Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.31


__ADS_3

"Bukankah kamu salah mengartikan maksudku yang tidak menghubungimu beberapa lama ini"


mendengar hal itu amanda mengerti apa yang dimaksud oppanya itu.


"Aku tidak mensalah pahami hal itu oppa. Aku mengerti maksud teman teman oppa dengan mengatakan hal itu pada oppa. Aku pula berpikiran sama dengan mereka,jadi lebih baik kita samp-"


"Aku tak ingin itu terjadi Amanda"ucapnya dengan sedikit tegas


Amanda terdiam. Ia tak menyangka jika oppanya akan berkata seperti itu. Ia mengenal oppanya adalah sosok orang yang lembut dan perhatian.


"Dengar. Aku ingin hubungan pertemanan kita berlanjut sampai kapan pun. Meski aku tahu,kita tak pantas melakukan hal ini. Tapi aku ingin,kita hanya akan berteman dan tak lebih dari itu"


Amanda diam mendengar penuturan tersebut.


'Teman. Jadi oppa selama ini hanya menganggap ku sebagai teman ? Tak lebih'.


"Kau masih disana "


"Iya oppa."


"Aku akan menjelaskannya langsung padamu dan pergi ketempat mu"


Deg.


Amanda seperti bermimpi saat itu,meski hanya mendengar bahwa oppanya akan ke tempatnya itu membuatnya bahagia. Namun kebahagiaan itu hilang sekejap,kare karena ia tahu,jika itu terjadi akan ada sebuah kehebohan besar ditempatnya nanti.


"Jadi bisa kau kirimkan lokasimu padaku"


"Untuk apa oppa kemari ?"


"Buka kah sudah kukatakan padamu,untuk menjelaskan semuanya"


"Tapi bukankah bisa sekarang"


"Tidak. Aku ingin bertemu langsung denganmu. Jadi bisa kau kirimkan lokasimu."


"Tidak"


"Kenapa ?"

__ADS_1


"Aku tak ingin oppa datang ke tempatku"


"Kalau begitu,kau yang datang kemari"


"Tidak"


"Kenapa ?"


"Karena sebentar lagi ujian "


Mendengar hal itu,orang yang menelponnya tahu jika Amanda saat ini benar benar marah padanya.


"Baiklah jika itu keinginanmu"


Amanda bernapas lega mendengar perkataan tersebut.


Ia pikir jika orang tersebut telah menyerah untuk membujuk Amanda agar bisa bertemu dengan dirinya.


"Aku akan bertanya pada Raihan saja,danbiarka dan biarkan ia yang mengantarkan ku padamu"


Deg.


Tutty..tutty


Sambungan telepon tersebut mati. Amanda tahu jika oppanya mematikan sambungan telepon tersebut sepihak.


Dengan mendengus kesal,Amanda melangkahkan kakinya menuju kamar yang hendak ia tuju namun gagal karena panggilan telepon tersebut.


"Kenapa harus bertanya pada Raihan, pasti ia akan memberitahu tempatku berada. Bagaimana ini ?" Ucapnya panik


Amanda berjalan kesana kemari sendiri dilamarnya. Saat ini ia benar benar panik dengan apa yang akan terjadi nantinya.


********


D.o hanya dapat menghela nafas pelan. Ia tahu ia tak akan mudah membujuk Amanda agar bisa bertemu dengannya. Amanda memiliki sifat keras kepala seperti dirinya jadi ia harus memutar otak untuk dapat bertemu dengannya.


Tiba tiba Sehun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Ia melihat hyungnya yang sedang duduk ditepi ranjang. Dengan perlahan ia pun mendekatinya.


"Bagaimana,Hyung ?"tanyanya tanpa basa basi terlebih dahulu

__ADS_1


"Apanya ?"


"Apa ia mau bertemu dengan Hyung"


D.o diam sejenak, memikirkan rencana apa yang akan dilakukannya.


"Ia menolaknya"


"Lalu bagaimana ?"


Do benar benar tak bisa berpikir saat ini. Ia sangat lelah untuk memikirkan masalah ini,apala apalagi ia baru sampai di penginapannya.


"Entahlah"ucapnya dengan membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya.


Sehun yang melihat hal itu hanya dapat menghela napas. Ia tahu jika hyungnya belum membersihkan diri.


"Lebih baik Hyung mandi,jangan tidur"ucapnya dengan membanting kan handuk bekasnya pada hyungnya itu


Mendapat perlakuan seperti itu dari sang adik,Do merasa tak terima. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun,ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Sehun hanya dapat tersenyum melihat tingkah hyungnya itu. Setelah hyungnya benar benar hilang dibalik pintu kamar mandi, senyumnya sirna begitu saja. Dengan cepat tangannya memainkan ponselnya dan mencari nama seseorang dalam ponsel tersebut.


"Halo"ucap orang disebrang sana


"Apa kau bisa membantuku "ucapnya dengan serius


"Membantu ? Membantu apa ?"


Sehun tersenyum tipis mendengar hal itu,ia tahu jika orang yang dihubunginya ini dapat membantunya dengan baik.


Tak berapa lama Do keluar dari kamar mandi dan sudah dalam keadaan segar. Ia menatap bingung melihat Sehun tersenyum sendiri seperti itu.


"Kau kenapa ?"


Melihat hyungnya datang,ia hanya dapat lebih bahagia.


"Kau baik baik saja kan ?" Tanyanya lagi


Ia khawatir melihat tingkah Sehun yang tak seperti biasanya menurutnya itu.

__ADS_1


__ADS_2