
********
Sesampainya dikamar amanda, ia tak henti kagum dengan kerapihan kamar amanda. Dirinya baru tahu jika amanda seseorang yang benar benar menyukai kerapihan. Dengan segera dirinya berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya pada tempat tidur amanda. Ia tak tahu mengapa ia sangat senang saat ini, tanpa terasa karena terlalu lelah akhirnya ia terlelap begitu saja.
********
Karena tugasnya telah selesai amanda bermaksud untuk memanggil temannya untuk makan bersama. Tiba tiba ponselnya berdering dan menunjukkan nama seseorang dilayar ponsel itu. Akhirnya ia mengurungkan niatnya dan berjalan menuju belakang rumahnya.
"Halo oppa "ucap amanda lembut
"Halo"
"Ada apa oppa ?" tanyanya dengan memandang langit sore yang mulai berwarna jingga
"Tidak, hanya ingin menghubungimu. Apa tidak boleh ?" tanya seseorang disebrang sana
"Boleh oppa,aku tidak ada berhak untuk melarangmu"
Hening. Lagi lagi hal seperti yang terjadi diantara keduanya, hal yang paling amanda benci.
"Sedang apa kau ?"
"Hanya memandang langit jingga"
"Apa indah ?"
"Sangat,sangat indah. Aku hanya berpikir apa langit disini sama dengan di sana oppa "
" mungkin sama mungkin juga tidak"
"Kenapa ?"
__ADS_1
"Karena aku tak tahu bagaimana langit disana,mungkin kita sama sama dibawah langit yang sama,tapi cuaca yang berbeda"
"Ah oppa benar"
"Amanda"
"Iya oppa "
"Apa kau masih gugup ?"
"Masih oppa,aku selalu merasa gugup setiap saat ketika mengingat nanti oppa"
"Tenang,kau harus tenang. Nanti di sana ada aku bukan ?"
"Baik oppa"
"Yasudah selamat istirahat amanda"
"Baik"
Sambungan itu akhirnya berakhir,amanda hanya menghela napas pelan. Ia tak tahu apa yang akan terjadi nanti,meski ia harus tenang tapi ia tak bisa membohongi dirinya jika saat ini ia benar benar gugup.
******
Akhirnya amanda masuk kedalam rumah untuk mengajak temannya itu makan,karena saat ini telah sore hari dan itu waktunya untuk makan. Sesampainya dikamar, amanda hanya tersenyum melihat temannya itu tengah tertidur lelap,dapat amanda lihat jika wajah temannya itu sangat damai ketika sedang tidur seperti itu. Dengan perlahan dirinya memghampirinya dan membangunkan temannya untuk makan,jika tidak ia akan kelaparan sepanjang malam dan amanda tak menginginkan hal itu.
"Nad,bangun" ucapnya lembut dengan menggoyangkan tubuh nadia pelan
Perlahan nadia menggeliat dan membuka matanya,ia berusaha menyeimbangkan cahaya yang masuk kedalam matanya.
"Apa ?" ucapnya pelan,dengan posisi yang sudah terduduk
__ADS_1
"Kita makan dulu,nanti kau boleh melanjutkan tidurmu" ucapnya dengan tersenyum lembut
"Apa kau sudah masak ?"
"Semuanya sudah siap,tinggal menunggumu turun dan makan bersama"
"Baiklah,kamu turun saja dulu nanti aku nyusul"
Amanda pun akhirnya menuruti apa yang dikatakan nadia,ia akan menunggunya dimeja makan. Tidak lama nadia turun dengan wajah yang terlihat lebih segar dari pada tadi.
"Maaf tidak membantumu " ucapnya dengan duduk dihadapan amanda
"Tidak apa,nikmati saja makannya. Tapi maaf jika kurang enak,aku tidak terbiasa masak untuk orang lain"
"Tak apa. Lagian harusnya aku yang berterima kasih karena sudah diperbolehkan menginap dirumahmu"
Hening. Kini mereka sama sama terdiam . mereka makan dalam diam hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling beradu satu sama lain. Selesai makan,tanpa menunggu lama nadia bangkit dari tempat duduknya dan mengambil piring kotor bermaksud untuk dibersihkannya.
"Apa yang kau lakukan ?" tanya amanda memandang nadia bingung
"Mau mencuci piring"
"Biarkan saja,lebih baik kamu kembali istirahat. Ini biar aku yang urus,lagiankan kamu tamu disini masa harus mencuci piring"
"Tak apa,tadikan kamu yang masak sekarang giliran donk masa kamu mulu"
"Tapi ---"
"Tak apa,gih kamu istirahat saja,sepertinya kamu lelah "
Karena amanda tahu jika keinginan nadia seperti itu makan tak ada yang dapat membantahnya. Sebenarnya amanda dan nadia bersahabat sejak kecil,tapi meskipun begitu amanda dan nadia masih selalu merasa kurang nyaman jika hanya berdua seperti saat ini. Entah apa yang mereka pikirkan,umumnya jika mereka bersahabat sejak lama seharusnya tak ada kecanggungan seperti saat ini.
__ADS_1
Amanda hanya menghela napas dan ia beranjak dari tempat itu menuju kamarnya. Memang benar jika ia merasa lelah. Melihat amanda pergi nadia hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatannya untuk membereskan semuanya dengan cepat, jujur ia juga merasa lelah tapi ia tak ingin merepotkan amanda lebih banyak lagi. Dengan telaten dan cekatan nadia dapat menyelesaikan semuanya dengan cepat. Bukan apa apa,meskipun nadia tinggal bersama orangtuanya tapi sejak kecil ia didik untuk melakukan semuanya sendiri. Setelah selesai melakukan tugasnya,nadia kembali kekamar amanda untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Sesampainya dikamar amanda, nadia tersenyum. Ia melihat amanda telah terlelap dalam tidurnya,ia melihat wajah amanda sangat damai untuk saat ini. Namun meskipun terlihat damai tapi nadia masih dapat melihat dengan jelas jika diwajah itu terdapat raut kelelahan yang tergambar jelas.