Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.22


__ADS_3

**********


Amanda berjalan menyusuri langit malam dibawah rintikan hujan dengan damai. Dingin. Jujur ia merasa dingin, namun apa daya ini yang ingin dilakukannya.


Untuk menghilangkan stress yang bersarang di pikirannya. Hingga ia sampai disebuah warung oinggir jalan,tempat itu sepi dan tak ada satu oelanggan pun yang berteduh disana. Ia menghampiri tempat itu dan memesan sebuah minuman hangat untuk dirinya.


Ia merasa sangat damai di tempat ini. Dengan perlahan tangannya menyentuh tetesan air hujan yang tiada henti. Ia sangat menyukai hujan selain langit malam,karena hujan dapat menyembunyikan tangisnya tanpa ada yang memgetahui hal tersebut.


Minuman yang ia pesan telah datang. Dengan perlahan ia meminumnya dan menikmatinya. Uap panas dari minuman tersebut membuat dirinya merasa hangat dan itu sangat nyaman baginya. Ia memejamkan matanya sambil memegang minuman hangat di tangannya.


Dirinya tak menyadari jika saat ini ada


seseorang yang tengah duduk dihadapannya. Orang tersebut tersenyum lembut melihat wajah amanda yang terlihat sangat damai saat ini.


Amanda membuka matanya,senyuman yang awalnya teroatri diwajah cantiknya tiba tiba menghilang begitu saja ketika ia mengetahui ada orang lain yang berada di sana. Ia hanya menatapnya dingin tanpa memberikan senyuamnya sedikit pun, entah mengapa kehadiran orang tersebut membuat moodnya hancur.


"Malam manda" ucapnya dengan tersenyum lembut


Amanda tak menghiraukan sapaan nya itu, ia hanya memalingkan wajahnya agar tak bersitatao dengan orang yang berada di hadapannya saat ini.


Meski tak mendapat respon apapun dari amanda tak membuat nyalinya hilang,ia tetap berada di sana dan memberikan senyuman hangatnya


"Apa yang kau lakukan malam malam begini ? Apalagi dengan hujan seperti saat ini?" tanyanya oantang menyerah.


Diam.


"Apa kau tak kedinginan ? Bukankah malam hari sangat dingin ? Apalagi bagi seorang gadis seperti mu"

__ADS_1


Diam.


"Mau kupesankan minuman hangat ?" tawarnya. Tapi matanya lebih dulu menangkao minuman hangat yang digenggam Amanda.


"Oh ternyata kau sudah memesannya lebih dulu"


Sungguh Amanda benar benar kesal dengan orang yang berada di hadapannya saat ini. Ingin rasanya ia membuangnya jauh jauh ke samudra atlantik,namun apa bisa ia melakukannya ?.


Dengan satu gerakan amanda bangkit dari duduknya berniat meninggalkan tempat itu,namun apa daya tiba tiba orang tersebut memegang tangannya.


"Apa kau marah padaku ?" tanyanya dengan sedu


Amanda tetap diam, tak memberikan respon apapun


"Manda,aku hanya ingin bicara dengan mu walau sebentar bisakan?"


Mendengar suara orang tersebut yang semakin lama semakin kecil,amanda mau tak mau harus menurunkan egonya dan menuruti keinginan orang yang ada di hadapannya itu. Ia qun mendudukan dirinya kembali,namun tak menatap orangnya.


"Aku ingin minta maaf, jika selama ini aku selalu membuatmu dalam keadaan susah,sungguh aku tak berniat membuatmu masuk dalam keadaan itu" ucapnya dengan menunduk


"Aku tak mengerti dengan perasaan ku sendiri man,kau sendiri tahu jika aku sudah memiliki seorang kekasih"


"Aku tahu "jawabnya, namun tak mungkin dapat orang itu dengar


"Tapi entah mengapa, aku tak nyaman dengan semua itu. Aku merasa terbebani jika harus bersamanya terus,sikaonya,sifatnya sungguh aku sangat tidak menyukai semuanya. Ia terlalu bergantung oadaku,seakan akan kami akan selalu bersama selamanya"


"Man. Aku sadar jika kita hanya sebatas teman dan tak lebih. Tapi kenapa ? Kenapa aku malah merasa nyaman jika bersamamu dibanding dengannya ?"

__ADS_1


"Aku juga sama"


"Aku sungguh tak mengerti dengan perasaan ini man,dan takdir Tuhan. Ini--- ini sangat menyesakkan bagiku" ucapnya dengan pelan, dan tanpa ia sadari air matanya telah mengalir begitu saja.


Amanda yang mendengar perkataan yang sedikit pilu,membuat dirinya mau tak mau harus memandang orang yang berada di hadapannya saat ini. Ada rasa tak tega dihatinya melihat orang tersebut seperti saat ini, namun ia harus menekanmu semua itu.


"Jika aku boleh egois,jika aku boleh memilih dan jika aku boleh berhenti" ucapnya dengan memandang Amanda yang kini tengah memandangnya


"Aku ingin menghentikan hubungan ini man,aku ingin berhenti. Aku sudah lelah dengan sikaonya yang seperti itu terus. Namun ---- namun apa bisa aku melakukannya ? Apa aku herani melukai hatinya ? Apa ak --"ucapnya dengan tertunduk


" apa aku sanggup untuk meninggalkannya ?"ucapnya lirih.


Deg.


"Meninggalkan nya ?"


Dengan perlahan amanda menggenggam tangan orang yang berada di hadapannya, orang yang saat ini tengah benar benar raouh.


Merasa tangannya digenggam, orang tersebut memandang amanda dengan air mata yang tak berhenti mengalir dipipinya.


Amanda memberikan senyuman yang hangat untuk pemuda tersebut, ia ingin memberikan rasa hangat untuk orang lain meskipun dirinya sendiri saat ini tengah merasa sakit dan kedinginan.


"Apa kau masih mencintainya ?" ucap amanda lembut.


Pemuda tersebut hanya diam. Jika ia ditanya apa ia masih mencintainya jawabnya entah.


"Jika kau masih mencintainya, pertahankan cinta itu sampai kapan pun. Sampai kau benar benar lelah,sampai kau benar benar tak biasa berada di sampingnya, sampai kau sudah berada di abang batasmu,sampai kau---"

__ADS_1


"Aku sudah lelah,aku sudah tak bisa disampingnya lagi dan aku sudah pada batasku,man" potongnya.


Mendengar semua itu Amanda hanya dapat terdiam. Ternyata pemuda yang berada di hadapannya saat ini benar benar telah lelah dengan apapun yang berhubungan dengan kekasihnya itu. Ia hanya tak mengerti bagaimana pemuda seperti dirinya mamqu bercerita hal seperti itu pada dirinya.


__ADS_2