
Nadia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Amanda berdiri dihadapannya dengan memegang tangan kakak kelas yang akan menamparnya itu. Ia sama sekali tak mengira jika Amanda akan melakukan hal itu padanya,melindung melindunginya.
Tentu semua orang terkejut dengan tindakan Amanda,mereka mengira Amanda akan diam saja melihat temannya ditampar,namun perkiraan tersebut salah besar.
"Apa yang kau lakukan ? Hah ! Lepaskan " ucapnya dengan berusaha melepaskan tangan Amanda dari tangannya.
Amanda tidak melepaskan hal itu,ia malah menatap kakak kelasnya dengan tatapan tenang,tak ada tatapan kebencian sama sekali. Semua orang pun melihatnya,dan tahu jika tatapan itu sangat tenang dan damai,tak ada kebencian sama sekali.
"Kubilang lepaskan !"
Amanda pun melepaskannya.
Amanda tak banyak bicara,ia hanya meraih tangan Nadia dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Mau kemana kau ? Urusan kita belum selesai"
Mendengar teriakan tersebut,Amanda
berhenti dan membalikkan badannya dengan tenang,ia tak ingin memiliki kebencian pada siapapun.
"Ada apa lagi kak ? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya. Apa belum cukup ?"
"Belum. Aku tak percaya dengan kata katamu itu"
"Lalu apa yang kakak inginkan dariku,agar kakak percaya padaku " pintanya dengan lembut.
Amanda tahu jika pertanyaan itu akan menimbulkan masalah besar baginya,perkiraannya adalah jika ia diminta untuk keluar dari sekolah ini.
"Aku ingin kau keluar dari sekolah ini"
Semua orang yang ada di sana terdiam mendengar perkataan tersebut, mereka mengira jika mereka hanya salah dengar untuk saat ini.
Nadia yang berada di dekat Amanda tak percaya dengan perkataan kakak kelasnya itu.
"Apa yang kakak katakan ?"
__ADS_1
"Aku memintanya untuk KELUAR DARI DARI SEKOLAH INI "
Mendengar hal itu,tiba tiba Nadia menampar pipi kakak kelasnya dengan sangat keras. Semua orang yang ada di sana terkejut melihat hal itu. Bahkan Amanda tak percaya dengan apa yang dilakukan Nadia saat ini.
Kakak kelasnya pun tak percaya dengan hal itu. Ia memegangi pipi bekas tamparan Nadia, rasanya amat panas dan menyakitkan baginya.
"Apa yang kau lakukan hah ?!"
"Aku hanya mencoba membangunkan kakak dari mimpi"
"Apa maksudmu ?"
"Kakak ingin Amanda keluar dari sekolah sama saja mimpi. Di tak akan melakukan hal it---"
"Akan kulakukan"Amanda memotong perkataan Nadia
Nadia yang mendengarnya tak pecaya akan hal itu,ia menatap Amanda dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apa maksudmu?" Tanya Nadia dengan menatap Amanda bingung
"Amanda,kau gila" ucap Nadia tak percaya dengan apa yang dikatakan Amanda barusan
"Aku memang seperti ini nad. Aku sudah lelah,disalahkan terus menerus tanpa tahu apa yang kulakukan"
"Bagus kalau begitu. Lebih baik kau segera meninggalkan sekolah ini,maka sekolah ini akan kembali tenang tanpa adanya dirimu"
Nadia amat marah mendengar perkataan tersebut. Jika Amanda tak menghentikannya,nadi Nadia pasti akan melakukan tindakan yang diluar nalar lagi.
Tanpa mereka ketahui,sejak awal perdebatan tersebut Faisal sudah berada disana. Hanya saja dia diam,dia tak ingin terlalu ikut campur urusan tersebut,jika masalahnya tidak ingin semakin rumit.
Namun apa yang diperkirakannya sama sekali tidak benar,bahkan tanpa dirinya ikut campur pun permasalahan tersebut semakin rumit,bahkan sangat. Mendengar apa yang dikatakan Amanda dan mantanya itu membuat Faisal tak percaya,bagaia bagaimana mungkin kata keluar dapat dengan mudah meluncur dari mulut mereka.
"Apa yang kau katakan,man ?. Ingin keluar ?"tanya Faisal dengan menatap Amanda tak percaya
Semua orang yang berada di sana
__ADS_1
terkejut,melihat Faisal yang berada disana.
"Bukankah itu pantas untuknya,gara gara dia hubungan kita hancur"
Faisal yang tengah menatap Amanda,kini teralihkan pada mantan kekasihnya itu.
"Hubungan ku hancur denganmu bukan salah siapa siapa. Itu salahmu sendiri"
"Apa maksudmu ?"
"Aku tak tahan dengan sikapmu itu,apalagi sikap yang seperti ini"
"Kau--"
"Beri aku waktu sampai ujian kenaikan kelas,setelah itu aku akan pergi dari sekolah ini"ucap Amanda memotong pembicaraan mereka.
"Apa maksudmu?" Tanya Faisal yang tak mengerti dengan jalan pikiran Amanda saat ini
"Benarkah ? Jika sampai saat itu kau tak melakukan janji apa yang akan kau lakukan?"
"Kakak bisa menagihnya padaku"
"Baiklah kupegang janjimu itu"
Amanda telah lelah berdebat hari ini,apal apalagi sebentar lagi bel masuk kelas berbunyi. Ia meraih tangan Nadia agar meninggalkan tempat itu.
"Oh ya. Kakak tenang saja,selama aku masih berada di sekolah ini,aku akan menjauh darinya"ucap Amanda dengan menatap orang yang dimaksud olehnya,Faisal.
Mendengar hal itu,kakak kelasnya tersenyum senang. Karena pemikirannya jika Amanda pergi dari sekolah ini,Faisal akan kembali padanya.
Faisal yang mendengar hal itu hanya dapat menghela nafasnya,karena ia tak tahu jika masalah tersebut akan serumit ini. Dan ia tahu,jika keputusan Amanda sudah seperti itu maka tidak ada yang bisa menentang atau merubah keputusannya itu.
Semua murid yang awalnya berkumpul kini telah berpencar,mereka semua telah kembali kedalam kelas masing masing,kare karena sebentar lagi jam pelajaran akan segera dimulai.
Selama jam pelajaran berlangsung, Amanda tak terlalu memerhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran didepan sana. Pikirannya melanglang buana entah kemana,mungkin raganya memang berada di sana,tapi jiwanya entah dimana.
__ADS_1
Nadia yang melihat temannya seperti itu sangat sedih,ia tak tega melihat Amanda yang seperti ini. Dengan perlahan,ia mengelus lembut tangan Amanda yang berada diatas mejanya itu. Nadia berharap dengan seperti itu,dapat sedikit meringankan rasa sedihnya Amanda.