Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.12


__ADS_3

**********


Amanda sampai di apartemennya dengan selamat tak ada satu gores luka pun yang menempel dibadannya. Dengan menghela napas ia merebahkan tubuhnya pada tempat tidur. Ia tak menyangka dapat menemui pemuda itu secepat ini,untuk saat ini yang inginkan hanya istirahat untuk sejenak karena ia tahu sebentar lagi ia akan dijemput untuk melakukan pekerjaan nya itu.


***********


Setelah mengantarkan amanda sampai pada apartemennya dengan selamat, selama dalam perjalanan d.o hanya dapat tersenyum. Gadis yang ia baru temui itu benar benar menarik perhatiannya. Seakan amanda memiliki daya tarik sendiri. Tak lama ia pun sampai pada tempatnya dan teman temannya. Ketika ia memasuki ruangan itu,semua orang yang ada menatapnya aneh. Bukankah ia mengatakan akan sebentar tapi apa sekarang ia memakan waktu cukup lama.


"Baru pulang hyung ?"tanya sehun yang masih terus melanjutkan kegiatannya


" hmmm"ucapnya dengan melepas sepatu yang ia pakai


"Cepatlah bersiap,sebentar lagi kita berangkat"


"Iya hyung" ucapnya dengan berjalan menuju kamarnya


***********


Sesuai perkiraan amanda baru sebentar ia melepas rasa lelahnya,dan raihan datang untuk menjemputnya lagi.


Raihan yang melihat amanda berpakaian rapi hanya dapat berkerut bingung, tidak mungkinkan amanda telah bersiap dalam waktu yang lama.


"Kau sudah bersiap ?" tanyanya dengan menghampiri meja dapur untuk menyeduh kopi


"Belum"


"Lalu kau darimana ,sudah kelihatan sangat


rapi"


"Dari luar,bertemu seseorang"

__ADS_1


"Bukankah tad--"


"Iya iya aku tahu. Tadi kamu menyuruhku istirahat kan ? Aku sudah istirahat dan aku keluar untuk menghilangkan rasa bosanku saja" ucapnya dengan bangkit dari posisi berebahnya


Melihat amanda seperti itu raihan hanya dapat menghela napas dan melanjutkan kegiatannya.


"Yasudah kau bersiaplah,kita berangkat"


Amanda pun akhirnya bersiap. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka pergi ketempat yang sudah dijanjikan itu. Selama dalam perjalanan ia tak berhenti merenas tangannya yang sangat gugup. Raihan melihatnya sekilas dan tersenyum. Ia berpikir ternyata amanda dapat merasa gugup seperti ini juga.


"Apa kau gugup ?"


Mendapat pertanyaan seperti itu, amanda hanya menganggukan kepalanya pelan.


"Tenang saja tak perlu segugup itu"


"Bagaimana aku tak gugup,bintang tamu kali ini bukan yang biasa lagipula mereka bukan orang sini"


"Meski begitu kau tetap harus tenang,jika kau gugup seperti itu malah akan membuatnya kacau. Apa kau ingin menjadinya kacau ?"


"Kalau begitu kau harus tenang"


Dengan menghela napas pelan, akhirnya amanda menganggukan kepalanya pelan tanda ia mengerti dengan apa yang raihan katakan.


Mereka pun sampai ditempat tujuan. Terdapat panggung yang sangat megah,bahkan membuat amanda tak berhenti kagum. Amanda mengikuti raihan dari arah belakang menuju ruang tunggunya.


"Kau tunggu disini sebentar"


Amanda hanya mengangguk.


Setelah kepergian raihan,lagi lagi amanda menghela napas pelan entah sudah keberapa kalinya ia melakukan hal itu selama ini. Dengan perlahan ia berusaha menenangkan dirinya agar tidak terlalu gugup nanti. Tiba tiba ponselnya berdering, membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Halo" ucapnya pelan


"Kau dimana ?" tanya seseorang disebrang sana


"Dimana ??" ulangnya bingung. Kemudian ia melihat layar ponselnya untuk melihat nama yang menghubunginya


"Iya kau dimana ???"


"Kenapa ?"


"Kau ini sudah menjadi kebiasaanmu atau apa. Ditanya malah berbalik bertanya. Aku kerumahmu tapi rumahmu kosong"


Mendengar apa yang dikatakan orang disebrang sana membuat amanda bertanya tanya,untuk apa ia kerumahnya ?.


"Mau apa kau kerumahku ?"


"Hanya ingin kerumahmu saja. Sekarang katakan kau dimana ?"


"Aku di--"


Ucapnya terpotong kala melihat raihan masuk kedalam ruangannya dan memberi tanda untuk segera mengikutinya.


"Dimana ?!" ucapnya bertanya lagi dengan nada yang sedikit tinggi


"Nanti kuhubungi lagi,kututup dulu" ucap amanda tanpa menunggu persetujuan orang tersebut.


*******


"Tung--"


Belum sempat faisal menyelesaikan perkataannya sambungan teleponnya terputus begitu saja.

__ADS_1


"Aish anak ini benar benar" gerutunya dengan meninggalkan halaman rumah amanda.


Faisal benar benar kesal dengan tingkah amanda yang seperti ini. Selalu memutuskan segala sesuatu seenaknya sendiri. Dengan cepat ia mengendarai motornya dan pergi dengan perasaan yang teramat kesal baginya. Bagaimana tidak ? Ketika ia butuh orang yang siap mendengarkan keluh kesahnya dan sekarang orang itu tidak ada. Faisal akhirnya berhenti ditepi sungai yang ia lewati,yang dibutuhkannya sekarang adalah ketenangan. Ketenangan dari segala permasalahan hidupnya saat ini pula. Hanya hembusan angin malam yang setia menemaninya saat ini, untuk sesaat ia merasa sangat damai dan tenang. Setelah merasa tenang ia pun pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2