan malam.


"Apa benar benar terlihat indah ?" tanyanya dengan mengikuti pandangan amanda


Amanda yang awalnya memandang keluar kaca,kini pandangannya beralih pada pemuda di depannya yang sedang memandang keluar.


"Sangat indah" ucapnya dengan memandang pemuda di depannya


"Apa ditempat mu tak ada tempat yang seperti ini ?" ucapnya dengan memandang amanda


"Ada,tapi cukup jauh. Dan tak mungkin aku dapat ketempat itu"


"Kenapa ?"


"Aku tinggal sendiri, dan aku tidak terbiasa pergi keluar rumah jika malam"


"Lalu ?"


"Lalu ??? " ulang amanda bingung


"Lalu apa yang kau lakukan jika tidak keluar saat malam ?"


"Ah,aku hanya mengerjakan tugas sekolah yang belum kukerjakan dan melakukan pekerjaan yang tertunda".


" pekerjaan ?"


"Iya" ucapnya dengan mengangguk pelan


"Hanya pekerjaan sampingan. Aku tak ingin menambah beban orangtuaku bertambah,jadi aku melakukan kerja sampingan untuk membiyayai sekolahku sendiri, dan lagi aku ingin belajar mandiri"


Mendengar perkataan amanda d.o hanya menatapnya kagum. Ia tak menyangka jika gadis yang berada di depannya benar benar gadis yang mandiri dan pekerja keras.

__ADS_1


Merasa ditatap seperti itu membuat amanda tak merasa nyaman.


"Oppa kenapa ?"


"Aku hanya kagum padamu "


"Kagum ?"


"Iya. Aku tak menyangka jika kau gadis yang pekerja keras dan mandiri. Tidak kusangka,ditempat ini ada gadis seperti mu aku pik-"


"Gadis manja,pemalas dan hanya membuang buang harta orangtuanya" potong amanda tanpa menunggu d.o menyelesaikan perkataannya.


Mendengar amanda berkata seperti itu, membuat dirinya merasa tak enak.


"Maaf sempat berpikiran buruk tentangmu"


"Tak apa oppa"


D.o tersenyum mendengar jawaban amanda. Ternyata amanda bukan gadis yang mudah tersinggung.


"Apa malam disana terlihat indah seperti ini?" ucapnya dengan memandang kembali keluar


"Lebih indah dari ini "


"Sungguh ??!" tanya amanda antusias


D.o hanya mengangguk dan tersenyum


"Ah andai aku dapat melihatnya sendiri pasti menyenangkan " ucapnya dengan membayangkan apa yang akan dilihatnya jika ia benar benar dapat melihatnya.


"Apa kau sangat menyukai malam ?"


"Sangat"


"Kenapa ?"


"Malam itu indah. Bintang bintang dilangit selalu bersinar dengan indah ditengah gelapnya malam. Dan malam itu sangat damai,tak ada kebisingan apapun yang dapat didengar hanya keheningan yang ada,karena itu aku menyukai malam" ucapnya dengan memejamkan matanya seolah olah sedang menyatu dengan alam.


"Apa kau ingin ketempat itu?"

__ADS_1


"Jika bisa aku ingin" ucapnya dengan memandang langit malam


"Bisa"


"Caranya ?"


"Nanti jika urusanku disini telah selesai, kau bisa ikut dengan kami"


Mendengar perkataan d.o senyum yang awalnya merekah indah tiba tiba menghilang.


"Sepertinya tak bisa oppa"


"Kenapa ?"


"Aku harus menyelesaikan sekolahku disini dan lagi aku tak punya uang untuk tinggal disana"


"Aku yang akan membiyayai semua keperluanmu selama kamu disana"


Mendengar perkataan d.o untuk sesaat amanda tergoda,namun dengan cepat ia mengusir pikiran itu.


"Maaf oppa sepertinya aku tak bisa" ucapnya dengan menunduk


D.o mengerti dengan perasaan dan keinginan amanda, ia sangat mengerti semua itu.


"Tak apa aku tak memaksa" ucapnya lembut


Amanda yang mendengarnya mengangkat kepalanya dan memandang d.o yang kini tersenyum lembut padanya.


Akhirnya acara makan malam itu berjalan dengan lancar,meski kini hanya ada keheningan yang mengisinya. D.o dan amanda keluar restoran bersama dan d.o mengantarkan amanda pulang dengan mobil yang ia sewa.


"Apa kau masih gugup ?"


"Sangat oppa,apalagi nanti akan dimulai " ucapnya dengan menggenggam tangannya yang benar benar merasa gugup


Melihat hal itu d.o hanya tersenyum, dapat terlihat dengan jelas rasa gugup yang sedang melanda amanda saat ini.


"Tak perlu segugup itu. Disana ada aku dan yang lainnya tak akan melakukan apapun yang membuatmu takut"


"Tapi tetap saja ak--"

__ADS_1


"Tenang dan percaya padaku" ucapnya lembut dan menyentuh tangan amanda yang masih bergerak gugup.


__ADS_2