Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
bagian.6


__ADS_3

Selama perjalanan ke sekolah tak ada perbincangan diantara keduanya. Hening. Itu yang dirasakan mereka saat ini, entah apa yang ada dalam pikiran mereka masing masing saat ini. Jarak antara sekolah dan rumah amanda tak terlalu jauh jadi tak membutuhkan waktu lama untuk sampai disekolah.


"Terimakasih" ucapnya selepas turun dari motor faisal


"Sama sama"


Amanda beranjak dari tempat parkiran menuju kelasnya. Ia tak ingin membuat gosip yang akan merepotkannya nanti. Saat ini kelas masih dalam keadaan sepi tak ada temannya yang datang,maklum waktu masih sangat pagi untuk pergi sekolah,entah mengapa faisal menjemputnya pagi pagi sekali. Untuk menghilangkan rasa bosannya amanda memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya untuk sebentar.


Bukannya menenangkan pikirannya,tapi pikirannya malah melayang jauh entah kemana. Kini ia benar benar merasa gugup,apa yang akan terjadi minggu nanti ? Apa ia bisa melakukannya dengan baik ? Apa orang yang dipanggil oppa olehnya akan membantunya ? Atau malah membiarkannya begitu saja ? Itulah yang menjadi pemikirannya saat ini. Karena larut dalam pikirannya sendiri amanda tak menyadari jika kelasnya mulai ramai dan berisik,hingga ia merasa seseorang menepuk pundaknya dengan lembut.


"Hei"


Tak menjawab ia hanya melihat orang yang membawanya kembali dari lamunannya itu.


"Apa yang kau lamunkan ?" tanyanya sambil duduk disampingnya


"Tidak ada. Sejak kapan kau datang ?"


"Beberapa menit lalu" ucapnya dengan mengeluarkan beberapa buku


"Benarkah ?? Kenapa aku tidak tahu ?" ucapnya dengan memerhatikan kegiatan orang yang disampingnya itu.


Orang itu menghela napas pelan dan menatap amanda


"Bagaimana kau tahu kedatanganku,sedangkan kau sendiri sibuk dengan duniamu sendiri"


"Aku tid--"


"Sudah,lebih baik kau kerjakan tugasmu jika belum kau kerjakan" potongnya dan kembali sibuk dengan buku buku yang berada di depannya


Mendapat respon seperti itu amanda hanya mendengus kesal dan beranjak dari tempat duduknya. Menyadari amanda hendak pergi orang itu menatapnya bingung

__ADS_1


"Mau kemana ?"


"Keluar"


"Apa kau sudah mengerjakan tugasmu ?"


"Aku bukan orang malas seperti mu,tentu saja sudah"


"Aku ti--"


Belum sempat temannya menyelesaikan perkataannya amanda pergi begitu saja dari tempat itu. Melihat kelakuan amanda yang seperti itu membuat temannya benar benar merasa kesal.


********


Waktu berjalan begitu cepat,hingga waktu untuk pulang sekolah pun tiba. Karena merasa dirinya diabaikan selama di sekolah, teman duduk amanda terus mengikutunya dan menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Merasa diperhatikan seperti itu membuat amanda merasa tak nyaman.


"Berhenti menatapku seperti itu" ucapnya dengan pandangan yang tak lepas dari ponselnya


"Itu terlihat jelas" ucapnya dengan menatapnya tajam


Hening. Itu yang mereka rasakan saat ini, amanda sibuk dengan ponselnya sedangkan temannya sibuk memperhatikan amanda yang tak lepas dari ponselnya itu.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan ? Kuperhatikan sedari tadi kau sibuk dengan ponsel mu "


Mendapat pertanyaan seperti itu amanda hanya menghela napas dan menyimpan ponselnya.


"Bukan apa apa "


"Benarkah ? Tapi kuperhatikan kau terlihat gugup dan matamu tak pernah lepas dari ponsel"


"Apa itu terlihat jelas ?" ucapnya dengan menatap temannya

__ADS_1


"Sangat"


Amanda diam. Ia tak menyadari jika rasa gugupnya sampai terlihat jelas oleh orang lain,apa benar begitu ?. Ia tak tahu harus berbuat apa sekarang, apa ia akan mengatakan segalanya pada temannya itu atau diam.


"Kenapa diam ? Aku bertanya padamu amanda"


Amanda menoleh pada temannya dan menatapnya teduh.


"Lalu kenapa kau masih mengikutiku ? Bukankah arah rumahmu bukan kemari ?" tanya amanda


"Aish kau ini,ditanya malah balik bertanya. Aku akan menginap dirumahmu" ucapnya santai


"Apaa??!!! Menginap dirumahku ?" ucapnya terkejut,saking terkejutnya ia tak sadar berteriak dan mengundang perhatian dari beberapa orang yang dilewatinya.


"Tak usah berteriak juga kali,iya aku akan menginap"


"Tapi kenapa menginap dirumahku dan tiba tiba ?" ucapnya dengan suara yang kembali seperti biasa


"Orangtuaku sedang tidak ada di rumah dan aku takut sendirian. Tidak apa apakan jika aku menginap dirumahmu ?"


"Baiklah kalau itu keinginanmu" ucapnya pasrah.


Sebenarnya amanda bingung harus bagaimana, jika ia menolak temannya yang berniat menginap dirumahnya itu akan menimbulkan kecurigaan temannya. Tapi bagaimana nanti,bagaimana jika oppa nya menghubunginya dan ia tak mau ada yang mengetahui semua itu. Ia ingin itu menhadi rahasia dirinya sendiri.


Tak berapa lama mereka pun sampai dirumah amanda, temannya amanda kagum akan rumah amanda. Amanda tinggal sendiri tapi rumah itu benar benar rapi dan bersih. Ia tak menyangka jika amanda orang yang seperti ini. Amanda masuk kedalam kamarnya dan berganti pakaian sedangkan temannya masih menatap kagum rumahnya itu.


"Berganti pakaian dulu dan aku akan memasak " titahnya yang baru selesai berganti pakaian


"Baiklah" ucapnya dengan memasuki kamar amanda.


Amanda melanjutkan kegiatannya untuk memasak, kali ini bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk temannya juga. Memang benar jika disekolah amanda termasuk murid yang tertutup dan pendiam,tapi beda jika ia keluar sekolah dan berada di rumahnya sifatnnya akan benar benar berubah. Sehingga amanda seorang pelajar akan sangat berbeda dengan amanda yang seperti saat ini. Tak butuh waktu lama untuk amanda memasak karena memang ia sudah terbiasa dengan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2