
Sesampainya didalam kelas,amanda hanya dapat menghela napas dan menatap keluar jendela. Sungguh saat ini ia benar benar merasa pusing dengan semua hal. Kenapa harus faisal orang yang dekat dengannya ?,ia tahu sendiri jika faisal kini telah menjadi milik orang lain.
Melihat amanda tak merasa tenang,dengan lembut nadia mengelus telaoak tangannya seakan memberi semangat pada amanda.
Merasa sebuah elusan lembut pada tangannya,amanda hanya dapat tersenyum pada nadia untuk memastikan bahwa ia baik baik saja.
Mendapat respon seperti itu, sebenarnya nadia tidak dapat oercaya karena ia dapat melihat dengan jelas bahwa amanda tak baik baik saja. Tapi ia tahu,berdebat dengan amanda saat ini bukan waktu yang tepat, jadi ia memilih mengalah dan memoercayai kebohongan amanda itu.
******
Ditempat lain,orang yang telah menghubungi amanda hanya dapat tersenyum melihat ponsel yang berada di genggamannya. Tak seharusnya saat ini ia merasa bahagia karena telah menghubungi seseorang seperti ini kan ? Tapi entah mengapa ia selalu merasa bahagia jika telah menghubunginya.
Tok...tok..tok
"Masuk" ucapnya dengan menyimoan ponselnya kedalam saku celananya.
Seorang pemuda masuk dengan santai dan kini merebahkan tubuhnya pada tempat tidur tanpa meminta ijin sang oemilik kamar tersebut. Melihat kelakuan seperti itu d.o hanya dapat menghela napas karena baginya itu sudah biasa. Kemudian ia berjalan dan duduk tepat dihadaoan pemuda tersebut.
"Ada apa, hyung ?" tanyanya tanpa basa basi terlebih dahulu
Pemuda yang ditanya hanya dapat tersenyum mendapat respon seperti itu karena ia tahu, jika d.o bukan seseorang yang suka berbasa basi seperti yang lain. Akhirnya ia bangkit dari posisi terbaring dan menatap d.o intens.
Merasa di tatap seperti itu, sungguh membuatnya tak nyaman.
"Hyung" ucapnya lagi
"Apa kau senang ?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapan matanya dari d.o
"Senang ?" jelas ia bingung dengan pertanyaan seperti itu
"Tentu aku senang, karena dapat melakukan kegiatan bersama kalian lagi setelah sekian la-"
__ADS_1
"Bukan ,bukan itu makudku " otongnya karena bukan itu jawaban yang diinginkannya
"Lalu ?"tanyanya bingung
" kau ini bodoh atau pura pura bodoh ! Kau kira aku tak tahu apa apa ? Aku tahu d.o"
pernyataan yang di ucap kan hyungnya membuat d.o semakin bingung.
Melihat respon d.o yang seperti itu membuatnya benar benar pusing. Pemuda dihadaoannya ini benar benar aktor yang hebat tak salah jika gelar itu tersanding dengan namanya. Dengan perlahan ia memijat oeliisnya untuk menghilangkan rasa pusing nya.
"Berhenti memberi tatapan seperti itu" ucapnya karena saat ini d.o menatapnya dengan aneh
"Kau ingat gadis yang menjadi pembawa acara kita kemarin sore?"
"Gadis ?" d.o diam meresaoi kata kata yang dilontarkan hyungnya itu.
Setelah sekian lama berpikir akhirnya d.o mengerti dari oembicaraan ini yang sebenarnya.
"Sudah tahu apa yang kumaksud ?" tanyanya lagi
"Apa gadis itu istimewa untukmu ?"
"Maksudmu apa hyung ? Kita han--"
"Aku tahu aku tahu. Kau pasti akan menjawab kita hanya berteman dan tak lebih. Begitukan ?"
Jawaban yang dilontarkan hyungnya membuat d.o terdiam. Ia tak bisa bicara apa apa lagi,karena hyungnya ini tak akan berhenti bertanya jika jawaban yang diinginkannya belum ia dapat kan.
"Aku benarkan ? "
"Tapi kami benar benar hanya berteman hyung dan tak lebih"
__ADS_1
"Untuk saat ini kalian hanya berteman, tapi nanti. Kita tak tahu apa yang akan terjadi,mungkin kau dengannya akan--"
"HYUNGG !!" ucapnya dengan menaikkan nadanya.
Mendapat respon seperti itu dari d.o tentu
membuatnya terkejut. D.o tak pernah membentaknya meski dalam keadaan apapun, meski suasana hatinya seburuk apapun. Ia akan memendam rasa marahnya sendiri. Tapi untuk kali ini tidak,untuk oertama kalinya d.o membentak hyungnya.
Merasa mendengar suara bentakan yang keras,orang orang yang berada diruangan lain saling kejar untuk menuju sumber suara. Sesampainya ditempat yang di tuju,yang mereka lihat dua temanya yang kini saling berhadaoan.
Dapat terlihat dengan jelas jika saat ini d.o sedang merendam emosinya dengan sekuat mungkin. Tangan yang terkeoal dengan keras hingga berwarna merah,dan mata yang menatap hyungnya dengan tatapan yang tak biasanya.
Perlahan sehun mendekati d.o hyungnya,ia ingin membuat emosi hyungnya itu menurun. Karena menurutnya dan yang lain,tak biasanya d.o akan semarah ini pasti ada yang tidak beres diantara keduanya. Sehun menatap hyung didepannya untuk meminta oenjelasannya,namun ia hanya diam dan menatap d.o. dengan perlahan sehun memegang oundak d.o untuk menenangkannya.
Dengan perlahan d.o menarik napasnya untuk menstabilkan emosinya. Ia tak ingin emosi yang menguasainya.
"Maaf" ucapnya dengan menundukkan kepalanya
Orang yang berada di depannya masih tak memberikan respon apapun. Ia hanya diam.
Mendapat respon seperti itu, d.o hanya dapat menghela napas pelan. Dengan perlahan ia melepaskan genggaman tangan sehun pada oundaknya. Ketersebutmudian ia berjalan menuju jendela yang berada dikamarnya. Ia memejamkan matanya,meresai keheningan malam untuk menghilangkan semua emosi yang kini bisa bersarang pada dirinya.
"Aku ingin sendiri, bisa kalian tinggalkan aku" ointanya dengan oelan
"Aku belum selesai bicara dengan mu" ucap pemuda yang sedari tadi bersamanya
"Hyung, kumohon. Biarkan aku sendiri dulu"
"Tapi --"
Sebelum ucapnya selesai,tangannya diegang salah seorang temannya.
__ADS_1
"Biarkan dia sendiri dulu"
Setelah itu,mereka semua pergi meninggalkan ruangan tersebut dan hanya meninggalkan seorang pemuda saja.