
"Berbeda ?"
Dengan perlahan kakak kelasnya itu mendekati Amanda dan tersenyum sinis tepat di depan wajahnya.
"Perkenalkan aku dengannya"
"Dengannya ?"
"Tiga orang yang mencarimu,saat jam istirahat tadi"
Mendengar hal itu amanda terdiam. Ia mengerti dengan maksud urusan yang berbeda,kakak kelasnya itu ingin mendekati Raihan dan dua orang oppanya itu.
Amanda menundukkan kepalanya,dan membalas tersenyum sinis pada kakak kelasnya itu.
"Aku tidak bisa"ucapnya dengan tenang
Mendengar hal itu,kakak kelasnya sangat marah.
"Apa kau bilang ?! Tidak bisa. Berani sekali kau melawan perintahku "ucapnya dengan tangan yang siap menampar wajah Amanda
Amanda tak takut sedikit pun akan hal itu,ia meraih tangan yang akan menampar wajahnya dan menggenggamnya kuat.
Tangannya terasa sakit, Amanda mencengkram tangannya sangat keras.
"Lepaskan !"ucapnya dengan menarik tangannya,namun Amanda tak melepaskan cengkraman itu.
"Kubilang lepaskan !"
Amanda pun melepaskannya. Dapat terlihat jelas,jika tangan kakak kelasnya itu memerah akibat dirinya yang mencengkramnya sangat keras.
"Ingat janji kakak,kakak tak akan mengganguku sampai ujian kenaikan kelas nanti. Jika kakak melanggar janji kakak sendiri,maka aku pun akan melanggar janjiku sendiri"
Amanda meninggalkan kakak kelasnya yang masih terdiam merasakan tangannya yang sakit akibat genggaman tangannya Amanda.
Amanda tak ingin membuat masalah yang lain,ia hanya ingin memiliki pilihan terbaik yaitu menghindari kakak kelasnya itu. Ia pun melanjutkan perjalanannya untuk kerumah,menuiapka menyiapkan semua keberaniannya untuk menghadapi tiga orang yang sedang menunggu kepulangannya saat ini.
"Man"ucap Nadia dengan menatap Amanda sedu
"Hmmm"
"Apa kau baik baik saja ?"
__ADS_1
"Aku baik baik saja"ucapnya dengan tersenyum lembut
"Kau yakin ?"
"Hmm"
"Mau kuantar pulang ?"
Mendapat pernyataan seperti itu,untuk sesaat Amanda terdiam. Ia memikirkan hal itu. Memang apa yang ditawarkan Nadia ada baiknya,ia tak akan merasa terganggu jika Nadia ikut bersamanya kerumahnya.
"Tak usah,aku baik baik saja "
"Tapi ---"
"Kau percaya padaku kan ?"
Nadia mengangguk mendapat pernyataan seperti itu.
"Kalau begitu,percayakan saja padaku"
"Baiklah jika itu keputusanmu"
Akhirnya mereka pun berpisah ditengah jalan,karena arah rumah mereka yang berbeda.
Tiba tiba sebuah motor berhenti disampingnya dan itu membuat Amanda harus menghela nafasnya. Ia tahu siapa yang berada disampingnya itu,sebab ia sangat mengenal suara motor tersebut.
"Man"
Amanda tak menjawab panggilan tersebut,ia tetap melangkahkan kakinya menuju rumahnya.
"Man tolong berhenti sebentar" mohonnya
Mendengar hal itu, Amanda berhenti tanpa melihat orang yang memanggil namanya itu.
"Kenapa kau terus menghindari ku,apa salahku ?"
Diam.
"Jika aku punya salah,aku minta maaf. Tapi,kumohon jangan kau hindari aku terus menerus"
Diam.
__ADS_1
"Amanda"
Sungguh,dalam hatinya Amanda merasa sangat jengah akan hal itu. Ingin rasanya ia,menghilangkan orang yang berada disampingnya itu saat ini.
Amanda menatap Faisal,namun dengan tatapan yang sangat berbeda.
"Kau tak memiliki salah padaku"
"Tapi kenapa kau terus menghindariku,pasti ada alasannya kan ?"
"Alasannya ??"
Untuk sesaat Amanda terdiam,seolah olah memikirkan sesuatu yang membuatnya menghindari Faisal.
"Kau ingin tahu alasanku menghindarimu ?"
Faisal mengangguk pelan mendengar hal itu.
"Mantan kekasihmu"
"Mantan kekasihku ?"
"Aku sudah berjanji padanya untuk menjauhimu sampai batas waktu tertentu,jika kehidupanku damai dalam sekolah tersebut"
"Tapi kenapa harus menghindari ku ?"
"Karena ia beranggapan jika dirinya putus gara gara diriku"
"Itu bukan salahmu,itu keputusanku. Jadi kumohon jangan kau hin--"
"Jelaskan yang sebenarnya pada mantan kekasihmu itu,agar tak ada kesalahan yang lain. Tapi maaf,aku tak bisa menjadi Amanda yang dulu"
Setelah mengatakan hal itu amanda meninggalkan Faisal yang masih berdiri terdiam ditempatnya.
Faisal tak tahu harus berbuat apa,semua yang dilakukannya terasa sangat salah dalam hal apapun
Tak lama Amanda pun sampai dirumahnya. Dapat ia lihat jika orang orang itu masih mengganggunya dirumahnya,hanya dapat menghela nafas yang dapat ia lakukan. Dengan perlahan ia membuka pintu rumahnya dan berusaha tersenyum senatural mungkin.
"Aku pulang"ucapnya dengan sopan
Ketiga orang tersebut menatap Amanda bersamaan dan tersenyum lembut padanya.
__ADS_1